LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 284. Brant Vermilion Dan Rion Albion.



Di sebuah kastil megah yang berada di tembok kedua wilayah Regulus dua pria sedang bermain catur. Mereka berdua mempunyai penampilan yang sangat suram dengan tatapan kosong tanpa ekspresi.


Seorang pria berbadan kekar dengan rambut coklat panjang dan mata biru menggerakkan pion caturnya, kemudian seorang pria berbadan kekar dengan rambut merah panjang dan mata hijau dengan janggut merah yang tidak terawat mengerakkan pion caturnya kembali.


"Skakmat."


"Aku kalah."


Rion Albion dan Brant Vermilion adalah dua orang pria yang bernasib tragis. Mereka adalah dua orang pengikut kepercayaan Lazarus dan eksekutif Aliansi The North.


Brant Vermilion adalah mantan Kaisar Kekaisaran Vermilion. Dia dikhianati oleh istri dan adiknya, kemudian mengembara selama ratusan tahun untuk membalas dendam. Namun setelah berhasil membalas dendam dia tidak merasakan apapun, hanya kekosongan yang dia dapatkan. Apabila Istrinya Quinn dan Cucunya Leticia tidak selamat, mungkin Brant sudah memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri.


Rion Albion adalah mantan Putra Mahkota Kekaisaran Albion dan paman dari Kaisar Kekaisaran Albion saat ini Agenor Albion. Dia memilih untuk tidak menjadi Kaisar Kekaisaran Albion karena tidak ingin berperang dengan adiknya. Namun nasib tragis masih menghampirinya, Istri tercintanya Elise mengalami penyakit aneh yang membutuhkan Herbal yang sangat langka dan Putra semata wayangnya Dyonisius menghilang selama puluhan tahun.


Rion sudah mencari Herbal langka untuk menyelamatkan Elise selama 100 tahun serta mencari putranya yang hilang entah kemana. Dia bahkan sudah berkali-kali putus asa dan ingin mengakhiri hidupnya, jika Elise meninggal.


"Rion, mengapa kamu tidak menjadi Kaisar Kekaisaran Albion?" Brant bertanya.


"Aku tidak ingin membunuh adikku sendiri. Aku lebih senang hidup bebas bersama istri dan anakku."


"Apabila aku memilih pilihan sepertimu. Aku mungkin tidak harus membunuh adikku sendiri."


"Adikku Sean mati karena dikhianati oleh istrinya sendiri."


Angin berhembus melewati jendela. Kedua pria itu seperti sebuah tubuh tanpa jiwa karena sudah mengalami banyak sekali hal tragis dalam hidupnya.


"Brant, sebelum kamu menjadi anggota Aliansi The North apa yang kamu lakukan?" Rion bertanya.


"Aku menjadi seorang Marcenary yang terus berperang di Medan Pertempuran." .


"Aku mengerti karena aku juga menjadi seorang Marcenary selama 100 tahun sampai akhirnya bergabung dengan Guild Perjalanan Aquila."


"Aroma amis darah."


"Aroma karat besi."


"Teriakan seseorang yang sekarat."


"Sudah tidak berpengaruh kepadaku."


Brant dan Rion saling menyusun kata-katanya mereka mempunyai jalan hidup yang hampir sama. Apabila Lazarus tidak menyelamatkan mereka, mungkin saat ini mereka berdua sudah mati.


"Brant, apakah ada hal yang kamu sukai?"


"Aku suka dengan kuda."


Rion melebarkan matanya. "Aku mempunyai seekor Grand Demon Beast Blizzard Horse di masa lalu. Namun aku menjualnya seharga 1 juta Koin emas untuk pengobatan Elise. Aku juga mempunyai sepasang Demon Beast Green Forest Horse dan Bloody Horse, tetapi aku menjualnya dengan harga 2 Juta Koin Emas."


"Apa! Harga Blizzard Horse Variant saat ini adalah 5 Juta Koin Emas. Kamu menjualnya seharga 1 Juta Koin Emas!! Aku mempunyai seekor Grand Demon Beast Lava Horse dan 3 pasang Demon Beast Black Iron Horse Variant." Brant mengingat koleksi Beast kudanya.


"Aku benci mengakuinya, tetapi apakah kita harus sesuram ini? Membunuh dan menjagal selama ratusan tahun, membuat kita kehilangan ekspresi kita. Padahal kita masih mempunyai Istri dan anak! Kita bisa hidup sangat lama dan melihat cucu dan buyut kita tumbuh!" Rion berseru.


