
3 hari kemudian 300 ribu orang selesai beristirahat. Dalam 3 hari ini Elder Durin, Deviela, Cassandra, Tiara, Calista, Ratu Alicia dan Gerarda membagi tugas kepada setiap orang.
Para Beast bertugas untuk membantu dan mengangkut Material dari Pergunungan Arsen dan Hutan White Tiger. Meskipun saat awal bertemu para Beast sangat membenci ras humanoid, tetapi karena Golden Fang yang menjadi Alpa mereka akhirnya mereka perlahan dekat dan dapat bekerja sama dengan ras humanoid.
Lazarus pergi ke arah Tiara, kemudian meminta laporannya. Dia tidak mengetahui sebelumnya Calista, Deviela dan Gerarda sangat ahli dalam memimpin.
"Grand Duke, kami sudah tidak sabar untuk membangun wilayah Regulus!" Seorang wanita dari Kerajaan Amazones
"Saudara Urs, kami akan membangun sebuah mahakarya di hamparan salju putih ini!" Elder Durin berseru.
Lazarus membaca laporan yang diberikan oleh semuanya, dengan bantuan dari beberapa Kekaisaran dan Kerajaan. Pembangunan wilayah Regulus akan selesai dengan cepat dan biaya yang dikeluarkan oleh wilayah Regulus 15 kali lebih sedikit dari perkiraan.
Lazarus melebarkan matanya seraya memegang laporan dengan tangan gemetar. Dia tidak menyangka pembangunan total wilayah Regulus hanya sedikit, padahal dia sudah mempersiapkan uang 2 kali lipat lebih banyak takut biaya pembangunan wilayah Regulus lebih besar. Dia bahkan mempunyai rencana untuk meminjam beberapa uang kepada Golden Bank karena uang yang telah, dia persiapkan belum cukup.
"Urs, apakah ada masalah?" Beryl bertanya.
Lazarus menggeleng ringan, kemudian melihat semua orang dengan tatapan lembut.
"Aku akan memberikan bonus untuk semua orang yang membantuku membangun wilayah Regulus!" Lazarus berteriak.
Semua orang yang berada di sana bersorak gembira. Lazarus dan pengikutnya sudah menyiapkan berbagai macam Wine dan makanan enak. Mereka juga diberi waktu beristirahat saat bekerja.
Kebanyakan Bangsawan, Raja, Kaisar tidak sebaik Lazarus. Mereka terkadang hanya melihat hasil dan tidak memedulikan pekerjanya, seolah-olah melihat kuda yang membajak lahan. Namun selain Lazarus melayani mereka dengan Wine, makanan enak, dia juga memberikan upah yang lumayan besar, waktu istirahat bergilir, pembagian tugas yang adil, bonus dan yang paling penting menjamin keselamatan semua orang.
"Hahaha. Aku sangat bersyukur pergi ke wilayah Regulus." Seorang pria kekar botak bermata hijau menangis tersedu-sedu. Di sebelahnya adalah seorang wanita dan 2 orang anak berusia 7 tahun.
Lazarus menghampiri pria itu. "Tuan, siapa namamu?"
"Grand Duke, namaku adalah Bart, dia Istriku Marina dan mereka putriku Lindsey dan Linnea." Bart menjawab.
Bart kehilangan salah satu kakinya, dia memakai Artefak kaki palsu yang dibuat oleh Kerajaan Dwarf dan Aliansi The North. Sedangkan Istri dan anaknya menderita penyakit kulit, wajah dan tubuhnya dipenuhi oleh luka dengan cairan bernanah.
"Apakah penyakit ini sama dengan penyakit Nyonya Tiara?" batin Lazarus.
"Bart, darimana asalmu?"
"Aku awalanya seorang Swordman ranah Grand Master dan tinggal di Kekaisaran Swallow. Namun sekarang aku dan keluargaku tidak mempunyai rumah, kemudian menjadi gelandangan." Bart menjawab.
Lazarus mengetahui diantara para pekerja adalah orang-orang sakit, tua renta, anak-anak yatim piatu dan gelandangan. Bahkan ada beberapa kriminal dan mata-mata diantara mereka.
"Grand Duke Regulus, apakah kamu ingin mengusir kami? Aku bisa membantumu, bahkan untuk melakukan sesuatu yang berbahaya seperti mengangkat Material! Tolong jangan usir aku dan keluargaku! Kami sangat membutuhkan pekerjaan ini untuk bertahan hidup." Bart berusaha mencium kaki Lazarus, tetapi Lazarus menghindarinya.
"Tuan, aku tidak akan mengusir kamu!" Lazarus mengusap kepala botak Bart.
"Terima kasih, Grand Duke Regulus! Kamu telah mengasihani rakyat jelata ini!" Bart dan keluarganya bersujud.
"Lindsay: Assasins Rank A Linnea: Swordman Rank S Marina: Chef Rank B. Bart Swordman Rank C–> Swordman Rank S."
