LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 123. Menyelamatkan Para Elder Dwarf..



Raja Alberich sedang duduk di kursi singgasana dengan ekspresi cemas. Dia mengetahui laporan dari Green bahwa Tyron telah memimpin pasukan menyerang Kerajaan Terra. Sudah lumayan lama dia tidak mendapatkan berita baru dari Green karena Artefak anti ruang dan telekomunikasi telah di nonaktifkan.


Raja Alberich, pergi ke jeruji Raja Thorin di sebelahnya. Raja Thorin bertelanjang dada dengan tubuh kurus yang dipenuhi oleh bekas luka.


"Alberich! Lepaskan Thorin!" Boromir berteriak.


"Hahaha. Kakek tua bajingan! Cucumu datang ke Kerajaan Terra bersama Vulcan dan memimpin pasukan!! Tenang saja aku akan segera membawa mayat anakmu beserta cucumu." Raja Alberich tersenyum lebar memperlihatkan barisan gigi emas yang mengkilat.


"Semoga Dewi Bumi Gaia memberikanmu akhir yang sangat mengenaskan!" Seorang pria berambut abu berkata.


"Raja Alberich seseorang menyusup ke Istana Kerajaan Terra." Seorang pelayan berkata.


"Hahaha. Tenang saja mereka tidak akan dapat masuk ke Istana Kerajaan Terra, meskipun dia seorang ranah Legendary karena banyak jebakan di istana Kerajaan Terra. Naugrim, Mountain jaga semua Elder Dwarf, aku akan pergi ke Medan Perang!" Alberich memerintahkan.


Alberich melemparkan Raja Thorin ke luar jendela, kemudian melompat ke luar jendela. Ternyata di luar jendela seekor Legendary Beast Ancient Darkness Eagle muda sedang menunggu Raja Thorin.


Beast Ancient Darkness Eagle itu, kemudian terbang bersama Alberich dan Raja Thorin pergi ke Medan Perang.


"Naugrim, aku akan mencari tahu siapa orang yang menyusup!" Mountain berkata seraya membawa Artefak Short Sword miliknya, kemudian menuruni tangga.


Naugrim melihat sekelilingnya mengetahui di sekitarnya aman. Naugrim berjalan ke arah jeruji besi seraya membawa lebih dari 80 kunci untuk membebaskan para Elder Dwarf.


"Saudara Naugrim berhati-hatilah!" Seorang Elder Dwarf muda berambut abu-abu berkata dengan suara pelan.


Naugrim memasukan kunci itu ke dalam lubang kunci jeruji.


"Bluuuush"


"Hahaha. Naugrim, aku mengetahui kamu adalah seorang pengkhianat!" Suara Mountain terdengar dan sebuah Artefak belati berwarna hitam kemerahan menembus Artefak armor dan menusuk punggung Naugrim.


Mountain yang sudah memakai Artefak Jubah Seven-Colored Dragon Chameleon Rank Legendary membuka penyamarannya.


"Mountain!" Para Elder Dwarf berteriak.


Naugrim memuntahkan darah berwarna hitam, kemudian terjatuh ke lantai. Naugrim ingin mengambil Artefak Long Sword Rank Legendary miliknya, tetapi Mountain segera memotong kedua tangan Naugrim dan melemparkannya dengan keras ke pojok ruangan.


"Naugrim!" Elder Hedin berteriak melihat anak sulungnya diperlakukan dengan sangat keji oleh Mountain.


"Diamlah, kakek tua!" Mountain menebas salah satu tangan Elder Hedin.


"Racun!! Mountain, apakah kamu menggunakan Artefak Seven-colored poison Dagger Rank Legendary!" Seorang Elder Dwarf berambut coklat berteriak.


Mountain tidak menjawabnya dan berjalan ke arah singgasana dan duduk diatasnya seraya tersenyum lebar.


"Hahaha. Alberich adalah pria yang bodoh! Pada akhirnya akulah yang akan menjadi Raja Kerajaan Terra. Apakah Artefak Seven-Colored Dragon Chameleon Cloak dan Artefak Seven-Colored Poison Dagger ini sangat cocok denganku?" Mountain yang duduk di singgasana tersenyum lebar.


"Bajingan! Apakah kamu yang mencuri kulit Seven-Colored Dragon Chameleon yang kami beli dari Serikat Pedagang Benua setelah Gelombang Beast dan Perang di Kerajaan Pendragon selesai!!!" Naugrim berteriak seraya memuntahkan banyak darah hitam. Wajahnya berubah warna menjadi 7 warna yang berbeda.


"Hahaha. Naugrim apakah itu kata-kata terakhirmu? Aku akan menjawabnya! Aku adalah orang yang mencurinya dari Klan Gray Stone. Aku juga orang yang sudah mengadu domba Klan Gray Stone dan Klan Brown Stone." Mountain tertawa terbahak-bahak.


