
Kelompok Lazarus melanjutkan perjalanan ke wilayah Ancient Mountain Turtle. Saat mereka sampai di sebuah dataran luas, mereka melihat para War Beast, Magical Beast dan Demon Beast sedang memakan mayat Beast dan manusia. Mereka menyadari telah terjadi pertarungan di wilayah Ini dan terlihat bangkai seekor Mythical Beast Earth sebesar bukit kecil.
"Apakah Mythical Beast Earth Titan itu adalah Beast yang kita temukan kemarin? Siapa yang membunuhnya?" Bedros bertanya.
"Emerald, Rainbow, Feira dan Linwood kalian harus mengawasi wilayah ini dan apabila bahaya mendekat kalian harus memberitahu kami!" Lazarus memerintahkan.
"Sesuai perintahmu, Master!" Linwood dan yang lainnya berteriak.
...****************...
Lazarus, Alastair, Icarus dan Hector mengeluarkan Artefak Dagger milik mereka.
"Apa yang kalian lakukan?!" Ludger dan Bedros bertanya.
"Apakah kalian tidak melihat kami sedang menjarah semua Artefak, Material, Potion dan Inti Beast dari semua mayat ini." Lazarus menjawab.
"Apakah kalian ingin menjarah mayat seorang Ksatria yang mati setelah bertarung?" Ludger bertanya.
"Hahaha. Ludger dan Bedros, ingatlah tempat ini adalah alam liar! Apabila kita tidak menjarah semua barang berharga dari mayat ini pasti orang lain yang akan menjarahnya atau semua barang berharga ini akan tetap berada di sini dan hancur termakan oleh waktu." Hector tertawa.
Lazarus melihat lambang di armor prajurit itu. Dia kemudian mengetahui tentang darimana semua Ksatria itu berasal.
"Mereka semua berasal dari Keluarga Bangsawan Silva, Draco, Phoenix, Raven, Edmund dan Guild Marcenary cabang Kekaisaran Zephyra." Lazarus berkata.
"Rua!!" Hector berteriak, melihat mayat seorang wanita Beastman kelinci yang dihinggapi oleh banyak Beast Mist Crow.
Melihat Hector yang terkejut semua orang mendekati Hector. Mereka melihat seorang mayat wanita Beastman kelinci berambut hitam dan telinga hitam yang kehilangan separuh tubuhnya.
Rua Rabbit adalah pemimpin Guild Marcenary cabang Kekaisaran Zephyra dan merupakan salah satu teman Hector, Ludger dan Bedros. Rua adalah seorang Spearman ranah Legendary dan di beri julukan sebagai Lightning Rabbit.
"Aries!! Aku menemukan mayat Viscount Aries!! Tunggu bukankah mereka semua adalah pasukan khusus dari 5 Duke Kekaisaran Zephyra dan Marcenary terkenal? Mengapa mereka bisa mati di tempat ini dengan tragis." Tubuh Alastair gemetar, kemudian dia berlutut dan memuntahkan makan siangnya.
"Icarus, apabila kamu mau muntah. Maka keluarkan lah karena mulai sekarang kita akan sering melihat tragedi seperti ini." Lazarus menatap Icarus dengan pandangan kosong, sesaat kemudian Icarus memuntahkan makan siangnya di samping Alastair.
Tragedi ini sangat mengerikan, mayat-mayat ras humanoid ditinggalkan begitu saja untuk membusuk dan menjadi makanan Beast liar. Kebanyakan mayat itu bahkan mempunyai wajah yang tidak dikenali, organ dalam yang tercerai berai dan bagian tubuh yang hilang. Beast-beast lemah hinggap di mayat-mayat itu untuk mengais sisa makanan.
"Baiklah, kita harus bekerja dengan cepat sebelum Beast rank tinggi datang dan matahari terbenam. Bedros dan Ludger, kalian juga harus membantu! Agar pekerjaan akan cepat selesai! Ada sekitar 5 Artefak senjata Rank Legendary yang berada di antara mayat ini, kalian harus segera membawanya karena semua Artefak itu sudah tidak mempunyai pemilik. Jangan lupakan untuk membawa Artefak penyimpanan mereka."