Lazarus melihat harta Karun di depannya. Dia tidak menyangka diantara mereka ada yang mempunyai bakat yang sangat menakutkan seperti ini dan semua orang tidak menyadarinya.
"Siapa diantara kalian semua orang tua renta yang kesulitan dalam pekerjaan berat keluar dari kelompok!" Lazarus berteriak.
Beberapa kakek tua keluar dari kelompok dengan ekspresi pucat.
"Aku tidak akan mengusir kalian! Aku akan mempekerjakan kalian di bidang yang sesuai!"
Banyak Kakek dan Nenek tua yang keluar dari kelompok, kemudian membuat kelompok baru.
"Anak-anak yang berusia kurang dari 15 tahun keluar dari kelompok!"
Banyak anak-anak keluar dari kelompok, mereka terlihat sangat kotor dan memakai pakaian yang lesu.
"Orang-orang yang mempunyai penyakit dan kehilangan salah satu anggota tubuhnya keluar dari kelompok!"
Banyak orang sakit dan cacat keluar dari kelompok, kemudian membuat kelompok baru. Mereka berasal dari berbagai macam ras entah itu Demon, Beastman, Dark Beastman, Elf, Dwarf dan manusia.
"Wanita dibawah ranah Elite keluar dari kelompok!"
Banyak sekali wanita yang dibawah ranah Epik keluar dari kelompok pekerja.
"Apakah itu semuanya? Ingatlah aku tidak mengusir kalian dan aku berjanji atas nama Dewi Cahaya Electra, Dewa Kehidupan Gail, Dewa Angin Utara Boreas, Dewi Tanah Gaia, Dewi Kegelapan Nyx, Dewa Perang Hoaar dan atas nama penguasa tanah ini, aku tidak akan mengusir kalian! Aku hanya akan memberi kalian semua pekerjaan yang cocok!" Lazarus berteriak seraya mengeluarkan aura kuning keemasan.
Iris, Lilian dan semua orang terkejut. Aura keemasan berarti sumpah Lazarus diakui oleh para Dewa dan dia tidak akan melanggar sumpahnya.
Banyak sekali orang yang keluar dari barisan, mereka mengetahui Lazarus tidak akan mengingkari janjinya.
Lebih dari 15,000 orang dari berbagai ras berkumpul. Seseorang yang menderita katarak, penyakit kulit, dan penyakit lainnya. Juga beberapa anak dibawah 12 tahun yang berpenampilan sangat lusu.
"Iris, obati orang-orang yang terkena penyakit, berikan mereka kaki dan tangan buatan kepada seseorang yang kehilangan kaki dan tangan." Lazarus berkata.
"Duke Regulus!!"
Semua orang berteriak serempak, mereka tidak menduga Lazarus akan sangat dermawan seperti ini.
"Rion, Elise, Alyssa kemarilah!"
Rion, Elise dan Alyssa pergi ke arah Lazarus. "Apakah Violet sudah mengetahui tempat Kerajaan Yggdrasil?"
"Violet mengetahuinya, tetapi dia tidak mempunyai mana ruang yang cukup untuk mengirim kita bertiga kesana." Alyssa bertanya.
"Master, serahkan kepadaku." Celestial membusungkan dada di atas bahu Lazarus.
Lazarus memberikan Cincin Draupnir Rank Legendary yang sudah dia pesan dari Elder Theodore kepada Rion.
"Tuan Urs, apakah kamu memerintahkan kita pergi ke Kerajaan Yggdrasil untuk membeli Potion?" Elise bertanya dengan mata berbinar, dia belum pernah ke Kerajaan Yggdrasil.
Rion mempunyai wajah pucat melihat 5 Milyar Koin emas yang berada di dalam Cincin Draupnir. Untuk wilayah kecil seperti Regulus 5 Milyar adalah jumlah yang sangat besar. Akan tetapi, dia mengetahui kekayaan Lazarus berkali-kali lipat dari ini.
"Rion, apakah semua itu masih kurang?" Lazarus melemparkan sebongkah Material Moonlight White Jade Rank Legendary ke arah Rion.
"Tuan Urs, aku tidak berani menerima kekayaan sebanyak ini! Biarkan istriku Elise yang mengatur semuanya!" Rion memberikan Cincin Draupnir itu kepada Elise.
Elise mempunyai wajah pucat. "Uang sebanyak ini lebih dari cukup. Tuan Urs, bagaimana cara kita memakai Cincin Draupnir ini?"
"Bodoh, aku sudah melepaskan kontraknya! Kalian tinggal meneteskan darah kalian untuk mengambil semua emas itu. Aku memberikan Cincin Draupnir itu kepada kalian!"
"Apa!!! Bukankah, Nyonya Alyssa dan yang lainnya yang lebih pantas mendapat Cincin Rank Legendary!"
