LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 257. Pembantaian III.



Kelompok Lazarus terbang di punggung Asterion. Sisik hitam Asterion menyatu dengan gelapnya malam. Bulan bersinar terang di atas langit, tetapi semua tidak menyadari bahwa pembantaian besar-besaran terjadi di Kerajaan Beastman.


Mereka mendarat di sekitar Hutan Silver Snake yang berada di sebelah Utara Kerajaan Beastman. Wilayah Duke Scars, Marquis Leonis dan Count Argus.


"Markas mereka berada di tengah dua tebing Silver Snake. Mari kita membuat persiapan sebelum kita menyerang mereka." Lazarus mengeluarkan beberapa Artefak rank Legendary dari Cincin Draupnir.


"Bagaimana mungkin kamu mempunyai banyak Artefak Rank Legendary!" Reiga berteriak.


"Reiga, Urs adalah seseorang Black Smith ranah Legendary!" Sebastian menjawab.


"Aku hanya membuat 13 Artefak Rank Legendary dari tulang belulang Black Dragon Melanthios dan Black Dragon Raegal. Termasuk dengan armor dan helm yang aku pakai." Lazarus tersenyum.


"Tunggu! Raegal mati saat melawan Brown King di Kerajaan Terra! Mengapa kamu bisa mendapatkan tulangnya dan apakah Melanthios adalah ibu dari Asterion?" Reiga bertanya seraya melirik ke arah Asterion.


"Cih.. Demon! Ibuku mati dalam pertarungan yang adil! Dia pasti bangga karena sudah mati di tangan seseorang yang lebih kuat darinya." Asterion menjawab.


"Aku tidak mengerti bagaimana pemikiran seekor Dragon." Reiga menggeleng.


...****************...


Semua orang memakai Artefak Raegal Armor Rank Legendary yang telah Lazarus siapkan. Mereka merasakan armor Rank Legendary yang dibuat oleh Lazarus sangat nyaman dan kuat.


"Raegal Ring Rank Epik. Cincin ini mempunyai efek Poison Resistance Rank B dan Curse Resistance Rank A. Melanthios Great Sword dan Melanthios Spear Rank Legendary, kedua Artefak ini mempunyai efek meningkatkan efek serangan element api, petir dan bumi sebanyak 70%, selain itu pedang dan tombak ini terukir Rune Sihir Black Fire Rank A+. Artefak Raegal Earring Rank Epik anting ini mempunyai efek telekomunikasi sejauh 10 Km, Fire Barrier Rank B, Regenerasi Rank B, dan Poison Resistance Rank C. Raegal Mask Rank Unique Artefak ini terukir Rune Sihir Poison Resistance Rank B dan Clear Air Rank B. Aku juga menyiapkan Eliksir Penawar Red Blood dan beberapa Heal Potion Rank Unique dan Rank Epic."


"Urs, apakah kamu memberikan semua Artefak ini kepada kami?" Leona bertanya seraya memakai masker yang menutupi mulut dan hidungnya. Begitupun Sebastian, Hector dan Reiga.


"Tidak! Bagaimana mungkin aku memberikan semua Artefak ini secara cuma-cuma! Aku hanya meminjamkannya kepada kalian!"


Semua orang menjadi kecewa mendengar jawaban Lazarus.


"Akan tetapi, aku bisa menjualnya kepada kalian sesuai dengan harga yang telah di sepakati." Lazarus tersenyum.


"Baiklah setelah semua ini berakhir, kita akan mendiskusikan harga dari semua Artefak ini." Raja Hector berkata.


Reiga menunggu Lazarus untuk meminjamkan Artefak Rank Legendary untuknya. Dia sekarang tidak mempunyai Artefak Rank Legendary karena semua Artefak yang dia pakai berada di Black Fortress dan Artefak Darkness Schyte miliknya hancur akibat pertarungan dengan Golden King.


Sebastian mengeluarkan Long Sword Scorpion, sedangkan Lazarus memberikan Regalia Schyte kepada Reiga.


"Reiga, kamu bisa meminjam Regalia! Aku sudah berbicara dengan Regalia agar kamu bisa menggunakannya." Lazarus berkata.


"Tuan, Senang bertemu denganmu! Apabila kamu bukanlah pengikut Master, aku tidak Sudi di sentuh olehmu!"


"Urs, apakah sabit ini Artefak Rank Mythical yang sudah membentuk ego?" Tanga Reiga gemetar saat memegang Regalia.


"Eight Element Schyte Regalia adalah Artefak Rank Mythical." Lazarus menjawab.


"Kamu sangat beruntung!"


Lazarus mengeluarkan Artefak Claymore/Great Sword Frostmoure. Dia sekarang sudah siap untuk melakukan pembantaian.


"Leonardo dan Leona, aku serahkan Scars, Leonis dan Argus kepada kalian dan serahkan sisanya kepadaku, Asterion, Sebastian dan Reiga."


"Aku mengerti!" Leona berkata.


"Urs, bolehkah aku bertanya? Mengapa kita memakai Artefak penutup mulut, anting-anting dan cincin yang mempunyai efek Poison Resistance? Bahkan kamu memberikan kami Antidote Eliksir?" Raja Hector bertanya.


"Bajingan! Apabila kita berenam melawan 20,000 pasukan, 7 orang ranah Legendary, Beberapa Beast rank tinggi muda dan 4 Legendary Beast dewasa kita akan mati! Aku akan menyebarkan bom racun Black Dragon Rank A, Bom racun pelumpuh Rank B, racun ilusi Rank A, Racun Winged Black Cobra Rank A dan beberapa racun lainnya." Lazarus mengeluarkan banyak sekali racun dan bom asap beracun.


