
"Altair, apakah kamu membutuhkan bantuan menahan pasukan Artileri Dark Beastman Red Ogre di sana?" Carissa bertanya menggunakan Artefak komunikasi seraya membekukan Demon dan Dark Beastman yang berada di sana.
"Carissa, aku dan Namean masih bisa menahannya. Bagaimana, kondisi tuan Ellar dan Kaisar Cyril?" Altair bertanya seraya mengayunkan tombak emas miliknya di atas punggung Namean.
"Kaisar Cyril sedang bertarung dengan Demon King Ars, kurasa mereka seimbang. Namun, setengah wilayah Zander sudah hancur akibat perang ini! Menurut Ketua Red Tower Cynderyn butuh waktu 2 hari untuk sisa pasukan bantuan datang. Sungguh keajaiban Raja Arden dan semua pasukan aliansi dapat bertahan sampai saat ini."
Medan perang penuh dengan mayat Beast, pasukan aliansi gabungan, Dark Beastman dan Demon.
"Almer, kamu pengkhianat kejam!" Leonardo berteriak.
"Hahaha. Wakil Ketua aku sudah lama menjadi anggota Guild Perjalanan Aquila, tatapi kalian tidak memberikan posisi eksekutif kepadaku! Aku ingin sekali membantai semua anggota Guild Perjalanan Aquila." Almer tertawa terbahak-bahak meskipun dia sudah tidak mempunyai tangan dan kaki.
"Baiklah, aku akan menunggumu kamu di Abyss!" Leonardo menerjang ke arah Almer, kemudian memotong tubuh Almer menjadi dua menggunakan Great Sword besarnya, sesaat kemudian Leonardo berlutut karena banyak sekali luka di tubuhnya.
Pasukan Demon yang berada di sana berlari ke arah Leonardo. Mereka, ingin segera membunuh Leonardo karena dia akan menjadi penghalang besar pasukan Demon.
"Hahaha. Apakah aku akan mati di sini?" Leonardo bergumam.
Leonardo berusaha berdiri bersandar di pedang Claymore besarnya pasrah menerima kematian.
"Kemari! Cabik tubuhku! Apabila aku hidup aku yang akan mencabik kalian semua!" Leonardo tersenyum lebar.
"Cathrine, maafkan ayah tidak sempat mengucapkan selamat tinggal," batin Leonardo.
"Silver Dragon Sword Art, gaya terakhir Silver Dragon Rage Of The West."
Gelombang Cahaya putih berbentuk bilah pedang besar menghantam pasukan Demon dan Dark Beastman. Semua pasukan Demon terluka dan mati akibat terkena serangan itu.
Seorang pria berambut coklat, menatap tajam ke arah pasukan Demon seolah-olah Seekor Mythical Ancient Beast yang sedang menatap mangsanya. Pria itu berjalan ke arah tuan Leonardo untuk membantunya.
"Rion!" Leonardo berteriak.
"Wakil Ketua, maafkan aku karena terlambat!" Rion berkata.
"Fire Storm, Ice Storm, Water Storm, Sand Storm, Lightning Storm!"
Seorang wanita cantik berambut coklat perunggu dengan iris mata ungu menggunakan Skill sihirnya, tercipta pusaran besar yang terbuat dari lima element berbeda yang menerjang ke arah pasukan Demon.
"Elise! Apakah kamu sudah sembuh!" Wakil ketua Leonardo berteriak.
Wanita cantik itu adalah Five Element Magician Elise. Dia, adalah istri dari Rion dan merupakan Magician ranah Legendary.
"Tuan Leonardo, aku sudah sembuh! Nyonya Adaline juga pergi bersama kami!" Elise menunjuk ke arah pasukan Demon yang tidak jauh dari sana.
Cathrine, Easter bersama seorang Wanita Beastman kucing hitam membantai banyak sekali pasukan Demon menggunakan Artefak pedang rantai dan sabit besar dengan bilah berwarna perak dan gagang berwarna hitam.
"Cathrine, bagaimana kamu menjadi begitu kuat?" Adaline bertanya.
"Ibu, aku menyukai seorang pria nyaww.. Aku tidak ingin menjadi bebannya nyaww.. aku harus menjadi lebih kuat untuk melindunginya nyaww.." Cathrine menjawab.
"Baiklah, aku akan mengajarkan Skill rank S milikku." Adaline tersenyum.
Di sekitar Adaline tercipta 10 bayangan berbentuk seperti dirinya. Bayangan itu kemudian menyerang ke arah para pasukan Demon.
"Nama Skillnya adalah Shadow Soldier kamu dapat menggunakannya apabila kamu sudah dapat mengendalikan Aura element kegelapan dengan baik." Adaline berkata.
Cathrine mencoba untuk meniru apa yang dilakukan oleh ibunya, dia kemudian dapat membuat dua bayangan seperti dirinya. Namun, mana Cathrine terhisap dengan sangat cepat.
"Aku telah melahirkan seorang monster!" batin Adaline.
Pertempuran menjadi sangat sengit banyak korban berjatuhan di kedua pihak. Pasukan Demon terus berdatangan dari celah dimensi. Pasukan gabungan semakin terdesak.
