LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 409. Kompetisi Berburu Artemis I.



Kelompok Lazarus membuat rencana cadangan, apabila rencana pertama gagal dan ada sesuatu yang buruk terjadi di Kompetisi Berburu Artemis.


"2 Jam lagi sebelum Kompetisi Berburu Artemis di mulai." Cleon berkata.


"Helene, berapa Beast kontrak yang kamu punya?" Lazarus bertanya.


"21 Beast kontrak, aku masih mempunyai 51 Slot Beast kontrak yang tersisa." Helene mengeluarkan semua Beast kontraknya dan kebanyakan adalah jenis rubah, singa dan serigala.


"Helene, apakah kamu membutuhkan bantuan?" Seekor Five-tailed Golden Fox bertanya.


Lazarus tertarik saat melihat Beast Five-Tailed Golden Fox muda saat dewasa, dia akan berevolusi menjadi Nine-Tailed Golden Fox yang langka.


"Namanya adalah Lunar dan anaknya Luna, sebenarnya aku belum membuat kontrak dengannya. Urs, apakah kamu tertarik kepada Luna?" Helene bertanya.


"Manusia, apakah kamu layak menjadi Beast Master putriku yang sangat cantik?" Nine-Tailed Golden Fox Lunar menggeram ke arah Lazarus.


"Rubah, apakah kamu berani menggertak Tuan Urs?" Ludger yang baru kembali setelah menyantap Giant Blue Eagle bersama Namean kembali ke samping Lazarus dan Altair.


"Beast King!" Semua Beast kontrak Helene gemetar ketakutan saat merasakan aura Ludger.


Lunar berkeringat dingin dengan kaki gemetar ketakutan, dia menatap ke arah Ferys dan Amor, tetapi mereka seakan-akan tidak peduli kepada Lunar.


"Ludger, tenanglah dia hanyalah seekor Ibu Beast yang berusaha melindungi putrinya." Lazarus mengelus surai Ludger.


"Tuan, apakah Beast King Celestial Six-Winged Purple Lightning Amethys Black Lion itu adalah Beast kontrakmu?" Lunar bertanya.


"Hahaha. Aku adalah Beast terkuat yang dimiliki Tuan Urs, dia sudah melakukan kontrak jiwa sementara denganku. Saat Ignis sudah menembus ranah Mythical Beast, dia akan membuat kontrak denganku, Soldrake, Winter dan Summer." Ludger tertawa.


"Silver Dragon Soldrake, Black Hell Snake Summer dan Azure Scales White Snake Winter. Mereka adalah 3 Beast yang sangat kuat, aku mengetahuinya dari ingatan leluhurku." Nine-Tailed Golden Fox Lunar berkata.


Lazarus mengeluarkan semua Beast kontraknya dari Space Beast Bracelet Rank Mythical yang sudah dia buat. Terlihat banyak sekali Beast Rank tinggi di hadapan semua orang, Agarwood, Alvar dan yang lainnya terlihat sangat mencolok. Namun yang paling mencolok adalah Five Element Dragon Aiden dan Three-Element Nature Dragon Rusa.


"Master, ruang penyimpanan itu berwarna putih dan sangat luas. Akan tetapi, lapisan pertahannya sangat tipis. Dengan satu kali serangan Magical Beast dari dalam bisa menghancurkan Artefak itu, kami hanya bisa berdiam diri di sana." Five Element Wolf Black Claws berkata.


"Master, kita tidak bisa berlatih di dalam. Seharusnya kamu membuat lapisan pertahanan lebih kuat." Black Dragon Asterion berkata.


"Bodoh, bahkan semua Artefak Rank diatas Mythical mempunyai lapisan pertahanan yang lemah. Apabila itu Artefak Rank Saint atau Divine baru mempunyai lapisan pertahan yang kuat, tetapi Artefak itu menentang dunia saat aku mati mungkin kalian juga akan mati karena terjebak di dalam Artefak itu." Lazarus menjawab.


Semua orang terkejut melihat semua Beast kontrak Lazarus, dia mempunyai banyak sekali Beast kontrak rank tinggi yang kuat dan langka.


Lunar ketakutan dan mundur kebelakang Helene, dia bersembunyi di balik tubuh Helene. Dia merasa sudah menyinggung seseorang yang tidak boleh mereka singgung, tetapi mengapa semua Beast rank tinggi berdarah murni itu bisa mengakui dan mengikuti seorang manusia. Apakah ada sesuatu yang spesial dari Lazarus? Sehingga Beast Dragon yang arogan dan Beast King bisa mengikutinya.


"Rubah, kami tidak akan membunuhmu." Golden Sun Fenrir Blade berkata.


Lazarus berjalan ke arah Luna, dia kemudian mengelus bulu Luna. "Apakah kamu ingin menjadi temanku, gadis yang sangat cantik?"


"Helene, apakah kamu mengizinkan aku menjadi Beast kontraknya?" Luna bertanya.


"Urs pasti akan menjagamu dengan baik." Helene tersenyum.


"Baiklah, aku akan ikut denganmu. Masterku." Luna berlutut sebagai simbol penyerahan diri kepada Lazarus.


Lazarus membuat kontrak dengan Luna, sekarang slot Beast kontraknya hanya tersisa 7 karena dia menyiapkan 4 Slot untuk Ludger, Winter, Summer dan Soldrake.


