
Kelompok Lazarus dan pasukan Aliansi Kekaisaran Silver Phoenix dan Kerajaan Nebula siap untuk bertempur. Meskipun pasukan Kekaisaran Darkness Dragon telah keluar dari pasukan Aliansi, tetapi masih ada sekitar 2000 pasukan yang dipimpin oleh 6 orang ranah Legendary dan 4 orang ranah Mythical.
Vulcano dan Mythical Beast yang lain menggeram, mereka bersiap untuk bertarung dengan pasukan Aliansi. Mereka mengetahui dalam pertempuran ini, mereka semua bisa saja mati.
Bedros memegang Artefak kapak perang besarnya seraya melihat ke arah pria Demon berambut hijau. Dia ingin sekali mencoba bertarung dengan lawan yang kuat dan menunjukkan nilainya kepada Lazarus.
"Serang!" Islwyn berteriak.
Pasukan Aliansi menyerang ke arah kelompok Lazarus. Mereka yakin akan menang karena jumlah mereka lebih banyak dan Islwyn, Yuno, Bram dan Akira yang berada di pihak mereka.
"White Fire Sword Art! Diagonal Slash!"
Lazarus menggunakan Skill pedangnya, dia mengayunkan diagonal pedangnya ke arah pasukan aliansi. Sebuah bilah yang terbuat dari api putih melesat ke arah pasukan aliansi, seketika semua pasukan aliansi terbakar oleh api putih dan membeku.
"Fire Storm!!"
Alwyn menggunakan skill sihir area luasnya sebuah Rune raksasa terbentuk di sekitar kelompok Lazarus, kemudian mana element api dan angin berkumpul dan menciptakan sebuah pusaran api yang besar.
"Frost Barrier!"
Lazarus menggunakan Skill element esnya dan menciptakan sebuah Barrier yang terbuat dari es.
Badai api perlahan mereda, Lazarus melihat banyak anggota pasukan aliansi terpanggang karena Skill Islwyn.
Lazarus menatap ke arah Islwyn dengan tajam. "Mengapa kamu membunuh pasukanmu sendiri?"
"Hahaha. Pengorbanan diperlukan untuk mendapat kemenangan, bukankah sudah tugas Ksatria untuk melindungi tuannya?"
"Aku mengerti sekarang tentang sifatmu! Aku akan memastikan kamu tidak dapat melihat hari esok!" Lazarus mengacungkan Raegal Sword berbentuk katana ke arah Islwyn.
"Hector kamu akan menghadapi Yuno, Tempest akan menghadapi Islwyn, Vulcano kamu akan menghadapi Beastman Werewolf bermata empat itu dan sisanya akan menghadapi pasukan aliansi," Lazarus berkata menggunakan telepati suara dan Artefak Raegal Earring.
"Urs, bagaimana dengan Akira?"
"Aku akan menghadapinya sendiri. Aku kira pertarungan ini akan sangat panjang! Kita harus menunggu Rainbow dan menahan mereka sebelum Rainbow datang." Lazarus berkata seraya melirik ke arah Julian dan pasukan Kekaisaran Darkness Dragon yang memperhatikan pertempuran mereka dari jauh.
"Sesuai perintahmu, Urs/Master!"
Pertempuran terjadi Hector berlari ke arah Yuno dengan Artefak Raegal Spear miliknya, sedangkan Yuno sudah bersiap-siap dengan sebuah Artefak Schyte/sabit besar berwarna biru kehijauan.
Tempest terbang dengan cepat ke arah Islwyn, sedangkan Vulcano terbang ke arah Demon King Bram. Magnolia dan Purple Wing menjaga Black, Jiang dan Legendary Beast Three-Legged Golden Phoenix yang terluka.
"Red Eyes, mengamuk lah!" Vulcano berteriak.
Red Eyes menerjang ke arah pasukan aliansi seraya menyemburkan api merah membara. Dia sangat gesit dan lincah saat bermanuver diatas langit.
Pasukan aliansi menembakan banyak panah dan melemparkan banyak tombak ke arah Red Eyes. Namun Red Eyes bisa menghindari semua anak panah dan tombak itu.
Sesaat kemudian sebuah tali yang sangat dingin juga lengket mengikat kaki dan sayap Red Eyes.
"Bisakah kamu berhenti bermain-main dan menyerah?" Seorang pria Demon dengan tubuh kurus dan tinggi 1,9 meter, rambut berwarna abu-abu dan mata merah berkata.
Pria Demon itu sangat kurus hingga memperlihatkan semua tulang rusuknya dan pipi yang sangat tirus. Tangan dengan banyak kuku tajam yang panjang berwarna hitam menambahkan kengerian pria Demon itu.
Terlihat seekor Legendary Beast Red Dragon tidak murni, Ancient Giant Ice Spider, Ancient Giant Darkness Centipede dan 69 Beast yang terdiri dari Epik Beast dan Grand Demon Beast berbagai jenis dan spesies di sekitarnya.
"Seorang Job Beast Master Rank SS?" batin Lazarus.
