LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 81. Duke Urs The North.



Lazarus perlahan membuka matanya, hal pertama yang dia lihat adalah langit-langit berwarna putih dan Kyle yang sedang tertidur di atas tubuhnya.


"Aummm.."


Kyle yang melihat Lazarus terbangun, kemudian menjilat wajah Lazarus.


"Kyle, dimana kamu?" Seorang gadis cantik berambut putih pergi masuk ke kamar Lazarus, dia berdiri membeku saat melihat Lazarus yang sudah bangun.


"Nona. Siapa kamu? Berapa lama aku tidak sadarkan diri?"


"Namaku Lynelle Boreas. Tuan Urs, senang berkenalan denganmu... apakah kamu berasal dari Benua Utara Boreas?" Lynelle bertanya seraya memainkan rambutnya.


Lazarus segera mencari cermin, saat dia bercermin dia melihat rambutnya berubah warna menjadi putih seperti salju dan matanya berwarna biru seperti kristal es.


"Apakah Iris dan yang lainnya akan curiga kepadaku!" batin Lazarus.


Lynelle menutup matanya. "Tuan Urs, bisakah kamu memakai pakaian?"


"Iya."


...****************...


Ruang pertemuan Kekaisaran Avalon dan Kerajaan Pendragon.


Delia beserta Chloe duduk termenung di sana. Sudah 2 hari sejak upacara pemakan Duke Ray Zander dan pasukan yang telah gugur. Hampir 80,000 pasukan gabungan gugur di Medan perang salah satunya adalah Duke Ray Zander.


"Apakah Urs, adalah Lazarus?" Carissa bertanya.


"Menurutku kemungkinan Urs adalah Lazarus adalah 50:50%. Namun, dia lebih pintar dari Lazarus dan kekuatannya jauh lebih kuat dari Lazarus." Alyssa menjawab.


"Pria bernama Urs itu dapat menggunakan Skill milik Ray, Iris, Carissa, Delia dan Diana dengan sempurna! Sudah dipastikan dia adalah sahabatku Lazarus." Sebastian tersenyum lebar.


"Iris, bagaimana pendapatmu? Kamu telah lama bersama dengan Lazarus?" Carissa melirik ke arah Iris.


"Aku tidak tahu!" Iris menjawab.


"Urs adalah Urs! Aku tidak peduli bahwa dia Urs atau Duke Lazarus Regulus." Freya berkata.


Iris dan Carissa melirik Freya dengan tatapan yang tajam.


...****************...


Lazarus memasuki ruang pertemuan memakai pakaian kasual berwarna coklat yang sudah dipersiapkan.


Semua orang yang berada di ruang pertemuan menatap ke arah Lazarus dengan tatapan tajam. Mereka, tidak pernah mengenal nama Urs The North sebelumnya. Bahkan, hanya sedikit informasi tentang Urs The North.


"Saudara Urs, duduklah bersamaku." Elder Tyron yang duduk bersama Elder Vulcan melambaikan tangan.


Lazarus segera pergi dan duduk di samping Elder Tyron. Dia, merasakan semua orang di ruang pertemuan menatapnya dengan tajam. Entah mengapa di wajah dan punggungnya meneteskan keringat dingin.


"Baiklah, sekarang kita mulai pertemuan!" Seorang pria paruh baya berambut emas pendek, mata emas dan janggut emas berkata. Dia, mengeluarkan aura yang sangat berwibawa dan semua orang di ruang pertemuan kelihatan sangat menghormatinya.


"Erland, apakah kamu ingin membalas serangan Kekaisaran Nightmare?" Vulcan bertanya.


"Vulcan, kita tidak akan membalasnya! Benua Selatan Moonlight adalah wilayah para Demon dan Dark Beastman. Kita pasti akan kehilangan banyak sekali pasukan apabila menyerang Benua Selatan."


"Pak Tua, apabila kamu ingin menyerang Benua Selatan. Aku akan membantumu! Ras Demon dan Dark Beastman juga sudah menyusup ke Benua Utara Boreas. Apabila kamu ingin menyerang Benua Selatan aku akan membantumu." Seorang anak kecil berambut putih seperti salju berkata dengan malas.


"Alcander, Demon Emperor Agathias sudah mengatakan kepadaku bahwa Benua Selatan terbagi menjadi 4 faksi. Dia, akan segera menyelesaikan semua kericuhan ini."


"Apabila Agathias sudah bergerak. Aku tidak dapat melakukan apapun, tetapi apabila hal yang buruk terjadi pada Agathias kita semua akan segera bergerak." Alcander menjawab.


Semua orang mengangguk.


"Urs The North!" Kaisar Erland memanggil nama Lazarus.


Lazarus segera berjalan ke arah tengah ruang pertemuan. Meskipun dia sedikit gugup, tetapi dia tetap berjalan ke arah tengah ruang pertemuan diperhatikan oleh para Raja, Kaisar dan Pemimpin Kekuatan Besar yang berada di sana.


