LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 386. Pelatihan Duel.



Leonhart dan Arion berduel dengan Lazarus di arena. Mereka ingin menunjukkan apa saja yang mereka telah pelajari selama ini.


"Darkness Slash!" Arion menebas Lazarus mengunakan Long Sword miliknya menciptakan energi mana kegelapan berbentuk bilah.


"Black Lightning Spear Art!" Leonhart menyerang langsung ke arah Lazarus menggunakan tombaknya.


Lazarus hanya tersenyum halus seraya menghindari semua serangan itu. Dia mengetahui Leonhart dan Arion sudah berlatih dengan sangat keras.


"Mengapa kalian sangat lemah?" Lazarus tersenyum.


Leonhart dan Arion menggertakan giginya, mereka masih belum bisa mendaratkan satu serangan pun kepada Lazarus. Mereka berdua saling melirik untuk menggunakan rencana yang telah mereka susun sebelumnya.


"Darkness Chain!" Arion menciptakan 7 rantai untuk mengikat Lazarus, tetapi Lazarus menghindari semua rantai itu.


"Beast Insting." Leonhart menggunakan Skillnya dan menyerang dengan ganas ke arah Lazarus.


"Apakah, kamu adalah seekor kucing?" Lazarus tersenyum halus saat melihat nafas Leonhart yang terengah-engah.


Leonhart melirik ke arah Gardenia, kemudian Gardenia membalasnya dengan anggukan. Dia mengetahui sekarang gilirannya untuk memberi Lazarus serangan kejutan.


Leonhart menjauh untuk menjaga jarak dari Lazarus, dia tidak ingin terkena oleh serangan Skill Gardenia.


"Blinding Light." Gardenia menggunakan Skill sihir element cahaya. Sebuah bola cahaya yang sangat terang tercipta di hadapan Lazarus, cahaya itu bisa membuat seseorang buta untuk sesaat. Di dalam pertarungan kesalahan sedikit saja bisa berakibat fatal.


"Sekarang!" Arion berteriak.


"Dark Lightning Spear Art, gaya terakhir Destructive Dark Lightning!" Leonhart menusuk Lazarus dengan tombak yang dilapisi oleh petir berwarna hitam pekat.


"Bodoh." Lazarus tersenyum, kemudian menghindari serangan Leonhart dan menendangnya sampai terlempar ke arah Arion.


"Wind Blow." Arion menggunakan Skill hembusan angin untuk menahan Leonhart, dia mengetahui Leonhart akan terluka akibat benturan. Jika Arion tidak menangkapnya menggunakan Skill sihirnya.


"Wind Eagle!"


Sebuah elang yang terbuat dari energi mana angin hijau menerkam ke arah Lazarus, tetapi Lazarus bisa menghancurkannya hanya dengan 1 pukulan ringan.


"Ground Crack."


Sebuah lingkaran sihir element tanah tercipta di bawah kaki Lazarus, kemudian tanah dibawahnya mulai retak dan kakinya terperangkap dalam retakan itu.


"Ariana, kamu sangat cerdas." Lazarus melirik ke arah Ariana.


Gardenia melemparkan 5 biji berwarna hijau ke arah Lazarus.


"Thorny Root Rope."


Biji itu mulai tumbuh dengan cepat menjadi akar berduri, kemudian akar berduri itu melilit tubuh Lazarus.


"Dark Mist!"


Arion menciptakan kabut kegelapan untuk menutupi penglihatan Lazarus.


"Akihiro sekarang!" Ariana berteriak.


Akihiro yang duduk di samping arena duel tiba-tiba memasuki Arena seraya membawa Artefak Katana Sword di pinggangnya.


"Cat Eye." Akihiro menggunakan Skill Cat Eye untuk melihat ke dalam kabut kegelapan yang diciptakan oleh Lazarus. Akihiro belajar Skill Fasif ini setelah mengamati Beast kucing selama 3 bulan, Akira mengatakan bahwa Akihiro harus meniru kucing yang cepat, lincah dan dapat melihat dalam kegelapan.


"Wind Blow." Arion dan Ariana menggunakan Skillnya kepada Akihiro untuk menambah kecepatan Akihiro.


