LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 199. Pria Licik I.



Pertarungan saat ini berjalan seimbang selama 18 menit. Namun Alyssa dan yang lainnya sangat terpojok saat melawan Acasha, Amara dan Beryl.


"Deviela, Lilian, Freya dan Cathrine, apakah kalian ingin menyerah? Kalian bukanlah lawanku." Amara berkata seraya menggenggam sebuah tombak Rank Mythical berwarna emas berukiran Ular.


Freya dan Lilian bangkit kembali, kemudian menatap kembali ke arah Amara dengan mata yang tajam.


"Aku tidak akan menyerah!!!" Freya memperkuat auranya, kemudian menyerang ke arah Amara.


"Banggg!" Senjata mereka beradu dengan keras dan menciptakan suara yang sangat nyaring.


Lilian dan Deviela saling melirik, kemudian menyerang Amara dari sisi kanan dan kiri. Namun Amara hanya tersenyum seraya menggunakan Skill tombaknya untuk menahan serangan mereka.


Cathrine menyelinap ke belakang punggung Amara, kemudian menusukkan Artefak Dagger rank Epiknya ke punggung Amara. Namun Acasha tiba-tiba menahan Dagger Cathrine dengan 2 jarinya, kemudian menendang perut Cathrine dengan keras sampai membentur Barrier.


"Cucuku Amara, bukankah mereka hanya mengukur waktu? Aku sudah mengajarkanmu berkali-kali agar tidak terlalu percaya diri saat bertarung dan selalu berhati-hati." Acasha terkekeh kecil.


Saat melihat Acasha. Lilian, Freya dan Deviela melompat ke belakang untuk memperluas jarak. Mereka mengetahui tidak akan menang, jika melawan Acasha dengan gegabah.


"Bagaimana dengan Feng Xueyin, Carissa dan yang lainnya?" Lilian bertanya.


"Apa maksudmu mereka?" Acasha menjawab seraya menunjuk ke arah sesuatu tempat.


Alyssa, Ainsley, Feng Xueyin, Carissa, dan Theresia berbaring di tanah dengan tubuh dipenuhi luka. Mereka dalam kondisi yang sama mengenakannya di banding Deviela, Lilian, Freya dan Cathrine.


"Aku harus mengakui, apabila kita di level yang sama. Mereka semua akan mempunyai kemampuan untuk menandingi ku." Acasha tersenyum halus.


Alyssa mencoba untuk berdiri di bantu oleh tongkat sihirnya. "Kami masih bisa bertarung!"


Setelah Alyssa mengatakan itu, semua wanita Lazarus mengeluarkan aura yang kuat. Seperti saat mereka berjuang untuk hidup dan mati.


Acasha melebarkan matanya, kemudian melirik ke arah Lazarus. Pertarungan ini hanyalah pertarungan biasa dan bukan duel kematian.


"Menarik!" Acasha dengan cepat berlari ke arah Lilian, Freya dan Deviela.


Dia memukul, dan menendang mereka dengan sangat keras sehingga mereka terlempar dan membentur Barrier. Lilian memuntahkan seteguk darah, kemudian bangkit kembali seraya menggenggam Auva.


Alyssa dan yang lainnya menggunakan Skill terkuatnya untuk menyerang Acasha. Namun Acasha dapat menahan dan menghindarinya dengan mudah.


"Ahhhhhhhkkk!" Freya berteriak dan menggunakan semua aura dan kekuatannya ke serangan terakhir.


"Water Wave!!"


Beryl menggunakan Skillnya dan menyerang Freya. Sebuah gelombang air yang besar menghantam tubuh Freya sehingga dia terlempar kembali menghantam Barrier.


Acasha melirik Beryl. "Terima kasih."


Acasha merasakan niat membunuh yang pekat dari serangan Freya dan dia secara tidak sadar ingin mengeluarkan Artefak Long Swordnya untuk memberikan serangan Fatal kepada Freya. Namun karena Beryl menyerang Freya, dia tidak jadi untuk menyerang Freya.


"Booom!"


Demon Emperor Chi You terlempar dengan sangat keras akibat serangan Reese, kemudian dia membentur lantai panggung Claudius sehingga panggung bergetar.


