LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 286. Brant Vermilion Dan Rion Albion III.



Brant dan Rion sudah membeli beberapa Ikan, Kepiting dan Lobster untuk makan malam. Mereka menghabiskan 10 Koin emas untuk membeli semua itu dari Diana.


"Brant, apakah kita akan membeli Wine di Toko Wine Garcia, Toko Wine Venus atau Toko Wine Golden Lion? Kedua toko itu adalah toko anggur terbesar di wilayah Regulus."


"Rion, kita harus membeli wine yang mahal untuk Quinn dan Elise. Kita mempunyai lebih dari 100,000 emas, tetapi kita tidak bisa pergi ke toko yang sangat mewah seperti itu. Harga Wine terbaik di sana pasti sekitar beberapa juta Koin emas." Brant menjawab seraya memakan es krim rasa coklat.


"Baiklah, tidak ada pilihan lain. Mari kita pergi ke Bar Black Dragon. Aku mendengar para Marcenary dan Petualang banyak yang pergi ke sana." Rion menjawab.


Mereka pergi ke Bar Black Dragon, mereka melihat orang-orang sedang minum dan makan dengan lahap. Seorang gadis berambut hitam dan mata biru menghampiri mereka dengan gaun indah berwarna biru. Dia adalah Blossom Regulus putri dari Alastair Regulus.


"Nona Blossom!" Brant dan Rion terkejut karena Blossom berada di Bar kecil ini.


"Nona Blossom, bukankah kamu berada di Akademi Kekaisaran Lion Heart?" Rion bertanya.


"Paman, aku sedang berlibur dan aku di sini untuk membantu Nenek Diana untuk menjalankan Bar." Blossom tersenyum, kemudian memandu mereka ke tempat Diana.


Brant dan Rion melihat Diana berada di dekat rak yang memajang beberapa jenis minuman keras. Diana memakai gaun biru normal dan mengendong bayi Leonhart dan Gardenia di pangkuannya.


"Fufufu. Tuan Brant dan Tuan Rion, apakah kalian datang ke sini untuk membeli beberapa botol Wine?" Diana bertanya.


"Kami ingin membeli beberapa botol Wine dengan harga 300,000 Koin emas." Rion berkata.


Diana tersenyum, kemudian mengambil 10 botol Snow Flower Wine dari gudang penyimpanan. Blossom segera menuliskan bon pembelian Brant dan Rion, dia seperti sudah terbiasa membantu Diana.


"Apakah ini Snow Flower Wine Rank Epik? Bukankah harga 1 botolnya adalah 50,000 Koin emas?" Rion bertanya.


Diana tersenyum. "Fufufu. Anggap saja aku memberikan diskon kecil penjualan Wine ini sebagai rasa terima kasihku karena kalian membantu Lazarus."


"Terima kasih!" Brant dan Rion membungkuk, mereka kemudian mengambil masing-masing 5 botol Wine.


"Diana, apakah kamu mengetahui Tuan Urs pergi kemana?" Rion bertanya.


Diana mengerutkan dahinya, sesaat kemudian Leonhart dan Gardenia mulai menangis.


"Uss.."


"Usss."


Diana berusaha menenangkan Leonhart dan Gardenia. Mereka selalu menangis saat mendengar nama Urs, begitupun dengan Veronika dan Arion.


"Tuan, jangan mengucapkan nama Urs di sekitar Veronika dan lainnya. Leonhart dan Gardenia sangat merindukan Ayahnya. Saat mereka mendengar nama itu, mereka akan menangis. Lazarus pergi ke Hutan Cerulean bersama Alastair, Icarus dan Kaisar Hector untuk berlatih." Diana menjawab.


Brant dan Rion terkejut mendengar Lazarus dan yang lainnya pergi ke Hutan Cerulean. Hutan Cerulean adalah salah satu tempat paling berbahaya di Planet Antares.


"Tuan, kalian tidak boleh menyusul Lazarus ke sana. Aku percaya Lazarus akan baik-baik saja, tetapi tidak dengan kalian saat pergi ke Hutan Cerulean. Lazarus sudah memberikan misi kalian sebelumnya bahwa dua minggu lagi kalian harus pergi ke Kekaisaran Suci dan menyelidiki tentang Hutan Great Land bersama Regulus dan Goldie." Diana berkata.