"Luna, selamat datang di keluargaku. Celestial seperti biasa kamu harus menjaga Beast baru." Lazarus berkata.


"Sesuai perintahmu, Master." Violet Mink Celestial melompat ke kepala Luna.


****************


"Urs, apakah kamu ingin berperang dengan membawa semua Beast kontrakmu?" Altair bertanya.


"Hutan Artemis adalah sebuah medan perang. Aku membawa Ignis dan yang lainnya untuk membantu kita semua." Lazarus menjawab.


"Semakin banyak orang semakin baik." Edgard berkata.


"Beast kontrak dihitung sebagai senjata bukan perwakilan kompetisi berburu Artemis. Aku mengira akan banyak sekali Beast Master kuat di Planet Antares yang akan ikut dalam kompetisi berburu, tetapi hal itu mempunyai keuntungan dan kerugian." Ethan berkata.


"Inti Beast dari Beast yang dikontrak Beast Master tidak masuk dalam hitungan poin karena Inti Beast kontrak seorang Beast Master mempunyai tanda jejak jiwa. Namun kerugiannya sangat signifikan, jika Beast kontrak rank tinggi Beast Master mati. Hal itu akan menjadi kerugian besar bagi Beast Master, Kerajaan, Kekaisaran besar dan kekuatan besar yang terafiliasi dengannya." Cleon berkata.


"Cleon, kamu pasti sudah banyak belajar selama ini dan aku hanya akan mengeluarkan mereka semua, jika berada di dalam keadaan darurat. Aku tidak berencana bertarung habis-habisan, tetapi di dalam hutan semua hal bisa terjadi. Apakah kamu mengetahui mengapa banyak yang mati saat Kompetisi berburu Artemis?" Lazarus bertanya.


"Memburu manusia dan mencuri pointnya lebih mudah daripada memburu Beast. Beraliansi dengan kelompok lain dan menggunakan berbagai macam siasat." Cleon menjawab.


"Kakek Galan mengatakan kepadaku bahwa kemenangan Castor dan Alcander bukan hanya memburu Beast. Mereka menggunakan cara yang melanggar aturan, tetapi di dalam hutan apa saja bisa terjadi dan tidak ada bukti untuk membuktikan mereka bersalah." Lazarus berkata.


"Meskipun ada 1 orang dari Kekaisaran Suci yang menjadi pengawas untuk mengawasi, tetapi mereka sering mati dan menghilang di dalam Hutan Artemis. Jadi sekarang tidak ada pengawas untuk mengawasi Kompetisi Berburu Artemis." Alastair berkata.


"Helene, ambil Space Beast Bracelet Rank Mythical ini untuk menyimpan semua Beast Kontrakmu." Lazarus melemparkan Space Beast Bracelet Rank Mythical kepada Helene.


"Urs, berapa harga ?" Helene bertanya.


"20 Miliar koin emas. Aku hanya memberikan harga material." Lazarus menjawab.


"Apakah aku bisa mencicilnya?" Helene bertanya.


"Iris dan yang lainnya sudah membayar. Mereka menggunakan kekayaan pribadi mereka untuk membeli Artefak ini dan menyuruhku memberikannya kepadamu." Lazarus menjawab.


Lazarus dan Helene memasukan Beast kontrak mereka kedalam Artefak Space Beast Bracelet. Haru melompat ke pundak Lazarus, dia ingin bersama Lazarus.


Haru selalu menyamar menjadi seekor kucing hitam dan berjalan-jalan di sekitar wilayah Regulus untuk mencari informasi. Dia selalu memberikan informasi tentang apa yang terjadi di wilayah Regulus.


"Haru, aku ingin segera melihat anak kucing." Lazarus berkata.


"Miaww. Hubunganku dengan Snow Leaf tidak berjalan dengan baik, dia mengatakan bahwa insting liarku sudah hilang. Aku harus membuktikan cintaku kepadanya dengan menjadi lebih kuat darinya dan dia akan membuat bayi saat aku bisa mengalahkannya." Beast Nekomata hitam dengan ujung ekor merah itu berkata.


Lazarus, Alastair dan Amelia menunggangi punggung Ludger, sedangkan Altair memasukan Nemea ke dalam Artefak penyimpanan Beast. Dia tahu bahwa menaiki Beast terbang lebih cepat.


Helene menaiki seekor Legendary Beast Golden Griffin bernama Amor. Altair menunggangi punggung Alvar, Cleon menunggangi Kiara, Ethan dan Edgard menunggangi Regulus, sedangkan Ares menunggangi Golden Fang.


"Apakah, aku berat?" Ares bertanya.


"Tidak, aku bahkan bisa mengangkat orang yang 5 kali lebih berat darimu. Master biarkan aku menjadi pemimpin kalian di posisi V." Golden Fang berkata.


"Bodoh, apabila kamu yang memimpin. Kita akan tersesat ke Benua lain. Biarkan Regulus yang memimpin karena dia adalah Beast sangat ahli dalam terbang tinggi." Ludger berkata.


Kelompok Lazarus memasuki Gate dimensi, semua orang yang berada di Ibukota Raven terkejut melihat 6 Beast kucing bersayap terbang keluar dari Gate dimensi.


"Apakah kamu Kaisar Altair dan 5 orang itu adalah Beast Kontrak kalian?" Seorang penjaga bertanya.


