
Kelompok Lazarus berada di wilayah padang salju, terlihat puluhan mayat Grand Demon Beast Ice Bear berada di sekitar mereka. Apabila seseorang ranah Legendary seorang diri datang ke wilayah Utara Benua Selatan Moonlight, mereka akan mati karena cuaca dan serangan Beast liar.
"Sebastian, apakah kita sudah dekat?" Lazarus bertanya.
"Kita hampir sampai." Sebastian menjawab.
Sejauh mata memandang hanya ada hamparan salju putih dan tumbuhan element es. Hutan yang dipenuhi pohon atribut es sangatlah indah, tetapi dalam keindahan itu terdapat banyak bahaya yang mengancam.
Meskipun wilayah Utara Benua Selatan Moonlight dekat dengan South Sea dan Benua Barat Zephyra. Namun wilayah itu sangat berbahaya banyak pusaran air yang membuat kapal karam, dan puluhan Beast rank sedang dan tinggi yang tinggal di sana.
Orang yang pergi ke Benua Selatan Moonlight melalui jalur laut lebih memilih untuk memutari lautan Eternal Frost. Meskipun memakan waktu 3 kali lebih lama, tetapi nyawa lebih penting dari apapun.
"Urs, kita sangat beruntung karena tidak berjumpa dengan Beast rank tinggi dalam perjalanan." Gladius berkata.
Lazarus berpikir akan mengalami banyak bahaya dan rintangan dalam perjalanan ini. Namun perjalanan ini sangat mulus, seolah-olah seseorang sudah membantu mereka dari balik bayang-bayang.
"Brianna berhati-hatilah!" Lazarus berteriak.
Brianna segera terbang menjauh dari tempat dia berdiri. Seekor Beast kelabang raksasa dengan tubuh berwarna putih seperti salju dan ukuran 32 meter keluar dari bawah tanah yang diinjak Brianna.
"Legendary Beast Ancient Giant Blue Ice Centipede?" Lazarus menatap kelabang biru itu.
Kelompok Lazarus mengelilingi Beast itu. Apabila hanya seekor Legendary Beast, Sebastian dan Gladius dapat mengalahkannya dengan cepat. Namun Lazarus sudah lama tidak bertarung dengan Beast seperti ini.
"Kelihatannya, dia tidak mempunyai akal." Sebastian berkata.
"Legendary Beast ini bukanlah seekor Beast darah murni yang bisa berbicara menggunakan bahasa umum. Dia sama saja seperti seekor Epik Beast yang besar." White Fang berkata.
Lazarus mengeluarkan Regalia Schyte, kemudian menyerang Legendary Beast Giant Blue Ice Centipede itu.
"Serahkan Beast kelabang ini kepadaku. Cangkangnya sangat mahal di pasaran." Lazarus tersenyum lebar seraya mengayunkan sabit Regalia.
3 jam kemudian Lazarus berhasil mengalahkan Legendary Beast kelabang itu dengan mudah. Di masa lalu Lazarus harus mempertaruhkan hidupnya untuk mengalahkan seekor Legendary Beast, tetapi sekarang dia merasakan seekor Legendary Beast biasa terutama element es dan api bukanlah lawan yang seimbang.
Lazarus menyimpan mayat Giant Blue Ice Centipede ke dalam Cincin Draupnir, kemudian mereka melanjutkan perjalanan ke Kekaisaran Eternal Frost.
"Urs, kita sudah sampai di Kekaisaran Eternal Frost." Sebastian berkata.
Lazarus terpesona dengan kota benteng berwarna putih. Para Demon dan Dark Beastman berlalu-lalang di sekitar benteng dan para penjaga Dark Beastman Beruang kutub menjaga gerbang.
Kelompok Lazarus pergi ke gerbang. Semua mata terkejut melihat Beast kontrak rank tinggi Lazarus. Ice Fenrir, Ice Hydra, White Dragon, Golden Sun Fenrir dan Celestial Five Element Wolf hitam sangat mempesona.
"Tuan, siapa Anda dan apakah Anda adalah Beast Master dari 5 Beast rank tinggi ini?" Penjaga Dark Beastman beruang kutub bertanya seraya membungkuk.