"Sesuai perintahmu!" Brant dan Rion membungkuk, kemudian berpamitan dengan Diana.


"Lazarus, aku merindukanmu." Diana bergumam.


...****************...


Tidak terasa hari sudah mulai sore. Brant dan Rion segera kembali ke Kastil Silver Lion milik Rion. Kebetulan Kastil Silver Lion milik Rion dan Kastil Golden Lion milik Brant saling bersebelahan dan halaman Kastil sangatlah luas. Kastil ini diberikan oleh Lazarus kepada mereka setelah mereka diberi gelar bangsawan Viscount.


"Brant! Rion!" Seseorang pria berambut coklat pendek dan mata hijau menghampiri mereka, dia adalah Marquis Cleon tangan kanan Lazarus.


Cleon membawa sebuah Artefak Great Sword berwarna hitam. Artefak Great Sword Melanthios adalah Artefak Rank Legendary yang dibuat dari tulang Black Dragon Melanthios.


"Cleon, darimana kamu mendapatkan Artefak Rank Legendary itu?" Brant bertanya.


"Lazarus, menjual Artefak ini kepadaku dengan harga 50 Juta Koin emas. Bahkan apabila di lelang Elder Dvalin mengatakan padaku bahwa Artefak ini seharga lebih dari 1 Milyar Koin emas." Cleon tersenyum.


"Tuan Urs, sangatlah dermawan kita harus bekerja dengan baik untuk melayaninya." Rion berkata.


"Aku setuju! Lazarus adalah seorang sahabat yang sangat baik dan apakah kalian ingin berkuda dengan Pasukan Regulus besok untuk meninjau pembangunan Kota baru?" Cleon bertanya.


Rion dan Brant tersenyum, mereka ingin segera menunggangi Grand Demon Beast Blizzard Lion milik mereka.


"Hahaha. Wilayah Regulus akan sangat makmur selama ribuan tahun dengan pemimpin seperti Tuan Urs dan kita harus membangun 4 Kota besar dan 8 kota kecil lagi di wilayah Regulus untuk kamu, Bell dan Bangsawan Regulus lainnya. Kebetulan aku dan Rion sudah membeli kuda di Toko Ferdinand." Rion tertawa.


"Baiklah, kebetulan aku sedang di waktu senggang. Aku akan bermain catur dengan kalian setelah jam makan malam." Cleon berkata.


"Cleon, lebih baik kamu dan Agnes pergi ke rumahku. Kita akan mengadakan pesta kecil-kecilan dirumah ku." Rion menawarkan.


"Baiklah, aku akan pergi ke rumahmu pada jam makan malam. Sekarang aku mempunyai janji dengan Diana untuk membalas tentang pembangunan Toko Wine di Kekaisaran Zephyra." Cleon berpamitan kepada Rion dan Brant, kemudian berlari ke Bar Black Dragon.


"Tunggu!" Rion berteriak.


"Apa?"


"Siapa pemilik Toko Wine Garcia dan Toko Wine Venus?"


"Lazarus, Diana, Deviela, Felicity dan Freya adalah pemiliknya? Apabila kalian membeli Wine di sana, mereka akan memberikan diskon 20%" Cleon menjawab.


Brant dan Rion melebarkan matanya, kemudian berjalan kembali ke Kastil Golden Lion. Saat mereka memasuki ruang tamu, mereka melihat Soren dan Dyonisius yang duduk termenung di lantai. Elise dan Quinn hanya duduk di meja seraya meminum secangkir teh.


"Ayah!" Dionysius berteriak.


"Elise, apakah Beast kuda kami sudah tiba?"


"Fufufu. Ferdinand sudah mengirimkan 2 pasang Grand Demon Beast Blizzard Horse dan 4 pasang Demon Beast Black Iron Horse. Rion dan Brant, kalian sangat pintar menawar dengan 5 Juta Koin emas kalian bisa mendapatkan sepasang Blizzard Horse dan 2 pasang Black Iron Horse." Elise berkata seraya melihat Rion dengan mata berbinar.


