
Lazarus sudah menjual semua material dan herbal, hanya membutuhkan waktu kurang dari 2 jam untuk menjual semua material dan herbal.
Meskipun Lazarus masih menyimpan sebagian besar material dan herbal. Namun, Alyssa melarang dia untuk menjual semuanya, karena akan membuat masalah besar di kemudian hari.
Material dan herbal langka yang mempunyai Rank Rare dan diatasnya, sangat berharga. Bahkan, di Kerajaan Yggdrasil.
"Pria muda, apakah kau masih mempunyai material dan herbal lagi? Aku akan membeli semuanya." Kakek Hugo bertanya.
"Kakek Hugo, untuk saat ini aku hanya menjual sedikit material dan herbal, tetapi apabila kita bertemu lagi, aku akan menjual banyak material dan herbal berkualitas tinggi pada kakek Hugo." Lazarus tersenyum tulus.
Sebenarnya Lazarus masih mempunyai banyak material dan herbal yang lebih langka dan berharga. Namun, dia tidak ingin menjualnya untuk sekarang karena akan ada banyak pertanyaan dari Kakek Hugo.
Meskipun, Kakek Hugo terlihat baik, apabila dia menanyakan darimana Lazarus mendapatkan semua material dan herbal itu? Dengan paksaan, dan Lazarus menjawabnya dengan jujur. Lazarus takut, Kakek Hugo mengetahui Skill Imun Rank S miliknya dan memanfaatkannya, untuk mencari material di Hutan Eternal Poison.
"Hahaha.. Anak muda, sebenarnya aku juga ingin mengetahui rahasia yang kamu miliki. Namun, aku harus menyelesaikan sebuah masalah terlebih dahulu." Kakek Hugo tersenyum.
Kakek Hugo, tahu Lazarus sangat berhati-hati padanya. Kebanyakan orang selalu ceroboh apalagi di depan orang yang berkuasa, tetapi Lazarus dapat tetap tenang saat berada di depan Kakek Hugo.
Saat Kakek Hugo, mengatakan itu, Alyssa dan Freya. Menjadi lebih waspada, mereka tidak ingin Kakek Hugo melakukan sesuatu yang buruk pada Lazarus.
Melihat Freya dan Alyssa, mengumpulkan mananya, Kakek Hugo tersenyum. Kemudian membayar semua herbal dan material yang dia beli dan berpamitan pada Lazarus.
'Menarik, cucu perempuan Vidar, putri ketiga Legolas, dan putri ke tujuh Cyril, dekat dengan seorang pria seperti itu.. Tetapi, siapa pria itu, Urs The North? Aku belum pernah mendengarnya! Apabila aku masih muda aku ingin ikut berpetualang dengannya.' batin Kakek Hugo.
"Urs, berapa yang telah kamu dapatkan?" Gil bertanya.
"Gil, aku mendapatkan 387,000 Koin emas. Terima Kasih kalian berdua telah membantuku" Lazarus tersenyum cerah.
"Tuan Urs, kamu sangat kaya." Gale melihat wajah Urs dengan mata berbinar.
Lazarus kemudian mengeluarkan Artefak Belati Darkness Lion Rank Unique, dari Cincin Draupnir. Belati, dengan sarung dan gagang berwarna hitam dengan gradasi ungu, terlihat sangat indah.
"Gale, aku akan memberikan Artefak belati ini untukmu." Lazarus memberikan belati itu kepada Gale.
Gale menerimanya, saat Gale mengeluarkan Belati itu dari sarungnya, dia menatap dan memperhatikan belati itu dengan tatapan tajam.
'Bilah hitam keunguan ini terbuat dari taring Epik Beast Darkness Lion, dan Logam Orichalcum Rank Unique. Bahkan, belati ini lebih bagus dari belati Shadow Fox yang aku punya.' batin Gale.
"Terima kasih.. Tuan Urs." Gale berterima kasih kepada Lazarus.
Lazarus mengetahui Gale dan Gil, mempunyai hubungan dengan Keluarga Bangsawan di Kekaisaran Avalon, dia sengaja memberikan Gale belati untuk membuat hubungan baik dengan Gale dan Gil.
Lazarus dan kelompoknya berpamitan kepada Gale dan Gil. Sesudah Lazarus pergi Gale dan Gil mengobrol tentang apa yang baru saja terjadi.
"Richard, apa penilaian kamu tentang Urs?" Gil bertanya.
"Grace, Tuan Urs adalah pria yang baik, aku berpikir dia berasal dari Kekaisaran Lion Heart, dan mempunyai garis darah Kerajaan Zircon. Namun, aku berpikir dia sudah mengetahui penyamaran kita." Gale Aka Richard menjawab.
