LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 316. Perkembangan Wilayah Regulus.



2 Minggu setelah perang Hutan Cerulean.


*Wilayah Regulus.


Perkebunan dan Pertanian wilayah Regulus berkembang dengan pesat. Orang-orang lebih memilih membeli sayuran, buah-buahan dan herbal element es dari wilayah Regulus karena harganya jauh lebih murah dan tempat yang lebih dekat.


Reina dan Akira menolak untuk tinggal di wilayah Regulus dan lebih memilih membesarkan kedua anaknya di tempat mereka. Meskipun Iris dan yang lainnya sudah memaksa mereka untuk tinggal.


Hubungan setiap Kerajaan dan Kekaisaran menjadi semakin renggang kerena peristiwa di Hutan Cerulean. Terutama Kekaisaran Zephyra dan Kekaisaran Silver Phoenix yang terjadi benturan beberapa kali di perbatasan.


Sementara wilayah Regulus damai dan makmur. Beast rank tinggi dan ras humanoid hidup dengan damai, kemudian pembangunan 3 kota tambahan sudah selesai. Sesuai rencana wilayah Regulus akan mempunyai 12 Kota yang dipimpin oleh Cleon dan 11 Bangsawan Regulus yang lainnya karena Ibukota Regulus tidak bisa menampung banyak orang.


Musim semi


Lazarus, Alastair dan Icarus sedang memanen buah Ice Aprikot. Celestial, Lime yang baru kembali dan Ren membantu Lazarus untuk memanen buah Ice Aprikot yang sudah matang. Arion dan Leonhart bermain tanah di samping Lazarus.


"Urs, buah." Arion mengulurkan tangannya.


Lazarus mengupas buah aprikot, kemudian mengambil bijinya dan memberikan kepada Arion dan Leonhart. Mereka seperti sangat menyukai buah Aprikot yang mempunyai campuran rasa manis dan asam.


Cathrine memanggil Arion dan Leonhart, kemudian kembali ke Kastil Regulus seraya membawa sebuah keranjang berisi banyak buah aprikot yang segar.


"Celes, Ren, Lime kelihatannya buah ini sudah cukup." Lazarus berteriak kepada Lime, Celes dan Ren yang berada di atas pohon.


"Master, aku dan Ren akan kembali ke Hutan Emerald untuk bertemu Ignis dan yang lainnya. Kelihatannya populasi Beast herbivora di Hutan Emerald semakin banyak." Celestial berkata.


"Baiklah." Lazarus menjawab.


Lazarus, Icarus dan Alastair menggunakan pakaian pakaian kasual. Mereka tidak terlihat seperti seorang Bangsawan, tetapi wajah mereka terlihat lebih tampan dari pria kebanyakan.


Semua penduduk Regulus tersenyum ke arah Lazarus, Alastair dan Icarus.


"Sate Belalang! Sate Burung Pipit Khas Regulus 3 perunggu per tusuk!" Seorang anak berteriak di sebuah kedai makanan.


Lazarus, Alastair dan Icarus menghampiri kedai itu.


"Grand Duke, Duke dan Pangeran!" Anak itu terkejut dengan kedatangan Lazarus dan yang lainnya ke kedainya.


"Pear, mengapa kamu selalu terkejut saat kami datang kemari? Berikan kami seperti biasa." Lazarus tersenyum seraya memberikan 5 Koin perak.


Pear segera menyiapkan pesanan Lazarus beberapa sate belalang dan burung pipit, kemudian berterima kasih kepada Lazarus karena telah mengajarinya untuk membuat sate belalang dan burung pipit. Meskipun Pear menolak untuk menerima uang itu, tetapi Lazarus mengatakan bahwa seorang pedagang tidak boleh menolak uang.


Lazarus, Alastair dan Icarus pergi ke gerbang keempat wilayah Regulus menaiki Grand Demon Beast Blizzard Horse. Dalam 1 Minggu ini mereka memanen, menanam dan berlatih ringan karena berada dalam masa pemulihan setelah perang.


"Alastair, Icarus, apa yang kalian rasakan setelah menembus ranah Legendary?" Lazarus bertanya.


"Ayah, aku merasakan tubuhku semakin kuat dan energi manaku semakin kuat." Alastair menjawab.


"Aku ingin segera berduel dengan ayahku untuk mencoba kekuatanku." Icarus menjawab.


Semua penjaga gerbang keempat wilayah Regulus membungkuk ke arah Lazarus, Alastair dan Icarus. Mereka kemudian memberikan kursi untuk Lazarus dan yang lainnya duduk. Seminggu ini Lazarus, Alastair dan Icarus selalu pergi ke gerbang keempat untuk melihat kereta yang berlalu-lalang memasuki wilayah Regulus.