"Fufufu, kamu bisa bertahan selama 20 menit melawanku." Reese terkekeh kecil, kemudian terbang ke arah Adara untuk membantunya melawan Laurels.


"Skakmat!" Reese memegang bahu Laurels.


"Lig—"


Sebelum Laurels mengeluarkan Skill sihirnya, Reese membanting Laurels dengan kuat ke tanah sehingga Laurels pingsan tidak sadarkan diri.


Adara berlutut ke tanah, dia sudah terluka parah saat bertarung dengan Laurels. Apabila Reese tidak datang di waktu yang tepat, dia akan kalah saat bertarung dengan Laurels.


Adara dan Reese berjalan ke arah Acasha, Amara dan Beryl. Mereka mengetahui sudah memenangkan pertarungan ini.


Melihat Demon Emperor Chi You dan Leluhur High Elf Laurels sudah kalah. Freya dan yang lainnya bangkit kembali, dengan banyak luka di tubuh mereka. Bahkan gaun indah yang mereka pakai berdansa dengan Lazarus sudah berantakan.


"Giant Lightning Arrow!"


Diana menembakan anak panah yang dilapisi oleh petir ke arah Beryl, tetapi Amara menahan anak panah itu dengan tombaknya.


Diana berlutut karena kehabisan banyak mana, dia adalah seorang ranah Epik dan merupakan wanita Lazarus yang paling lemah.


"Lazarus, apa yang harus kita lakukan?" Iris yang berdiri di samping Lazarus bertanya.


Deborah yang berdiri di samping Iris tiba-tiba memukul tengkuk leher Iris dengan sangat pelan. Akan tetapi, Iris tiba-tiba merasakan matanya gelap dan jatuh pingsan ke tanah.


"Nyonya Deborah, bukankah kamu di pihak kita?"


"Hahaha. Lazarus, aku hanya mengatakan untuk menjagamu! Apabila seseorang menyelinap untuk mencuri kamu. Apakah tidak melihat semua wanita yang membelamu sudah kalah? Meskipun mereka masih mempunyai kekuatan bertarung, tetapi mereka akan mati. Apabila melanjutkan pertarungan. Aku hanya berpikir Realistis sebelum mereka terluka sangat parah dan sulit di sembuhkan kamu harus menyerah." Deborah berkata seraya melihat Freya dan yang lainnya bertarung dengan putus asa.


Lazarus tersenyum halus. "Duke Deborah, meskipun kamu adalah wanita yang kasar dan kejam. Namun kamu mempunyai hati yang sangat hangat dan memikirkan semua orang. Terima kasih karena kamu mengkhawatirkan Iris dan yang lainnya."


Semua orang berhenti bertarung.


"Urs, kita masih bisa bertarung!" Feng Xueyin berteriak.


"Dari awal kalian bukanlah lawan yang seimbang untuk Nyonya Acasha, Adara, Geraldine dan Reese. Akan tetapi, kalian sudah bertarung dengan hebat." Lazarus menjawab seraya tersenyum tulus.


"Duke Regulus, apakah kamu akan menyerah?" Deviela bertanya.


"Aku tidak menyerah! Aku akan menyelesaikan masalahku sendiri. Aku berterima kasih kepada kalian karena telah membelaku." Lazarus menjawab.


"Aldric, Ararik bukankah saatnya kalian mengirimkan semua yang terluka keluar dari panggung Claudius!" Deborah berteriak.


Sesaat kemudian Diana dan semua orang yang terluka di teleportasikan ke ruang pesta dansa untuk diobati.


"Urs!!!"


"Lazarus!"


"Duke!"


Freya, Lilian dan yang lainnya berteriak. Akan tetapi, mereka di teleportasi dengan paksa ke cabang kecil panggung Claudius yang berada di ruang pesta dansa.


Geraldine dengan tubuh penuh luka bakar yang melihat pertarungan di samping Red Dragon King Agni yang sedang mengamuk ditahan oleh Black Dragon King Magna dan Dragon King lainnya. Ikut di teleportasikan kembali ke ruang Pesta Dansa.


"Fufufu. Lazarus dan Deborah, apakah kalian akan menyerah? Kita hanya mempunyai waktu 20 menit sebelum pertunjukan bakat lainnya di mulai. Aku juga harus mengganti gaunku yang berantakan ini." Reese terkekeh kecil.