"Bajingan! Kamu yang telah membongkar penyamaran kita!" Grace memukul perut Richard dengan kuat.
Grace Von Avalon dan Richard Von Avalon anak Ke 7 dan 12, Kaisar Cyril Von Avalon.
'Urs, apabila para Dewa mengizinkan kita berdua akan bertemu lagi.' batin Grace.
...****************...
"Tuan Urs, aku dan Snow akan pergi ke kereta terlebih dahulu." Eleanor berkata seraya tersenyum lembut.
Eleanor ingin memberikan waktu untuk Lazarus berkencan.
"Baiklah, kita akan segera menyusul kamu.. Aku juga akan memberikan sesuatu yang bagus untukmu." Lazarus menjawab.
Eleanor tersenyum. Kemudian dengan menaiki punggung Snow dia kembali ke Kereta.
'Master, cepat belikan aku minuman keras!'
'Ignis, Apakah Asterion dan Golden Fang baik-baik saja?'
'Master, mereka baik-baik saja, setelah menembus ranah Demon Beast, mereka ingin segera membuat kontrak dengan master. Aku, Asterion dan Golden Fang ingin keluar dari Cincin Draupnir.'
'Aku akan mencari tempat yang aman untuk, kalian bertiga merentangkan sayap kalian setelah ini. Apakah Artefak penyimpanan yang aku berikan sudah penuh?'
'Master, apa maksudmu tempat pembuangan kotoran? Aku rasa tempat pembuangan kotoran telah penuh! Aku ingin segera membuangnya! Aku takut karena terlalu lama, kantung ini akan bocor, dan Cincin Draupnir berbau busuk.' Ignis ketakutan.
'Baiklah, tunggu aku sebentar lagi.'
"Urs, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?" Eleanor bertanya.
"Untuk saat ini kita harus mencari Black Smith. Aku ingin membuat Artefak untuk Freya." Lazarus berkata.
Meskipun banyak Artefak kapak di dalam Cincin Draupnir. Namun, hanya sedikit kapak seperti kapak perang besar, yang digunakan oleh Freya, Bahkan, Rank kapak itu hanyalah Rank Elite sampai Rare. Sedangkan Lazarus tidak berani mengambil Artefak kapak perang Rank Epik karena jumlahnya yang sedikit.
Tidak seperti Belati White Dragon dan Tombak White Dragon, di Cincin Draupnir yang memiliki puluhan bahkan ratusan Artefak seperti itu.
Lazarus, juga ingin mencoba untuk membuat Artefak menggunakan salinan cetak biru para Dwarf. Selama sebulan perjalanan ini, selain berlatih menggunakan Skill tombak yang diberikan oleh Duke Adrian, dia juga menyalin beberapa salinan cetak biru Artefak milik para Dwarf.
"Urs, apakah kamu ingin membuat Artefak untukku?" Freya melihat Lazarus dengan mata berbinar.
Lazarus mengangguk.
"Terima kasih.." Freya tersenyum.
"Cih.. Apakah semua pria sama? Mereka, hanya mementingkan satu orang! Aku tidak mempunyai tongkat sihir!!" Alyssa berkata dengan nada kesal.
"Alyssa, kamu tetap menyimpan cabang pohon Yggdrasil, dan belum membuat tongkat sihir.. Kamu juga mempunyai Permata Light Of Forest, aku berpikir untuk membuat Artefak untukmu juga." Lazarus menjawab.
"Apa, tetapi semua material itu belum cukup." Alyssa memandang Lazarus dengan mata berbinar.
"Apakah kamu melupakan Permata Heart Of Ocean?" Lazarus mengeluarkan setengah kepalan tangan Permata Heart Of Ocean dan memberikannya pada Alyssa.
"Apa ini untukku?" Alyssa bertanya.
Lazarus mengangguk.
"Terima kasih." Alyssa menjawab.
Kelompok Lazarus sampai di Tempat Black Smith Dwarf, bernama Silver Tyron. Menurut, Freya Silver Tyron adalah tempat pembuatan Artefak terbaik di Area Netral, yang merupakan milik Kerajaan Terra.. Pemiliknya adalah Elder Dwarf bernama Tyron.
Kelompok Lazarus memasuki bengkel Black Smith, tidak hanya melihat Black Smith Dwarf yang berada di sana, mereka juga melihat Black Smith Ras Dark Elf, Beastman, dan manusia yang sedang menempa senjata.
"Apakah kalian ingin membeli atau membuat Artefak?" Seorang wanita Dark Elf berambut abu-abu, berkulit coklat dan berotot kekar berkata.