"Grand Duke, mengapa kalian bertiga selalu terlihat seperti orang biasa?" Seorang penjaga dengan rambut coklat dan mata biru bertanya.


"Ran, semua orang pasti terkadang ingin hidup seperti orang biasa. Bersantai, melihat pemandangan, memancing dan memanen buah serta sayuran. Apakah kamu berpikir seorang Bangsawan tidak boleh memakai pakaian kasual dan berjalan-jalan di Kota?" Alastair bertanya.


Penjaga itu berlutut. "Maafkan aku Tuan Alastair karena berkata lancang kepada kalian."


"Hahaha. Tenang saja, kami tidak akan menghukum kamu dan apakah ada sesuatu yang menarik terjadi di Kekaisaran Lion Heart?" Lazarus bertanya.


"Kaisar Altair pergi melamar Duchess Helene Leonis, kemudian dia ditolak oleh Duchess Helene. Aku mengetahuinya dari para pedagang Kekaisaran Lion Heart." Ran menjawab.


"Bukankah, Altair baru menceraikan 92 Istrinya? Mengapa dia ingin mempunyai istri baru?" Lazarus bertanya.


"Paman, Ayah adalah pria sejati. Kelihatannya Duchess baru sudah memikat hatinya." Icarus menjawab seraya memakan sate belalang.


"Kelihatannya aku akan pergi ke Kekaisaran Eternal Frost untuk bertemu dengan Kakek Buyutku bersama Deviela dan Arion." Lazarus berkata seraya mengunyah sate belalang.


"Kami ingin ikut!" Alastair dan Icarus berteriak.


"Tidak, aku pergi kesana bukan untuk berlatih. Akan tetapi untuk mengunjungi keluargaku. Alastair, Icarus para ras Demon terkadang memandang rendah ras manusia karena perang yang terjadi di masa lalu. Apabila aku dan kamu pergi lagi, tidak akan ada pemimpin di wilayah Regulus." Lazarus menjawab.


"Aku mengerti, sebagai seorang Duke aku sangat menyesal karena tidak ikut saat wilayah Regulus berperang." Alastair menundukkan kepalanya.


"Hahaha. Aku seharusnya yang sangat menyesal karena mengajak kalian untuk berlatih, tetapi kita terjebak dalam perang yang mengerikan itu. Terkadang aku takut apabila kamu dan Icarus gugur dalam perang itu." Lazarus mengingat tentang perang di Hutan Cerulean, perang yang lebih besar dari semua perang yang pernah Lazarus lewati.


Tubuh Alastair dan Icarus gemetar saat mengingat peristiwa itu. Apabila Lazarus tidak ada bersama mereka, mungkin mereka sudah mati dengan tragis.


Sebuah kereta kuda yang ditarik oleh 5 War Beast Green Forest Horse berhenti di gerbang ke empat wilayah Regulus.


Sang kusir kuda membukakan pintu kereta, seorang pria kurus berambut pirang dan mata biru serta kumis yang panjang keluar dari kereta itu. Dia memakai pakaian mewah berwarna hitam dan rambut yang disisir rapih.


Sang penjaga yang berada di samping Lazarus menahan tawa, sedangkan Lazarus, Alastair dan Icarus melebarkan mata mereka. Sekarang mereka mengerti alasan penjaga mempertanyakan penampilan mereka.


2 orang penjaga lainnya menghampiri Baron.


"Apakah kamu sudah mempunyai tanda pengenal untuk memasuki wilayah Regulus?" Penjaga itu bertanya.


"Apa! Aku akan melaporkan kalian kepada Grand Duke dan Duke Regulus karena kalian berani menghalangiku untuk memberikan undangan Kaisar!" Baron Arley berteriak.


Para penjaga melirik ke arah Lazarus, kemudian Lazarus mengangguk sebagai tanda bahwa Baron Ashley boleh masuk tanpa tanda pengenal.


"Baiklah, kamu boleh masuk."


"Hahaha. Apakah kalian takut aku melaporkan kalian kepada Grand Duke, kemudian dia memecat kalian karena menghalangiku masuk." Baron Ashley tertawa, kemudian masuk kembali ke kereta.


Saat melewati Lazarus dan yang lainnya Baron Ashley menghentikan kereta.


"Apakah kalian bisa mengantarku ke Kastil Regulus?" Baron Asher bertanya kepada Lazarus dan yang lainnya.


"Kamu!" Seorang penjaga ingin berkata, tetapi Icarus menghentikannya.


"Oh Baron Ashley yang dermawan dan agung. Kami dengan senang hati akan mengantarkan Anda ke Kastil Regulus." Alastair tersenyum.


"Aku suka dengan kesopanan kalian. Aku memberi kalian masing-masing 30 Koin perak sebagai bayaran karena mengantarku ke Kastil Regulus." Baron Ashley berkata.