"Tuan, kami adalah perwakilan Kekaisaran Lion Heart untuk mengikuti Kompetisi Berburu." Altair berkata.


"Kaisar Altair, Kompetisi Berburu Artemis di tunda dan akan dimulai besok. Kontes Berburu Artemis sekarang ini diikuti oleh Perwakilan semua Kerajaan, Kekaisaran dan Kekuatan Besar di 4 Benua." Penjaga itu berkata.


Lazarus turun dari punggung Ludger, kemudian pergi bersama penjaga itu ke gang belakang. Penjaga itu mengatakan semua informasi yang dia ketahui tentang Kompetisi Berburu Artemis.


"Apa yang sedang Lazarus lakukan?" Amelia bertanya.


"Ayah sedang mencari informasi." Alastair berkata.


Lazarus dan penjaga itu kembali ke kelompok Lazarus. Penjaga itu seperti ketakutan karena Lazarus mengetahui rencananya. Tuan Abercio mengatakan kelompok Kekaisaran Lion Heart akan segera datang melewati Gate dimensi ini dan dia harus mengawasi, kemudian memberitahu Abercio kedatangan mereka.


"Kaisar Altair, maafkan aku karena sudah menghentikan kalian. Aku hanya menerima perintah Tuan muda Abercio untuk mengulur waktu kalian." Penjaga itu berlutut.


"Tidak, kamu hanya menjalankan tugas Tuanmu dan apabila kamu mengulur waktu kepada pemimpin yang lain. Aku takut kepalamu dan badanmu sudah terpisah, menurut aturan Benua seorang penjaga tidak bisa mengulur waktu Bangsawan berpangkat tinggi dan hukumannya adalah kematian." Altair tersenyum halus.


"Aku mempunyai istri dan bayi. Maafkan aku!" Penjaga itu bersujud seraya membenturkan kepalanya sampai berdarah, semua penduduk menatap ke arah penjaga itu. Namun mereka tidak berani mendekat karena Beast rank tinggi dan takut menyinggung kelompok Lazarus.


Regulus memimpin kawanan Beast terbang ke atas langit dengan cepat, mereka seolah-olah sedang berlari di atas awan. Pemandangan di atas langit sangat indah. Mereka bisa menyentuh awan.


"Sangat indah." Amelia berkata.


Winged Silver Wind White Lion Regulus memimpin di depan, mereka menggunakan formasi huruf V untuk mengurangi gesekan udara


"Tuan Urs, aku takut ketinggian. Bisakah kita terbang lebih rendah?" Ares bertanya.


"Bertahanlah, kita hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk sampai di Kota Artemis." Lazarus menjawab.


"Lazarus, mengapa kamu tidak menunggu Tuan Abercio?" Cleon bertanya.


"Kaisar kamu adalah pemimpinnya, bukankah di ketinggian ini kita tidak akan bertemu kelompok lainnya?" Lazarus bertanya.


"Perwakilan Kekaisaran Zephyra pasti akan mengajukan aliansi, mereka mengincar juara 3 besar. Sedangkan Kekaisaran Lion Heart tidak mengincar kemenangan, melainkan kita mengincar sumber daya Hutan Artemis dan kembali hidup-hidup. Kita tidak akan beraliansi dengan perwakilan manapun, tetapi aku yakin kita bisa berada di urutan 50 besar." Altair tersenyum.


"Bagaimana, jika perwakilan dari Kerajaan dan Kekaisaran lain menyerang kita?" Edgard bertanya.


"Edgard, kita harus membunuh mereka untuk melindungi diri." Altair berkata.


"Kami semua mengerti." Lazarus dan semua orang menjawab.


"Helene, aku kira kamu harus memakai kain penutup wajah. Kecantikanmu bisa membuat semua pria saling bertarung." Lazarus berkata.


"Fufufu. Apakah kamu cemburu seseorang Bangsawan tampan akan menggodaku?" Helene bertanya.


"Lilian akan marah jika terjadi sesuatu yang buruk kepadamu." Lazarus menjawab.


Kelompok Lazarus mendarat di gerbang Kota Artemis. Terlihat patung seorang Dewi cantik memakai pakaian dari kulit harimau, membawa tombak, busur, anak panah dan Helm.


Tembok dan gerbang itu sangat kokoh. 2 orang penjaga ranah Mythical menjaga sisi kanan dan kiri gerbang. Mereka meminta undangan dari setiap perwakilan yang diundang mengikuti Kompetisi Berburu Artemis.


Kelompok Lazarus menjadi perhatian karena membawa 7 Beast rank tinggi menjadi tunggangan. Lazarus dan Helene segera memasukkan Beast kontrak mereka kedalam Artefak penyimpanan hanya menyisakan Haru dan Ludger.


"Alastair, apakah kamu sudah siap?" Lazarus bertanya.


Altair mengeluarkan Golden Lion Namean, kemudian menaikinya. Sebagai pemimpin dan Kaisar Kekaisaran Lion Heart, Altair yang mendapatkan undangan dan pemimpin perwakilan Kekaisaran Lion Heart.


Lazarus dan yang lainnya berjalan di belakang Altair, mereka sangat mencolok karena 2 Mythical Beast singa yang mereka bawa. Orang-orang pasti mengetahui bahwa Altair dan yang lainnya adalah calon yang kuat dalam kompetisi berburu.


"Mengapa kita harus tampil mencolok?" Cleon bertanya menggunakan transmisi suara.