"Harga Grand Demon Beast Blizzard Horse senilai 6,5 Juta Koin emas di pasaran dan kalian dapat membeli sepasang seharga 13 Koin Juta Emas. Kalian juga membeli 4 Demon Beast Black Iron Horse seharga 250,000 Koin emas." Quinn menatap tajam ke arah Brant dan Rion.


Rion dan Brant duduk di samping Elise dan Quinn. Mereka kemudian memberikan es krim yang sudah mereka beli sebelumnya. Regulus sangat dingin dan es krim tidak mudah untuk mencair.


"Tuan Urs, memberikan sepasang Grand Demon Beast Blizzard Horse itu dengan gratis, sedangkan kami berdua hanya membeli 2 pasang Black Iron Horse seharga 1 Juta Koin Emas." Brant menjawab.


"Elise, es krim ini sangat manis kamu pasti menyukainya." Rion berkata.


Elise dan Quinn memakan es krim itu, mereka merasakan rasa lembut, dingin dan manis dengan rasa buah yang sangat enak. Meskipun hanya makanan manis, tetapi hati mereka merasa hangat karena Rion dan Brant masih mempunyai hati yang hangat seperti dahulu.


"Kakao? Rion, apa bahan dari es krim ini?" Elise bertanya.


"Susu, gula dan jus buah. Kami berdua membelinya di kedai es krim di sebelah Toko Artefak Perhiasan Golden Flower." Rion tersenyum.


"Tunggu! Apakah kalian pernah pergi ke sana?" Brant bertanya.


Quinn mengangguk. "Kami tidak bisa membeli Artefak perhiasan di sana karena kami ingin berhemat. Kami berdua hanya melihat-lihat perhiasan yang dijual di sana dan melihat orang-orang menawar Jutaan Koin emas untuk salah satu Artefak perhiasan di sana. Kami tidak ingin menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu yang tidak perlu."


Elise mengangguk. "Meskipun kami ingin membelinya, tetapi kami lebih memilih membeli banyak Herbal langka, Potion dan Artefak pertahanan untuk kami dan suami kami yang menjalankan misi."


Brant dan Rion tersentuh dengan jawaban Elise dan Quinn. Mereka tidak menduga istri mereka yang selalu acuh ternyata sangat memedulikan mereka.


"Berapa yang kalian habiskan untuk membeli Artefak perhiasan untuk kami? Apakah kalian menghabiskan 4 juta Koin emas?" Elise menatap Brant dengan mata berbinar.


"Sayang, aku tidak bisa memilih perhiasan dan Felicity yang memilihkan Artefak perhiasan untuk kalian." Rion menjawab.


"Felicity, Theresia dan Lilian menjual Artefak perhiasan itu seharga 200,000 Koin emas untuk kami." Brant melanjutkan.


Elise dan Quinn tercengang mendengar jawaban Rion dan Brant harga 200,000 Koin emas bahkan tidak dapat membeli perhiasan paling murah di sana. Akan tetapi, mereka sudah berterima kasih saat Brant dan Rion membeli perhiasan paling murah di sana, karena apabila di jual di pelelangan harga perhiasan termurah saja akan terjual berkali-kali lipat.


"Terima kasih."


Quinn dan Elise tersenyum cerah. Jantung Brant dan Rion berdetak dengan kencang, mereka belum pernah melihat istri mereka tersenyum seindah itu. Seperti halnya Rion dan Brant istrinya Elise dan Quinn bernasib sangat tragis, melihat Elise dan Quinn bahagia mereka merasakan rasa senang yang luar biasa.


"Brant, kamu boleh menggunakan sisa uangnya untuk bersenang-senang karena Tuan Urs, memberikan uang itu untuk kalian." Quinn berkata.


"Hmmm.. Ingatlah kalian tidak boleh menggunakan uang itu untuk pergi ke rumah bordil dan berjudi di Kasino." Elise melanjutkan.


"Tidak! Kami sudah menghabiskan semua uang itu untuk membeli perhiasan, gaun indah dan Artefak untuk kalian." Rion berkata.


