LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 270. Iris Dengan Para Dragon Pergi Ke Dragon Valley.



*Wilayah Regulus.


Sudah 2 hari sejak Red Dragon Ignis terbangun. Sekarang adalah saatnya Red Dragon Ignatius, Black Dragon Asterion, Red Dragon Ignis, White Dragon Aneira dan Gold Dragon Rhea pergi ke Dragon Valley.


Dragon Valley adalah tempat yang misterius yang diciptakan oleh para Dragon dan hanya Beast berdarah Dragon yang dapat memasukinya.


Semua orang tidak mengetahui dimana letak Dragon Valley karena pintu masuk Dragon Valley adalah pintu celah dimensi yang selalu berubah-ubah.


Note: Letak Spesifik Dragon Valley di tengah Pergunungan Frostin, tanah subur yang hanya dihuni oleh Beast Berdarah Dragon dan Beast yang membuat Dragon Valley adalah Ancient Violet Dragon.


Matahari sudah meninggi. Red Dragon Ignatius memandang ke langit untuk merasakan keberadaan pintu masuk ke Dragon Valley.


Pintu masuk Dragon Valley hanya bisa dirasakan dan dimasuki oleh Beast Dragon dan Beast berdarah Dragon. Pintu itu berjumlah 21 dan tersebar di 4 Benua, kemunculannya sangat acak dan terkadang pintu masuk itu muncul di dasar lautan.


Pintu masuk ke Dragon Valley hanya akan muncul selama satu minggu sebelum pintu itu menghilang dan muncul lagi di tempat lain secara acak.


"Ayah, apakah kamu menemukan pintu dimensi itu?" Asterion bertanya.


Ignatius menggelengkan kepala. "Aku belum menemukan pintu dimensi terdekat, tetapi aku menemukan satu pintu dimensi yang muncul di Kerajaan Blue Dragon."


"Apakah kita harus menculik Brass Dragon? Mereka selalu dapat merasakan pintu itu dengan mudah dan menggunakannya untuk bermigrasi." Asterion berkata.


"Tidak! Brass Dragon sangat ahli dalam menyembunyikan aura mereka. Aku mengenal 1 Brass Dragon yang tinggal di Pergunungan Helios, tetapi dia mati 3 tahun yang lalu karena usia tua." Ignatius menjawab.


...****************...


Ignis berjalan ke arah Ignatius di punggungnya terlihat Iris yang sudah bersiap-siap pergi ke Dragon Valley.


"Nyonya Iris, maafkan kami karena kamu harus ikut dengan kami ke Dragon Valley." Aneira berkata.


"Fufufu. Bukankah sudah kewajiban seorang istri untuk mewakili suami saat suaminya sedang tidak ada?" Iris terkekeh kecil.


Celestial memanjat ke kepala Red Dragon Ignatius. Dia penasaran apa yang sedang dilakukan oleh Ignatius.


"Paman, apa yang sedang kamu lakukan?" Celestial bertanya.


"Aku sedang merasakan pintu celah dimensi terdekat ke Dragon Valley." Red Dragon Ignatius menjawab.


"Celah Dimensi? Bukankah Celah dimensi terdekat berada di Pergunungan Helios?" Cakar kecil Celestial menunjuk ke arah langit.


"Apakah kamu bisa merasakan letaknya? Pergunungan Helios sangat dekat! Apabila kita pergi ke sana melewati Artefak Gate dimensi di Hutan White Tiger, kita dapat pergi ke sana 1 hari lagi." Red Dragon Ignatius tersenyum.


Celestial menciptakan celah dimensi menuju ke Pergunungan Helios. Dia kemudian menatap Iris yang memakai gaun dan baju hangat yang terbuat dari bulu Snow Lion.


"Nyonya Iris, bolehkah aku ikut dengan kalian ke Dragon Valley?" Celestial bertanya.


"Baiklah, Lime kamu juga ikut denganku." Iris menjawab.


Celestial dan Lime melompat ke bahu Iris, kemudian Iris dan para Dragon terbang memasuki celah dimensi itu.


"Freya, Diana dan yang lainnya saat aku tidak ada kalian harus menjaga wilayah Regulus."


"Baiklah, serahkan kepada kami." Deviela menjawab seraya mengendong Arion.


Iris dan kelompok 5 Dragon akhirnya memasuki celah dimensi itu, kemudian keluar di Pergunungan Helios.


...****************...


"Celestial, kamu benar! Meskipun celah dimensi ini mempunyai mana ruang yang rendah, tetapi ini memang salah satu pintu masuk ke Dragon Valley." Red Dragon Ignatius berkata.


