LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 218. Penantang Lazarus.



Seseorang pria Elf tampan berambut putih panjang dan mata biru berlari ke arah Lazarus. Dia memakai sebuah jubah berwarna putih salju dan membawa Artefak Magic Staff.


"Pangeran Urs, perkenalkan namaku Marquis Ariel White Forest. Aku adalah pengawal pribadi Tuan Galan." Ariel berlutut.


"Tuan Ariel, apa yang terjadi?"


"Tuan Galan, ingin kamu dan Saint Iris pergi ke tempatnya dan bolehkah aku bertanya?"


"Kamu boleh bertanya."


"Apakah kamu menyadari? Kamu dan Saint Iris seperti seekor kelinci yang berada di kawanan harimau. Kaisar Emil, Tuan Serkan, Nyonya Alika dan Beast King Selene. Apabila kalian berani memanfaatkan Pangeran Urs, aku sendiri yang akan membunuh kalian! Meskipun konsekuensinya Baxia akan membunuhku!" Ariel mengeluarkan aura membunuh yang kuat.


Lazarus dan Iris merasakan mereka berhadapan dengan keberadaan yang tidak seharusnya mereka singgung. Namun saat Lazarus melihat Ariel menggunakan Eye Of Divine Beast Master, dia hanyalah seseorang ranah Mythical dengan level 93.


"Tenang saja! Aku tidak akan menyentuh sehelai rambut pun Lazarus dan Iris, aku bersumpah atas nama Dewi Electra!"


"Hahaha. Ariel, apakah seseorang sekuat dirimu terdampar di alam bawah? Semua pengikutmu mencarimu, meskipun kamu baru berusia 725 tahun. Namun kamu sudah berada ditingkatan yang sangat mengerikan!" Serkan berkata.


"Ariel?" Alika mundur 2 langkah ke belakang.


"Alika, semua itu sudah masa lalu! Apakah ayahmu baik-baik saja?"


"Aku sudah lama tidak bertemu dengannya, tetapi dia baik-baik saja."


"Emil, Serkan, Alika, kalian harus mengingat aturan Baxia! Apabila kalian berani mencampuri urusan Planet Antares, sesuatu yang mengerikan akan terjadi pada kalian."


"Hahaha. Tenang saja! Aku tidak mencampuri urusan ras humanoid dan Beast di planet Antares. Aku juga tidak akan berani untuk berbuat jahat kepada Lazarus karena aku berhutang Budi padanya." Serkan berkata seraya menggenggam erat tangan Selene.


Ariel menghela nafas panjang. "Pangeran Urs, Saint Iris kalian harus merahasiakan apa yang kalian ketahui. Apabila kalian berurusan dengan orang dan Beast yang berasal dari alam atas kalian harus mengatakannya kepadaku atau Emil."


"Baiklah Tuan Ariel, aku dan Lazarus akan berjanji atas nama Saint Dewi Cahaya Electra, kami tidak akan mengatakannya kepada siapapun." Iris membungkuk.


...****************...


Lazarus dan Iris pergi bersama Ariel ke tempat Galan. Mereka menjadi pusat perhatian karena di samping kanan dan kiri Lazarus berada 2 Legendary Beast muda yang sangat indah.


Seekor harimau jantan berbulu emas dan bergaris emas tua, dengan tubuh yang kekar dan sepasang sayap burung emas yang indah melihat ke arah kanan dengan mata emas yang tajam. Dia seperti seorang penjaga yang mengawasi Lazarus dan Iris.


Seekor singa jantan berbulu putih dan bersurai lebat, dengan tubuh kekar dan sepasang sayap burung berwarna putih yang indah melihat ke arah kiri dengan mata perak yang tajam. Dia menggeram ke arah para pria yang melihat Iris dengan pandangan kagum dan terpesona.


"Ariel, sejak kapan kamu menjadi pengawal Kakek?"


Ariel menyentuh dagunya. "Tuan Galan, menyelamatkan aku saat sekarat dan tidak menanyakan siapa dan darimana asalku. Mungkin sekitar 33 tahun lalu saat aku berusia 692 tahun lebih karena kalah saat bertarung di alam atas."


"Apakah kamu seorang High Elf? Apakah Kakek mengetahui kamu berasal dari Planet Auriga?" Iris bertanya.


"Hahaha. Semua orang tidak mengetahui aku berasal dari alam atas, tetapi mereka hanya mengetahui bahwa aku berasal dari Klan Elf Snow Forest. Pangeran Urs dan Saint Iris rahasiakan itu semua dari Tuan Galan, sekarang aku hanyalah seorang pria yang bersumpah setia menjadi pelayan Tuan Galan, sampai dia bisa pergi ke alam atas." Ariel menyipitkan satu matannya, kemudian menggerakkan 1 jari telunjuk ke mulutnya.


"Baiklah kami berjanji! Golden Fang dan Regulus, kalian berdua juga tidak boleh membocorkan masalah ini."


"Kami bersumpah atas nama Dewa Nemea The Great!"


