
Seorang wanita cantik ras Demon berambut hitam dan mata merah dibesarkan oleh para Demon King dan Demon Emperor di Planet Antares. Gadis kecil itu bernama Reese Moonlight, hanya Demon Emperor Albert dan Graham yang mengetahui darimana Reese berasal.
Reese duduk sendiri diatas singgasana yang berada di ruangan istana megah. Dinding dan lantai berwarna hitam juga hanya patung Dewi kegelapan Nyx dan mayat Darkness Dragon King Karserius yang berada di istana megah berwarna hitam itu.
Semua Demon King, Demon Emperor dan ras Demon menjauhi istana tempat tinggal Reese. Mereka takut dengan Demon King Reese yang sangat kuat dan menakutkan, Darkness Dragon King Karserius yang merupakan salah satu Beast terkuat di planet Antares dapat dikalahkan oleh Reese saat dia baru berusia 100 tahun.
"Membosankan." Reese bergumam seraya bermain dengan sebuah tali seraya membentuk burung, bintang dan bulan.
"Reese, apakah kamu ingin bermain di taman?" Seorang Ras Vampire Blue Moon berambut putih kebiruan pendek bertanya.
"Adara, aku ingin pergi ke Benua Barat. Aku ingin melihat dunia yang lebih luas."
"Reese, saat ini adalah masa kekacauan dan semua ras saling berperang untuk menunjukkan kekuatannya." Adara menjawab.
Seorang pria ras Goblin berlari ke ruang singgasana dengan tergesa-gesa. Dia ingin memberikan berita tentang apa yang terjadi, dia kemudian bersujud dihadapan Reese dan Adara.
"Demon King Reese.."
"Apa yang terjadi?"
"Demon Emperor Albert terbunuh saat bertarung dengan Lucius Gilbert di Benua Barat Zephyra!"
"Apaaaa!!" Reese mengeluarkan aura kegelapan dan kematian yang menakutkan mendengar tentang berita kematian Albert.
"Reese tenanglah! Bagaimana bisa Lucius membunuh Tuan Albert? Bukankah dia sudah menikah dengan Acasha dan Amara?"
Goblin itu menceritakan semuanya.
Reese yang mendengarnya melebarkan sayapnya dan terbang ke Benua Barat Zephyra dengan cepat seraya membawa sebuah Artefak Claymore Rank Legendary.
...****************...
Reese bertarung dengan Lucius yang mengamuk selama 3 hari dan 3 malam.
"Lucius, sadarlah! Amara tidak akan senang jika melihatku seperti ini!" Reese berteriak.
Lucius Gilbert Silver Moon menangis tersedu-sedu, seraya menyerang kearah Reese menggunakan Artefak sabit hitam legam kemerahan.
"Lucius sadarlah!!"
"Ahhhhhk."
Reese memperkuat auranya wilayah sekitar tertutupi oleh kegelapan yang sangat pekat. Hanya mata merah Ruby Reese yang bersinar di dalam kegelapan itu.
"Eternal Night!"
"Tartarus Sword Art gaya pertama! Tartarus Slash The Moon!"
Reese dengan cepat mengayunkan pedangnya dan menebas tangan kanan Lucius yang memegang Regalia.
"Lucius!!"
Suara teriakan dari bawah, aura berwarna emas mengembung ke angkasa dan pasir logam mengikat tubuh Lucius.
"A-Acasha, Ma-maafkan aku."
Lucius tersenyum lembut ke arah Acasha, sesaat kemudian sebuah celah dimensi terbentuk dan seekor Emperor Beast Violet Hydra mengikat tubuh Lucius dan membawanya memasuki celah dimensi itu.
"Ayah angkat!!" Reese berlari ke arah mayat Demon Emperor Albert.
Acasha berlutut seraya melirik ke arah langit tempat Lucius menghilang, dia merasakan hati dan jiwanya sakit.
Acasha sudah kehilangan 2 orang yang paling berharga di dalam hidupnya Lucius dan Amara.
"Acasha, tenanglah!"
Adara berjalan ke arah Acasha dan mencoba menenangkan Acasha.
"Adara, semua orang jahat itu telah merebut kebahagiaanku Amara dan Lucius! Aku harus membunuh mereka semua!!" Acasha berteriak histeris.
"Tidak! Seseorang telah menggantikan tugasmu untuk membalas dendam." Reese melirik ke arah petir dan angin perak di kejauhan.
Adonis, Golden Phoenix King dan Klan Feng yang tersisa membunuh semua orang yang berbuat jahat kepada Lucius. Mereka berpikir ingin mencabut rumput dari akarnya, agar tragedi ini tidak terulang kembali di masa depan.
"Organisasi Golden Dawn, membantai setengah populasi ras Humanoid Planet Antares di belakang layar dan menciptakan kekacauan yang besar. Mereka menyalahkan itu semua kepada Lucius." Reese berkata seraya memasukan mayat Demon Emperor Albert ke peti mati.
"Mengapa mereka menggunakan nama Lucius??" Acasha bertanya.