"Membosankan namaku adalah Ae—" Sebelum pria Demon itu memperkenalkan dirinya sebuah tombak berwarna putih melesat ke arah pria Demon itu dan tepat mengenai kepalanya. Tubuh Pria Demon itu terbang karena kekuatan lemparan tombak dan menancap di sebuah pohon besar dengan mata terbuka lebar dengan tombak melubangi kepalanya.
Yuno, Alwyn dan pasukan aliansi terkejut, kemudian melihat siapa yang melemparkan tombak itu. Akira menyeringai, dia sekarang mengetahui kekuatan pertarungan Lazarus lebih kuat dari ranahnya.
"Cara mengalahkan seorang Beast Master adalah menyerang langsung ke arah orang itu." Lazarus berkata.
"Terima kasih." Red Eyes berkata kemudian melanjutkan serangan ke arah pasukan aliansi.
Jantung Akira berdebar dengan kencang, dia merasakan sebuah perasaan yang belum pernah dia rasakan dari pria manapun yang dia kenal. Akira melapisi tubuhnya dengan element angin, kemudian terbang ke arah Lazarus dengan cepat seraya tersenyum lebar.
Lazarus terbang ke atas langit menggunakan 6 sayap kelelawar berwarna putihnya. Dia mengetahui Akira adalah lawan yang paling kuat setelah Permaisuri Lilith.
Lazarus menghela nafas dalam, kemudian menggunakan Skill yang dia pelajari dari melihat pertarungan kelahiran ke 12 dan kelahiran 17 Lucius. Dia menenangkan pikirannya dan memfokuskan semua indera kepada serangan Akira.
Water Stream Sword Art adalah seni pedang seperti aliran air. Dia harus bergerak seperti aliran air, tetapi Skill aktif ini hanya bisa digunakan saat hati dan pikiran sejernih air. Dia bisa memanfaatkan kekuatan lawannya untuk menyerang balik, Skill yang cocok sekali saat bertarung dengan lawan yang lebih kuat dan mempunyai pertahanan dan serangan yang seimbang.
Akira tersenyum lebar, kemudian mengayunkan Artefak Odachi miliknya.
"The Lightning God Sword Art!"
"Water Stream Sword Art!"
Artefak Raegal Sword Milik Lazarus dan Artefak Odachi milik saling berbenturan. Tercipta gelombang mana element petir dan es akibat benturan kedua Artefak senjata itu.
"Kuat!" batin Lazarus dan Akira.
Akira mundur ke belakang, kemudian menatap ke arah Lazarus seraya tersenyum lebar.
"Fufufu. Bajingan! Kamu mempunyai kekuatan yang tidak sesuai ranahmu! Rasanya tidak adil, apabila aku bertarung menggunakan Artefak Ame no Murakumo Tsurugi Rank Mythical milikku." Akira menyarungkan Artefak Odachi miliknya di sarung pedang yang berada di punggungnya, kemudian mengeluarkan Artefak Odachi Rank Legendary dengan bilah berwarna hitam.
"Artefak The Great Slaughter Black Sword, Black Orchid Rank Legendary! Oni, darimana kamu mendapatkan Artefak itu!?" Lazarus berteriak.
"Apakah kamu mengenal Artefak Odachi ini? Aku mendapatkannya dari seorang wanita yang aku temui saat pergi ke Benua Barat Zephyra." Akira tersenyum.
"Dimana wanita itu!"
Lazarus mengetahui Artefak itu adalah Artefak milik Feng Xueyin. Dia sudah lama mencari informasi tentang Feng Xueyin dan Ainsley yang menghilang, tetapi belum mendapat informasi mereka sampai saat ini.
Mata merah Akira menatap tajam ke arah Lazarus, seolah-olah seekor predator menatap mangsanya. "Bukankah tidak sopan memanggilku Oni? Panggil aku Akira dan kamu tidak boleh membicarakan wanita lain saat bertarung denganku."
"Aku ingin mengetahui keadaan wanita pemilik Artefak pedang itu?" Lazarus bertanya.
Akira tersenyum. "Fufufu. Apabila kamu bisa mengalahkanku, aku akan menjawab semua pertanyaanmu."
Lazarus menghela nafas. "Apabila itu keinginanmu, aku akan melawanmu dengan semua kekuatanku!"
Lazarus memperkuat auranya, kemudian melapisi Raegal Sword dan tubuhnya dengan aura element api berwarna putih.
Akira menyeringai, kemudian memperkuat auranya baut-baut petir berwarna perak melapisi tubuhnya.
"Swooossh!"
Akira dan Lazarus menyerang bersamaan. Benturan demi benturan senjata menciptakan gelombang kejut yang sangat kuat.
"Gerarda, kekuatannya setingkat dengan Gerarda." batin Lazarus.
"Pria yang sangat kuat! Dia bisa mengimbangi kekuatanku." batin Akira.
...****************...
Hector dan Yuno menghentikan pertarungannya sesaat untuk melihat pertarungan Lazarus dan Akira di atas langit.
Area pertarungan Hector dan Yuno hancur berantakan. Wilayah tebing yang ditumbuhi oleh banyak pohon hancur terbakar dan terpotong-potong karena pertarungan mereka.