"Sesuai perintahmu."
4 Jam kemudian Kelompok Lazarus sudah membawa semua Artefak, Material, Potion, Material Beast dan Artefak penyimpanan semua mayat ras humanoid dan Beast di sana.
"Apakah sudah semuanya? Biarkan aku yang menyimpan semua Potion itu dan mari kita lanjutkan perjalanan." Lazarus berkata.
Hector dan yang lainnya memberikan Potion yang sudah mereka jarah kepada Lazarus. Mereka tidak mengetahui mengapa Lazarus membawa banyak Potion.
"Di alam liar, Potion dan bahan makanan adalah hal terpenting. Apakah kalian sudah membawa banyak Potion untuk diri kalian sendiri?" Lazarus bertanya.
"Ayah, kami sudah membawanya." Semua orang menjawab.
Feira merasakan kawanan Beast pergi dengan cepat ke arah mereka.."Master, kawanan Beast berjumlah sekitar 1000 pergi ke arah kita. Beast paling kuat adalah ranah Epik Beast."
Lazarus mengangguk. "Mari kita pergi!"
Mereka menaiki punggung Beast kontrak Lazarus dan pergi dari tempat itu dengan cepat. Mereka mengetahui Beast predator akan sangat liar, jika mencium aroma darah.
"Skill Tracking Rank C milik Feira sangat membantu! Meskipun Skill itu tidak berfungsi pada orang yang menyembunyikan mananya atau pada orang yang berada diluar jangkauan radius Skill itu." Linwood berkata.
Semua orang mengangguk.
"Ayah, apakah kamu sudah sering pergi ke tempat berbahaya? Apabila kamu tidak berada bersama kita. Aku yakin kita semua sudah mati, bahkan banyak pasukan Elite dari 5 Duke Kekaisaran Zephyra yang mati di tempat itu." Alastair berkata.
"Putraku, aku sudah tinggal di Hutan Eternal Poison selama 1 setengah tahun. Aku sudah terbiasa dengan alam liar dan kita harus berhenti di depan!" Lazarus berseru.
Kelompok Lazarus berhenti di sebuah wilayah rawa yang sangat luas. Mereka menemukan mayat-mayat yang sudah menjadi tulang-belulang hanya menyisakan Armor dan Artefak mereka.
Lazarus turun dari punggung Feira. "Mayat yang berada di sini 2 kali lebih banyak dari 200 mayat yang berada di tempat tadi. Mereka kelihatannya bertarung dengan Beast element kayu, racun dan air."
Semua orang terkejut, kemudian melihat sekitarnya. Mereka menyadari bahwa di tempat ini telah terjadi pertarungan yang lebih menakutkan dari pertarungan dengan Mythical Beast Earth Titan.
Lazarus menyuruh semua orang untuk meminum Eliksir yang terbuat dari darahnya, kemudian berkata, "Kita harus bersiap-siap bertarung! Aku mengetahui ada ikan besar yang terluka parah di rawa ini."
Semua orang tersenyum, mereka sudah mengetahui bahwa sekarang waktunya untuk bertarung dengan musuh yang sangat kuat.
"Continuous Giant Ice Spear!!"
Lazarus menciptakan 30 tombak es raksasa di atas rawa, kemudian dia menembakkannya ke arah rawa itu. Sesaat kemudian muncul gelembung dari rawa itu, seekor Hydra bersisik hitam keunguan, berukuran 17 meter dengan 9 kepala dan 7 kepalanya terpenggal muncul dari dasar rawa.
"Mythical Beast Poison Hydra yang terluka parah! Kita sangat beruntung bisa menemukan Beast yang sekarat!" Hector tersenyum lebar seraya mengeluarkan Raegal Spear.
Pertarungan terjadi selama 2 jam, tetapi tidak ada korban jiwa di kelompok Lazarus. Hanya Hector, Linwood, Emerald dan Feira yang terluka parah.
