LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 192. Pertunjukan.



Sebastian memakai kemeja putih dan jas hitam rapih, dia menyisir rambut hitamnya ke belakang. Tanduk dan sayap kelelawar berwarna hitamnya menambahkan ketampanan, keanggunan dan kharisma Sebastian.


Evangeline memakai gaun berwarna biru muda dengan sulaman bunga Lily, rambutnya ditata rapih dengan gaya rambut semi Up Do.


Sebastian berlutut dan mengulurkan tangannya kepada Evangeline. "Nona, bisakah kita menari dan menyanyi sampai pagi?"


Evangeline membalas uluran tangan Sebastian. "Fufufu, baiklah Tuan, aku akan menerima tawaranmu."


Sebastian mulai memeluk pinggang Evangeline dan mulai menari dan bernyanyi. Semua orang terhipnotis karena penampilan Sebastian dan Evangeline.


Para Bangsawan, Kaisar, Raja dan Pemimpin Kekuatan besar di Benua Selatan Moonlight bersorak untuk Sebastian dan Evangeline. Di Benua Selatan Moonlight Sebastian dan Evangeline adalah orang yang sangat terkenal.


Drama musikal "Darkness Prince dan Madness Princess" Menceritakan seorang pria tampan yang bebas bertemu dengan seorang putri. Sang putri jatuh cinta, tetapi sang pria menolak cinta pria itu dan sang putri menjadi gila. Akhirnya Sang pria masuk ke dalam kegelapan. Sang putri yang tergila-gila pada pria itu akhirnya menjadi gila dan membantai semua orang yang membuat sang pria masuk dalam kegelapan.


"Orion dan Moonlight King Deandra Moonlight. Putri dari Demon Emperor Rhodes, Orion pernah menyebutkan hanya setia kepada 2 istri seumur hidupnya dan menolak Deandra," batin Lazarus.


Galan melirik ke arah Lazarus. "Cucuku, apakah kamu mengetahui tentang kisah drama musikal ini?"


Lazarus mengangguk. "Seorang pria malang yang menjadi korban atas keserakahan ras humanoid. Dia kehilangan keluarga, pengikut, sahabat dan orang yang dicintainya, kemudian mati seperti seekor anjing karena permainan Takdir yang sangat kejam." Tanpa sadar Lazarus meneteskan air matanya, dia mengingat cerita tentang kehidupan ke 19 nya.


Orion bercita-cita mendamaikan 4 Benua dan akhirnya dia bernasib sangat tragis, dia kehilangan semuanya bahkan harus mati sebelum melihat empat benua berdamai.


Melihat Lazarus meneteskan air mata Iris berjalan ke samping Lazarus, kemudian mengeluarkan sapu tangan dan mengusap air mata Lazarus.


"Menantuku, apakah Lazarus pernah mengalami trauma yang dalam di masa lalu?" Galan bertanya seraya mengerutkan dahinya..


"..."


Iris terdiam, dia tidak ingin menceritakan tentang masa lalu Lazarus kepada Galan tanpa Izin Lazarus.


Lazarus mengangguk ringan, sebagai tanda Iris boleh menceritakan semuanya kepada Galan karena Galan adalah sosok yang dapat Lazarus percayai.


Sebastian dan Evangeline selesai melakukan pertunjukan. Semua orang bersorak gembira karena menikmati penampilan Evangeline dan Sebastian.


Sebastian dan Evangeline terbang ke arah Lazarus yang berada di lantai 2. Mereka ingin segera pergi ke arah Lazarus dan membicarakan tentang rencana Lazarus selanjutnya.


Kaisar Alcander ingin mengeluarkan senjatanya saat melihat Sebastian pergi ke arah Lazarus.


"Cebol, Sebastian adalah sahabat baikku dan dia 2 kali lebih kuat darimu sekarang. Apabila kamu mengeluarkan senjatamu, aku takut kamu akan dipermalukan oleh Sebastian." Lazarus berkata.


Kaisar Alcander menyarungkan kembali pedangnya, kemudian melirik ke arah panggung untuk melihat pertunjukan selanjutnya.