"Cleon, kita harus menunjukan kekuatan kita agar mereka tidak mengincar kita. Kebanyakan orang pasti akan berpikir 2 kali untuk mengincar kelompok yang membawa 2 Mythical Beast. Mereka kebanyakan menindas yang lemah dan takut kepada yang kuat." Altair berkata.


"Kaisar Altair, aku mengerti." Cleon berkata.


"Panggil saja aku Altair karena kita sekarang tidak berada di Kekaisaran Lion Heart." Altair berkata.


2 Penjaga itu menatap ke arah Perwakilan Kekaisaran Lion Heart, kemudian Altair memberikan surat undangan.


"9 orang. Kalian boleh masuk." Suara yang terdengar asing terdengar dari salah satu penjaga Rank Mythical yang memakai Helm.


"Urs, sudah lama tidak bertemu. Setelah pekerjaan ku selesai, aku akan segera mengunjungimu." Curtis membuka helmnya seraya tersenyum ke arah Lazarus.


"Curtis."


"Hahaha. Mighty Golden Lion Fruit yang kamu berikan saat Aliansi Kerajaan dan Kekuatan Besar membuatku mempunyai 1 orang anak. Aku sangat berterima kasih kepadamu dan akan membayar hutang budiku kepadamu." Leon berkata.


"Leon."


Kelompok Lazarus memasuki Kota Artemis, mereka melihat orang berbagai ras dan Beast berlalu-lalang. Mereka adalah pedagang, Bangsawan dan perwakilan dari setiap Kerajaan, Kekaisaran dan Kekuatan Besar di 4 Benua.


"Kita harus mencari penginapan yang jauh dari Hutan Artemis." Altair berkata.


"Sesuai perintahmu." Lazarus menjawab.


Kelompok Lazarus terus berjalan di jalanan Kota Artemis, semua orang menatap mereka dan saling berbisik. Mereka juga bertemu beberapa kenalan, tetapi mereka tidak menyapanya karena takut para perwakilan yang lain menyangka mereka beraliansi.


Seorang pria berambut putih salju dan mata biru dengan tinggi 160 Cm berlari ke arah Kelompok Lazarus seraya memperkuat auranya. Dia membawa Artefak tombak indah berwarna putih dengan ukiran kepala Phoenix.


Pria berambut itu melompat, kemudian menyerang Lazarus menggunakan Artefak tombaknya.


"Ice Phoenix Spear Art!"


Lazarus segera mengeluarkan Great Sword Frostmoure dari sarungnya dan menahan serangan pria itu. Gelombang dingin yang membekukan menyebar membekukan wilayah di area sekitar. Semua orang segera menjauh dari wilayah pertarungan, sedangkan mereka yang penasaran mendekat untuk melihat siapa yang bertarung di tengah kota.


Di sebuah menara tertinggi di Kota Artemis. Seorang wanita cantik berarmor merah membawa sebuah Great Sword besar berdiri bersama seorang pria paruh baya bertubuh kekar berambut merah pendek, mata biru dengan bekas luka sayatan di mata kirinya, memakai armor hitam duduk seraya memakan paha panggang seekor Beast.


Mereka melihat semua hal yang terjadi di Kota Artemis dari puncak menara itu seraya menggunakan Artefak teropong yang dikembangkan Aliansi The North.


"Regina, apakah kamu mengetahui siapa yang bertarung dengan Alcander?" Grand Duke Darren Grace Well bertanya.


Permaisuri Griselda tidak menjawabnya dan hanya memperhatikan pertarungan. Hatinya mulai memanas saat melihat Altair, kemudian dia berfokus kepada pria tampan berambut hitam dan mata biru.


"Tunggu, bukankah dia sudah mati 43 tahun yang lalu?" Regina bergumam, emosinya campur aduk saat melihat Lazarus. Kebencian, kerinduan, kecemburuan, kemarahan dan kesedihan bercampur menjadi satu


...****************...


Alcander menyerang Lazarus dengan ganas, dia tidak memedulikan wilayah sekitarnya dan terus mengayunkan tombaknya ke arah Lazarus.


Para penjaga ingin melerai pertarungan Lazarus, tetapi Ariel dan 7 perwakilan Kekaisaran Boreas.


"Apabila kalian melangkah selangkah lagi, aku akan membuat kalian terluka." Ariel tersenyum seraya membuka jubah putihnya. Terlihat seorang High Elf tampan berambut putih panjang dan mata biru. Sage Ariel seorang Mage terkuat di Benua Utara Boreas, namanya dikenal di 4 Benua dan seseorang yang tidak pernah main-main dengan kata-katanya.


Amelia Rosewood ingin membantu Lazarus, tetapi Alastair segera menghentikannya. Lazarus dan Alcander selalu bertarung saat bertemu. Alcander menyapa dengan caranya sendiri dan dia dikalahkan dalam pertarungan terakhirnya dengan Lazarus. Meskipun Alcander saat itu menekan ranahnya, tetapi hal itu merusak harga diri Alcander dan memotivasi Alcander untuk mengalahkan Lazarus.


Alcander sekarang menganggap Lazarus Rivalnya dan ingin membalas dendam kekalahannya di masa lalu.


"Cebol, gunakan seluruh kemampuanmu." Lazarus tersenyum halus.