Quinn dan Elise semakin terkejut mereka tidak menduga Brant dan Rion menghabiskan 4 Juta Koin emas untuk membeli hadiah untuk mereka


"Berapa harga Artefak gaun yang kamu berikan untuk kami? Apakah kamu membelinya dari Toko Pakaian Elf Brother?" Elise bertanya dengan mata berbinar, dia teringat tentang Artefak War Dress Rank Unique seharga 2 Juta Koin Emas yang dijual di Toko Pakaian Elf Brother.


"Elise, Toko Pakaian Elf Brother mempunyai barang berkualitas dengan harga terjangkau. Aku teringat tentang Artefak War Dress Blue Rose Rank Elite seharga 300,000 Koin Emas." Quinn tersenyum.


Tubuh Brant dan Rion tiba-tiba membeku, mereka belum pernah membeli Artefak gaun wanita dan pergi ke Toko Pakaian Golden Cat.


"Elise, kami membeli Artefak Battle Dress di Toko Pakaian Golden Cat milik Nona Cathrine seharga 500,000 Koin emas untuk kalian." Rion berkata.


Elise dan Quinn melebarkan matanya, mereka terkejut mendengar Rion dan Brant membeli pakaian di Toko Golden Cat. Mereka tidak menduga Rion dan Brant berani membeli Artefak pakaian di toko Golden Cat hanya dengan membawa uang hanya 3 Juta Koin emas.


"Brant, apakah kamu mengetahui harga termurah Artefak War Dress di toko Golden Cat?" Quinn bertanya.


"Rion, apakah Cathrine langsung melayani kalian?" Elise bertanya dengan menggigit bibirnya.


Melihat Elise dan Quinn yang sangat terkejut Brant dan Rion bingung harus menjawab apa. Saat mereka memasuki Toko Pakaian Golden Cat hanya ada beberapa orang yang memilih pakaian dan toko itu tidak seramai Toko Artefak Perhiasan Golden Flower.


Rion mengangguk. "Aku dan Brant menyuruh Cathrine untuk memilihkan gaun yang sesuai dengan kalian dan dia memilihkan gaun seharga 500,000 Koin emas."


"Rion, Toko Pakaian Golden Cat adalah Toko Artefak Pakaian Ekslusif! Mereka tidak akan melayani seseorang yang belum membuat janji. Harga Artefak War Dress Rank Unique termurah di sana sekitar 7,5 Juta Koin Emas, bahkan Ratu Gerarda, Ratu Alicia, Permaisuri Leona dan beberapa wanita Bangsawan harus mengantri untuk membeli pakaian di sana!!! Meskipun kalian mempunyai uang, tetapi kalian belum bisa membeli pakaian di sana!" Elise menjelaskan.


"500,000 Ko-koin e-mas untuk membeli pakaian di Toko Golden Cat?" Quinn mempunyai wajah pucat.


Brant dan Rion merasakan ada sesuatu hal yang tidak beres dari semua ini. Mereka memikirkan tentang Lazarus, memberikan uang 5 Juta Koin emas dan pergi ke semua Toko itu semuanya sepertinya sudah di rencanakan oleh Lazarus. Bahkan Felicity dan yang lainnya seperti sudah menunggu kedatangan mereka.


"Tuan Urs, terima kasih," batin Rion.


"Tuan Urs, aku akan melewati lautan dan api untukmu," batin Brant.


Rion dan Brant segera memberikan Artefak penyimpanan mereka kepada Elise dan Quinn. Mereka mengetahui bahwa semua ini adalah rencana Tuan Urs.


"Sayang, harga hadiah Artefak Magic Staff untukmu adalah yang paling mahal 3 Juta Koin emas. Kamu harus memakai Artefak perhiasan dan gaun hadiah dariku dan membuat Sang Wanita Arogan Agnes Iri. Cleon dan Agnes, akan datang ke sini saat makan malam, aku dan Brant sudah memberi bahan makanan dan beberapa Wine." Rion berkata.


"Terima kasih." Elise menatap pria suram di depannya dengan mata berbinar, dia meneteskan sedikit air mata ke pipinya.


"Mengapa kamu menangis? Apakah aku berbuat kesalahan?" Rion mengusap air mata di pipi Elise.