"Fufufu. Urs, sudah memberikan kami sesuatu yang lebih berharga dari Cincin Draupnir." Alyssa terkekeh seraya memperlihatkan Cincin berwarna biru yang melingkar di jari manisnya begitupun Freya dan yang lainnya.
Urs mempunyai wajah yang memerah. "Cepat pergi ke sana! Gunakan sisa uangnya untuk membeli bibit herbal terutama Herbal element es, aku juga membutuhkan monster element kayu dan es. Aku tidak mempunyai banyak waktu untuk berbincang dengan kalian."
"Sesuai perintahmu, Tuan Urs/Lazarus!"
Rion, Elise dan Alyssa memasuki celah dimensi yang dibuat oleh Violet dengan bantuan Celestial. Mereka pergi ke Kerajaan Yggdrasil untuk membeli banyak Potion dan beberapa bibit herbal.
"Iris, katakan pada anak-anak, orang tua renta, dan para wanita untuk membantu mempersiapkan makanan. Ajari mereka juga tentang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, menanam herbal, membuat dendeng, menyuling Wine, membuat pupuk, mengolah makanan fermentasi dan mengolah lahan. Diana, Para Elf dan Herbalis akan membantu kamu dan aku akan membayarnya sesuai kinerja kalian." Lazarus tersenyum..
Iris mempunyai mata berbinar. "Sesuai perintahmu, Grand Duke!"
"Apaaa!" Semua orang terkejut, mereka mengetahui tidak ada penguasa seperti Lazarus. Mereka hanya mengharapkan menjadi kuli kasar untuk membantu pembangunan Regulus. Mengangkat Material, menghancurkan batu atau menggali saluran air. Meskipun, mereka sudah mengetahui bahwa mereka akan mati, tetapi mereka rela karena hidup mereka jauh lebih buruk dari kematian.
"Grand Duke semoga Dewi Cahaya Electra memberkatimu!" Lindsay berseru dengan air mata menetes kepipinya.
Semua orang ikut bersorak. Mereka mendoakan dan sangat berterima kasih kepada Lazarus.
Sebastian dan Sarion berlari ke arah Lazarus.
"Apakah Ibukota sudah kosong?"
"Urs, sudah tidak ada seorangpun di Ibukota."
"Baiklah mungkin sekarang saatnya dimulai."
Sarion dan Sebastian mengangguk.
Lazarus menembakan cahaya suar ke udara. Dionysius dan Soren yang melihatnya segera membakar sumbu. Lazarus dan semua orang sudah memasang banyak sekali bahan peledak dan bubuk mesiu di Ibukota Regulus untuk menghancurkan bangunan yang telah ada, semua penduduk Regulus juga sudah setuju dan membawa semua barang berharga mereka, kemudian meninggalkan rumah.
"Tutup telinga kalian!" Iris dan semua penduduk Regulus berteriak.
Golden Fang memerintahkan semua kawanan Beast untuk pergi lebih jauh karena Indra pendengaran Beast berkali-kali lebih baik dari ras humanoid.
"Bangggg!"
Suara ledakan yang keras terjadi. Tanah disekitar mereka bergetar, seolah-olah gempa bumi. Mereka melihat Kastil Regulus meledak, kemudian ratusan rumah lain juga meledak. Ibukota Regulus sudah hancur berantakan rata dengan tanah, hanya menyisakan sebuah bangunan berwarna putih memanjang dan sebagian taman Regulus.
*Bangunan itu adalah tempat pertemuan yang dibangun Lazarus dan para Dwarf.
Para Beast yang terkejut melarikan diri, tetapi Beast kontrak Lazarus menenangkan mereka.
Semua orang dari Kerajaan dan Kekaisaran lain bingung dengan apa yang terjadi. Bukankah Regulus akan mengalami kerugian yang lumayan besar karena menghancurkan Ibukota.
"Aku menghancurkan Ibukota karena ingin membangun Ibukota yang baru untuk kemajuan Regulus! Sebelum aku menghancurkan rumah semua pendudukku, aku sudah meminta izin dari mereka!"
"Hidup Cahaya Regulus! Hidup Grand Duke Lazarus Regulus!" Semua penduduk Regulus bersorak, Lazarus berjanji untuk membangun rumah mereka kembali. Bukan hanya rumah, mereka bahkan dapat mengorbankan nyawa demi Lazarus dan wilayah Regulus.
Semua pekerja mempunyai semangat membara untuk membangun Regulus sesuai design yang dibuat oleh Lazarus.
"Sekarang mari kita membangun wilayah Regulus!" Lazarus berteriak seraya mengangkat palu beliung besar miliknya ke udara.
"Sesuai perintahmu, Sir!"
Semua pekerja bersemangat mereka berteriak seraya mengangkat, Kampak, palu, cangkul, sekop, beliung besar dan alat pembangunan lain ke udara.