"Kucing hitam, aku akan menghancurkan kesombonganmu. Setelah kamu kalah, kamu harus bertelanjang dada mengelilingi Kota Artemis seraya bernyanyi. Aku akan melakukan sebaliknya, jika yang aku kalah, maka aku akan bertelanjang dada dan bernyanyi." Alcander tersenyum lebar.


"Hahaha. Setuju, aku ingin melihat Kaisar Kekaisaran Boreas bernyanyi dengan telanjang dada." Lazarus tertawa, kemudian menggunakan Skill Northern Noble Bloodline dan rambutnya berubah menjadi putih seputih salju.


"Ice Wing!"


"White Fire Wing!"


Lazarus dan Alcander terbang di langit Kota Artemis. Mereka bertarung di atas langit, sesaat kemudian Lazarus melihat cela dan segera menendang wajah Alcander dengan keras. Namun Alcander berhasil membalas serangannya dengan membenturkan kepala Lazarus menggunakan kepalanya. Mereka berdua terjatuh dari langit dan menciptakan retakan tanah di tengah Kota Artemis.


"Bajingan, siapa pria kuat itu? Dia dapat mengimbangi Alcander dalam pertempuran."


"Hahaha. Urs, kamu semakin kuat sejak terakhir kita bertemu. Benarkah Lilith?." Arhat tertawa terbahak-bahak seraya memeluk istrinya seorang ras Cyclop bermata satu.


"Arhat, pria itu sudah bertambah kuat. Aku kira dia sudah menarik perhatian orang-orang kuat yang berada di Kota Artemis." Permaisuri Lilith Nightmare yang duduk melihat pertarungan Lazarus dari jendela menjawab dengan dingin.


"Sahabatku saat kita masih berusia kurang dari 100 tahun, kita mempunyai jiwa membara seperti mereka." Seorang pria berambut hitam panjang dan mata merah berkata.


"Hahaha. Kita hanya menjadi juri di sini dan kelihatannya semua orang tertarik dengan pertarungan mereka karena belum memisahkannya." Seorang pria kekar berkulit coklat, rambut hitam panjang dan mata biru berkata.


...****************...


"Kekeke. Pertarungan yang sangat menarik, benarkan paman?" Seorang pria ras Demon Ashura bertangan 4, rambut berwarna hitam panjang dengan sepasang tanduk dan mata biru berkata.


"Kaisar Alcander Boreas, pasti akan memenangkan pertarungan." Seorang wanita ras Ashura berkata.


"Kalian berdua masih kurang pengalaman dan Alcander berada di dalam kondisi yang tidak menguntungkan. Di dalam pertarungan sebenarnya pasti Alcander akan kalah, siapa pria itu dan mengapa aku tidak pernah melihat dan mendengar namanya?"


"Urs The North, dia adalah suami Akira." Shiroyasha menjawab.


"Menarik, darahku menjadi mendidih. Apakah aku boleh bergabung dengan pertarungan?" Pria itu tersenyum.


"Tidak. Kamu tidak bisa menahan diri, aku takut Kota Artemis hancur jika kamu ikut bertarung." Shiroyasha berkata.


...****************...


Lazarus dan Alcander menjaga jarak, kemudian Lazarus menyarungkan Artefak Great Sword Frostmoure dan Alcander menyimpan Artefak tombaknya.


Mereka berdua bertarung menggunakan Skill pertarungan tangan kosong/Skill Martial Art. Setiap pukulan mereka sangat kuat, kemudian Alcander berusaha mendorong Lazarus hingga jatuh. Namun Lazarus berhasil menahan kekuatan Alcander.


"Cebol, kamu tampak lemah." Lazarus berkata.


Alcander menjadi marah, kemudian membanting tubuh Lazarus dengan keras ke tanah. Sekarang Alcander berada di atas Lazarus dan posisi yang menguntungkan.


"Kucing hitam, kamu akan mati di sini!" Alcander tersenyum dan memukul wajah Lazarus.


Lazarus memeluk Alcander dengan kuat. kemudian berusaha mengunci tangannya, tetapi Alcander berhasil mengangkat Lazarus dengan satu tangannya.


"Cebol, kamu mempunyai kekuatan yang besar seperti biasanya." Lazarus tersenyum.


"Kucing hitam, matilah!" Alcander berteriak dan membanting tubuh Lazarus.


"Cebol, sekarang adalah giliranku!" Lazarus menendang tubuh Alcander dengan keras, suara benturan armor terdengar sangat keras.


Lazarus mendorong Alcander ke tanah, sekarang dia berada di atas tubuh Alcander. Tidak menyia-nyiakan kesempatan, dia terus meninju wajah Alcander, kemudian Alcander membalasnya dengan membenturkan kepalanya ke wajah Lazarus.


"Cebol, apakah kamu mengira hanya kepalamu yang keras!" Lazarus membenturkan kepalanya ke wajah Alcander.


Mereka berdua terus bergulat sepuluh menit. Alcander mengetahui, meskipun kekuatannya dan Lazarus setara. Namun Skill pertarungan tangan kosong Lazarus lebih unggul darinya.


Alcander memperkuat auranya, kemudian melempar tubuh Lazarus ke udara. Namun Lazarus melakukan gerakan jungkir balik di udara dan mendarat di tanah dengan mulus.