Lazarus mengambil Inti Mythical Beast Poison Hydra. Dia kemudian menyuruh Icarus untuk memasukan semua mayat Poison Hydra ke Artefak penyimpanan miliknya. Artefak Cincin Draupnir mempunyai ruang 100 meter persegi. 20 atau 25 kali lebih besar dari Artefak penyimpanan Skala luas yang hanya mempunyai ruang 4 meter sampai 5 meter persegi.
Hector, Ludger dan Bedros terkejut saat melihat Icarus memasukan semua mayat Poison Hydra. Mereka tidak mengetahui ada Artefak penyimpanan Skala luas yang mempunyai ruang seluas itu.
"Tunggu! Apakah itu Cincin Draupnir? Yang mempunyai ruang seluas 100 meter persegi?" Ludger bertanya.
Icarus mengangguk. "Paman, Aku dan Alastair memakai Cincin Draupnir karena Paman sudah mengetahui bahwa kita akan mendapatkan banyak Material, Herbal dan barang berharga di Hutan Cerulean."
"Hahaha. Kita akan beristirahat di sini. Aku tahu wilayah ini adalah wilayah Mythical Beast Poison Hydra dan tidak akan ada Beast rank tinggi yang berani memasuki wilayah ini. Kita juga akan mempunyai waktu yang cukup untuk menjarah semua barang berharga dari mayat pasukan Aliansi Kekaisaran Zephyra. Aku akan menyimpan Inti Beast, Potion, Eliksir dan Herbal. Alastair akan menyimpan Artefak dan Material logam dan Icarus akan menyimpan Material Beast. Kalian juga bisa memilih Artefak yang kalian mau." Lazarus tersenyum seraya mengeluarkan 6 Artefak Rank Legendary milik mayat pasukan Aliansi Kekaisaran Zephyra.
Ludger menatap ke arah tombak rank Legendary berwarna jingga dengan ukiran Beast Fire Phoenix dan Bedros menatap ke Artefak War Hammer Rank Legendary berwarna perak.
"Ambil saja! Semua Artefak ini sudah tidak mempunyai pemilik dan aku tidak mengetahui nama dari semua Artefak ini. Terutama kamu Bedros, meskipun kamu adalah seorang ranah Legendary, tetapi kamu belum mempunyai Artefak Rank Legendary."
"Terima kasih!" Bedros membungkuk, kemudian meneteskan darahnya ke Artefak War Hammer.
"Ayah, kami sudah mengumpulkan semua Artefak dan barang berharga dari mereka semua. Namun, apa yang harus kita lakukan pada Artefak cincin penyimpanan mereka?" Alastair bertanya.
"Kita tidak bisa memasukan banyak artefak penyimpanan dimensi ke dalam Artefak cincin Draupnir karena akan menyebabkan benturan ruang. Jadi ikat semua Artefak penyimpanan itu dan jadikan sebuah kalung. Kita bisa menjualnya setelah keluar dari Hutan Cerulean." Lazarus menjawab.
Icarus melihat ke arah Artefak penyimpanan berbentuk cincin berwarna emas dengan ukiran burung Phoenix dan tertulis nama Ciel Phoenix.
"Ciel Phoenix!! Putra dari Duke Berlin Phoenix dan Adik dari Nona Clara!!" Alastair berteriak.
"Apaaa! Icarus darimana kamu mendapatkan Artefak Cincin penyimpanan itu!" Lazarus berteriak.
"Aku mendapatkannya dari salah satu kepala Poison Hydra bersama dengan tombak yang diberikan kepada Paman Ludger!!" Icarus berkata seraya mengeluarkan salah satu kepala Poison Hydra yang sudah terpenggal.
Lazarus segera mengeluarkan Artefak Peti mati White Jade Rank Epik yang dia temukan di makan Orion. Dia memasukan mayat Ciel bersama Cincin penyimpanannya dan mengambil kembali Artefak tombak jingga yang sudah dia berikan kepada Ludger.