"Apakah kita juga bisa masuk ke dalam celah dimensi itu? Bukankah, celah dimensi itu hanya dapat dimasuki oleh Dragon?" Celestial berkata.


Ignis menggigit jarinya, kemudian meneteskan darah itu ke Iris, Lime dan Celestial.


"Kunci masuknya adalah darah Dragon. Ras Humanoid dan Beast lain bisa memasuki Dragon Valley dengan darah Dragon atau Liong." Ignis berkata.


"Baiklah, mari masuk dan bertemu banyak teman lama." Red Dragon Ignatius melebarkan sayapnya, kemudian mereka memasuki pintu celah dimensi Dragon Valley.


...****************...


Mata Iris berbinar saat melihat pemandangan Dragon Valley yang dipenuhi oleh pohon-pohon hijau berdaun rindang. Bunga-bunga indah dan Beast kupu-kupu dan serangga indah.


Terlihat sungai berwarna biru seperti permata dikelilingi oleh gunung berapi, gunung yang hijau dan gunung salju. Seolah-olah berada di dalam mimpi dia belum pernah melihat pemandangan seindah ini seumur hidupnya.


Dragon Valley banyak diceritakan dalam buku kuno dan kisah para penyair. Sebuah surga bagi Beast Dragon dan tempat yang menyimpan banyak sekali harta karun.


Seorang Kaisar dari Kekaisaran Kuno bernama Chiron pernah pergi ke Dragon Valley dengan tidak sengaja dan mengisahkan kisahnya kepada dunia.


Ras Humanoid yang mendengar kisah Chiron mencari cara untuk pergi ke Dragon Valley, tetapi mereka mengetahui bahwa mustahil ke Dragon Valley kecuali seekor Dragon yang membawa mereka.


"Indahnya." Iris bergumam.


Mata Gold Dragon Rhea dan White Dragon Aneira berbinar. Mereka terpesona dengan keindahan Dragon Valley.


"Groooar!" Auman terdengar dari kejauhan.


Seekor Red Dragon gemuk dengan sisik merah dan tubuh mengembung dengan 2 sayap merahnya yang terlihat kecil karena tertutupi oleh lemak terbang ke arah kelompok mereka.


"Blaze?" Ignatius bergumam.


"Sahabatku Ignatius!" Red Dragon Blaze terbang sekuat tenaga, tetapi dia seperti terbang sangat pelan. Nafas Blaze terengah-engah, tetapi dia tetap terbang ke arah mereka dengan kedua sayap yang menopang tubuh gemuknya seperti bola.


"Kegemukan! Bagaimana seekor Dragon bisa mengalami kegemukan!!" Ignis berteriak, dia mengetahui dari Lazarus. Apabila seekor Dragon sangat rakus akan mengalami kegemukan dan sayapnya tidak bisa menopang berat tubuhnya.


Blaze mempunyai ukuran yang sama dengan Ignite, tetapi beratnya 3 kali Ignite karena lemak di badannya.


"Ignatius, aku menyerah!" Blaze berkata, kemudian terjatuh ke pepohonan karena dia sudah sangat kelelahan.


"Bang!"


"Blaze!!" Red Dragon Ignatius dan yang lainnya terbang ke arah Blaze. Mereka mengetahui dari suara jatuh Blaze, dia jatuh dengan sangat keras.


"Air!!" Blaze berkata seraya bernafas terengah-engah.


Aneira segera menggunakan Skill element esnya untuk menciptakan es, kemudian Blaze memakan es itu.


"Nona, apakah kamu sudah mempunyai pasangan?" Blaze bertanya seraya mencium tangan Aneira.


"Bajingan! Lepaskan tangan kotormu dari istriku!" Asterion berteriak, kemudian mencambuk tangan Blaze dengan ekornya.


Blaze tidak bergeming menerima serangan Asterion, kemudian melirik ke arah Asterion. Seketika dia teringat tentang Melanthios dan Heather saudari kembar Melanthios.


"Heather!!" Blaze ketakutan, kemudian tubuh gemuknya berguling-guling menjauh dari Asterion.


"Heather? Siapa dia?" Red Dragon Ignatius bertanya.


"Apakah Crossbreed Black Dragon itu adalah Putra Heather? Namun Heather belum mempunyai pasangan jadi tidak mungkin dia Putra Heather!" Blaze ketakutan, dia mengetahui Black Dragon Heather mempunyai sifat yang sama dengan saudari kembarnya Black Dragon Melanthios.


