LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 378. Tragedi Kekaisaran Lion Heart II.



Pasukan wilayah Regulus sampai di Kota Sky Lion, mereka tidak melihat siapapun yang berada di kota itu seakan-akan kota itu seperti sebuah Kota mati.


"Iris, apakah kamu mengetahui apa yang terjadi?" Lazarus bertanya.


"Aku tidak mengetahui alasan mengapa Kota Sky Lion kosong. Calista, apakah kamu mengetahui alasan Kota Sky Lion kosong?" Iris bertanya.


"Kota Sky Lion adalah wilayah Viscount Albert Giant Lion. Aku mengetahui bahwa sebelumnya Viscount Albert sudah mengatakan bahwa banyak penduduk yang mengalami penyakit kulit, sesak nafas dan meninggal tiba-tiba." Calista menjawab.


"Bajingan, semua pasukan Regulus tutupi mulut dan hidung kalian dengan sebuah kain!" Lazarus berteriak.


"Sesuai perintahmu." Semua orang menjawab dan menutupi wajah mereka dengan kain.


"Pasukan Regulus, dengarlah perintahku kalian tidak boleh menyentuh semua penduduk Kota Sky Lion!" Lazarus berteriak.


Semua pasukan Regulus bingung dengan perintah Lazarus untuk menutupi hidung dan mulut mereka dengan kain.


"Wabah!" Rion berteriak.


"Apakah orang-orang Kota Sky Lion terkena wabah yang berbahaya?" Seorang prajurit bertanya.


Pasukan Regulus menjadi sangat khawatir tentang wabah yang terjadi di Kota Sky Lion dan bisa menyebar dengan sangat cepat.


"Cathrine, kembalilah bersama 100 orang prajurit untuk melaporkan semua ini kepada Tiara dan semua penduduk wilayah Regulus. Mereka tidak boleh menerima orang-orang yang berasal dari Kota Sky Lion dan orang-orang sakit masuk ke 12 Kota Wilayah Regulus. Apabila ada seseorang yang sakit segera berikan mereka tempat isolasi yang jauh dari Kota Regulus." Lazarus berkata.


"Baiklah. Nyaww." Cathrine menjawab seraya menaiki punggung Kyle dan kembali ke Kota Regulus bersama 100 Pasukan Regulus.


"Urs, wabah sangat mengerikan dan menurut buku wabah di sebabkan oleh Beast-beast parasit yang sangat kecil yang tidak terlihat oleh mata." Alyssa berkata.


"Wabah lebih buruk dari gelombang Beast." Lazarus menjawab.


"Virus dan bakteri adalah makhluk hidup. Mengapa orang-orang Planet Antares mengetahui tentang keberadaan mereka," batin Lazarus.


Bleddyn dan Helga pergi ke arah Lazarus untuk melaporkan sesuatu yang telah mereka lihat. Mereka menemukan banyak jejak kaki manusia dan Beast menuju ke Ibukota Kekaisaran Lion Heart


"Tunggu, pasukan Leandro mengirim penduduk Kota Sky Lion yang terkena wabah pergi ke Ibukota Regulus. Bukankah sama saja mereka akan menyebarkan wabah ke semua penduduk Kekaisaran Lion Heart!?" Lazarus berteriak.


"Paman, kita harus segera menyusul mereka sebelum wabah menyebar ke semua wilayah Kekaisaran Lion Heart!" Calista berteriak.


"Pasukan Regulus, kita harus bergerak dengan cepat sebelum Duke Adrian Leandro dan pasukannya sampai di Ibukota Lion Heart!" Lazarus berseru.


"Sesuai perintahmu, Tuan." Lazarus dan semua pasukan memacu Beast tunggangan milik mereka.


...****************...


"Paman Adrian, apakah aku dan semua pengikutku akan baik-baik saja?" Seorang pria berambut pirang panjang dan mata biru dengan banyak bisul bernanah di wajah dan tubuhnya bertanya.