"Hahaha. Lazarus, kamu sangat tampan malam ini. Apakah kamu akan tampil dalam pertunjukan bakat?" Sebastian bertanya.


"Aku hanya akan menikmati pertunjukan ini untuk sekarang. Pertunjukan kalian sangat hebat! Apakah kamu dan Evangeline sudah mendapatkan semua informasi tentang semua orang yang aku minta?"


"Aku dan Evangeline sudah mendapatkan semua informasi itu. Maafkan aku karena tidak langsung menghubungimu karena banyak sekali monster-monster tua yang keluar dari kandangnya. Nenek, Duke Deborah, Saudara-saudaraku, Leluhur Vampire dari 7 Klan, Sepupu Deandra, Ibu, Ayah, Paman Daryan, Paman Rhodes, Paman Daryan, Mertua Jovial dan yang lainnya menghadiri pertemuan ini." Sebastian melirik Lazarus dengan mata tajam.


"Apakah kamu pergi ke arahku karena berlindung dari mereka semua?"


Evangeline mengangguk. "Lazarus, aku dan Sebastian merasakan tempat ini adalah tempat paling aman untuk berlindung!"


Lazarus menggeleng ringan. "Seharusnya kalian bersembunyi terlebih dahulu. Apakah kalian melihat aku sedang di awasi oleh sekumpulan Iblis?" Lazarus menyuruh Sebastian melihat ke arah depan.


Sebastian melihat Demon Emperor Agathias, Demon Emperor Daryan, Demon Emperor Rhodes, Demon Emperor Reese, Leluhur Vampire Golden Moon Acasha, Leluhur Vampire Silver Moon Adonis, Demon Emperor Deandra, Putri Karl, Demon King Leonhart, Demon King Ars, Permaisuri Lilith dan Deviela yang yang melambaikan tangannya kepada Lazarus.


"Mengapa mereka semua berada di sana?" Sebastian bertanya dengan wajah pucat dan keringat dingin.


"Sebastian, aku sekarang berada di ruang VIP Utara. Apakah kamu tahu ruangan ini berbentuk persegi? Ruang VIP Barat berhadapan dengan ruang VIP Timur dan ruang VIP Utara berhadapan dengan ruang VIP Selatan." Lazarus menunjuk ke arah ruang VIP barat dan timur.


Carissa memakai gaun berwarna biru dengan sulaman bunga mawar es berjalan ke samping Lazarus. Dengan rambut putih salju di tata gaya semi Up Do, dia terlihat sangat cantik malam ini.


"Carissa, kamu sangat cantik malam ini." Lazarus memuji Carissa.


"Iris, lebih cantik dariku malam ini. Aku mencarimu dan Iris di ruang VIP Barat, tetapi aku tidak menemukanmu dan Iris. Aku tidak mengira akan sangat beruntung karena menemukanmu di ruang VIP Utara." Carissa menjawab.


Sebastian melirik ke sekitarnya, dia baru melihat banyak orang berambut putih salju dan Bangsawan, Raja dan Kaisar Bangsawan Utara Boreas berada di sekitarnya.


Eira melihat Sebastian dengan mata berbinar. Setelah Sebastian menyelamatkan Eira, dia merasakan rasa yang pertama kali dia rasakan. Dia jatuh cinta kepada Sebastian, tetapi dia malu untuk mengungkapkannya.


"Sebastian, tenanglah! Mereka semua tidak akan bisa menyentuh kita. Aku akan melindungi kamu dan Evangeline dari mereka semua." Lazarus menjawab.


Sebastian berjalan ke samping Lazarus, kemudian ikut bersandar di pagar balkon. Dia merasakan rasa takut sampai ke jiwanya dan ingin segera keluar dari ruangan ini.


"Lazarus, mengapa kakimu gemetar?" Sebastian bertanya.