"Asterion dan Ignis adalah putraku dengan wanita bajingan itu Melanthios! Dua Dragon betina itu adalah Rhea dan Aneira menantuku. Blaze mengapa kamu ketakutan saat melihat Asterion? Bajingan Melanthios sudah mati beberapa dekade yang lalu!" Ignatius berteriak.


"Asterion, apakah kamu mengenal Heather?" Ignis bertanya.


"Black Dragon Heather adalah Bibi kita dan saudari kembar Ibu! Dia adalah calon Black Dragon King selanjutnya dan apakah kamu mengetahui mengapa Kakek Black Dragon Magna tidak membalas dendam kepada Master? Karena dia masih mempunyai pengganti Ibu." Asterion menjawab.


"Apaaaa!!" Red Dragon Ignatius gemetar ketakutan.


"Asterion, kemari lah!" Iris tersenyum.


Asterion mendekatkan kepalanya kepada Iris..


Iris menyentuh kepala Asterion kemudian berkata. "Apakah kamu dan Ignis lahir di waktu yang sama?"


"Nyonya Iris, kami lahir di waktu yang sama. Akan tetapi, kami menetas di waktu yang berbeda."


"Fufufu. Aku dan Altair adalah saudara kembar. Apabila seseorang yang terlahir kembar mempunyai keturunan, maka besar kemungkinan mereka juga akan melahirkan anak kembar. Seperti halnya Alastair dan Amarilis juga Icarus dan Calista, mereka adalah saudara kembar." Iris menjawab.


"Tidaaakkk! Apakah Heather berada di Dragon Valley?" Red Dragon Ignatius gemetar, dia mengetahui terkadang saudara kembar identik mempunyai sifat yang sama.


Tubuh Blaze gemetar. "Mengapa aku pergi ke tempat terpencil ini dan tidak bersama dengan para Dragon lain karena Heather berada di sini! Bajingan itu menantang semua Dragon jantan dan apabila dia menang, dia akan merampas semua Harta Dragon jantan yang kalah!! Dia sekarang ranah Mythical Beast berlevel 92 dan selevel lagi menjadi Beast King!! Bukan hanya itu seperti halnya Melanthios dia sangat kejam dan tirani!" Blaze berteriak.


Red Dragon Ignatius berlutut. "Aku harus pergi dari Dragon Valley! Apabila apa yang dikatakan olehmu benar, bisa dipastikan Heather mempunyai sifat yang sama dengan Melanthios."


"Ignatius! Apakah kamu lupa bahwa Dragon Valley mempunyai banyak pintu masuk, tetapi hanya ada satu pintu keluar?" Blaze berkeringat dingin.


Ignatius mengangguk.


"Heather bersarang di pintu masuk! Selain dia mempunyai sarang di Black Fire Mountain, dia juga membuat wilayah di sekitar pintu keluar menjadi teritorinya. Aku juga sudah terjebak di sini selama 1 tahun 2 bulan menunggu Heather untuk pergi." Blaze berteriak.


Red Dragon Ignatius mempunyai wajah yang pucat. Dia tidak ingin berhubungan lagi dengan Melanthios dan para kerabatnya.


Kejadian yang dialami oleh Ignatius bersama Melanthios di masa lalu. Mengakibat trauma yang mendalam untuk Ignatius.


"Srek, srekk."


"Siapa itu!!" Ignatius berteriak seraya melihat ke semak-semak yang rimbun.


"Ignatius, Blaze ini aku! Apakah kamu melupakanku karena telah ribuan tahun tidak bertemu?" Seekor Red Dragon jantan dengan tubuh sangat kurus memperlihatkan tulang rusuknya keluar dari semak-semak.


"Heros!!" Ignatius dan Blaze berteriak.


"Sahabatku! Lama tidak bertemu dan apakah kamu membawa seorang manusia? Tunggu, apakah kamu Iris?" Red Dragon Heros melirik ke arah Iris.


"Senang bertemu denganmu Lord Heros, terakhir kita bertemu adalah 37 tahun yang lalu di Magic Tower." Iris tersenyum, Heros adalah Guardian Beast Magic Tower.


"Heros mengapa kamu sangat kurus dan Blaze mengapa kamu sangat gemuk??" Ignatius bertanya.


"Cerita yang sangat panjang, aku sudah 5 tahun berada di Dragon Valley untuk mencari Material dan Herbal berharga, hingga akhirnya bajingan itu muncul Heather!! Dia menjadikan aku budak tambang untuk mencari Material berharga karena kalah saat bertarung dengannya dan tidak bisa membayar taruhan. Aku berhasil kabur dan bersembunyi darinya." Red Dragon Heros mengeluarkan api dari hidungnya.