"Aku setuju! Aku merasakan kita harus berubah demi dermawan kita Tuan Urs dan Aliansi The North! Kita selalu mengeluarkan aura negatif dari tubuh kita mengakibatkan semua orang takut kepada kita!" Brant menjawab.


"Apakah kamu memikirkan hal yang sama dengan apa yang aku pikirkan?" Rion bertanya.


Brant mengangguk. "Mari kita membeli kuda, halaman Kastil Golden Tiger dan Silver Tiger sangatlah luas dan kita bisa memelihara sekitar 20 Beast kuda."


"Tunggu, apakah kamu mempunyai uang?" Rion bertanya.


"Aku memberikan semua uangku kepada Quinn dan aku ingin meminjam uang darimu setelah gajian aku akan membayarnya." Brant menjawab.


Rion menatap Brant dengan tatapan kosong. "Elise mengambil semua uang gajiku. Aku sebenarnya ingin meminjam uang kepadamu."


Brant dan Rion memikirkan sesuatu, mereka ingin membeli Beast kuda. Namun mereka tidak mempunyai uang sedikitpun saat ini.


"Ayah, apakah kamu disana?" Seorang pria berambut coklat pendek dengan mata hijau memasuki ruangan mereka tanpa mengetuk pintu. Dia adalah Dyonisius putra dari Brant dan Elise.


"Dion!!" Brant dan Rion berteriak.


"Paman Brant, Ayah apa yang kalian inginkan? Mengapa kalian bersemangat seperti itu?" Dion bertanya.


"Apakah kamu mempunyai uang? Bolehkah kami meminjamnya untuk membeli kuda?" Rion bertanya.


Dion menggeleng ringan. "Semua uangku berada di tangan Soren dan aku ingin bermain catur dengan Ayah karena Soren selalu memarahiku dan mengusirku."


"Aku kehilangan 2 Juta Koin emas saat berjudi di Kasino Black Rose dan Soren mengusirku dari rumah. Dia mengatakan bahwa aku adalah pria bajingan." Dion memelas sedih.


"2 Juta Koin emas dapat membangun satu kastil yang megah di Kekaisaran Albion! Kamu juga bisa membeli Artefak Rank Epik kualitas tinggi dan Skill Book Rank A!! Kamu juga bisa membeli sepasang Beast kuda yang sangat bagus dan bisa menjual anaknya." Brant menatap sinis ke arah Dyonisius.


"Apakah kamu putraku?" Rion bertanya dengan suara bernada dingin.


"Fufufu. Aku pernah mengingat seorang pria yang kalah berjudi sebanyak 5 Juta Koin emas di Kasino dan diusir oleh istrinya dari rumah." Elise berkata seraya berjalan ke arah Rion dan yang lainnya bersama dengan Quinn dan Soren.


Rion sedikit gemetar, dia dulu juga adalah seorang penjudi akut. Dia tidak menyangka bahwa Dionysius akan mewarisi kebiasaan buruknya.


Quinn memberikan Artefak kantung penyimpanan kepada Brant dan Elise memberikan Artefak penyimpan kepada Rion.


"Aku mendapatkan uang itu dari Tuan Urs, dia mengatakan agar kalian bersenang-senang dengan uang itu." Quinn berkata.


"Rion, aku melihat Ferdinand menjual beberapa jenis dan spesies kuda di tokonya. Kamu bisa membeli beberapa kuda dengan uang itu dan bersenang-senang." Elise berkata seraya menatap Rion dengan mata ungunya yang indah.


Brant dan Rion melihat jumlah uang yang berada di Artefak penyimpanan itu. Mereka sangat terkejut karena jumlah uang yang berada di dalam Artefak penyimpanan itu lebih banyak dari penghasilan seorang Marcenary Rank S selama 10 tahun.


"5 Juta Koin Emas!" Brant dan Rion berteriak.


"Pergilah, kebetulan aku dan Elise juga ingin memelihara dan menunggangi Beast kuda." Quinn tersenyum.


Brant dan Rion berterima kasih kepada Elise dan Quinn, kemudian mereka pergi untuk membeli kuda di toko Tuan Ferdinand.


Dyonisius melirik ke arah Soren yang berada di sini. Dia belum tahu alasan Soren berada di rumah orang tuanya.


"Ibu, apakah kamu bisa meminjamkan aku sedikit uang? Soren mengusirku dari rumah karena kehilangan 2 Juta Koin emas karena kalah saat berjudi." Dyonisius tersenyum.


Elise tersenyum halus, kemudian melirik ke arah Soren. Tubuh Soren gemetar karena melihat tatapan Elise.