Akihiro menarik nafas dan aura petir biru melapisi Artefak katana miliknya. Akihiro dengan cepat menghunuskan pedang katana miliknya kepada Lazarus.


Akihiro tidak pernah menggunakan seluruh kekuatannya kepada anak usianya selain Arion dan Leonhart. Dia menggunakan seluruh kekuatannya kepada Lazarus karena dia mengetahui bahwa Lazarus adalah orang yang sangat kuat.


"Apakah Akihiro berhasil melukai Urs?" Ariana bertanya.


"Tidak, Urs menahan pedang katana Akihiro hanya menggunakan 2 jarinya." Arion, Leonhart dan Gardenia menjawab bersamaan.


Leonhart dan Arion segera berlari ke arah Akihiro karena merasakan Lazarus akan mulai menyerang. Mereka menarik tubuh Akihiro yang tidak bergerak dan berusaha menarik Artefak Katana miliknya yang berada di 2 jari Lazarus.


"Fire."


Tubuh Lazarus dilapisi oleh api berwarna merah, meskipun api itu hanyalah api kecil. Namun api itu berhasil membakar tali akar berduri Gardenia.


"Apakah kalian sudah selesai?" Lazarus bertanya.


Akihiro menatap ke arah Katana miliknya yang sudah patah. Dia melebarkan matanya karena Artefak katana miliknya adalah Artefak Rank Elite yang diberikan oleh Akira dengan memotong uang jajannya selama 1 tahun.


"Gunakan Long Sword pemberian Urs. Aku berpikir Artefak Rank Elite murahan tidak akan bisa melukai tubuh Urs." Leonhart berkata kepada Akihiro.


Akihiro mengangguk.


"Fire Flying Knife Art."


Akari melempar 10 pisau lempar ke arah Lazarus, tetapi Lazarus berhasil menghindari semua pisau lempar itu.


Lazarus menatap ke arah Akari, dia tidak mengetahui Akari akan sangat ahli dalam melempar pisau lempar.


"Wind Blade!"


"Ice Needle."


"Blinding Light."


Gardenia dan Ariana menggunakan Skill mereka untuk menyerang ke arah Lazarus.


"Kusarigama Art." Akari mengayunkan rantai dengan ujung sabit ke arah Lazarus. Lazarus menghindari serangan Kusarigama Akari, dia tidak mengetahui Akari sangat berbakat menggunakan berbagai jenis senjata Kerajaan Yamato.


Semua putra dan putri Lazarus berkumpul bersamaan di belakang Akari. Mereka harus mendaratkan sedikit luka kecil di tubuh Lazarus.


"Apakah kalian semua anakku? Mengapa kalian sangat lemah?" Lazarus tersenyum.


Leonhart dan yang lainnya mengetahui Lazarus mencoba untuk memprovokasi mereka. Namun meskipun Leonhart dan yang lainnya tahu, tetapi mereka merasakan perasaan kesal saat melihat senyuman itu.


"Leonhart, tenanglah." Ariana berkata.


Leonhart menarik nafas. "Ariana, rencana pertama tidak berhasil. Apakah kita harus menggunakan rencana kedua?"


"Leonhart, Arion dan Akari Akan menyerang dari depan. Akihiro, kamu harus melihat celah dari pertarungan Urs, kemudian serang menggunakan seluruh kekuatanmu. Aku dan Gardenia akan memberikan support dari belakang." Ariana berkata.


"Baiklah." Leonhart dan yang lainnya mengangguk.


"Kalian semua bebas menggunakan cara apapun saat melawanku. Anggap saja kalian melawan seorang musuh yang ingin membunuh kalian." Lazarus berkata, kemudian membawa sebuah ranting kayu yang berada di sampingnya.


"Urs, mengapa kamu membawa ranting kayu?" Akari bertanya.


"Aku akan menggunakan sebagai senjata untuk mengajari kalian." Lazarus menjawab seraya mengangkat ranting kayu itu ke udara.


Leonhart dan yang lainnya menyerang ke arah Lazarus. Mereka tidak menerima penghinaan yang telah Lazarus berikan dalam duel ini.