"Lord Heros, bukankah kamu sudah kurus sejak kita bertemu dahulu?" Iris bertanya.


"Hahaha. Aku terlalu terobsesi dengan pengetahuan ras humanoid sehingga aku kurang makan dan Blaze mengapa kamu menjadi gemuk?" Red Dragon Heros bertanya.


"Apakah kamu mengetahui tentang Red Dragon Alina? Saat aku melamarnya, dia pergi meninggalkan aku tanpa memberi jawaban. Aku sangat putus asa dan melampiaskan rasa putus asaku dengan makanan." Red Dragon Blaze menjawab.


Red Dragon Ignatius mengeluarkan aura ranah Mythical. Mereka bertiga dikenal sebagai 3 Great Red Dragon di masa lalu, tetapi sekarang mereka seperti seekor Dragon yang kehilangan taringnya.


"Bajingan! Melanthios sudah menginjak harga diriku, setelah itu aku dikejar oleh para Dwarf selama ribuan tahun!! Aku bersembunyi seperti tikus, begitupun kalian! Kita harus berubah, Heros kamu dahulu adalah seekor Red Dragon terlicik dan terpintar. Aku dulu adalah seekor Red Dragon paling berani dan kejam, sedangkan Blaze adalah Red Dragon yang paling perkasa! Dia mempunyai otot yang sangat kekar dan sekarang kita sangat berubah!" Ignatius menggertakan giginya.


"Bajingan! Aku teringat masa lalu! Mengapa kita menjadi sampah seperti ini!!" Blaze menggertakan gigi, kemudian mengeluarkan api dari hidungnya.


"Kekeke. Bajingan! Ignatius kamu mengingatkanku tentang masa lalu, mengapa kita yang diberi gelar "Three Red Calamity" Di zaman kelima bisa jatuh serendah ini!" Api di hati Red Dragon Heros yang sudah padam mulai membara lagi.


"Tunggu, apakah kalian tidak seperti ini di masa lalu?" Ignis bertanya.


Heros mengeluarkan sebuah lukisan raksasa dari Artefak penyimpanannya.


"Kami adalah Legenda di Zaman kelima. Three Red Calamity. Aku masih membawa sisa kejayaan kami di masa lalu, dulu kami menculik banyak seniman ras humanoid untuk melukis gambar kami bertiga dan gambar ini 98% mirip dengan kami di masa lalu." Red Dragon Heros membuka lukisan itu.


"Apaaa!!" Asterion dan yang lainnya berteriak.


Ignatius di masa lalu tidak berbeda dari sekarang, tetapi Ignatius yang sekarang mempunyai banyak bekas luka. Heros mempunyai tubuh kekar dan berotot, dia juga terlihat sangat tampan dan Blaze mempunyai otot yang Abnormal, semua orang dan Dragon pasti mengetahui bahwa Blaze adalah Red Dragon yang sangat kuat dengan tubuh besar yang berotot.


" Aku mempunyai Syndrom Super Dragon. Stats strength, defense dan vitality milikku lebih tinggi dari Dragon normal, tetapi kuantitas manaku lebih sedikit dari kebanyakan Dragon. Heros mempunyai tubuh seperti kebanyakan Red Dragon normal, tetapi kuantitas mananya sangat besar dan dia sangat cerdas. Sedangkan Ignatius mempunyai semua aspek yang seimbang entah itu kecerdasan, kekuatan, insting bertarung dan kuantitas mana, tetapi dia sangatlah kejam. Kami bertiga saling melengkapi dan saat kami bertarung bersama kami tidak terkalahkan." Blaze menarik nafas dalam-dalam.


"Kami sudah mencari Ignatius di Pergunungan Helios, tetapi Ignatius mengirimkan pesan agar kita tidak mencarinya karena dia ingin melindungi kami dari para Dwarf." Heros menjawab.


"Namun sekarang sudah berbeda! Ignatius sekarang sudah menembus ranah Mythical Beast dengan 4 Dragon beserta kami berdua! Kami bisa mengalahkan Heather dan para pengikutnya." Blaze berkata.


"Hahaha. Sudah lama aku tidak mengamuk." Red Dragon Heros tertawa.


"Siapa yang bilang kita akan melawan Heather?" Ignatius bertanya.


"Apa maksudmu?"


"Aku ingin menggunakan Asterion untuk mengulur waktu dan kita harus menyelinap diam-diam untuk pergi dari Dragon Valley." Ignatius menjawab.


"...."