"Kalian akan baik-baik saja pasti Altair mengetahui bagaimana cara menyembuhkan penyakit kalian." Duke Adrian Leandro menjawab.


Marquis Edgard Allan menghampiri Duke Adrian Leandro, dia melihat Lazarus dan lebih dari 9000 pasukan bergerak ke arah mereka dengan sangat cepat.


Soldrake terbang dengan cepat ke arah pasukan Leandro yang membawa semua penduduk Kota Sky Lion yang terkena wabah.


"Groooarrr!" Silver Dragon Soldrake mengaum di hadapan 10.000 pasukan Adrian Leandro. Semua pasukan Leandro segera berhenti dan menatap ke arah pasukan Regulus yang pergi ke arah mereka dengan cepat.


"Kakek tua, bajingan tolol!" Lazarus berteriak dengan sangat keras.


Duke Adrian Leandro menatap tajam ke arah Lazarus. Mereka tidak mengetahui apa alasan Lazarus dan pasukannya menghadang jalan mereka. Namun mereka mengetahui pasukan Lazarus tidak ingin pergi bersama mereka ke Ibukota Kekaisaran Lion Heart.


Duke Leandro menaiki seekor Beast Black Lava Horse dan berjalan dengan berani ke arah pasukan Lazarus. Dia akhirnya berhadapan dengan pasukan Lazarus Regulus, tetapi mereka melihat sesuatu yang aneh karena semua pasukan Regulus memakai kain untuk menutupi hidung dan mulut mereka.


"Kucing hitam, apa alasanmu menghentikan ku!" Duke Adrian berteriak.


"Kakek tua, apakah kamu dan pasukan mu membawa semua orang di Kota Sky Lion?" Lazarus bertanya


"Aku akan membawa mereka ke Ibukota Kekaisaran Lion Heart untuk di obati." Duke Adrian Leandro menjawab.


"Bodoh, apakah kamu tidak memperhatikan semua penduduk Kota Sky Lion mempunyai penyakit yang sama?" Lazarus bertanya.


"Grand Duke Lazarus Regulus, apa maksudmu?" Marquis Edgard bertanya.


"Maksudku mereka semua terkena wabah yang menular. Apabila kalian membawa mereka ke Ibukota Lion Heart, atau kalian berperang sekarang sama saja kalian akan menyebarkan wabah ke semua wilayah Kekaisaran Lion Heart!" Lazarus berteriak.


"Wabah!" Semua pasukan Leandro ketakutan saat mendengar wabah. Mereka sudah memegang orang yang terkena wabah dan berarti mereka akan tertular.


Lazarus turun dari punggung Regulus, kemudian berjalan ke arah Viscount Albert yang terkena wabah. Dia harus mengetahui wabah apa yang dialami oleh Viscount Albert dan semua penduduk Kota Sky Lion.


"Cacar Beast." Lazarus dan Alyssa berkata bersamaan mereka mengetahui bahwa semua penduduk Kota Sky Lion menderita cacat Beast. Meskipun cacar Beast tidak berbahaya untuk Beast dan hanya akan berlangsung selama 3-5 Minggu. Akan tetapi, Cacar Beast sangat mematikan untuk ras humanoid terutama manusia.


Sebagian besar manusia akan mati jika tertular Cacar Beast. Di masa lalu Kekaisaran Zephyra mengalami wabah Cacar Beast dan hampir setengah penduduk yang terkena mati. Belum ada obat untuk Cacar Beast dan Kerajaan lebih memilih untuk membakar wilayah yang terkena Cacar Beast agar tidak menular.


"Bajingan, kamu terkena kutukan yang sangat mengerikan!" Seorang prajurit Leandro menjatuhkan penduduk Kota Sky Lion yang terkena wabah.


"Tenang!" Lazarus berteriak.


Semua orang menjadi tenang, tetapi banyak pasukan Leandro yang ketakutan karena mereka sudah menyentuh orang yang terkena Cacar untuk waktu yang lama.