Leonhart mengayunkan dan menusukkan tombaknya dengan agresif ke arah Lazarus. Arion menyerang ke arah bagian vital Lazarus menggunakan Long Sword miliknya, leher, jantung, ulu ati, dada, dan kepala.


Akari menggunakan Artefak palu besar untuk menyerang Lazarus, sedangkan Akihiro memperhatikan pertarungan seraya memperhatikan titik lemah Lazarus.


"Healing Light!"


"Earth Needle!"


Lazarus berhasil menghindar dan menahan semua serangan mereka hanya dengan sebuah ranting kayu.


"Baiklah, sekarang giliranku untuk menyerang." Lazarus tersenyum.


"Gardenia, Ariana menghindar!" Arion berteriak.


Lazarus berlari dengan cepat ke arah Gardenia dan Ariana yang berada di belakang mereka.


"Earth Wall!" Ariana menciptakan tembok tanah untuk menghalangi Lazarus, dia menggunakan semua energi mananya untuk menciptakan tembok tanah itu.


"Lightning Steps."


Akihiro tiba-tiba berada di hadapan Lazarus seraya menggenggam erat Long Sword miliknya.


"Thunder Storm Sword Art!" Akihiro menebas Lazarus menggunakan semua energi mana miliknya yang tersisa.


Lazarus hanya tersenyum, kemudian menggunakan Skill tebasan yang sama seperti Akihiro. Namun dia hanya menggunakan sedikit energi mana miliknya.


"Swooossh."


Mereka berdua saling menebas. Akira menatap tajam ke arah Lazarus, dia mengetahui apa yang terjadi.


"Akihiro, kamu sangat cepat. Akan tetapi, tebasanmu tidak mempunyai kekuatan." Lazarus tersenyum.


"Terima kasih, Urs. Maksudku Ayah." Akihiro berlutut dan darah keluar dari luka goresan kayu di pinggang kirinya.


Lazarus melompati tembok tanah yang dibuat oleh Ariana, tetapi Gardenia sudah bersiap untuk serangan Lazarus.


"Thorny Root Forest."


Puluhan akar berduri tumbuh dari biji yang di sebar oleh Gardenia. Akan tetapi, Lazarus berhasil untuk memotong semua akar berduri itu hanya menggunakan sebuah ranting.


Lazarus berjalan ke arah Gardenia yang berlutut karena kehabisan mana.


"Gardenia, apakah kamu menyerah?" Lazarus mengacungkan ranting itu ke arah Gardenia.


"Freezing."


"Earth Wall!"


Ariana membekukan tubuh Lazarus menggunakan Skill element es miliknya, kemudian menciptakan dinding tanah untuk melindungi Ariana.


"Wind Wings." Ariana terbang dan menatap Lazarus dari atas langit, kemudian mengeluarkan dan melemparkan botol yang berisi racun Epik Beast Silver Scorpion ke arah Lazarus.


Botol pecah dan racun menguap seketika mengakibatkan kabut berwarna ungu menyebar di sekitar Lazarus.


Perlahan racun itu menghilang dan Lazarus berlutut di tanah dengan nafas terengah-engah seolah-olah terpengaruhi oleh efek racun.


"Fufufu. Ayah, bukankah dalam duel ini kita bisa menggunakan cara apapun?" Ariana tertawa seraya meminum Healing dan Mana Potion.


Gardenia, Leonhart, dan Akari meminum Healing dan Mana Potion. Mereka mengetahui Lazarus akan terpengaruh oleh racun itu, meskipun hanya beberapa menit.


"Blinding Light. Thorny Root Rope!" Gardenia menciptakan bola cahaya yang sangat terang di depan Lazarus dan menyebarkan biji akar berduri. Biji akar berduri itu mengikat tubuh Lazarus dengan erat.


Leonhart, Arion dan Akari yang melihat Lazarus tidak berdaya segera menyerang Lazarus. Mereka tahu bahwa sekarang adalah kesempatan satu-satunya untuk menyerang Lazarus.