"Terima kasih, Baron!" Lazarus, Alastair dan Icarus tersenyum, sedangkan para penjaga menahan tawa.


Lazarus, Icarus dan Alastair menaiki Beast kuda mereka, kemudian memandu Baron Ashley ke Kastil Regulus.


"Apakah itu Blizzard Horse?" Baron Ashley bertanya.


"Benar, Beast kuda yang kami tunggangi adalah Blizzard Horse." Lazarus menjawab.


"Apakah kalian bertiga pengurus kuda? Kebetulan aku membutuhkan pengurus kuda di kastil ku. Kalian bertiga adalah pria muda yang sangat tampan, kalian juga bisa berlatih menjadi prajurit untuk melayani keluargaku." Baron Ashley tersenyum kagum dengan kesopanan Lazarus, Alastair dan Icarus.


"Terima kasih atas tawaran Anda." Alastair tersenyum.


Baron Ashley melihat semua penduduk Regulus di sepanjang jalan membungkuk dan tersenyum ke arahnya.


"Hahaha. Semua Penduduk Regulus tahu bagaimana menyambut seorang Bangsawan Ibukota Kekaisaran Lion Heart, aku sangat kagum kepada Grand Duke Lazarus Regulus dan Duke Alastair Regulus yang sudah membuat wilayah Regulus seindah dan sekaya ini." Baron Ashley berkata.


Baron Ashley sampai di Kastil Regulus, sesaat kemudian semua penjaga langsung membukakan gerbang ke kastil Regulus.


"Baron, kita sudah sampai." Lazarus berkata.


Baron Ashley turun dari keretanya, kemudian Lazarus, Alastair dan Icarus memandu Baron Ashley ke ruangan kastil Regulus. Semua para pelayan Kastil Regulus membungkuk menyambut kedatangan Lazarus. Akan tetapi, Baron Ashley menganggap semua pelayan menyambut kedatangannya.


Sesaat kemudian mereka sampai di altar kastil Regulus, terlihat Iris yang duduk anggun di salah satu singgasana karena seorang pelayan mengatakan bahwa Lazarus membawa seorang tamu.


"Saint Iris." Baron Ashley segera berlutut, sedangkan Lazarus berjalan melewati Baron Ashley dan duduk di singgasana di samping Iris.


Alastair dan Icarus tertawa terbahak-bahak melihat itu semua, mereka menertawakan Baron Asher.


Baron Asher menelan ludahnya, keringat mengucur deras di wajahnya. Dia menyadari bahwa pria itu adalah Grand Duke Lazarus Regulus, dia mengingat tentang semua kesalahan yang dia perbuat.


"Grand Duke Lazarus Regulus! Maafkan kekasaranku dan tolong ampuni keluargaku! Aku akan bunuh diri di sini sebagai bayaran atas semua dosaku." Baron Ashley bersujud.


Iris melirik ke arah Lazarus yang menahan tawa, dia sadar bahwa Lazarus sudah menggoda Baron Ashley dengan berpura-pura menjadi orang biasa.


"Aku memaafkan kamu dan apa yang ingin Altair sampaikan?" Lazarus bertanya.


"Kaisar Altair, mengundang Grand Duke dan 3 Lazarus Regulus dan 3 Duke Lainnya untuk pergi ke Istana Kekaisaran Lion Heart. Dia mengatakan terjadi sesuatu yang buruk di wilayah Aslan dan mengharapkan bantuan Grand Duke Lazarus Regulus." Baron Ashley menjawab.


Lazarus melangkah ke arah Baron Ashley. "Baiklah, aku akan pergi ke sana dan kamu berhutang 30 Koin perak kepadaku."


"Tolong ampuni aku Grand Duke! Aku rela menjadi pengurus kuda di kastil Regulus asalkan kamu memaafkan ku." Baron Ashley menangis tersedu-sedu.


"Apakah hanya kamu orang yang berada di keluargamu?" Lazarus bertanya.


"Aku mempunyai 21 orang istri, seorang putra berusia 23 tahun dan 30 orang putri." Baron Asher berkata.


"Baiklah, berapa bayaran mu saat menjadi seorang Baron?" Lazarus bertanya.


Baron Ashley berbisik ke telinga Lazarus.


"Aku akan membayarmu seratus kali lipat untuk sebuah pekerjaan." Lazarus berbisik.


"Hahaha. Grand Duke aku akan pensiun menjadi seorang Baron, kemudian menyerahkannya kepada putraku! Penjualan Material Beast dan Artefak adalah keahlianku." Baron Ashley tertawa terbahak-bahak.


Lazarus menatap ke arah Baron Ashley dengan Eye Of World, dia mempunyai Job langka Negotiation Expert Rank A dan Swordsman Rank C. Bukankah dia lebih cocok menjadi pedagang daripada seorang penguasa di wilayah yang hampir bangkrut karena terlilit hutang.