"Kucing hitam, bukankah kamu sudah menembus ranah Mythical? Sekarang aku tidak akan menahan diri saat melawanmu." Wilayah di sekitar Alcander membeku, cahaya energi mana element es berwarna biru berkumpul di tubuh Alcander. Dia mengeluarkan Long Sword berwarna emas, Artefak itu adalah Long Sword Harpe Rank Mythical.


Wajah Alcander setenang es, tetapi energi mananya bergejolak seperti sebuah ombak besar di lautan. Semua orang yang berada di sana merasakan dingin terutama orang-orang yang berada di dekat wilayah pertarungan.


"Hahaha. Pria itu akan mati saat Alcander serius." Seorang pria berambut hitam panjang dan mata merah tertawa terbahak-bahak.


"Di dalam pertarungan apapun bisa terjadi dan pemenang belum di tentukan." Seorang wanita berambut pirang panjang dan mata perak berkata.


...****************...


"Cebol, apakah kamu ingin bertarung denganku sampai salah satu dari kita terluka parah atau mati? Baiklah aku akan melayani mu sampai akhir!"


Semua orang terkejut merasakan aura yang dikeluarkan oleh Lazarus, mereka sangat mengenal aura ini terutama seseorang yang telah hidup lama.


"Seperti yang diharapkan dari keturunanku." Laufey tersenyum halus seraya meminum teh di sebuah bangunan tinggi seraya menikmati pertarungan.


Aura harus darah yang kuat memancar seperti gelombang laut, rambut putih salju panjang Lazarus terangkat ke udara. Wilayah di sekitarnya membeku.


Semua orang di Kota Artemis tercengang saat Lazarus mengeluarkan auranya yang sangat mendominasi, dingin dan gelap. Tubuh Lazarus tertutupi oleh kegelapan seolah-olah, dia adalah seorang pria yang berada di kedalaman jurang gelap yang dingin.


"Bajingan, mereka berdua ingin bertarung habis-habisan di sini dan mengapa seorang pria muda bisa mempunyai aura sekuat ini!"


"Fufufu. Mata birunya sangat indah dan aku ingin mencongkel, kemudian menjadikannya koleksiku."


Seorang pria berambut hitam, mata hijau, membawa tongkat bambu dan memakai topi jerami menatap pertarungan itu dengan serius. Dia mengetahui pertarungan itu bukanlah pertarungan persahabatan yang dia kira, tetapi pertarungan hidup dan mati diantara 2 orang terkuat di Planet Antares.


"Siapa pria itu? Mengapa aku tidak pernah melihat dan mendengar tentang seorang pria sekuat itu?" batin Pria itu.


Reese dan Rias memperhatikan pertarungan Lazarus, mereka mengetahui pertarungan ini sudah berlebihan. Apabila dibiarkan salah satu diantara mereka akan mati.


"Agathias, pisahkan mereka."


"Baiklah."


Alcander dan Lazarus saling menatap dengan tajam, mereka menggenggam Artefak mereka dengan erat seolah-olah siap untuk menyerang. Mereka memasang kuda-kuda untuk mengeluarkan Skill Sword Art mereka, mengawasi dan menilai satu sama lain dan menghela nafas panjang.


Alcander dan Lazarus menyerang bersamaan. Benturan kedua pedang mereka menyebabkan gelombang kejut yang menghancurkan wilayah sekitarnya.


Mereka saling menyerang dengan sangat cepat. Terlihat senyuman di wajah Alcander dan Lazarus, mereka sangat menikmati pertarungan ini.


Sebagai seorang Kekaisaran Boreas dia tidak bisa bertarung sekuat tenaganya dengan seseorang yang seimbang.


Alcander sangat bosan bertarung dengan Beast tinggi liar bahkan di Benua Utara dia tidak bisa mengeluarkan semua kemampuannya.


Sebagai seorang Kaisar Kekaisaran Boreas, tidak ada orang yang berani bertarung serius dengan Alcander. Mengakibatkan perkembangan Alcander terhambat, dia adalah seseorang yang menjadi kuat dengan bertarung.


Namun Lazarus dapat memuaskan rasa dahaganya, dia mempunyai kekuatan yang kuat, taktik, stamina dan kecerdasan melebihi orang-orang kuat yang di kenal Alcander. Paling penting adalah Lazarus adalah sepupunya, semua orang Benua Utara Boreas tidak akan bisa melarang pertarungan persahabatan antar sepupu.


"Boom!"


Alcander terjatuh dengan keras ke tanah, menciptakan sebuah lubang retakan yang besar karena benturan tubuh Alcander.


"Kucing hitam, mari kita akhiri ini." Alcander meludahkan darah seraya melihat ke arah Lazarus yang terbang di atasnya.


"Cebol, kamu akan kalah." Lazarus turun dan menatap Alcander dengan tajam.


"Divine Ice Phoenix Sword Art!"


"Silver Moon Sword Art."


Lazarus dan Alcander menyerang bersamaan menggunakan semua serangan mereka, tetapi Laufey, Agatha, Galan, Altair, Ares, Legolas, Agathias, Kyros, Rhodes dan Helene menahannya. Mereka membelokan arah serangan Lazarus dan Alcander ke atas langit, cahaya perak dan cahaya biru melesat ke arah langit.


Semua orang melihat 2 pilar cahaya yang sangat indah terutama pilar cahaya berwarna perak. Sesaat kemudian kedua pilar cahaya itu hancur diatas langit.


"Siapa yang menang?" Verga bertanya.