"Mountain! Dewi Bumi Gaia akan membalas apa yang telah kamu lakukan kepada saudara, ayah dan Klan Gray Stone!" Grim berteriak.


Mountain berjalan ke arah Naugrim dan menusuk paha Naugrim.


Naugrim menggertakan giginya untuk menahan rasa sakit yang luar biasa.


"Naugrim, aku seperti Beast Chameleon, aku ahli dalam menyamar untuk mengelabui mangsaku. Alberich, Tyron dan Raja Thorin bersama kalian semua adalah mangsaku! Setelah Alberich memenangkan perang aku akan membunuhnya dan menyatukan lagi para Dwarf yang tersisa. Aku dan keturunanku akan menjadi Raja Kerajaan Terra dari beberapa generasi, tetapi untuk saat ini aku akan membunuh kalian semua. Aku tidak membutuhkan barang yang telah usang. Aku tidak naif seperti Alberich yang ingin memperbudak kalian! Padahal kalian seperti bom waktu yang bisa meledak kapan saja." Alberich tersenyum lebar seraya berjalan ke arah jeruji para Elder Dwarf seraya menggenggam Artefak belatinya.


"Swooosh!"


Saat Alberich ingin membuka kunci jeruji tangannya tiba-tiba terpotong dan mengeluarkan banyak darah.


"Tanganku!!!" Mountain berteriak.


Alberich terjatuh ke lantai seraya menangis tersedu-sedu. Berguling-guling di lantai menahan rasa sakit saat tangannya terpotong.


"Hahaha. Urs, Iris kita membutuhkan waktu untuk melewati semua jebakan itu. Apabila kita tidak mempunyai Cetak Biru Istana Kerajaan Terra kita akan membutuhkan waktu lebih lama." Sebastian tersenyum lebar seraya menikmati wajah kesakitan Mountain.


Lazarus dan Iris pergi ke arah Naugrim, kemudian memberikan Potion penawar racun yang terbuat dari darah Lazarus. Seketika Elder Naugrim dan Elder Hedin kembali pulih dari racun.


"Iris, segera obati yang terluka! Aku akan menyelamatkan semua Elder Dwarf!" Lazarus berkata seraya membawa kunci yang berada di tangan Mountain yang sudah terpotong.


Sebastian mencuri Artefak Seven-Colored Poison Dagger dan Seven-Colored Dragon Chameleon Cloak yang di pakai oleh Mountain, kemudian memotong kaki tangan Mountain yang lain.


"Biarkan aku hidup! Aku berjanji dengan nama Dewi Gaia tidak akan berbuat jahat lagi seumur hidupku!" Elder Mountain berkata.


"Hahaha. Dengarkanlah aku! Aku sudah mendengar semua perkataanmu! Aku sangat tidak menyukai seseorang yang licik dan bermuka dua sepertimu dan mengampuni kamu bukan urusanku." Sebastian tersenyum lebar seraya menarik janggut Mountain ke wajahnya.


"Raja Iblis! Kamu adalah seorang Raja Iblis!" Mountain berteriak dengan wajah pucat, perlahan wajahnya menua, rambut dan janggutnya berubah menjadi warna putih karena ketakutan.


"Hahaha Urs, Iris lihatlah Dwarf ini dia menua dengan cepat karena ketakutan! Apakah wajahmu sangat menakutkan?" Sebastian melirik ke arah Lazarus yang sedang berada di dekat jeruji.


"Sebastian, wajahmu sangat tampan! Tetap jaga Dwarf pengkhianat itu."


"Bajingan! Alberich sudah menyiapkan semuanya dengan matang dia memberi Elder Naugrim dan Mountain kunci palsu!" Lazarus berkata.


Lime yang berada di bahu Lazarus berubah menjadi sebuah kunci, kemudian membuka Artefak jeruji itu.


"Siapa kamu?" Elder Hedin yang kehilangan satu tangannya bertanya.


"Namaku Urs The North, aku adalah saudara dari Raja Tyron dan semua Dwarf, aku ke sini untuk membantu kalian semua. Maafkan aku karena aku datang terlambat." Lazarus berkata seraya melirik ke arah 15 mayat Elder Dwarf yang berada di dalam jeruji.


Lazarus, kemudian melepaskan Artefak kalung budak dan pengekang kekuatan yang dipakai oleh semua Elder Dwarf.


"Sebastian, lemparkan kadal hijau itu ke sini!" Lazarus berteriak.


"Sesuai perintahmu, Tuan." Sebastian melemparkan Mountain ke depan Lazarus dan para Elder Dwarf.


Lazarus memberikan sebuah Artefak belati kepada seorang Dwarf berambut abu-abu muda.


