
Ignis dan Asterion segera pergi ke asal suara, mereka terbang dengan sangat cepat mendekati asal suara. Mereka, kemudian melihat seorang gadis berambut merah mengintip dibalik pohon. Gadis itu adalah Freya.
Freya terkejut saat dua ekor Beast Dragon mendekat ke arahnya. Asterion segera menerkam Freya jatuh ke tanah dengan satu cakarnya.
"Asterion, tunggu!" Lazarus berteriak.
"Urs!" Freya memanggil nama Lazarus.
Lazarus mendarat di samping Asterion dan Ignis. Sedangkan Golden Fang menutupi tubuh bagian bawah Lazarus menggunakan sayapnya.
"Master, apakah kamu ingin membunuh penyusup ini?" Asterion bertanya dengan wajah ganas seraya bersiap-siap untuk menyemburkan racun dari mulutnya.
"Lepaskan dia!" Lazarus memberi perintah.
"Tapi...."
"Aku bilang lepaskan dia!" Lazarus menegaskan.
Asterion segera melepaskan Freya dari cakarnya.
"Urs, apakah itu kamu?" Freya bertanya.
Lazarus tanpa Artefak penyamaran. Mempunyai Iris mata berwarna biru dan wajah yang tampan tanpa bekas luka. Lazarus, sangat tampan bahkan mata birunya sangat mempesona saat memantulkan cahaya bulan.
"Freya, apakah kamu melihat semuanya?" Lazarus bertanya.
"Maafkan aku! Aku hanya khawatir kepadamu, karena, pergi ke kedalaman hutan di tengah malam, aku tidak menduga aku akan melihat semuanya.. Aku berjanji atas nama Dewi Freya, tidak akan memberitahu siapapun." Freya menjawab.
Freya tidak mengetahui Urs, selama ini memakai Artefak penyamaran dan mempunyai dua ekor Beast Dragon, menjadi Beast kontraknya.
"Master, kita harus membunuhnya! Rahasia ini tidak boleh sampai tersebar." Ignis berseru dengan wajah yang ganas, siap membakar Freya menjadi abu.
"Urs, apabila kamu ingin membunuhku. Aku rela untuk mati di tanganmu. Tetapi, kamu harus selalu mengingat, seorang gadis bernama Freya yang sangat mencintaimu." Freya menutup matanya, dengan air mata yang menetes di kedua matanya.
Lazarus membungkuk dan memegang tangan Freya. "Freya, aku tidak akan membunuhmu! Aku percaya padamu tidak akan membocorkan semua ini." Lazarus melirik ke arah Ignis dan Asterion.
"Aku tidak mempunyai keberanian untuk membunuh betina milik Master? Dia tidak bisa berbohong di hadapan Naga dengan 6 suku kata di namanya." Ignis berkata.
Asterion mengangguk.
"Rambut merah, selamat datang di keluarga kita." Golden Fang berkata seraya menutupi bagian bawah tubuh Lazarus, dengan sayapnya.
"Urs, apakah kamu memaafkan aku?" Freya bertanya seraya meneteskan air matanya.
"Aku tidak bisa membunuhmu.. Astrid pasti akan datang kepadaku untuk memotong kepalaku." Lazarus tersenyum.
"Freya, aku akan menceritakan semuanya, kepadamu, setelah aku memakai pakaianku." Lazarus pergi ke tempat dia menyimpan pakaiannya, bersama Golden Fang.
"Maafkan aku karena telah menyakitimu." Asterion berkata.
Freya menggeleng ringan. "Tidak, aku akan melakukan hal yang sama apabila di posisi kamu. Apakah kamu Asterion? Black Wyvern yang diceritakan oleh Alyssa?" Freya bertanya.
Asterion mengangguk. "Aku sebenarnya adalah Black Dragon, kadal besar merah di sampingku adalah Ignis, harimau emas itu Golden Fang. Kami bertiga adalah Beast kontrak Master Lazarus." Asterion sedikit tersenyum.
"Lazarus?" Freya bergumam.
Lazarus kembali ke samping Freya setelah menggunakan pakaiannya.
"Freya, nama asliku adalah Duke Lazarus Regulus. Suami dari Saint Iris Lion Heart dan ayah dari Duke Alastair Regulus dan Amarilis Regulus." Lazarus berkata.
"Duke Lazarus? Urs, aku sering mendengar cerita tentangmu dari kakak perempuan Astrid. Bukankah, kamu adalah suami Saint Iris, dan sahabat Alyssa? Mengapa kamu menyembunyikan identitas kamu dari mereka semua? Terutama Alyssa dan Amarilis yang merupakan teman lama dan putrimu." Alyssa bertanya.
"Belum saatnya aku mengatakan itu semua." Lazarus menjawab.
Lazarus, bukan tidak mau mengatakannya kepada Alyssa, tetapi dunia ini berbeda dari novel yang dia buat. Selain Vincent Burton Lazarus tidak mengetahui siapa saja musuhnya.
Alyssa 30 tahun yang lalu memang adalah seseorang yang Lazarus percayai. Tetapi, saat ini Lazarus bukanlah Lazarus yang sebenarnya. Alyssa pasti akan bertanya, Mengapa kamu mempunyai ranah yang lebih rendah dari sebelumnya? Mengapa kamu bertambah pintar? Mengapa kamu belum membangkitkan Job?
Lazarus belum mempunyai alasan untuk menjawab itu semua, dia juga tahu bahwa dia belum mempunyai kekuatan dan kekuasaan, dia masih sangat lemah untuk menghadapi musuh di belakang layar.
Lazarus masih menilai apakah Alyssa dan Iris masihlah sama, seperti Alyssa dan Iris yang dia kenal di masa lalu. Ataukah kepribadian mereka sudah berubah. Selama 30 tahun ini.
Lazarus Aka Syam, bukanlah orang bodoh yang langsung mengatakan dia Lazarus, kepada orang yang dia kenal di masa lalu. Bagaimana jika tiba-tiba Altair, Iris, atau Alyssa menusuknya dari belakang? Seperti Vincent yang sudah dia anggap saudaranya sendiri. Jelas, dia tidak ingin terperangkap di lubang yang sama dua kali.
Lazarus awalnya berpikir untuk menyamar dan membuat banyak hubungan. Sebelum dia membuka penyamarannya kepada semua orang, dan kembali ke wilayah Regulus untuk membalas dendam.
Tetapi, saat Alyssa dan Freya mengetahui Lazarus mendapatkan dua telur Legendary Beast. Alyssa berkata, "Akan menanggung semua konsekuensinya bersama Lazarus." hal itu yang membuat Lazarus lebih mempercayai Alyssa dan Freya. Namun, Lazarus juga takut mereka berdua terbawa di dalam masalah besar yang di buat olehnya.
"Aku mengerti! Kamu tidak ingin Alyssa dan aku terseret di dalam masalah besar." Freya melirik ke arah tiga Beast kontrak Lazarus.
Lazarus mengangguk.
"Aku mengetahui bagaimana, sifat Alyssa, aku juga percaya Alyssa tidak akan pernah mengkhianatimu." Freya tersenyum.
"Freya, saat aku sudah membuat aliansi dengan Kerajaan Terra, aku akan menceritakan semuanya kepada Alyssa, sebelum kembali ke wilayah Regulus." Lazarus menjawab.
Dengan terbentuknya Aliansi dengan Kerajaan Terra, dan membuat kontrak dengan Violet Mink, Lazarus berpikir setengah masalahnya sudah terselesaikan.