"Apakah kamu seorang Demon!! Bagaimana kamu selalu membawa banyak racun yang dapat membunuh semua orang di sebuah kota!!!" Reiga berteriak.


"Reiga, Beast Rank sedang dan Rank tinggi tidak akan terbunuh. Begitupun dengan seseorang ranah Expert, Epik dan Legendary, mereka pasti dapat bertahan dari racun ini, meskipun kekuatannya sudah berkurang setengah." Lazarus berkata.


"Aku adalah manusia dan kamu adalah Demon! Aku hanya ingin menyelesaikan pertarungan ini sebelum fajar dan kalian harus meminum Eliksir Blood sebelum mulai bertarung."


Semua orang meminum Eliksir yang dibuat dari darah Lazarus. Mereka mengetahui cara yang digunakan Lazarus sangat kejam, tetapi mereka tahu bahwa apabila mereka tidak menggunakan cara ini mereka akan kalah.


"Asterion mengamuk lah!" Lazarus berteriak.


Asterion tersenyum lebar, kemudian terbang ke atas Markas Scars. Semua orang melihat ke arah bulan purnama di sana terlihat bayangan hitam berbentuk seekor Naga.


"Dragon!!!" Seorang penjaga ras Beastman anjing berteriak. Semua orang menyembunyikan terompet tanda bahaya.


Asterion terbang menukik ke bawah, kemudian menggunakan Skill Dragon's Breath Rank S ke arah pasukan pemberontak. Dia menyemburkan api berwarna hitam ke arah para pasukan dan bangunan-bangunan yang berada di sana. Semua orang yang belum siap terpanggang oleh api hitam Asterion.


"Beastman matilah!" Asterion tertawa terbahak-bahak.


Asterion menggunakan Skill Black Dragon's Poison Breath Rank S kepada semua orang. Semburan kabut racun berwarna kehitaman mengelilingi markas para pemberontak.


"Tolong aku!" Seorang pemberontak berteriak, tetapi sudah terlambat tubuhnya membiru dan akhirnya mati.


"Groooaar!" Seekor White Dragon betina terbang ke arah Asterion seraya menyemburkan es untuk memadamkan api.


Di leher White Dragon betina itu terpasang sebuah kalung budak. Bisa dibilang White Dragon itu sudah diperbudak.


"Hahaha. Akhirnya ada lawan yang kuat." Asterion tertawa.


...****************...


Kelompok Lazarus memanfaatkan keributan yang dilakukan oleh Asterion untuk menyusup ke dalam Markas Scars. Hector dan Leona, pergi ke tempat tinggal Scars, Leonis dan Argus. Sedangkan Lazarus, Sebastian dan Reiga akan menahan semua pasukan Scars.


"Penyusup! Bajingan! Apakah kalian berpikir kami bodoh! Kami mengetahui kalian yang melepaskan Crossbreed Black Dragon itu!" Seorang pria Beastman Babi hutan berteriak, di belakangnya terlihat ribuan orang prajurit.


Lazarus memberi isyarat tangan agar Leona dan Hector segera pergi. Hector dan Leona mengangguk, kemudian berlari ke tempat Scars, Leonis dan Argus.


5 orang ranah Legendary memperhatikan dari atas bangunan. Mereka sangat percaya diri bahwa 5 penyusup yang menyusup ke markas mereka adalah orang gila yang bosan untuk hidup.


"Hahaha. Bajingan! Kalian akan mati!" Seorang Beastman Kucing Linx yang mengendarai seekor Epik Beast Ice Leopard tertawa.


"Swoosh."


Tiba-tiba sebuah bilah tajam yang diikat dengan rantai memenggal leher pria itu. Semua orang terkejut melihat Lazarus tiba-tiba mengayunkan Artefak rantai dengan bilah tanpa mereka sadari dan memenggal seorang Spearman ranah Epik.


"Hahaha. Aku kira tempat ini akan menjadi kuburan kalian!" Lazarus melemparkan semua racun yang dia bawa, kemudian asap racun menyebar ke semua penjuru markas pemberontak.


"Racun!! Tutup hidung kalian dan minum Antidote Potion!!! Seseorang dengan Afinitas element angin segera gunakan Skill kalian untuk menyingkirkan kabut beracun ini!" Seorang Beastman Banteng kekar berambut hitam panjang dan mata hijau berteriak.


Satu persatu orang jatuh ke tanah dan tubuh mereka membiru. Mereka menghirup racun dari bom asap Lazarus dan belum sempat meminum penawar.


"Licik!!" Pria itu meniup sebuah peluit, tiba-tiba banyak Beast dan 4 Legendary Beast dewasa berlari ke arah mereka.


"Hahaha. Sebastian, Reiga mari kita bunuh mereka semua!" Lazarus tersenyum lebar.


"Kamu sangat kejam, tetapi aku menyukainya!" Reiga menjawab.


"Urs, serahkan 4 Legendary Beast itu kepadaku!" Sebastian menjawab.


"Ingatlah jangan mati! Aku tidak ingin putraku Arion bersedih karena kedua pamannya mati hari ini."


"Begitupun kamu!"


Lazarus, Sebastian dan Reiga menyerang semua pasukan pemberontak Kerajaan Beastman. Sebuah kisah tentang 3 pria yang bertarung dengan 20,000 orang ini, akan menjadi kisah yang akan di ceritakan oleh para penyair di 4 Benua.