Elise menggeleng ringan. "Aku hanya terharu, aku mengira kamu masihlah seorang pria kaku yang berhati sekeras baja. Bisakah kamu berjanji suatu hal kepadaku?" Elise menyentuh janggut Brant yang tidak terawat.


"Apa yang kamu inginkan?"


"Potong rapih rambut panjang dan bulu di wajahmu. Bagi seseorang ranah Legendary usia 300 tahun masihlah muda, kamu sudah mengalami banyak kesulitan saat menembus ranah Legendary di usia 50 tahun. Kamu terlihat sangat tampan apabila memotong rambutmu, kumis dan janggut mu. Saat aku menyuruhmu memotong rambut, kamu selalu menolaknya dan mengatakan bahwa rambutmu adalah lambang kerja kerasmu. Aku bukanlah istri dari The Ancient Beast Swordman, tetapi aku adalah istri seorang pria bernama Rion Albion."


"Sayang!" Rion memeluk Elise.


Rion menyadari bahwa wanita di hadapannya adalah wanita yang sangat tulus mencintainya.


"Quinn, mengapa kamu terdiam?" Brant bertanya.


"Aku sangat bahagia, aku tidak mengetahui apa yang harus aku katakan. Namun gayamu seperti seorang gelandangan dan pria yang sangat suram. Aku selalu merasakan rasa sakit saat melihat tatapanmu, aku merasakan berapa sakit setiap hari yang kamu lalui. Kamu selalu berjalan sendirian di sebuah wilayah yang dipenuhi oleh darah dan bilah pedang. Brant bisakah kamu membagi sedikit penderitaanmu kepadaku?"


Hati Brant tersentak, dia kemudian pergi ke taman Kastil Silver Lion untuk melihat Beast kudanya. Rion segera menyusul Brant karena dia tidak mengetahui apa yang terjadi.


"Quinn, apakah Brant marah kepadamu?" Elise bertanya.


Quinn menggeleng ringan. "Brant tersenyum saat pergi dari ruangan ini, dia juga meneteskan air mata. Mungkin sekarang beban di punggungnya sudah tidak ada, begitupun dengan Rion. Aku mengira sekarang mereka akan pergi ke Salon Orcblorg untuk memotong rambut dan mencukur janggut mereka." Quinn tersenyum.


"Fufufu. Mulai hari ini kelihatannya mereka tidak akan menjadi pria yang suram, tetapi aku akan tetap mencintai Rion. Meskipun dia menjadi seorang pria suram, bahkan seorang pembunuh berantai." Elise berkata.


"Elise, apakah kamu menyadari bahwa sifat Brant dan Rion perlahan berubah saat manjadi pengikut Tuan Urs?" Quinn bertanya.


"Tuan Urs, mempunyai aura penguasa yang dapat menggerakkan hati orang lain untuk mengikutinya. Dia adalah seorang pria yang sangat baik kepada pengikutnya dan sangat kejam kepada musuhnya. Seandainya Rion dan Brant menjadi musuh Tuan Urs, aku menggigil nasib buruk apa yang terjadi kepada mereka berdua."


Quinn mengangguk. "Fufufu. Akan tetapi, para Dewa mengasihi keluarga kita dan mengirimkan seseorang bernama Grand Duke Lazarus Regulus. Meskipun dia masih sangat muda di usia bagi seorang ranah Epik, tetapi dia seperti sudah hidup selama ratusan tahun dan sudah mengalami berbagai macam rintangan juga kesulitan."


Dionysius dan Soren saling melirik, mereka merasakan seperti seekor nyamuk berada di ruangan Ini. Semua orang tidak memperhatikan mereka yang berlutut selama berjam-jam.


"Dion, kapan kamu menjadi seorang pria yang romantis seperti Tuan Urs, Tuan Brant dan Ayah Mertua?" Soren bertanya.


"Soren, bukankah aku adalah seorang pria yang romantis? Buktinya adalah Aris kecil, dia adalah hasil dari cinta kita berdua?" Dyonisius tersenyum.


"Sampah.." Soren, Quinn dan Elise menatap jijik ke arah Dyonisius.


.