"Urs yang menang, jika kedua serangan itu saling bertabrakan." Ash menjawab.


...****************...


Lazarus dan Alcander menarik energi mananya bersamaan. Mereka terlalu berlebihan dan melupakan bahwa sekarang mereka berada di Kota Artemis.


"Mengapa kalian bertarung? Apakah kalian sadar dengan yang sudah kalian perbuat?" Kyros bertanya.


"Kyros, Cebol itu yang menyerangku terlebih dahulu dan aku hanya membela diri." Lazarus menjawab, kemudian Two-tailed Dark Cat Haru melompat ke bahu Lazarus.


"Alcander, bisakah kamu menjelaskannya?" Agatha bertanya.


"Nenek, aku hanya ingin mencoba kekuatan kucing hitam itu. Namun kami berdua terbawa suasana dan akhirnya bertarung dengan serius." Alcander menjawab.


"Apakah kalian ingin di hukum?" Kyros bertanya.


"Saudara ipar, mengapa kalian baru memisahkan kita sekarang? Bukankah kalian harusnya memisahkan kita saat awal pertarungan sehingga akan meminimalisir dampak kerusakan?" Lazarus bertanya.


"Apa yang kamu maksudmu?" Laufey tersenyum.


"Aku merasa orang-orang sengaja tidak memisahkan kita karena ingin menonton pertarungan kita. Pertarungan kita sangat menarik untuk mereka tonton, bukankah begitu Kakek Galan, Nenek Agatha dan Kakak Ipar Kyros?" Lazarus bertanya.


Semua orang tidak bisa menjawab pertanyaan Lazarus karena semua yang dikatakan Lazarus benar.


"Aku dan Alcander akan bertanggung jawab atas kerusakan wilayah ini. Kyros, kami mengetahui kamu sudah mengevakuasi penduduk biasa di wilayah ini, sehingga kami berani untuk bertarung dengan serius." Lazarus berkata.


"Hahaha. Urs, kamu sangat cerdas seperti biasanya." Kyros tertawa.


"Kucing hitam, biarkan aku yang membayar kerusakan yang disebabkan oleh pertarungan kita." Alcander berkata.


"Terima kasih. Cebol, aku belum pernah ke Kota Artemis. Apakah kamu tahu restauran paling enak di wilayah. Aku merasa sangat lapar setelah bertarung." Lazarus berkata.


"Baiklah, aku akan mentraktirmu." Alcander menjawab.


Lazarus dan Alcander pergi dari tempat itu. Tiba-tiba suasana menjadi hening, mereka berdua meninggalkan Galan dan yang lainnya. Beberapa saat yang lalu Lazarus dan Alcander saling bertarung, tetapi sekarang mereka terlihat seperti saudara.


"Tunggu, mengapa kita membiarkan mereka pergi!" Legolas berteriak.


"Kutu Busuk, kita sudah dimanipulasi oleh kucing hitam itu tanpa kita sadari." Agathias berkata.


"Mengapa Kekaisaran Boreas yang harus membayar kerusakan pertarungan Alcander? Meskipun dia Kaisar Kekaisaran Boreas, tetapi dia yang bertarung. Seharusnya dia yang membayar ganti rugi dengan kekayaan pribadinya." Agatha berkata.


Semua orang menatap ke punggung Alcander dan Lazarus yang perlahan melangkah pergi, tetapi mereka tidak mengetahui bahwa Lazarus dan Alcander hanya mencoba untuk bersikap tenang


"Urs, sepertinya mereka sudah menyadarinya."


"Tunggu, sampai Kakek Galan berteriak dan berlari ke arah kita karena aku sudah mempunyai rencana untuk melarikan diri."


"Aku memercayai mu karena jika kita tertangkap Nenek akan menghajar kita habis-habisan."


"Bajingan, aku akan menghajar kalian berdua!" Galan berteriak seraya berlari ke arah Lazarus.


"1 2 3." Lazarus menghitung sampai hitungan ketiga, kemudian Ludger segera mendorong Galan. Galan berguling-guling, kemudian mendarat dengan mulus.


"Rooooar" Ludger mengaum seperti suara guntur, Kyros dan yang lainnya terkejut karena merasakan aura kuat yang berasal dari Ludger, bahkan aura itu sama kuatnya dengan Laufey.


Ludger berlari ke arah Lazarus dan Alcander, kemudian mereka menaiki punggung Ludger dan melarikan diri dari tempat itu. Meskipun mereka sudah menyelesaikan semua masalah, tetapi mereka tidak ingin menjadi sasaran Galan dan Agatha.


"Kucing hitam dan rubah putih itu sangat licik!" Agathias berteriak.


"Cih, tetapi banyak sekali pertarungan di Kota Artemis saat kompetisi berburu Artemis diadakan. Bukan hanya Lazarus dan Alcander yang melakukannya, mereka juga sudah bertanggung jawab dengan mengganti rugi kesalahan." Legolas berteriak.


"Agatha, Galan, kalian terlalu memanjakan mereka berdua." Laufey berkata.


"Ayah, aku akan menggantung kedua orang itu terbalik di atas menara! Ariel bantu aku lawan singa bodoh itu!" Agatha berteriak.


"Baiklah."


...****************...


"Bodoh, apakah Nenek sekejam itu?" Lazarus yang diikat di pusat menara tertinggi bertanya.