"Sebastian, kakimu juga gemetar! Bajingan, aku lupa menggunakan helmku! Lilith, dan yang lainnya melihatku dengan mata penuh niat membunuh. Sudah terlambat meskipun aku memakai kembali helmku, mereka sudah sadar akan keberadaan aku. Apakah kamu mengetahui aku mempunyai banyak sekali musuh?" Lazarus berkata menggunakan transmisi suara.


"Apakah kita harus melarikan diri dan bersembunyi? Setelah pertunjukan aku sebenarnya ingin bersembunyi di antara Bangsawan Benua Barat."


"Sebastian, Jovial adalah Master dalam Skill bersembunyi. Sedangkan mata Jovial, Demon Emperor Agathias, Daryan dan Rhodes sudah melihat kita! Kita tidak bisa bersembunyi dan melarikan diri dari mereka."


"Apa yang harus kita lakukan?"


"Kakek dan Nenekku berada di sini. Kita akan berlindung di belakang mereka. Aku mengetahui kakek mempunyai kekuatan yang sama dengan Demon Emperor Reese. Kita akan tetap aman jika terus berada di sini." Lazarus menjawab seraya melihat pertunjukan tarian perut khas Kerajaan Zircon diatas panggung. Putri Aisha menari dengan alunan musik gendang dan seruling Kerajaan Zircon dan sesekali melihat ke arahnya.


"Kaisar Galan? Apakah dia masih hidup? Apabila dia masih hidup berarti dia berada di atas level 95." Sebastian menjawab seraya melihat ke arah pertunjukan tarian perut khas Kerajaan Zircon.


"Kakek, masih hidup dan salah satu keberadaan yang lebih kuat dari Beast King." Lazarus berkata.


Carissa dan Evangeline yang melihat ada yang mencurigakan, kemudian mencubit pipi Lazarus dan Sebastian.


"Sayang, apa yang kamu lakukan?" Sebastian bertanya.


"Mengapa kamu tidak berkedip saat melihat wanita menari perut?"


"Carissa, aku kesakitan!" Lazarus berteriak.


"Fufufu. Lazarus, apakah kamu sangat menyukai wanita yang menari perut? Aku bisa menari perut untukmu setelah kembali ke penginapan!" Carissa menjawab.


Lazarus dan Sebastian merasakan udara yang sangat dingin dan aura membunuh yang kuat.


"Bajingan mereka sudah membunuh putraku Arka! Sekarang seseorang ingin membunuh cucuku Lazarus!" Galan berteriak.


"Mereka tidak bisa di maafkan! Bukankah cucuku Lazarus adalah seorang pria baik hati dan tidak pernah membuat keributan? Mengapa cucuku selalu bernasib sangat malang! Bukankah sama saja mereka meremehkan Kekaisaran Boreas!" Ibu Suri Agatha berteriak.


Lantai bangunan di ruang VIP Utara membeku. Ruangan bergetar karena mana dan aura yang dikeluarkan oleh Galan dan Agatha.


Lazarus, Alcander dan Sebastian tidak mengetahui apa yang terjadi. Namun, dia melihat permaisuri Roselia sedang melindungi Iris dari mana element es Galan dan Agatha.


Pertunjukan di hentikan sementara karena kemarahan Galan dan Agatha. Mereka tahu bahwa Galan dan Agatha mengamuk sangat sulit untuk menenangkan mereka berdua.


Lazarus berlari ke meja Galan dan Ibu Suri Agatha.


"Kakek dan Iris, apa yang terjadi?"


"Cucuku, bawa keluargamu dan pulang ke Benua Utara Boreas! Aku tidak ingin kamu di perlakukan tidak adil di Benua Barat Zephyra!" Ibu Suri Agatha berteriak.


"Aku benci untuk mengakuinya, tetapi Lazarus lebih baik tinggal di Benua Utara Boreas daripada tinggal di Benua Barat Zephyra." Kaisar Alcander menjawab.


Demon Emperor Rhodes, Kaisar Erland, Kaisar Aldric dan Feng Long pergi ke ruang VIP Utara. Mereka ingin tahu apa yang membuat Galan dan Agatha sangat marah. Mereka juga mendengar nama Lazarus saat Galan dan Agatha berteriak.