"Rosetta?" Alyssa seperti mengenal Wanita Dark Elf itu.
"Alyssa! Sudah lama tidak bertemu." Rosetta segera memeluk Alyssa. "Apa yang kamu butuhkan di sini." Rosetta bertanya.
"Aku dan temanku ingin membuat Artefak. Apakah kamu dapat membuatnya?" Alyssa bertanya.
"Apakah kalian membawa semua bahannya?" Rosetta bertanya.
Alyssa, dan Lazarus segera mengeluarkan semua Material rank tinggi dari Artefak penyimpanan mereka.
Mata Rosetta melebar. "Apakah, kalian ingin membuat Artefak Rank Epik? Semua material ini sangat berharga. Tunggu aku di sini! Aku akan memberitahu ketua." Rosetta berlari pergi ke bengkel kerja Elder Dwarf Tyron.
Sesaat kemudian seorang Dwarf, berkumis dan berjanggut berwarna hitam, dengan telanjang dada memperlihatkan otot atas yang kekar berlari menghampiri kelompok Lazarus.
Tyron melihat semua material berharga yang berada di meja.
"Anak muda, apakah kau ingin membuat kapak perang besar, dan tongkat sihir Rank Epik? Semua material ini sangat berharga." Mata Tyron berbinar.
Lazarus segera memberikan cetak biru kapak perang. Kepada Tyron, perlahan mata Tyron melebar. "Darimana, kamu mendapatkan cetak biru ini." Tyron bertanya dengan suara bernada marah.
"Seorang Dwarf, mengatakan padaku Ingatlah Wine di musim semi, Bir di musim panas, Vodka di musim gugur dan Rum di musim dingin." Lazarus tersenyum.
"Saudaraku!! Maafkan aku, telah bersikap kasar.. Aku akan membuatkan kau Artefak , Apakah kau masih mempunyai cetak biru yang lain?" Tyron merubah ekspresinya menjadi lebih halus.
"Aku masih mempunyainya. Aku ingin bertemu Kepala bison, di musim semi untuk membawa kabar gembira, kepala banteng Theodor adalah saudaraku, Kepala banteng Tyron juga menjadi saudaraku." Lazarus berkata.
"Kepala Bison, sudah terlalu tua, dia masih mengharapkan musim semi setelah lama berada di musim dingin, Kepala Rusa, aku akan mengirimkan pesan pada Kepala Bison untuk menyambut kedatangan kamu. Kadal merah masih belum di temukan, akan terjadi perang antara Kepala banteng empat penjuru, untuk menggantikan kepala Bison." Tyron mengeluarkan ekspresi sedih.
"Aku akan membawa cahaya emas, untuk menerangi Terra."
"Apakah? Kau mempunyai informasi tentang cahaya emas.. Perhatikanlah kepala banteng selatan dan Utara.. Kepala Banteng barat akan selalu menjadi pendukung Kamu." Tyron tersenyum.
Semua orang tidak mengerti percakapan Lazarus dengan Tyron, karena mereka menggunakan bahasa yang digunakan oleh Dwarf Kuno.
Lazarus memberikan semua cetak biru yang dia salin kepada Elder Tyron.
"Elder Tyron, berapa biaya yang harus aku bayar?" Lazarus bertanya.
"Saudaraku! Aku akan membuat Artefak ini gratis, semoga Dewa Terra dan Dewa Haphaestus, memberkati perjalananmu." Tyron tersenyum.
Kelompok Lazarus meninggalkan Silver Tyron. Setelah berpamitan dengan Rosetta dan Elder Tyron.
"Urs, apa yang kamu bicarakan dengan Dwarf itu?" Alyssa bertanya.
Dwarf adalah ras yang keras kepala. Alyssa tidak pernah melihat seorang Dwarf, apalagi seorang Elder Dwarf mempunyai sikap sebaik itu terutama bukan pada sesama Dwarf.
Elf dan Dwarf adalah dua ras yang tidak pernah cocok. Terkadang, saat Elf ingin membeli material atau membuat Artefak pada Dwarf, mereka selalu menaikan harganya berkali-kali lipat, Sedangkan Elf akan membalasnya, dengan menaikan berkali-kali lipat harga herbal, apabila menjualnya pada para Dwarf. Di masa lalu mereka juga sudah saling berperang, karena ketidak cocokan Ideologi dan sifat.
"Aku hanya membicarakan tentang keadaan di Kerajaan Terra." Lazarus tersenyum.
Sebenarnya, di Kerajaan Terra sebentar lagi akan terjadi perang saudara.
'Aku harus segera memberikan semua Harta Dwarf ini pada Raja Dwarf.' batin Lazarus.