"Lucius, adalah adalah salah satu pendiri Golden Dawn. Mereka bertujuan untuk mengorbankan sebagian besar populasi Antares untuk menghubungkan jembatan ke alam atas kembali." Reese menjawab seraya membaca buku catatan Demon Emperor Albert.
"Lucius, sungguh naif! Dia memercayai banyak tikus busuk dan akhirnya mati karena ulahnya sendiri. Namun memang kematian 3/4 populasi Antares adalah kesalahan Adonis meskipun tidak langsung." Seorang pria Ras Demon berambut hitam dengan 4 tanduk merah dan tinggi 1,5 meter terlihat seperti anak-anak berkata.
"Demon Emperor Chi You 1, bukankah kamu adalah sahabat Lucius?" Reese bertanya.
"Aku mengenal Lucius lebih dari dirinya sendiri dan Reese, sudah 30 tahun tidak bertemu." Demon Emperor Chi You 1 menjawab.
Semua orang menyaksikan Adonis, Mythical Beast Ancient Golden Phoenix, dan beberapa Beast yang telah di tolong Lucius membantai para ras Demon, Elf, Dark Beastman yang menjadi anggota Organisasi Golden Dawn.
Seorang gadis Demon berusia 6 tahun berambut jingga, mata merah dan tanduk merah berjalan ke arah Reese, kemudian melihat ke arah mayat Demon Emperor Albert.
"Deborah kecil, maafkan aku karena tidak bisa menyelamatkan Ayahmu tepat waktu." Reese memeluk Deborah kecil.
Deborah tidak mengatakan apapun, kemudian mengeluarkan sebuah Material mutiara berwarna merah dan sebuah pohon kecil berwarna merah di sebuah pot.
Deborah memasukan Mutiara merah kecil itu ke mulut Demon Emperor Albert, kemudian tubuh Demon Emperor Albert terbakar oleh api berwarna merah terang. Deborah juga memasukan pohon kecil yang dipenuhi oleh aura kehidupan itu ke dalam api merah yang berkobar.
"The Phoenix Origin Pearl Rank Supreme dan Pohon Yggdrasil Kecil Rank Legendary!!!" Reese berteriak.
Sesaat kemudian di api itu muncul seorang anak kecil ras Demon berusia 10 tahun, dia mempunyai rambut merah dan mata merah. 2 tanduk merahnya sangat indah.
Demon Emperor Chi You 1 segera melemparkan selembar selimut untuk menutupi Demon Emperor Albert yang terlahir kembali.
"Blurrgh!"
Deborah memukul kepala Demon Emperor Albert.
"Sakitttttttt!"
Demon Emperor Albert berteriak seraya menggeliat di tanah karena pukulan Deborah.
"Putriku, apa yang kamu lakukan?"
"Ayah, kamu selalu memukuliku sekarang aku yang akan memukuli kamu."
Semua orang melihat ke arah Demon Emperor Albert dengan mata yang lebar. Mereka terkejut dengan keajaiban yang baru saja mereka lihat.
"Ayah angkat? Apakah itu kamu?"
"Reese, ini aku! Tartarus saat itu menitipkan mu dengan sebuah buku Skill Rank SS Tartarus Sword Art, bibit pohon Yggdrasil dan The phoenix origin pearl." Demon Emperor Albert menjawab.
Seorang pria tampan berambut perak pendek dan mata perak menghampiri Reese dan lainnya. "Demon King Reese, terima kasih atas semua bantuanmu dan maafkan aku karena tidak bisa melindungi Albert."
"Bajingan! Apakah kamu tidak mengenaliku!"
"Apakah kamu Albert?"
"Aku adalah Albert! Aku terlahir kembali!"
Reese melirik ke arah Acasha dan Adonis. "Paman, aku baik-baik saja. Akan tetapi, aku tidak bisa menyelamatkan Lucius!"
Adonis menggeleng ringan. "Aku yang bersalah dalam kejadian ini. Aku tidak memperhatikan Lucius dan tidak menjaganya dengan baik."
"Adonis, apakah Lucius akan baik-baik saja di alam atas tanpa satu tangan?" Demon Emperor Chi You 1 bertanya.
"Lucius akan mati di alam atas. Seseorang pasti akan membunuhnya karena dia mempunyai Sigma Apostle Dewi Kematian Thanatos." Adonis menjawab seraya melihat ke arah langit.
Demon Emperor Chi You 1 membawa Artefak Eight Element Schyte Regalia. "Adonis, aku akan membuat sebuah Dungeon untuk menyegel Artefak Regalia Schyte ini. Artefak yang sudah membunuh Demon Emperor Albert dan puluhan Demon King."
"Chi You, aku akan menyerahkannya kepadamu." Adonis menjawab.
Chi You berpamitan dan terbang ke suatu tempat untuk membuat Dungeon dan menyegel Artefak Regalia Schyte.
"Ayah angkat dan Paman Adonis, apakah Organisasi Golden Dawn sudah dihapuskan dari sejarah?" Demon Emperor Reese bertanya.