Lazarus berlutut dihadapan Kaisar Erland.


"Urs The North, apakah kamu dapat menyebutkan asalmu?"


"Sean dan Ellard, apakah apa yang di katakan oleh Urs benar bahwa dia anggota Guild Petualang."


"Ya, Yang Mulia Urs, telah terdaftar di Guild Petualang sebagai petualang Rank E di Kota Briton." Tuan Ellard menjawab.


"Terima Kasih, Saudara Tyron." batin Lazarus.


"Bagaimana, mungkin dia seorang Rank E! Dia dapat berduel satu lawan satu dengan Empress Lilith! Aku tidak mempercayainya!" Agenor berteriak seraya memukul meja.


"Agenor, Diamlah!" Altair berkata dengan dingin.


"Apakah kamu mempunyai Skill unik?"


"Ya Yang Mulia, saya dapat menembus ranah Legendary untuk sesaat!" Lazarus menjawab.


"Apakah, kamu sudah menyiapkan bom racun skala besar untuk melawan pasukan Demon dan Dark Beastman?"


"Yang Mulia, saya hanya berbohong untuk mengintimidasi pasukan Demon dan Dark Beastman!"


"Calvin, apakah yang dikatakan oleh Urs, benar?"


"Ya Yang Mulia, saya hanya mengikuti sandiwara yang sudah di rencanakan oleh tuan Urs, meskipun kita mempunyai bahannya kita membutuhkan waktu minimal selama seminggu untuk membuatnya."


"Aku sudah membuat 1/2 ukuran bom racun skala besar itu. Tuan Urs, sekarang aku menyerahkan nasibku kepadamu! Apabila, Kaisar Erland dan semua Raja Tahu bahwa di dalam Artefak penyimpanan milikku ada racun yang mengerikan. Mereka akan langsung memenggal ku," batin Calvin.


"Baiklah, karena jasa kamu di Medan perang. Apa hadiah yang ingin kamu minta?"


"Yang Mulia, di masa depan saya ingin mengontrak seekor Legendary Beast Dragon! Apakah kamu dan Kekaisaran Zephyra mengizinkannya?" Lazarus bertanya.


"Kamu sungguh serakah! Akan tetapi, aku menyukainya. Aku mengizinkannya! Namun, apabila orang tua atau Klan Great Beast Dragon menyerang kamu. Kamu harus menyelesaikan masalahmu sendiri."


"Terima Kasih Yang Mulia."


...****************...


"Urs!" Kaisar Cyril berkata.


"Ya Yang Mulia."


"Aku bersama Arden sudah setuju untuk memberi kamu gelar Duke Of The North dari Kekaisaran Avalon dan Kerajaan Pendragon. Wilayah yang luas serta 500 Juta Koin Emas."


"Maaf Yang Mulia, saya ingin berpetualang melihat seluruh Benua untuk saat ini saya tidak ingin terikat di suatu tempat." Lazarus menjawab.


"Baiklah, kamu bebas untuk berpetualang ke seluruh dunia, tetapi kamu harus selalu ingat bahwa Kekaisaran Avalon dan Kerajaan Pendragon akan selalu menerimamu." Kaisar Cyril berkata seraya memberikan kantung penyimpanan yang berisi 500 juta Koin Emas. Meskipun, uang ini sangat sedikit karena Kaisar Cyril dan Raja Arden membutuhkan banyak sekali uang untuk menata kembali Kerajaan Pendragon dan Kekaisaran Avalon yang sudah hancur.


"Terima Kasih, Yang Mulia Kaisar Cyril."


"Anak Muda, apakah kamu adalah seorang Bangsawan Utara?" Kaisar Alcander bertanya.


"Yang Mulia, saya mempunyai garis keturunan dari Bangsawan Utara."


"Aku mengerti! Kalau begitu aku bisa menyimpulkan dengan wajahmu yang mirip dengan Lazarus Regulus dan usiamu! Kamu adalah anak haram dari Lazarus!" Kaisar Alcander menunjuk ke arah Lazarus.


"Apaaaa!" Iris, Amarilis dan Altair berteriak.


"Tidak! Aku bukanlah anak haram Duke Lazarus Regulus. Duke Lazarus Regulus dulu sangat setia kepada Saint Iris!"


"Urs, berkata jujur!" Kakek Hugo berkata seraya mengeluarkan Artefak berbentuk timbangan kecil.


"Apakah kamu Lazarus?" Carissa bertanya.


"..."


Semua orang menunggu jawabannya Urs.


"Tidak! Aku adalah Urs The North. Akan tetapi, aku sangat mengenal Duke Lazarus seperti diriku sendiri."


Hugo sedikit melebarkan matanya. "Urs, berkata jujur."