"Bajingan! Ludger, kamu hampir saja mati dengan tragis!" Hector berteriak.
"Apa maksudmu?" Ludger bertanya dengan ekspresi bingung.
"Sun Fire Phoenix Spear adalah Artefak Rank Legendary yang diberikan kepada penerus Keluarga Bangsawan Phoenix dan Ciel adalah calon penerus keluarga Bangsawan Phoenix. Apabila Keluarga Bangsawan Phoenix melihat kamu memakai tombak itu, kamu akan dikira sebagai pembunuh Ciel dan diburu oleh Keluarga Bangsawan Phoenix." Hector tersenyum.
"Apaaa!" Ludger berteriak.
"Tenang saja sekarang kamu aman dan aku kira kita kedatangan seorang tamu." Lazarus berkata seraya mengeluarkan Artefak sabit Regalia.
"Bersiap untuk bertarung!" Icarus berkata.
Seorang wanita cantik berambut emas panjang, mata Polycaria/pupil ganda berwarna ungu. Dia memakai armor emas dengan lambang Beast Golden Phoenix dan Light Dragon. Wanita cantik itu bernafas terengah-engah dan berjalan tertatih-tatih dibantu oleh Artefak Tombak berwarna perak dengan ukuran Light Dragon.
"Golden Rose Valkyrie Magnolia Giselle Golden Phoenix!" Bedros berteriak.
Magnolia menatap ke arah kelompok Lazarus dengan mata yang tajam. "Siapa kalian? Apakah kalian adalah musuh?"
Magnolia mengeluarkan aura haus darah ranah Legendary. Dia mengetahui bahwa kelompok orang yang berada di hadapannya sangat kuat.
"Magnolia? Apakah kamu saudari Lilian?"
"Siapa kamu dan mengapa kamu mengenal adik kecilku Lilian!!" Magnolia berteriak, dia hampir terbunuh berkali-kali oleh orang-orang yang dia temui di Hutan Cerulean.
"Grand Duke Lazarus Regulus! Suami dari Lilian, mereka adalah Kaisar Kekaisaran Beastman Hector, Duke Ludger Steel Heart, Keponakanku Pangeran Icarus dan Putra tertuaku Alastair Regulus! Aku bersumpah atas nama Dewi Cahaya Electra. Aku tidak berbohong dan kami bukanlah musuhmu! Apabila kami berbohong semoga kami mati dengan tragis!"
Magnolia berlutut. Dia sudah terjebak di Hutan Cerulean selama 7 bulan dan dia pernah bertemu dengan Lazarus saat Pertemuan Aliansi Kerajaan dan Kekuatan besar
"Alastair, Hector, Ludger, Icarus, Bedros awasi sekitar sini bersama Linwood dan lainnya. Magnolia berada di dalam kondisi yang sangat buruk!!"
"Sesuai perintahmu, Sir!"
Lazarus pergi ke arah Magnolia dan menggendongnya seperti Tuan Putri.
"Apa yang kamu lakukan?" Magnolia bertanya.
"Diamlah, aku ingin membantumu." Lazarus berkata.
Lazarus membaringkan Magnolia di tubuh Emerald, kemudian melepaskan pakaian dan armor Magnolia.
"Ahhhkk." Magnolia berteriak tubuhnya belum pernah dilihat seorang laki-laki.
"Hentikan!!" Magnolia berkata.
"Bajingan! Apa yang telah kamu alami! Bahkan kaki kananmu hampir membusuk! Apabila dibiarkan kaki kananmu harus dipotong." Lazarus berkata.
Magnolia mempunyai wajah pucat, dia belum menikah dan mempunyai keturunan. Dia bahkan belum pernah merasakan apa yang dinamakan jatuh cinta.