"Apakah kamu mengetahui cara atau obat untuk mengobati cacar Beast?" Duke Adrian bertanya.


"Duke Adrian, apabila itu cacar Beast aku mengetahui cara mengobatinya karena Divisi Alkimia Aliansi The North sudah melakukan penelitian tentang wabah yang sudah terjadi dan cara mengobatinya. Apabila wabah itu adalah wabah jenis baru kami membutuhkan waktu untuk penelitian." Alyssa berkata.


"Bisa dibilang kalian semua beruntung karena bertemu denganku." Lazarus membusungkan dadanya.


"Berapa lama waktu kamu mengobati Cacar Beast?" Adrian bertanya.


"Cacar Beast hanya bisa menular seseorang yang berada di bawah ranah Legendary. Aku membutuhkan waktu 2 bulan untuk mengobati mereka semua dan aku sudah membangun sebuah kota ke 13 khusus untuk orang-orang yang terkena wabah." Lazarus menjawab.


"Kucing hitam bawa mereka ke Kota ke 13 wilayah Regulus untuk di obati. Aku akan kembali ke wilayah Leandro untuk membawa pasukan lagi, hampir saja aku kehilangan 9990 pasukanku sebelum berperang." Duke Adrian Leandro menghela nafas panjang.


"Baiklah dan Calista beri pesan ke Altair tentang wabah ini. Setelah itu sampaikan ke Kerajaan tetangga tentang wabah Cacar Beast yang terjadi di Kekaisaran Lion Heart." Lazarus memerintahkan.


"Baiklah, paman." Calista dan Rion pergi ke Kekaisaran Lion Heart bersama dengan Golden Phoenix Krisan.


Pasukan Lazarus kembali ke Regulus,. "Kalian semua harus menjaga jarak sejauh 200 meter dari pasukanku. Aku tidak ingin pasukanku tertular oleh cacar Beast."


"Baiklah." Duke Adrian menjawab.


...****************...


Pasukan Regulus dan semua orang sampai di sebuah Kota yang dilindungi oleh tembok putih besar dan kokoh. Meskipun banyak perkebunan herbal di luar gerbang, tetapi Kota ini terlihat seperti penjara putih di tengah perkebunan herbal.


Jane dan 800 anggota Aliansi The North sudah menunggu diluar kota, mereka memakai perlengkapan rapih disertai sarung tangan, penutup mulut dan pakaian tebal.


"Pasukan Regulus, ingatlah jangan menyentuh orang-orang yang terkena wabah dan pasukan Leandro!" Lazarus berteriak.


"Sesuai perintahmu." Semua pasukan Regulus berteriak.


Jane dan yang lainnya memandu semua orang masuk ke dalam Kota ke 13 yang dinamakan Kota Frost Unicorn.


"Adrian, Edgard ikutlah denganku karena seseorang ranah Legendary tidak akan tertular oleh wabah ini." Lazarus berkata seraya menyuruh Alyssa, Deviela, Iris dan yang lainnya memakai pakaian yang aman.


Mereka melihat kota yang sangat megah, meskipun tidak semegah Ibukota Regulus, atau Leandro. Namun kota ini sangat sepi dan tidak berpenghuni, Duke Adrian Leandro tidak mengetahui kapan Lazarus membangun kota yang mempunyai kapasitas lebih dari 100.000 orang.


"Kucing hitam, apakah Kota ini tidak berpenghuni dan berapa banyak uang yang kamu keluarkan untuk membangun Kota ini?" Duke Adrian bertanya.


"Aku mengeluarkan banyak uang untuk membangun kota ini dan tenang saja kamu tidak usah khawatir dengan pembayaran karena Altair sendiri yang akan membayarnya." Lazarus menjawab.


"Apakah termasuk dengan makanan?" Duke Adrian bertanya.


"Makanan tidak termasuk." Lazarus menjawab.


"Hahaha. Aku sangat menyukai kebaikanmu dan terima kasih karena kamu sudah menyelamatkan semua orang." Duke Adrian menepuk pundak Lazarus.