"Percayalah kepada rencana Urs, dia sudah memperkirakan ini semua."
"Arden, apakah kamu berada di sana? Ini aku Vulcan pasukan Kerajaan Terra sudah tiba untuk membantu!"
"Apaaa! Tuan Vulcan, terima kasih telah membantu, tetapi mengapa kalian bisa datang secepat ini!"
"Putra Mahkota sedang berada di Kerajaan Pendragon, kami mendapatkan sinyal bahaya dari Putra Mahkota. Kami pergi ke sini dengan menggunakan Artefak dimensi!"
"Arden, apakah kamu di sana? Bagaimana, kondisi medan perang! Aku Layton, bersama Sarion, Hugo, Violetta, Braham, Adrian dan Marcus beserta ratusan ribu pasukan gabungan sudah hampir sampai di Medan perang!"
"Bagaimana, kalian bisa datang secepat ini?"
"Kami dihubungi oleh Gold Dragon Evanthe sebelumnya lewat Epik Beast Griffin... kami sudah berhutang banyak kepada Evanthe kami akan membantu, Kerajaan Pendragon dan Kekaisaran Avalon untuk menghadapi krisis!"
Luas celah dimensi semakin lebar.. 10 orang Demon Rank tinggi keluar dari celah dimensi.
"Apakah Kerajaan Pendragon dan Kekaisaran Avalon masih belum hancur ? Padahal kita sudah mengirimkan lebih dari 20 Demon Rank tinggi ranah Legendary dan 3 orang Demon rank 10. Bagaimana, pasukan gabungan Kerajaan Nightmare, Kerajaan Nebula dan Kekaisaran Black Desert tidak dapat mengalahkan mereka dengan cepat!" Seorang Demon kekar dengan empat tangan berkata.
"Lars, aku berpikir sudah ada seseorang mengetahui rencana kita."
"Bagaimana, mungkin rencana ini diketahui oleh para manusia! Kecuali,..."
"Hahaha, Apakah Kekaisaran Black Desert, Kerajaan Nebula dan Kerajaan Nightmare yang merencanakan ini semua?" Sebastian keluar dari bawah bayang-bayang.
"Demon King Sebas!" Lars berteriak.
Sebas tidak menjawabnya dia kemudian mengeluarkan peluru dan menembakkannya ke arah kepala Lars. Kepala Lars hancur seperti buah yang jatuh dari ketinggian. Akan tetapi, kepala Lars yang hancur perlahan beregenerasi.
"Bajingan! Jangan panggil aku Demon King! Tugasku, di sini sudah selesai! Katakan kepada yang lainnya untuk tidak membunuh Wanita berambut Silver dan mata biru, pria berambut hitam dan bermata biru, serta semua temanku. Aku tidak akan menghentikan kalian untuk berperang! Medan perang ini akan menjadi panggung lahirnya pahlawan.. Hahaha.. Sudah lama setelah kematian sahabatku Lazarus, aku tidak sebahagia ini!" Sebastian tertawa terbahak-bahak.
"Sesuai perintahmu, tuan!"
Sebastian melirik ke arah dua demon muda yang mempunyai ranah Epik. Gadis muda itu membawa sebuah sabit lebih besar dari tubuhnya sedangkan sang pria Demon muda itu membawa pedang Claymore besar dipunggung nya.
"Berhenti!" Sebastian berkata.
Gadis muda dan pria muda ras Demon itu melihat Sebastian dengan tatapan tidak senang.
"Apakah kamu Karl dan Clara? Karl The Silent Night sang pewaris Artefak Rank Mythical Demon Sword Dainsleif dan Clara The Black Rose Princess."
"Kakak bajingan! Apakah kamu sudah lupa pada adikmu sendiri?" Karl dan Fern bertanya.
"Adikku?"
Karl dan Clara mengangguk.
"Aku sudah menerima kabar bahwa aku mempunyai dua orang adik kembar? Mengapa, kalian ikut berperang! Kekaisaran Moonlight beserta sekutunya harus tetap netral!" Sebastian menyentuh bahu kedua adiknya dia sudah lama tidak pulang Kekaisaran Moon Light.
"Bajingan Karl mencuri uang ayah sebanyak 900 Juta Koin Emas, untuk membeli sebuah Artefak rank Legendary! Ayah yang marah menyuruh Karl untuk menjadi Petualang Demon! Aku di suruh untuk mengawasinya!" Clara menjawab seraya melirik ke arah Karl dengan iris mata biru yang tajam.
"Clara, Artefak adalah sebuah seni! Aku bahkan dapat mempertaruhkan hidupku untuk Artefak rank Legendary."
Sebastian menyentuh keningnya melihat tingkah kedua adik kembarnya.
"Mari kita bertiga memperhatikan Medan perang dari samping! Melihat kondisi medan pertempuran aku yakin ayah sebentar lagi datang! Apabila ayah melihat kalian di sini? Apakah kalian sudah menebak apa yang akan ayah lakukan! Aku sudah lama bersama ayah dan mengalami siksaan itu."
Tubuh Karl dan Clara bergetar.
"Kakak, kami akan menunggu di sini bersamamu!" Karl dan Clara menjawab.