Adonis dan Albert menggeleng ringan. "Mereka mengalami kerugian yang besar, aku kira mereka tidak akan bangkit selama 20,000 tahun dan akan tetap bersembunyi dalam kegelapan. Sampai saatnya mereka menunjukan diri kembali."
"Hahaha. Serahkan saja organisasi Golden Dawn untuk anak-anak muda generasi masa depan. Mereka harus membutuhkan musuh sekuat Organisasi Golden Dawn untuk berkembang." Demon Emperor Albert tertawa.
Reese memuntahkan seteguk darah berwarna hitam, kemudian berlutut ke tanah.
"Reese, apakah racun kegelapanmu kambuh?" Adonis bertanya seraya menggunakan Skill Healing miliknya kepada Reese.
"Fufufu. Paman tenang saja aku tidak akan mati karena racun ini." Reese menjawab.
"Reese beristirahatlah dan racun ini bisa menular kepada seseorang yang dekat denganmu. Aku takut manusia, atau Demon rank rendah akan mati karena racunmu. Bukankah kamu juga membutuhkan seorang pewaris?" Demon Emperor Albert bertanya.
"Fufufu. Aku berharap di masa depan ada seorang pria yang dapat menetralkan racun kegelapan milikku dan menjadi pasanganku. Akan tetapi, racun di tubuhku yang 2 kali lipat lebih kuat dari racun Black Dragon normal ini tidak akan bisa ditahan bahkan oleh seseorang yang mempunyai Skill imunitas element kegelapan dan racun Rank A." Reese terkekeh kecil.
...****************...
Reese duduk di singgasana di Darkness Castle seraya memakan sebuah apel, sesaat kemudian gerbang kastil terbuka.
"Lucius?" Reese bergumam.
"Hahaha. Apakah kamu adalah Demon Emperor Reese? Kamu sangat cantik seperti yang rumor katakan!" Seorang pria berambut merah pendek dan mata hijau dengan luka berbentuk tebasan di pipinya berteriak.
"Siapa kamu? Di mana Adara?"
"Namaku Cesare Vesta! Apa maksudmu wanita Vampire bermata biru cantik itu? Aku tidak membunuhnya, tetapi aku memberikannya kesenangan yang luar biasa! Dia sekarang tertidur di taman dengan senyuman senang di bibirnya." Pria itu tersenyum bangga.
Reese mengeluarkan aura kegelapan dari mulutnya dan Cesare mengeluarkan dua Artefak Claymore berwarna merah keemasan dan Claymore berwarna biru kehitaman.
"Apakah kamu ingin bertarung? Kamu bukanlah tandingan ku!" Reese berteriak.
"Hahaha. Aku tidak ingin bertarung denganmu! Akan tetapi, aku ingin menikah denganmu, seorang Demon Emperor yang kecantikannya terkenal di seluruh dunia!" Cesare tertawa terbahak-bahak seraya melemparkan Claymore Celestial Darkness Snake, Gorgon Rank Mythical.
"Great Sword itu, adalah mas kawinku untukmu terbuat dari Material Mythical Beast Celestial Darkness Snake yang sangat langka dan bisa menetralisir racun kegelapanmu saat bertarung."
"Iya?"
Reese terkejut dengan perkataan Cesare, kemudian wajahnya perlahan memerah.
"Akan tetapi, tu-tubuhku dipenuhi oleh racun kegelapan. Meskipun kamu mempunyai Skill Immune Poison Rank A. Akan tetapi, kamu akan mati perlahan, jika kamu menjadi pasanganku."
Cesare menyimpan Claymore Laevateinn dan Frostmoure ke sarungnya, kemudian berjalan ke arah Reese dan menggenggam tanduk hitam Reese dengan lembut.
"Bukankah begini tradisi saat melamar seorang wanita Demon? Apabila aku memegang tanduk mu dan kamu membalasnya dengan melilit tanganku dengan ekormu berarti kamu menerima lamaranku."
"Cesare, apabila seorang wanita Demon menolak lamaranmu, kamu akan di bunuh oleh wanita Demon itu!! Bagaimana seorang manusia sangat percaya bahwa lamarannya akan diterima."
"Hahaha. Aku tidak akan menyesali mati di tangan seorang wanita cantik sepertimu. Begitulah jalan hidup seorang pria sejati!"
Wajah Reese memerah, kemudian dia melilitkan ekornya ke tangan kanan Cesare. "Aku tidak pernah bertemu seorang manusia segila kamu. Akan tetapi, jika kamu mati terlebih dahulu karena terbunuh atau usia aku akan menikah lagi."
"Hahaha. Kamu adalah wanitaku dan jika aku mati. Kita akan bertemu lagi di kehidupan selanjutnya! Meskipun aku sudah seperti orang yang berbeda, tetapi aku akan tetap akan mengenalmu cintaku Reese."
"Fufufu, mulutmu sangat manis! Apakah kamu mempunyai banyak istri dan kekasih?"
"Hahaha. Aku hanya mempunyai 100 istri, tetapi aku mempunyai lebih dari 10,000 selir." Cesare tertawa.
"Booommmmmm"