Apabila di perhatikan lebih rinci tempat pertarungan ini seperti sebuah Colosseum besar yang pernah Lazarus lihat dalam film dan buku.


"Hahaha. Cucuku kemari lah!" Galan tertawa, yang duduk di sampingnya adalah Ibu Suri Agatha, Kaisar Alcander dan Permaisuri Roselia Boreas. Di pangkuannya seorang bayi laki-laki berusia sekitar 6 bulan duduk dengan tenang melihat pertarungan.


"Namanya adalah Arka Boreas, dia adalah cicitku dan keponakanmu. Dia mempunyai wajah yang mirip dengan Ayahmu mata biru dan tampang serius itu." Galan tertawa.


Bayi Arka melirik ke arah Lazarus, dia sadar bahwa pria yang berada dihadapan Arka adalah putranya.


"Apakah kamu mau menggendongnya?" Permaisuri Roselia bertanya.


"Cih.. Arka tidak ingin di gendong oleh orang asing selain Roselia, Jasmine, Mangrove, Nenek dan Guin bahkan dia menolak untuk aku gendong." Alcander menoleh ke arah Lazarus. Saat Alcander melihat Arka tertawa dalam gendongan Lazarus seraya mengusapkan wajahnya ke wajah Lazarus, dia sangat terkejut.


"Cebol, apa yang kamu maksud? Arka adalah anak yang sangat baik." Lazarus tersenyum seraya berjalan ke tempat duduk di samping Galan. Regulus dan Golden Fang duduk di samping kanan dan kiri Lazarus.


"Roselia! Bagaimana, mungkin Arka tidak menolak berada di gendongan Lazarus?"


Roselia melebarkan matanya. "Aku tidak mengetahuinya! Bahkan saat kamu dan Kakek Galan ingin mengendong ya, dia selalu menangis!"


"Roselia, apakah kamu mempunyai hubungan dengan Lazarus sebelumnya?"


"Alcander, aku dan Lazarus pertama kali bertemu saat pesta dansa! Apakah kamu berpikir Lazarus adalah Ayah kandungnya? Apabila benar Lazarus adalah ayah kandung Arka, aku akan dengan senang hati meninggalkanmu." Roselia tersenyum.


Iris melirik Roselia dengan mata merah yang tajam. Roselia merasakan semua bulu kuduknya merinding saat Iris menatap ke arah Roselia.


"Kakek, apakah Master Heath menang?" Lazarus bertanya.


"Heath sudah dipastikan dapat mengalahkan Arang, tetapi Arang juga menunjukan penampilan yang sangat bagus." Galan menjawab.


Seorang pria berambut merah panjang berjalan ke Arena biru, seraya menggenggam sebuah tombak berwarna merah dengan ujung bilah.


"Namaku Tyr!! Urs The North, kita sudah berjanji untuk bertarung, aku ingin bertarung denganmu dan melihat siapa yang lebih kuat diantara kita!!" Tyr berteriak menggunakan Artefak pengeras suara.


Lazarus mengingat tentang Tyr yang menantangnya sebelum perang di Kerajaan Pendragon. Tyr adalah seorang pria yang sangat mencintai Freya dan ingin bertarung dengan Lazarus untuk mengetahui seberapa kuat pria yang dipilih oleh Freya.


Berbeda dengan 3 tahun lalu sekarang Tyr mempunyai tubuh yang sangat kekar dan Artefak yang dia gunakan juga adalah Artefak dengan material terbaik. Armor kulit berwarna merah yang terbuat dari bulu Legendary Beast Crimson Bear dan tombak Rank Legendary yang dibuat menggunakan Material tulang Crimson Bear.


"Cucuku, apakah kamu mengenal pemuda itu?"


"Aku berjanji kepadanya untuk berduel 3 tahun lagi dan sebagai seorang pria aku harus menepati janjiku." Lazarus menjawab seraya mengeluarkan Artefak Long Sword Black Dragon Sword Rank Legendary, dia kemudian mengaliri mananya dan Artefak itu berubah menjadi sebuah tombak berwarna hitam legam.


"Tunggu! Mengapa Artefak itu bisa berubah menjadi Artefak senjata lain? Bukankah hanya Holy Sword Excalibur, Demon Sword Dainsleif dan Guardian Darkness Sword Garm yang bisa berubah bentuk menjadi berbagai senjata?"


"Kakek Black Dragon Soul hanya bisa berubah menjadi Great Sword, Long Sword, Short Sword, Spear dan Dagger. Artefak ini baru setengah jadi dan belum di sempurnakan." Lazarus menjawab.


"Iris, jaga Arka untukku, aku akan bertarung dengan Tyr."


Iris mengendong Tyr ke pangkuannya. "Berhati-hatilah, Tyr sekarang sangat kuat! Dia sudah menembus ranah Legendary dan mengalahkan Legendary Beast Ancient Crimson Bear sendirian."


"Baiklah, aku akan berhati-hati." Lazarus tersenyum lebar, kemudian pergi ke arah Tyr yang menunggu di arena biru.