Lazarus melepaskan tudung kepala beruang miliknya terlihat sepasang tanduk putih, rambut putih salju panjang dan mata biru seindah permata safir.
"Ancient Ice Demon Pria!" Dark Beastman itu berteriak.
Semua orang mengerumuni kelompok Lazarus, di Benua Selatan Moonlight hanya Demon Emperor Laufey yang merupakan satu-satunya Ancient Ice Demon pria.
"Namaku adalah Urs, aku ingin bertemu dengan Demon Emperor Laufey." Lazarus berkata.
Deviela berjalan ke samping Lazarus seraya mengendong Arion. Dia kemudian membuka jubahnya seorang wanita Demon cantik berambut pirang, mata biru dan tanduk berwarna putih terlihat sangat serasi berada di samping Lazarus. Sebastian, Brianna, Gladius dan Cruel juga membuka jubah yang menutupi wajah mereka.
"Pangeran Sebastian, Putri Deviela, Putri Brianna, Tuan Gladius dan Tuan Muda Cruel!" Seseorang berteriak.
Semua orang yang mendengar nama itu segera menyingkir dan memberikan jalan kepada kelompok Lazarus.
Seorang penjaga berlari ke dalam gerbang, sesaat kemudian seorang wanita cantik ras Demo dengan rambut pendek seputih salju dan mata berwarna hijau datang seraya menaiki seekor Legendary Beast Blue Ice Fenrir dengan satu mata yang terluka.
Aurora memakai armor ringan berwarna putih yang memperlihatkan tangan, perut dan pahanya yang berotot.
"Aurora sudah lama tidak bertemu." Sebastian tersenyum lebar.
"Bajingan, apakah kamu tidak mengingat saat aku memotong satu tangan dan kakimu?" Aurora turun dari punggung Blue Ice Fenrir itu, kemudian berjalan ke arah Lazarus.
"Aurora, kami hanya ingin mengantar Urs untuk bertemu Demon Emperor Laufey." Deviela tersenyum.
Aurora melirik ke arah Lazarus dengan sangat teliti, dia kemudian menatap wajah Lazarus.
"Kamu memang seorang Ancient Ice Demon dan mempunyai garis darah yang lebih tinggi dariku! Darimana asalmu, apakah kamu berasal dari Planet Arcturus?" Aurora bertanya.
"Salam Nona Aurora, nama saya adalah Grand Duke Lazarus Regulus. Orang-orang bisa menyebutku Urs The North dan aku adalah seorang manusia yang kebetulan diberkahi Skill Demon Transformation. Aku adalah cucu dari White Night Witch Elsa dan tujuanku datang ke sini adalah bertemu dengan Kakek Buyutku Demon Emperor Laufey." Lazarus tersenyum cerah.
"Tunggu, apa hubunganmu dengan Deviela dan siapa bayi yang berada di gendongannya?" Aurora bertanya.
"Deviela adalah istriku dan bayi itu adalah putraku Arion. Dia tidak mewarisi garis darah Ancient Ice Demon, tetapi dia mewarisi garis darah Ibunya." Lazarus menjawab.
"Ikutlah denganku. Aku akan mengantar kalian semua ke hadapan Kakek." Aurora berkata, kemudian naik ke punggung Legendary Beast Blue Ice Fenrir muda.
"Apakah Fenrir milikmu berjenis kelamin betina?" Lazarus bertanya.
"Namanya Blue Claws, dia adalah sahabatku." Aurora menjawab seraya melirik ke arah semua Beast kontrak Lazarus.
"Berapa istri Kakek Laufey?" Lazarus bertanya.
"Kakek mempunyai 36 istri, 9 anak, 72 cucu dan 200 cicit apabila dihitung denganmu. Anak, Cucu dan cicit Kakek Laufey yang mewarisi garis darah Ancient Ice Demon semuanya wanita dan aku adalah cucu ketujuh." Aurora menjawab.