Freya dan yang lainnya melihat duel dari samping. Mereka hanya tersenyum karena anak-anak mereka berkembang dengan pesat.


"Dark Lightning Spear Art!"


"Kusarigama Art!"


"Dark Wind Sword Art!"


Mereka menyerang ke arah Lazarus, tetapi Lazarus tiba-tiba melompat dan berhasil menghindari serangan mereka.


Ariana dan Gardenia terkejut melihat itu semua.


"Aku tidak membiarkanmu!" Leonhart ikut melompat dan menusukan tombak yang dilapisi oleh petir hitam.


Lazarus mengayunkan batang kayunya dan menahan serangan Leonhart. Dia terjatuh ke tanah dengan keras, tetapi Arion segera menangkap tubuh Leonhart.


"Berhati-hatilah, dia tidak terpengaruhi oleh racun dan cahaya menyilaukan. Urs, bukanlah manusia normal." Arion berkata.


Lazarus menatap ke arah Ariana dan Gardenia. Dia kemudian berlari ke arah Ariana dengan cepat dan menendangnya dengan keras.


"Lion Claws!" Gardenia pergi ke hadapan Ariana dengan cepat dengan tangan yang menyerupai cakar seekor harimau dengan kuku tajam.


Gardenia berusaha menahan tendangan Lazarus menggunakan tangannya, tetapi dia merasakan serangan Lazarus sangat kuat dan tangannya patah. Gardenia terlempar ke sisi arena karena tendangan Lazarus.


Lazarus tidak berhenti sampai di sana, dia tetap berlari ke arah Ariana yang tidak mempunyai ekspresi di wajahnya.


"Dark Moonlight Dagger Art!"


Arion tiba-tiba berada di belakang Lazarus dan membidik titik buta Lazarus. Namun Lazarus menghindarinya dan menendang wajah Arion dengan keras.


Leonhart dan Akari menyerang Lazarus dengan agresif, memakai Artefak tombak dan rantai sabit (Kusarigama.)


Lazarus hanya tersenyum dan menghindari semua serangan, mereka bertiga.


Lazarus mencekik leher Akari dan membantingnya dengan keras ke tanah.


"Akari, kamu sangat cepat, lincah dan kuat, kamu juga mempunyai insting dan perencaan yang bagus. Akan tetapi, kamu mempunyai stamina yang kurang. Kamu berbakat dalam bertarung dan memakai banyak senjata Benua Timur Golden Sun. Di masa depan kamu akan menjadi warrior wanita yang sangat kuat. Namun kamu harus mempunyai sifat yang licik seperti Arion karena dalam pertarungan asli kamu akan terbunuh." Lazarus berkata menggunakan transmisi suara.


"Ayah, apakah itu kamu?" Akari yang terluka berusaha untuk berdiri dengan kaki gemetar, tetapi Reina segera membawanya dari arena duel.


Leonhart menyerang dengan ganas kepada Lazarus menggunakan tombaknya. Dia hanya menyerang Lazarus seperti Beast liar.


Lazarus menggunakan serangan tebasan yang sangat cepat menggunakan sebatang ranting. Sehingga tubuh Leonhart terkena banyak sayatan. Namun Leonhart tidak mempedulikannya dan terus menyerang ke Arah Lazarus.


Lazarus menendang tulang rusuk Leonhart sehingga tulangnya patah. "Leonhart kamu mempunyai kekuatan, kecepatan dan stamina yang tinggi. Akan tetapi, seranganmu sangat mudah di tebak dan kamu adalah seorang pria pemarah. Apabila di pertarungan asli dan kamu melakukan hal seperti ini kamu pasti akan terluka parah atau mati. Aku melihat diriku sendiri dalam dirimu." Lazarus berkata menggunakan transmisi suara.


"Aku kalah." Leonhart berlutut seraya memuntahkan seteguk darah.


"Leonhart, Nyaww." Cathrine segera membantu Leonhart seraya menatap tajam Lazarus.


"Ice Needle!"


"Earth Thorn!'


"Blinding Light!"