"Di gantung terbalik di menara lebih baik daripada bertelanjang dada dan bernyanyi mengelilingi Kota Artemis." Alcander yang di ikat terbalik di atas menara di samping Lazarus menjawab.


"Tuan Urs, mengapa aku tidak boleh melawan mereka?" Ludger yang diikat terbalik di samping Alcander bertanya.


"Mengapa aku ikut digantung. Miaaeww." Haru mengeong.


"Ludger, kamu harus menyimpan kekuatanmu untuk kompetensi nanti dan Nenek adalah keluargaku." Lazarus menjawab.


"Apakah kamu mengincar posisi juara 1?"


"Aku dan perwakilan Kekaisaran Lion Heart tidak mengincar juara. Kami hanya akan mengikuti Kompetisi Berburu Artemis sebagai formalitas. Bertahan hidup lebih baik daripada menjadi juara di Kompetisi Berburu. Kamu lihat banyak orang yang baru saja datang dan mereka semua perwakilan setiap Kerajaan, Kekaisaran dan Kekuatan Besar." Lazarus menjawab.


"Menurutku kamu akan masuk kedalam 30 besar, tidak tetapi bahkan 10 besar. Apakah kamu ingin..."


"Aku tidak ingin membuat aliansi dengan perwakilan manapun, kami tidak akan pergi ke kedalaman Hutan. Kami hanya mengeksplorasi bagian luar dan tengah hutan." Lazarus tersenyum.


"Tapi hadiah tahun ini sangat berharga." Alcander berkata.


"Apakah maksudmu Kekayaan, Artefak dan Material berharga? Aku tidak kekurangan segalanya dan kami bukanlah orang yang berambisi atau serakah." Lazarus berkata.


"Aku masih belum mengerti tentang dirimu." Alcander berkata.


Galan, Agatha dan Laufey melepaskan ikatan Lazarus dan yang lainnya. Mereka sudah menggantung mereka selama 3 jam dan sudah menjadi pusat perhatian semua orang.


"Urs." Helene berkata.


"Helene, duduklah bersama kami di sini." Lazarus berkata.


Helene duduk di samping Lazarus. Laufey dan Alcander terpesona dengan keindahan mata ungu Helene, sedangkan Galan hanya tersenyum. Galan adalah pria yang sangat setia ke satu wanita, dia tidak mengetahui mengapa semua cucunya membentuk Harem.


Helene duduk di samping Lazarus, kemudian membuka wajahnya. Seketika dunia Alcander dan Laufey berhenti saat melihat wajah cantik Helene terutama senyumnya yang indah dan lesung pipi yang menambah kecantikan Helene. Meskipun Iris, Lilian dan Griselda sangat cantik, tetapi menurut mereka Helene lebih cantik karena mempunyai pesona yang unik untuk memikat lebah.


"Salam, namaku adalah Duchess Helene Leonis Penguasa Tanah Leonis Kekaisaran Lion Heart." Helene berkata.


"Namaku Demon Emperor Laufey Kaisar Kekaisaran Eternal Frost, seorang pelindung dari Utara." Laufey memperkenalkan dirinya seraya tersenyum rendah dan mencium tangan Helene.


"Duchess Helene, kamu sangat cantik dan hanya 7 wanita yang bisa menyaingi kecantikanmu di 4 Benua. Namun jika diharuskan untuk memilih, aku lebih memilihmu." Kaisar Alcander tersenyum cerah.


Lazarus menatap tajam ke arah Alcander dan Laufey, mereka berdua adalah singa. Mengapa Lazarus bisa bertemu banyak singa jantan di Antares, meskipun dia sendiri singa jantan. Namun dia masih bisa menahan nafsunya, mungkin karena dia sudah sering melihat Iris sehingga kecantikan tidak berpengaruh banyak untuknya.


"Hay Orang tua, Helene baru berusia 19 tahun. Sebagai seorang yang sudah hidup lebih dari 100 tahun, biarkan orang muda yang menanganinya." Lazarus merangkul pundak Helene.


"..."


Helene tiba-tiba terkejut karena Lazarus tiba-tiba merangkulnya. Di dalam hatinya masih ada Kekasihnya Reinhart, tetapi Reinhart sudah mati. Dia berharap Reinhart dilahirkan kembali sama sepertinya, dia berharap Lazarus adalah Reinhart. Namun Lazarus bukanlah Reinhart meskipun dia mempunyai wajah yang sama.


Helene sangat bingung, dia merasakan hatinya bergejolak. Sebagai seorang wanita yang sudah hidup ribuan tahun di masa lalu dan salah satu Supreme di Planet Auriga. Dia masih berharap Reinhart terlahir kembali seperti dirinya, dia bimbang kepada perasaannya apakah dia jatuh cinta kepada Lazarus atau menganggap Lazarus sebagai pengganti kekasihnya Reinhart.


Mereka semua berada di puncak menara dan matahari sebentar lagi terbenam. Keluarga Lazarus merasakan perasaan damai saat berkumpul seraya melihat matahari yang akan terbenam.


Sinar emas terlihat sangat indah. Melihat Sunset di puncak menara yang tinggi membuat hati semua orang damai.


Lazarus menghela nafas panjang, kemudian mengingat tentang Reinhart yang menyukai menyanyi saat matahari terbenam.


Helene melebarkan matanya saat mendengar Lazarus bernyanyi. "Reinhart?"