Lazarus menelan ludahnya. Dia sekarang menyesal mengunjungi Demon Emperor Laufey. Nalurinya berkata untuk kembali karena dia sudah mengetahui bahwa hanya dia pria yang mewarisi garis darah Ancient Ice Demon dan menurut aturan dia adalah pewaris sah tahta Kekaisaran Eternal Frost.
"Grooooaaar!" Seekor Variant White Dragon bersisik biru muda seperti kristal es terbang ke arah kelompok Lazarus.
"Snow Song, adalah Guardian Beast Blue Ice Dragon jantan Kekaisaran Eternal Frost. Dia adalah Beast kontrak milik Kakek, sekarang dia sudah menembus ranah Mythical Beast. Kelihatannya dia pergi ke sini karena merasakan kehadiran Beast White Dragon milikmu." Aurora berkata.
Snow Song mendarat di hadapan kelompok Lazarus, dia tidak bersifat agresif dan hanya memperhatikan Aneira dengan mata berbinar.
"Nona, aku belum pernah melihat seekor Dragon betina yang sangat cantik sepertimu." Snow Song berkata.
Snow Song adalah Beast Dragon yang paling indah dan tampan yang pernah Lazarus lihat. Bahkan dia mempunyai 6 suku kata nama dan terlahir sebagai Sub Spesies Variant yang langka.
Aneira mengeluarkan aroma Asterion dari tubuhnya. Aroma itu hanya dapat dicium oleh Beast dan tidak bisa dicium oleh hidung manusia.
"Apakah kamu sudah mempunyai pasangan?" Snow Song melebarkan matanya.
"Namaku adalah White Dragon Aneira dan Black Dragon Asterion adalah pasanganku." Aneira menjawab.
"Dewi Tiamat yang agung! Mengapa kamu sangat tidak adil kepadaku, aku baru pertama kali merasakan cinta dan kamu membuatnya layu dalam hitungan menit!" Snow Song mengaum memilukan.
Lazarus menatap ke arah Aurora.
"Urs, banyak White Dragon betina liar yang ingin menjadi pasangan Snow Song. Namun Snow Song adalah pejantan yang sangat pemilih." Aurora tersenyum.
"Laufey?" Snow Song bertanya.
"Namaku Urs, Master dari Aneira dan yang lainnya." Lazarus menjawab.
"Aku mengerti dan sebagai seorang White Dragon jantan sejati. Aku tidak akan merebut pasangan Dragon jantan lain." Snow Song berkata.
Snow Song memandu kelompok Lazarus ke Istana Kekaisaran Eternal Frost. Snow Song adalah White Dragon yang menganggap ras humanoid selain Demon Emperor Laufey hanyalah Beast rank rendah. Akan tetapi, dia sangat dekat dengan Lazarus dan Beast kontraknya seolah-olah seorang teman.
"Urs, siapa kamu?" batin Aurora.
Mereka sampai di Istana Kekaisaran Eternal Frost. Para pelayan menyambut kedatangan Lazarus, kemudian para Beast dipandu ke halaman Kastil Istana Kekaisaran Eternal Frost untuk beristirahat.
Aurora memandu kelompok Lazarus pergi ke ruang pertemuan Istana Kekaisaran Eternal Frost. Mereka melihat ruangan megah berwarna putih dengan banyak ukiran kaligrafi.
Terlihat seorang pria berambut hitam dengan gradasi ungu duduk di kursi sebelah kanan, dia adalah Julian dan ratusan wanita ras Ancient Demon berambut putih duduk di kursi ruangan itu.
Seorang pria ras Ancient Ice Demon tampan, berambut putih panjang, hidung mancung dan mata biru kristal duduk di singgasana yang megah. 12 Wanita ras Demon duduk di samping kanan dan kirinya, mereka adalah 12 istri Demon Emperor Laufey yang masih hidup.
Lazarus, Aurora dan Deviela segera berlutut, sedangkan Sebastian, Brianna, Cruel dan Gladius membungkuk.
"Apakah kamu cicitku?" Demon Emperor Laufey bertanya seraya mengeluarkan aura intimidasi.