Deborah mengeluarkan sebuah Great Sword berwarna merah.


"Duke Deborah, apakah kamu yakin dapat menahan Reese dan yang lainnya selama 20 menit?"


"Aku bisa menahan Acasha dan Adara selama 20 menit. Namun, aku tidak dapat menahan Reese juga selama 20 menit."


Waktu terus berjalan Lazarus dan Deborah berjalan ke depan Reese dan yang lainnya.


Dengarlah Bisikan Dunia Perlihatkanlah Level dan Ranahku!!


Ranah: Epik


Level: 77


(Level Job Beast Master sesuai dengan level Beast terkuat Lazarus, Ignis yang melakukan Rebirth adalah Beast terkuat Lazarus saat ini dan mempunyai Level 75, kemudian Asterion, Darkness Crimson, White Fang, Zinovia level 74 dan 73. Note: Linwood belum menjadi Beast Kontrak Lazarus. Lazarus akan membuat kontrak dengan Linwood saat Job Beast Masternya mencapai ranah Legendary. Linwood sudah mencapai Ranah Legendary Beast awal berlevel 82."


Semua orang yang melihat Job dan Level Lazarus berteriak. Mereka tidak memercayai Lazarus hanyalah seorang ranah Epik berlevel 75, bukankah dia pernah mengeluarkan aura ranah Legendary saat membeli batu sedimen.


"Dengarlah Bisikan Dunia perlihatkan Job Black Smith, Ranah dan Levelku!!"


Job: Black Smith.


Ranah: Legendary.


Level: 89.


"Hahaha, dia adalah cucuku!! Apakah kalian melihatnya meskipun Job pertarungannya hanyalah ranah Epik, tetapi Job Black Smith miliknya sudah menembus ranah Legendary dan 2 level untuk menjadi Black Smith Ranah Mythical!!!" Galan berteriak saat melihat status Job Black Smith Lazarus dari mutiara pencitraan.


"Cih.. Galan, meskipun Lazarus ahli dalam Skill produksi! Akan tetapi, Job produksi tidak berguna dalam pertarungan. Aku semakin kesal saat melihat wajah cucumu sangat mirip dengan orang-orang yang pernah aku kenal di masa lalu." Seorang pria Demon berambut jingga kemerahan bertanduk merah menjawab, dia adalah Demon King Albert.


"Hahaha. Albert, bukankah kamu hidup sangat lama mengapa kamu masih belum menembus level 93 dan menjadi Demon Emperor!! Cucuku sangat mirip dengan Tuan Cesare dan Orion. Akan tetapi, dia tidak mesum seperti Tuan Cesare dan pecinta Beast seperti Orion!!"


"Galan! Bisakah kamu tidak mengungkit orang mesum dan pecinta Beast itu!!" Albert menjawab.


Semua orang di pesta dansa melebarkan matanya. Memang di Planet Antares banyak orang kuat yang sudah berusia puluhan ribu tahun. Akan tetapi, mereka semua mengetahui bahwa yang dimaksud Mantan Kaisar Galan adalah Pahlawan Cesare dan White King Orion.


"Tuan Galan, apakah Lazarus mirip dengan White King Orion?" Kaisar Erland bertanya.


"Saat aku melihat cucuku dalam bentuk Bangsawan Utara. Dia sangat mirip dengan White King Orion!! Aku berpikir Orion hidup kembali!! Aku juga curiga bahwa cucuku adalah Reinkarnasi Orion." Galan tertawa terbahak-bahak.


"Galan, aku setuju denganmu! Akan tetapi, semoga nasib cucumu tidak seperti nasib Orion." Seorang pria yang berasal dari ruang VIP barat berkata.


Galan tersenyum lebar. "Apakah kalian mengetahui bahwa cucuku mempunyai takdir bintang Utara. Dia akan melebihi Cesare dan Orion yang mempunyai takdir matahari yang tenggelam saat senja."


Semua orang terkejut dengan perkataan Galan.


"Fufufu. Apakah kamu yakin?" Agatha terkekeh kecil.


"Hahaha. Istriku aku sangat yakin!"


.