"Fufufu. Istrimu datang ke sini untuk meminjam 10 Juta Koin emas kepadaku. Dia mengatakan sudah menggadaikan semua aset kalian ke Gold Bank." Elise terkekeh kecil.


"Apaa!!" Dyonisius terkejut mendengar jawaban Elise, dia tidak pernah mengetahui Soren berhutang sebanyak itu.


"Dion, aku bisa menjelaskannya!"


"Aku selalu memberikan sebagian besar gajiku kepadamu dan mengapa kamu bisa berhutang sebanyak itu! Tunggu, alasan kamu mengusirku dari rumah yang berada di Kerajaan Pendragon, mungkinkah karena rumah kita akan di sita oleh Golden Bank!" Dyonisius menatap sinis ke arah Soren.


"Hentikan pertengkaran kalian dan duduklah!" Elise berkata, kemudian duduk di meja bersama Quinn. Dia menyilangkan kakinya seolah-olah mengatakan dia adalah ratu di kastil ini.


Quinn tersenyum, kemudian menuangkan Wine ke cangkirnya dan Elise. Dia mengetahui bahwa seorang istri adalah cerminan dari suaminya. Di masa lalu Brant juga selalu menghambur-hamburkan uang.


"Soren, mempertaruhkan 5 Juta Koin emas saat bertarung dengan Quinn. Dia kalah dengan menyedihkan dan kehilangan uang itu." Elise berkata.


Dyonisius dan Soren berlutut di depan Elise, mereka mengetahui bahwa Elise adalah salah satu penyihir terkuat di Benua Barat yang mempunyai Afinitas lima element.


"Bukankah dia hanya kalah 5 Juta Koin emas? Mengapa hutangnya berjumlah 10 Juta Koin Emas?" Rion bertanya.


"Soren kalah 5 Juta Koin emas saat berjudi, kemudian dia meminjam 5 Juta Koin emas ke Gold Bank. Dia berpikir untuk mempertaruhkan uangnya untuk bertarung denganku. Sehingga dia bisa membayar kerugian saat dia kalah berjudi dan bisa membayar pinjamannya di Gold Bank. Akan tetapi, semua itu tidak sesuai dengan keinginannya. Dia dapat dikalahkan dengan mudah olehku selain kehilangan uang tabungannya senilai 5 Juta Koin Emas, dia juga tidak dapat membayar pinjamannya ke Gold Bank." Quinn meminum Winenya.


Dyonisius melirik ke arah Soren. "Apakah semua itu benar?"


Soren mengangguk.


"Baiklah, aku memaafkan kamu! Kebetulan aku juga sudah menjual rumah dan tanah kita yang berada di Markas Utama Aliansi The North senilai 10 Juta Koin emas kepada Tuan Urs. Aku kehilangan uang itu untuk berjudi di Kasino Acasha saat Pertemuan Aliansi Kerajaan dan Kekuatan Besar."


"Kamu!! Berdic dan Jane menjual tanah dan kastilnya kepada Aliansi The North seharga 21 Juta Koin emas!! Tanah kita lebih luas dari tanah Jane! Mengapa kamu tidak berbicara kepadaku terlebih dahulu saat menjual tanah dan rumah kita!" Soren berteriak, dia ingin sekali mematahkan semua tulang Dyonisius.


"Fufufu. Kalian berdua sekarang tidak mempunyai apapun. Sudahlah aku akan mengatakan kepada Tiara untuk memberikan pekerjaan yang mempunyai bayaran besar untuk kalian." Elise berkata.


"Benarkah?" Soren dan Dyonisius melihat Elise dengan mata berbinar.


"Tidak, aku hanya bercanda." Elise tersenyum.


"Ibu!!"


"Tenang saja, kalian bisa menggunakan gudang kastilku untuk kalian tidur." Elise menjawab.


"Mengapa kita harus tidur di gudang? Bukankah kastil ini sangatlah luas?" Dyonisius bertanya.


"Cucuku Paris akan tinggal di kamar yang luas. Namun aku tidak ingin melihat sampah seperti kalian berkeliaran di Kastil ku setiap hari. Tuan Urs, sudah mengatakan bahwa perjudian adalah awal dari kehancuran!! Kalian tidak pernah belajar dari kesalahan dan aku ingin sekali membakar kalian menjadi abu! Bisakah kalian berdua bertingkah baik! Contohnya Ayahmu Rion, dia tidak pernah meminta apapun dan dia juga sekarang tidak pernah menghambur-hamburkan uang!" Elise berteriak..


"Maafkan kami!"