"Uhuk-uhuk terima kasih Grand Duke Lazarus Regulus." Viscount Albert berkata.


"Berapa hari Kota Sky Lion menderita wabah ini?" Lazarus bertanya.


"Awalnya Putriku Bella yang terkena penyakit ini 5 hari yang lalu setelah pulang dari Kerajaan Amazones." Viscount Albert menjawab.


"Grand Duke Lazarus, aku bertemu dengan seorang sahabat yang terkena penyakit kulit. Akan tetapi, aku tidak mengetahui dia terkena wabah Beast setelah memakan daging Beast rank tinggi yang sakit. Aku mengira itu adalah penyakit kulit biasa, tetapi setelah 3 hari aku merasa demam dan banyak bercak merah di tubuh serta wajahku. Bercak itu akhirnya menjadi bisul dan setelah bisul itu pecah bisul itu menjadi luka bernanah. Tubuhku semakin lemah hari ke hari, Ayah memanggilkan seseorang untuk mengobati ku dan orang itu memberiku obat. Akan tetapi, orang itu dan banyak pelayan mengalami penyakit yang sama dan penyakit mulai menyebar ke semua penduduk Kota Sky Lion hampir 1000 orang mati karena wabah ini." Bella seorang gadis cantik berambut biru dan mata hijau yang indah berkata.


"Tunggu, bukankah jumlah penduduk Kota Sky Lion adalah 7000 orang?" Duke Adrian bertanya.


"Sekarang hanya tersisa 6000 orang. Apabila Paman Adrian dan Grand Duke Regulus tidak membantu kami, maka kami semua akan mati." Viscount Albert menjawab.


"Masalah ini lebih besar dari apa yang aku kira." Lazarus berkata.


"Urs, apa maksudmu?" Bella bertanya.


"Kerajaan Amazones akan terkena wabah ini dan wabah ini sangat cepat untuk menular." Lazarus menjawab.


"Grand Duke, selamatkan Ibu dan Bibiku. Kamu pasti bisa menyelamatkannya." Bella menyentuh tangan Lazarus.


"Aku tidak bisa berjanji, tetapi aku akan menyelamatkan mereka." Lazarus menjawab.


"Iris, kirimkan Elise, Dion dan Soren pergi ke Kerajaan Amazones dan katakan kepada mereka untuk pergi ke Kota ketiga untuk mengobati wabah." Lazarus memerintahkan.


"Baiklah."


"Iris, tunggu!" Lazarus menghentikan Iris.


"Apa?"


"Katakan kepada semua prajurit Regulus untuk membersihkan diri mereka, Beast dan Artefak mereka di sungai berair deras sebelum pergi ke Ibukota Kekaisaran Lion Heart. Katakan untuk para wanita untuk membersihkan diri terlebih dahulu dan selanjutnya adalah para pria." Lazarus berkata.


"Sesuai perintahmu." Iris berkata, kemudian naik ke punggung Ice Fenrir White Fang.


Lazarus menghela nafas panjang.


"Terima kasih, Grand Duke Regulus aku pasti akan memberikan segalanya termasuk tubuhku kepadamu. Kamu tahu aku adalah salah satu dari 21 putri generasi ini dan terima kasih karena sudah menyelamatkan semua penduduk Kota Sky Lion." Bella menangis tersedu-sedu.


"Nona kecil cepatlah sembuh dan aku sudah 70 tahun. Aku lebih cocok menjadi Kakekmu daripada pasanganmu." Lazarus tersenyum.


Lazarus dan yang lainnya keluar dari ruangan Viscount Albert. Jane segera memberikan obat kepada Viscount Albert dan Bella .


"Tuan Urs, sangat baik. Albert, Bella sudah lama tidak bertemu." Jane melepaskan penutup wajahnya.


"Putri Jane Swallow!" Viscount Albert berkata.


"Tidak, namaku sekarang adalah Jane anggota Aliansi The North dan Istri dari Berdic Aquila." Jane tersenyum.