"Grim, tolong ampuni nyawaku! Apakah kamu ingat aku adalah Mastermu yang mengajarkan tentang menempa Artefak! Aku berjanji tidak akan berbuat jahat!" Mountain bersujud dan mencium kaki Grim.


Semua Elder Dwarf melihat Mountain dengan mata semerah darah ingin segera mencabik-cabik tubuh Mountain.


"Anak Muda, apabila kamu berada di posisinya. Dia tidak akan membiarkanmu hidup!" Lazarus berkata seraya menyentuh pundak Grim.


"Sebastian, akhiri!" Lazarus berkata dengan dingin.


"Tunggu!" Mountain tiba-tiba membuka matanya dan berteriak, tetapi sudah terlambat Sebastian sudah memenggal kepala Mountain.


"Uhuk! Uhuk! Tuan Dermawan, tolong Raja Thorin! Dia dijadikan sandera oleh Alberich!" Elder Naugrim berkata.


"Naugrim! Berhentilah berbicara!" Elder Hedin berteriak, kemudian berjalan ke arah Naugrim yang sudah kehilangan 2 tangan dan satu kakinya.


"Urs, aku sudah mengobati Elder Naugrim dan Elder Hedin. Aku rasa luka mereka tidak dapat mengancam nyawa mereka untuk saat ini." Iris berkata, kemudian memberi Elder yang lain dengan Mana Potion dan Heal Potion.


"Bajingan! Alberich aku akan membunuhnya." Elder Vula berteriak seraya meneteskan air matanya.


"Aku akan bertarung sampai akhir!" Seorang Elder Dwarf berambut biru dengan satu mata berteriak.


"Diam!" Mantan Raja Boromir berteriak.


50 Elder Dwarf yang tersisa itu terdiam.


"Saudara Urs, telah menyelamatkan kami semua. Akan tetapi, kamu harus pergi dari Kerajaan Terra yang akan hancur! Kami akan bertarung sampai akhir untuk Kerajaan Terra." Mantan Raja Boromir berkata.


"Bajingan!! Kakek Tua! Berhentilah berbicara! Apakah jika kalian ikut dalam perang untuk mati Kerajaan Terra akan menang dalam perang!? " Lazarus menggenggam bahu mantan Raja Boromir.


"Anak Muda, meskipun kami mati! Kami akan mati dengan terhormat dalam pelukan Dewi Bumi Gaia dan pergi ke Taman Eden."


"Berhentilah bercanda! Saudaraku Tyron, pasukan Dwarf dan semua temanku sedang mempertaruhkan nyawa dalam perang ini! Aku tidak akan membiarkan kalian untuk pergi ke Medan Perang dan membuang nyawa kalian. Aku sudah berjanji kepada Elder Tyron untuk menyelamatkan kalian! Meskipun di pihak kita ada 6 ranah Mythical. Akan tetapi, ranah Legendary yang berada di dalam pasukan Elder Tyron lebih dari 30 orang!!! Beserta pasukan budak, Golem dan Artefak senjata yang lebih baik dari pasukan kita." Lazarus menggenggam bahu Mantan Raja Boromir dengan erat. Dia mengetahui informasi dari Celestial bahwa perang berjalan dengan imbang.


"Anak muda, banyak sekali penduduk Dwarf yang menjadi korban dalam perang ini! Sebagai pemimpin dari setiap Klan kami berkewajiban untuk membalaskan dendam lebih dari 50,000 penduduk Dwarf. Kamu tidak mengerti berapa besar tanggung jawab kami." Seorang Dwarf berambut dan janggut coklat dan mata hijau dengan wajah penuh bekas luka mendorong Lazarus dengan keras seraya menangis tersedu-sedu.


"Brown! Urs adalah dermawan kita!" Para Elder Dwarf berteriak seraya meneteskan air mata.


Lazarus berjalan ke arah Elder Brown dan menerkamnya hingga jatuh ke tanah. "Tanggung jawab katamu? Dwarf keras kepala sadarlah karena keegoisan kalian Kerajaan Terra hancur seperti ini." Lazarus terus memukuli wajah Elder Brown dengan keras.


"Urs, hentikan." Iris menyentuh bahu Lazarus.


Lazarus berhenti memukuli wajah Elder Brown.


"Anak Muda, kami sudah tidak mempunyai apapun! Sebagian besar penduduk Kerajaan Terra sudah terbunuh karena perang ini! Putraku sudah di bunuh oleh Alberich." Elder Brown menangis.


"Ayah, saudara akan masuk ke Taman Eden! Tuan Urs, biarkanlah kami membalaskan dendam anggota Klan kami dan semua penduduk Dwarf yang diperbudak dan terbunuh."