"Baiklah, bukankah saatnya kita bertarung dengan serius?" Hector bertanya.
"Bajingan, seekor Beastman singa sepertimu tidak akan pernah bisa mengalahkan seorang Bangsawan Demon rank 9 sepertiku!" Yuno memperkuat auranya, dia kemudian mengayunkan sabitnya puluhan bilah tajam yang terbuat dari angin melesat ke arah Hector. Namun Hector dengan lincah menghindari semua serangan Yuno.
Hector tersenyum lebar. "Apakah kamu pernah pergi ke Abyss?"
"Hahaha. Aku akan mengirim kamu ke Abyss!"
"Apabila aku yang dulu aku akan terpancing, tetapi sekarang berbeda. Aku akan menunjukan sesuatu yang lebih buruk dari Abyss kepadamu." Hector mengambil sebuah botol bulat berwarna hitam, kemudian memecahkannya.
Kabut berwarna hitam menyebar ke area pertarungan Hector dan Yuno.
"Hahaha. Kabut racun? Apakah kamu ingin bersembunyi dan melarikan diri? Kamu lupa bahwa element utamaku adalah angin!" Yuno tertawa, kemudian mengayunkan sabitnya sebuah angin tornado menghempaskan kabut beracun itu.
Yuno tidak melihat Hector berada di sana, dia kemudian melirik sekitarnya untuk mencari Hector. Namun dia tidak menemukan Hector dimanapun.
"Berhentilah bersembunyi seperti tikus dan bertarung lah denganku!" Yuno berteriak percaya diri.
"Swooosh!"
Sebuah tombak berwarna hijau melesat ke arah Yuno. Yuno segera melompat ke belakang untuk menghindari tombak itu karena dia harus menghemat energi mana untuk pertarungan panjang.
Saat Yuno melompat ke belakang. Hector tiba-tiba muncul dari bawah tanah dan menusukan tombaknya ke arah Yuno, tetapi Yuno berhasil menghindar.
Hector tersenyum lebar. Dia melemparkan 3 Artefak Throwing Knife ke arah Yuno. Hector mengetahui Yuno tidak akan menghindari semua pisau lemparnya. Yuno berhasil menghindari semua pisau lempar Hector, tetapi salah satu pisau lempar Hector berhasil menggores pipi Yuno.
"Bajingan! Kamu sangat licik! Bagaimana Benua Barat Zephyra mempunyai seseorang yang sangat licik sepertimu!" Yuno berteriak, dia merasakan kulitnya terbakar dan jantungnya berdegup kencang. Dia mengetahui Hector telah melumuri pisau lemparnya dengan racun.
"Aku licik? Bukankah kamu sudah menyuruh 7 orang bawahanmu bersembunyi dan menunggu kesempatan untuk melancarkan serangan diam-diam? Seorang ranah Legendary dan 6 orang ranah Epik aku kira mereka adalah orang yang sangat terlatih." Hector tersenyum.
Yuno meminum Potion Rank Epik, tetapi efek racun itu tidak sepenuhnya hilang. Dia mengetahui bahwa racun yang dipakai oleh Hector adalah racun seekor Beast kuat.
"Hahaha. Ingatlah jangan meremehkan seseorang! Luka sekecil apapun akan berakibat fatal dalam pertarungan hidup dan mati." Hector memasang kuda-kuda dan siap bertarung lagi.
"Kalian keluarlah dan bantu aku!" Yuno berteriak memanggil pengikutnya yang sedang bersembunyi, tetapi tidak ada jawaban.
Seorang wanita cantik berambut emas panjang, mata dengan pupil ganda berwarna ungu, memakai armor perak, melangkah keluar dari asap pepohonan yang terbakar. Dia membawa Artefak tombak berwarna perak dan sebuah kepala pria ras Demon.
Yuno terkejut. Dia mengetahui bahwa kepala pria ras Demon itu adalah pengikutnya paling setia dan seorang Assasins ranah Legendary yang terlatih.
"Bajingan! Kalian sangatlah licik!" Yuno memperkuat aura miliknya, dia sadar wanita itu adalah orang yang melemparkan tombak ke arahnya.
"Magnolia, apakah kamu kesulitan saat melawan mereka?"
"Kaisar Hector, mereka sangat kuat dan aku membutuhkan sedikit waktu lebih lama untuk membunuh mereka. Apabila tidak ada asap beracun yang terhempas ke arah mereka. Aku akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengalahkan mereka." Magnolia melemparkan kepala pria ras Demon itu ke arah Yuno.
"Hector The Nine Headed Golden Lion! Bagaimana Raja Kerajaan Beastman sangat licik seperti ini!" Yuno sedikit gemetar.
"Hahaha. Aku bukanlah seorang Raja sekarang, tetapi seorang Kaisar! Ingatlah di kehidupan selanjutnya untuk tidak meremehkan musuhmu!" Hector memperkuat auranya kemudian menyerang Yuno bersama Magnolia.
"Level 92! Bajingan, kamu menyembunyikan kekuatanmu!" Yuno berteriak.