Ariana terus menggunakan Skill pendukung kepada Arion. Sedangkan Arion bertarung dengan Lazarus dengan sangat cepat, kuat dan terarah. Dari semua putra Lazarus Arion adalah yang berkembang paling pesat.


Arion melebarkan sayapnya dan menyerang ke arah Lazarus seraya menyerangnya menggunakan Long Sword. Dia tidak ketakutan saat menyerang Lazarus dan tidak ada belas kasihan.


Lazarus tersenyum. Lazarus yang hanya menghindar dan bertahan sekarang menyerang ke arah Arion menggunakan Skill yang sama dengan Arion. Sebuah goresan terlihat di wajah Arion. Arion merasakan tangannya mati rasa hanya dengan menahan serangan Lazarus.


"Light Arrows." Sebuah panah yang dilapisi oleh cahaya melesat ke arah titik buta Lazarus. Akan tetapi, Lazarus segera bergerak dengan cepat pergi ke belakang Arion dan menjadikan tubuh Arion sebagai penahan panah.


"Cyclone."


Melihat panah Gardenia yang akan mengenai tubuh Arion. Ariana segera membelokkan arah anak panah menggunakan Skill element anginnya.


Lazarus membanting tubuh Arion ke tanah, kemudian mundur untuk menjaga jarak. Terlihat Arion yang memuntahkan seteguk darah.


Arion kembali bangkit dan kembali menyerang ke arah Lazarus. Akan tetapi, Lazarus segera menyerang dada, leher, dan semua persendian Arion menggunakan sebuah ranting.


"Arion, meskipun kamu tidak sekuat Leonhart. Akan tetapi, kamu lebih licik dari Leonhart dan Gardenia. Kamu bahkan mempunyai kecerdasan sama dengan Ariana, aku tahu kamu berlatih dengan sangat keras karena kamu adalah yang terkuat dari mereka." Lazarus berkata menggunakan transmisi suara.


"Aku belum menyerah." Arion bangkit dengan tubuh dan kaki gemetar.


Lazarus berusaha menendang Arion dengan sangat keras. Akhirnya Arion terlempar dan tidak sadarkan diri. Deviela segera menangkap tubuh Arion seraya menatap tajam ke arah Lazarus.


Lazarus menatap tajam ke arah Gardenia, dia belum tahu Gardenia sangat berbakat dalam Skill Archer.


Lazarus berlari ke arah Gardenia, sedangkan Gardenia terus menembakan anak panah ke arah Lazarus dengan akurat. Namun Lazarus bisa menebak arah panah Gardenia dan berhasil menghindari semua panah Gardenia.


"Ice Lion!"


"Wind Eagle!"


Ariana menciptakan singa dari es dan elang dari angin untuk menyerang Lazarus. Akan tetapi, Lazarus berhasil menghindarinya.


"Gardenia sekarang!" Ariana berteriak seraya memuntahkan darah.


Lazarus berada 1 meter di hadapan Gardenia dan dia mengetahui Lazarus tidak akan bisa menghindari panahnya dari jarak sedekat ini. Dia dengan tenang melapisi anak tanah menggunakan semua energi mana yang tersisa dan menembakan nya ke arah Lazarus.


Lazarus tersenyum dan memotong anak panah itu menjadi dua hanya dengan ranting, kemudian dia menendang rusuk kanan Gardenia.


"Gardenia!" Diana dan Iris berteriak bersamaan.


"Gardenia, kamu adalah yang paling dari semua orang. Akan tetapi, seranganmu mudah di tebak. Kamu juga seharusnya mengetahui bagaimana lawanmu saat memilih biji rambat untuk bertarung. Belajarlah dari Alyssa."


"Baiklah." Gardenia tersenyum.


Lazarus menatap ke arah Ariana, dia mengetahui Ariana sangat pintar seperti Carissa. Dia mengetahui orang yang mengajari Ariana adalah Carissa dan Deviela.


"Ariana tunjukan Skill terkuat mu!" Lazarus berteriak.


"Blizzard."


Sebuah badai salju tercipta di sekitar Lazarus.


"Darkness Steps." Lazarus menggunakan Skill gerakan kegelapan dan tiba-tiba berada di depan Ariana.