"Tenang saja! Aku tidak akan berbuat mesum kepadamu karena aku sudah kebal dengan godaan tubuh telanjang wanita cantik. Iris dan Lilian adalah dua wanita cantik di Benua Barat Zephyra dan mereka adalah istriku. Bahkan 8 istriku yang lain mempunyai kecantikan yang menyaingi mereka." Lazarus tersenyum seraya membersihkan luka Magnolia, dia juga menyuruh Magnolia untuk meminum berbagai macam Potion.
"Terima kasih." Magnolia berkata, dia melihat Lazarus yang membersihkan dan mengobati semua lukanya.
Perlahan wajahnya memerah karena belum pernah melihat seorang pria setampan Lazarus. Lazarus mengoleskan salep yang dia buat ke luka Magnolia, kemudian membalutnya dengan perban.
"Untung saja kita bertemu di sini. Apabila kamu tidak bertemu dengan kelompok kami, maka kamu akan mati!" Lazarus berseru, kemudian mengoleskan salep di leher Magnolia.
"Mengapa kamu pergi ke Hutan Cerulean?" Magnolia bertanya.
"Aku pergi ke Hutan Cerulean untuk berlatih dan menjadi lebih kuat."
Magnolia terdiam, kemudian Lazarus melihat luka cakaran yang menyebarkan mana kutukan.
"Kutukan? Apakah kamu bertemu dengan ras Demon atau Black Mage?"
Magnolia mengangguk. "Aku sudah membunuh kelompok ras Demon itu, tetapi aku terkena luka dari serangan diam-diam mereka."
"Tenanglah, di alam liar kamu tidak boleh memercayai siapapun. Kecuali mereka bersumpah."
"Aku mengerti."
Lazarus mengoleskan salep ke dada Magnolia.
"Ahhh." Magnolia mendesah, tetapi Lazarus tidak berpengaruh dan terus mengoleskan salep herbal ke semua bagian lukanya.
"Berbalik."
"Baiklah."
Magnolia berbalik dan memperlihatkan punggungnya yang penuh luka tusukan dan sayatan dari belakang. Lazarus mengetahui lawan Magnolia sangat kuat karena bisa menembus armor Rank Epik yang dipakai Magnolia.
"Purify!!'
Lazarus mengunakan Skill pemurnian Rank S Wisdom untuk membersihkan kutukan Magnolia, kemudian dia membalut tubuh Magnolia dengan perban.
"Terima kasih, Duke Regulus." Magnolia berkata seraya menutupi dada dan tubuh bagian bawahnya.
"Sebaiknya kamu tidak memakai armor berat untuk sekarang. 3 tulang rusukmu patah, tulang kaki kananmu patah, bahu kananmu letak, dan masih banyak luka ringan, sedang dan berat di tubuhmu. Sungguh beruntung karena kamu masih bertahan hidup." Lazarus berkata seraya mengeluarkan bulu seekor Grand Demon Beast Steel White Tiger. Dia juga mengeluarkan jarum, gunting dan benang.
"Duke Regulus, apa yang kamu lakukan?" Magnolia bertanya.
"Aku sedang membuat armor gaun kulit untukmu." Lazarus berkata seraya membuat Celana pendek dan kantung payudara sesuai ukuran Magnolia.
Satu Jam berlalu Lazarus sudah membuat armor bulu ringan dari kulit Steel White Tiger. Dia kemudian menyuruh Magnolia untuk memakainya.
Magnolia merasa terkejut karena pakaian yang dibuat Lazarus sangat indah dan nyaman saat digunakan.
"Terima kasih Duke Regulus, aku berhutang budi kepadamu." Magnolia membungkuk.
"Hahaha. Kita adalah keluarga! Apabila Lilian mengetahui aku tidak menyelamatkan kakaknya. Mungkin dia akan menyalahkan aku seumur hidupnya dan apakah kamu sudah makan?"
Magnolia menggeleng ringan sudah 1 bulan dia hanya memakan daging Beast mentah dan buah-buahan herbal.
"Baiklah, aku akan memasak untuk kalian semua dan kamu harus makan yang banyak."
"Terima kasih, Duke Regulus!" Magnolia tersenyum.