"Kakek, nama saya adalah Grand Duke Lazarus Regulus. Orang-orang memanggilku Urs The North, saya adalah Putra dari Arka Boreas yang merupakan putra dari Ibu Suri Agatha Boreas yang merupakan Putri ketiga mu Elsa Eternal Frost." Lazarus menjawab.
"Duduklah, kalian pasti lelah karena perjalanan panjang." Demon Emperor Laufey berkata.
Deviela dan yang lainnya pergi ke tempat duduk yang sudah di siapkan. Namun Lazarus tetap berlutut di hadapan Demon Emperor Laufey.
"Putraku Urs, mengapa kamu tidak duduk bersama mereka?" Demon Emperor Laufey bertanya.
Semua orang terkejut karena Demon Emperor Laufey yang sangat dingin menyebut Urs Putra bukan cicitnya. Namun Permaisuri dan 11 Istri Demon Emperor Laufey tersenyum, bukankah Demon Emperor Laufey secara tidak langsung sudah memberitahu semua orang bahwa Urs adalah pewarisnya.
Lazarus mengeluarkan banyak Material Beast, Artefak Rank Epik, 3 Artefak senjata Rank Legendary, Moonlight Jade Rank Legendary, Herbal langka Rank Unique dan Epik, Golden Sun Jade, 50 Tong Snow Flower Wine, 300 botol Wine berbagai jenis dan usia.
Lazarus bersujud, kemudian mengeluarkan satu kotak kayu.
"Apakah kamu akan memberikan hadiah kotak kayu itu kepadaku?" Demon Emperor Laufey berkata dengan dingin.
"Kakek, ini adalah hadiah untukmu. Aku mendapatkannya secara kebetulan dan semoga kamu bisa hidup lebih lama dengan memakan herbal ini." Lazarus menjawab dengan ekspresi serius.
Herbal yang berada di kotak ini adalah harta miliknya paling berharga. Sama berharga dengan Eternal Blue Lily Rank Void, 5 herbal yang tidak sengaja ditemukan White Fang dan Ignis di puncak Pergunungan Arsen yang bersalju.
Bahkan di alam atas herbal ini sangat berharga terutama untuk seseorang yang mempunyai Afinitas element es. Lazarus berencana untuk memberikannya kepada Galan, Agatha, Alcander dan Demon Emperor Laufey.
Semua orang penasaran dengan herbal yang berada dalam kotak kayu itu. Mereka sudah terkejut dengan Material Beast,Material, Artefak, Herbal, Wine dan Potion yang diberikan Lazarus. Bisa dibilang semua barang itu senilai dengan 20 tahun pembayaran pajak Kekaisaran Eternal Frost, bahkan lebih.
"Baiklah, pergi kemari dan serahkan langsung kepadaku." Demon Emperor Laufey berkata dengan suara dingin. Wajahnya terlihat seperti sebuah patung es yang diukir para Dewa. Bahkan dia lebih tampan dari Lazarus dan Adonis.
Lazarus menaiki anak tangga, ke arah singgasana Laufey. Dia merasakan kakinya sangat berat setiap dia menaiki 1 anak tangga. Laufey mempunyai level 97, tetapi aura miliknya lebih kuat dari Adonis, Reese dan semua orang yang pernah dia temui saat ini.
Lazarus memberikan kotak kayu itu kepada Demon Emperor Laufey, kemudian Laufey membuka kotak itu. Mana element es bergejolak saat Laufey membuka sedikit kotak itu dan saat dia membuka kotak itu ruangan membeku karena mana yang keluar dari kotak.
Sebuah bunga Lily berwarna biru mengkilap seperti kristal es terlihat sangat indah.
"Eternal Frost Lily Rank Void!" Permaisuri Adelina berteriak.
Laufey menatap herbal Eternal Frost Lily Rank Void itu dengan tatapan dingin, kemudian mengunyahnya dengan wajah tanpa ekspresi. Lazarus dan semua orang terkejut karena melihat ekspresi datar Demon Emperor Laufey. Apabila Agathias yang diberi hadiah seperti itu, dia pasti akan menari kegirangan.