Lazarus menarik nafas dalam-dalam. "Aku sudah menyelamatkan semua penduduk Dwarf dan mereka dipimpin Elder Theodore, Olga dan Dvalin pergi mengungsi ke Kerajaan Simfonia. Hanya 15,000 pasukan Dwarf yang ikut dalam perang ini."


"Urs, apakah kamu bersumpah?" Elder Brown bertanya.


"Aku bersumpah atas Nama Dewi Cahaya Electra." Lazarus menjawab.


"Urs, terima kasih! Kami sangat berhutang Budi kepadamu! Tetapi, kami juga harus ikut berperang karena Kerajaan Terra adalah rumah kami!"


"Bajingan Tua! Apakah kalian akan ikut berperang hanya dengan menggunakan celana pendek? Aku mengetahui dari saudara Tyron banyak ranah Legendary di Kerajaan Terra, tetapi kebanyakan mereka adalah Black Smith ranah Legendary! Siapa diantara kalian yang mempunyai Job pertempuran ranah Legendary?"


17 Elder Dwarf mengangkat tangannya.


Lazarus mengeluarkan 27 Artefak Rank Legendary yang berada di dalam Ruang Artefak Cincin Penyimpanan Draupnir.


"Cincin Draupnir!" Raja Boromir berteriak.


"Aku sudah memberikan Ruler's Golden Hammer kepada Saudara Tyron dan yang tersisa di Cincin Draupnir hanyalah Harta Kerajaan Terra, Cetak Biru Artefak berbagai Rank, Artefak rank rendah, Koin Emas Platinum juga Material Berharga. Aku akan mengembalikannya kepada kalian setelah perang ini berakhir."


Semua Elder Dwarf yang berada di sana terkejut dan meneteskan air matanya.


"Urs The North, terima kasih karena sudah banyak membantu Kerajaan Terra." Para Elder Dwarf berlutut.


"17 Elder, pakailah semua Artefak Rank Legendary Ini. Pada Awalnya Artefak ini adalah hak kalian." Lazarus berkata.


17 Elder Dwarf ranah Legendary yang mempunyai job pertarungan memakai Artefak Rank Legendary itu, kemudian Lazarus mengeluarkan Artefak rank Unique dan Epik untuk dipakai oleh Mantan Raja Boromir dan Dwarf yang lainnya.


"Urs, apa yang harus kita lakukan?" Raja Boromir bertanya. Meskipun mereka mempunyai ranah Legendary, tetapi mereka hanya memiliki Job Black Smith.


Lazarus melihat ke arah 15 mayat Elder Dwarf di jeruji.


"Kalian harus keluar dari Kerajaan Terra melalui Dungeon Labirin dan membawa Elder Naugrim, Hedin dan 15 mayat Elder Dwarf itu. Lime, akan memandu kalian untuk keluar dari sini. Elder Brown, Elder..."


"Namaku Ragnar."


"Elder Brown dan Elder Ragnar akan mengawal kalian dan sisanya ikut bersamaku pergi ke Medan Perang." Lazarus melanjutkan.


"Urs, bagaimana dengan Thorin?"


"Mantan Raja Boromir, maafkan aku karena tidak bisa berjanji untuk menyelamatkan Raja Thorin, tetapi aku berjanji kepadamu aku akan berusaha semampuku untuk menyelamatkan Raja Thorin dan Semua orang."


"Semoga Dewi Gaia melindungi mu."


Lime melompat ke bahu Mantan Raja Boromir, kemudian mereka meninggalkan Istana Kerajaan Terra.


"Sebastian, Iris, Para Elder mari kita pergi ke Medan Perang!"


"Sesuai perintahmu, Urs!"


...****************...


"Iris, kamu harus memakai Artefak Jubah Seven-Colored Dragon Chameleon Rank Legendary ini dan aku juga akan memberikanmu Artefak Seven-Colored Poison Dagger Rank Legendary Ini untuk berjaga-jaga."


Iris, memakai Artefak Jubah Seven-Colored Dragon Chameleon Cloak, kemudian mengaliri mananya pada jubah itu, sesaat kemudian jubah itu berubah warna menjadi transparan.


"Terima Kasih Urs, aku sangat mencintaimu." Iris mencium pipi Lazarus.


"Sebastian, mengapa Saint Iris dan Tuan Urs seperti seorang pasangan?" Elder Gunnhild berambut dan berjanggut biru tua bertanya.


"Hahaha. Urs adalah Lazarus dan suami Saint Iris. Ingatlah kalian tidak boleh membocorkannya kepada siapapun kecuali Elder Dwarf lain untuk saat ini." Sebastian terkekeh.


"Kami Bersumpah Atas Nama Dewi Bumi Gaia tidak akan membocorkannya kepada siapapun." Semua Elder Dwarf bersumpah.