Ariana terkejut melihat itu dan dalam keterkejutannya Lazarus menendang sangat keras perut Ariana.


"Ariana, putriku kamu sangat cerdas dan ahli dalam strategi. Seorang wanita yang sangat diberkahi, tetapi kamu berulang kali kehilangan ketenangan dalam bertarung." Lazarus berkata menggunakan transmisi suara.


"Kami pasti kami akan bisa mengalahkan mu di masa depan." Ariana menjawab.


Iris dan Alyssa segera membantu Ariana, mereka mengetahui bahwa Ariana terluka parah dengan serangan sekuat itu. Meskipun Lazarus sudah menahan dirinya.


Seperti tidak terjadi apapun Lazarus melangkah ke samping Arena dan duduk di samping Felicity dan Lion Heart yang hamil.


Mereka menatap tajam ke arah Lazarus tanpa bisa mengatakan apapun. Meskipun Lazarus melatih semua anaknya dengan keras, tetapi pelatihan itu dapat menyelamatkan anak-anaknya di masa depan. Planet Antares adalah dunia dimana yang kuat memangsa yang lemah. Hal apapun dapat terjadi dalam pertarungan, satu saja kesalahan bisa membunuh mereka. Seperti seekor singa remaja yang mati karena tidak sengaja tergigit seekor ular berbisa .


"Ayah!" Leonhart dan yang lainnya berlutut.


"Lemah, apakah kalian berani menunjukan wajah kalian dihadapan ku?" Lazarus bertanya.


Arion menggertakan giginya. "Aku terlalu arogan dan sombong dengan kekuatanku."


Lazarus mengangguk. "Kalian harus mengenal diri kalian sendiri sebelum mengenal musuh kalian. Apa kelemahan kalian dan apa kekuatan kalian? Rasa sombong, arogan dan berpuas diri dengan apa yang kalian capai akan menghambat pertumbuhan kalian. Dasar lemah." Lazarus berkata, kemudian pergi bersama Iris, Alyssa, Cathrine, Theresia, Deviela, Reina dan Akira.


"Urs, kekalahan akan memicu mereka untuk menjadi kuat." Iris berkata.


Lazarus mengangguk. "Sekarang adalah giliran kalian untuk memberiku sesuatu yang dibutuhkan."


Iris mempunyai wajah merah. Dia mengetahui karena sibuk mereka belum memberikan apa yang Lazarus butuhkan.


"Tunggu, aku, Theresia dan Alyssa sudah melakukannya kemarin. Meskipun terasa sangat nikmat, tetapi kami belum memulihkan diri. Nyaww." Cathrine berkata.


Lazarus menatap ke arah, Reina dan Akira seperti seekor predator.


"Baiklah."


...****************...


Keesokan paginya.


Lazarus memeluk lembut tubuh Reina dan Akira.


"Urs, aku sangat mencintaimu." Reina berkata.


"Aku juga sangat mencintaimu." Akira memeluk Lazarus.


"Bisakah kalian berada di atas?"


"Kami sudah tidak mempunyai energi yang tersisa dan apakah kami akan hamil lagi?" Akira bertanya.


"Aku meminum Potion untuk menghambat kehamilan." Lazarus menjawab.


Cathrine mengetuk pintu dan seketika Lazarus tersenyum lebar, kemudian menarik Cathrine masuk ke dalam kamar.


"Mengapa setiap kamu menarikku aku sangat lemah. Nyaw." Cathrine berkata dengan wajah sangat merah.


"Tok!Tok!Tok!"


Lazarus segera menutup mulut Cathrine, kemudian tubuh Cathrine mengejang.


"Urs, Ibu Diana, Felicia dan Lilian akan melahirkan!" Leonhart berteriak.


"Apa."


Lazarus segera memakai pakaiannya dan pergi bersama Leonhart ke tempat Freya dan yang lainnya.


"Dia seperti tidak mempunyai batas. Akan tetapi, hal itu adalah hal paling indah dalam hidupku. Arinsu." Akira berkata.


"Tubuhku menjadi panas saat mengingat malam itu." Reina menjilat bibirnya.