Gladius melebarkan matanya sampai bola matanya ingin keluar saat melihat Demon Emperor Laufey, memakan Eternal Frost Lily yang berharga dengan ekspresi datar. Bahkan di Planet Auriga orang-orang akan bertarung sampai mati untuk memperebutkannya.
"Terima kasih, kebetulan aku sangat membutuhkannya." Laufey berkata.
Lazarus membungkuk, kemudian pergi ke tempat duduk di samping Deviela.
"Urs." Arion berkata.
Lazarus mengendong Arion seolah-olah tidak ada yang terjadi, sedangkan Deviela menatap tajam ke arah Lazarus. Julian yang berada di belakang Lazarus duduk membeku dengan mulut membentuk huruf O.
"Para pelayan hidangkan makanan paling enak untuk mereka semua. Aku mempunyai sebuah tugas yang harus di selesaikan dan aku akan segera kembali ke sini." Demon Emperor Laufey melangkah keluar dari ruang pertemuan, kemudian Permaisuri dan 11 istrinya mengikuti Demon Emperor Laufey.
"Urs, apakah kamu ketakutan?" Deviela bertanya.
"Aku tidak bisa mengetahui apa yang berada di dalam pikiran Kakek." Lazarus menjawab.
"Urs, bisakah kamu menceritakan kepadaku darimana kamu mendapatkan herbal itu?" Deviela bertanya.
"Aku akan menceritakan semuanya." Lazarus menjawab.
...****************...
Di Halaman Istana Kekaisaran Eternal Frost, Demon Emperor Laufey berusaha untuk menyerap herbal Eternal Frost Lily Rank Void.
"Laufey, apakah herbal itu asli?"
"Diamlah! Kalian tahu bahwa herbal ini asli, selain mengobati luka dalamku. Levelku juga meningkat sebanyak 2 level, sekarang aku mempunyai level 99 sama dengan Reese dan Adonis." Demon Emperor Laufey menjawab.
"Kamu bisa hidup sangat lama dan sekarang kita harus kembali ke ruang pertemuan."
"Aku sangat tertarik dengan cicitku Urs, tetapi aku tidak bisa mengatakannya langsung karena tubuhku tiba-tiba membeku." Laufey berkata.
"Fufufu. Kamu memang seorang pria yang sangat kaku, tenanglah Urs pasti akan mengerti cepat atau lambat dan kamu harus memberikan sesuatu yang berharga untuk membayar Urs."
"Urs akan menolak, apabila harus menjadi Kaisar Kekaisaran Eternal Frost. Dia pasti akan menolak Artefak Rank Mythical karena sudah mempunyai 4 Artefak Rank Mythical. Aku tidak mempunyai apapun untuk diberikan kepada Urs, bahkan dia lebih kaya daripada aku!"
"Nature Treasure Black Ice Heart Rank Legendary." Permaisuri berkata.
"Meskipun Nature Treasure Black Ice Heart Rank Legendary sama langka dengan Eternal Frost Lily Rank Void. Namun menurut Rank nilai Eternal Frost Lily lebih tinggi dari Nature Treasure Black Ice Heart." Laufey menjawab.
"Seharusnya kamu tidak menyerap Nature Treasure Black Ice Heart Rank Mythical pada saat itu. Namun hanya itu barang berharga yang bisa kamu berikan kepada Urs." Permaisuri berkata.
"Baiklah, aku akan memberikan Nature Treasure Black Ice Heart Rank Legendary dan membawa Urs ke gudang penyimpanan Harta Kekaisaran Eternal Frost untuk memilih sendiri hadiahnya." Laufey menjawab.
Semua wanita di sana menyentuh keningnya. "Bodoh, di gudang Penyimpanan Harta Kekaisaran Eternal Frost tidak ada sesuatu yang berharga! Urs pasti akan menolak apabila diberikan beberapa ratus Koin Platinum."
"Cih.. Biarkan dia memilih Artefak Rank Mythical atau Koin Emas, Koin Platinum, Kastil, Wilayah, Bawahan atau apapun yang dia mau!" Demon Emperor Laufey berteriak.
"Kami setuju."