
Seekor Legendary Beast Ancient Azure Scales White Snake tidur melingkar di sarangnya yang gelap dan dingin. Ular es berwarna putih bergradasi biru yang indah sepanjang 27 meter itu menatap kosong ke arah luar sarangnya.
"Manusia itu, sudah lama tidak kemari. Apakah dia mati? Tidak mungkin dia mati! Dia sudah berjanji padaku akan mengalahkanku, kemudian menjadikan aku sahabatnya." batin Winter.
Winter mengingat kenangannya bersama Lazarus. Awalnya dia terganggu saat Lazarus pertama kali menantangnya. Namun, lama-kelamaan dari banyaknya pertarungan antara mereka berdua Winter yang kesepian perlahan merasakan kehangatan pertemanan.
"Apakah pria itu telah menyerah untuk membuat perjanjian agar aku melindungi wilayahnya? Dewa Jormungand yang agung! Apa yang harus aku lakukan?" batin Winter.
Winter memikirkan sesuatu. Lazarus menantangnya setiap tiga bulan sekali dan dia juga membawakan berbagai minuman keras dan makanan enak. Hati Winter yang sedingin es perlahan-lahan mencair akibat kebaikan Lazarus. Namun, sekarang sudah 30 tahun Lazarus tidak mengunjungi Winter untuk menantangnya.
"Pria itu sangat bodoh! Aku takut dia dijebak oleh seseorang. Aku harus menemuinya diwilayahnya, tetapi semua orang akan takut apabila aku pergi kesana. Sihir transformasi! Aku belum belajar sihir transformasi! Aku harus pulang ke Klan untuk mengambil Herbal Transformasi Fruit. Akan tetapi, saat aku pulang mereka tidak akan membiarkan aku untuk pergi lagi." batin Winter.
"Aku harus turun gunung dan pergi ke wilayahnya!" Winter bergumam.
Winter meliuk-liuk keluar dari sarangnya. Dengan mata yang dingin dia melihat lingkungan sekitar. Semua Beast yang berada di sana menundukkan kepala kepada Winter mereka semua tidak berani kepada Winter karena Winter adalah Alpa mereka.
"Kyaat, Kyaaat, Kyaaaat!"
Seekor Epik Beast Ancient Frost Sky Eagle, terbang menghampiri Winter.
"White Frost, apa yang kamu lakukan disini?"
"Tuan, apakah Anda keluar untuk memimpin Gelombang Beast untuk menghancurkan wilayah manusia?" White Frost bertanya.
"Aku hanya ingin mengunjungi seseorang di wilayah manusia."
"Tuan, bolehkah saya ikut? Meskipun, saya tidak terlalu kuat, tetapi saya dapat sedikit membantu Anda untuk menunjukan arah ke wilayah manusia."
Winter sudah lama tinggal di wilayahnya. Dia tidak mengetahui jalan untuk pergi ke wilayah Regulus dengan adanya White Frost memandunya dia dapat pergi ke wilayah Regulus dengan mudah.
"Baiklah, aku akan menerima tawaranmu dan White Frost. Apakah semua Beast di Hutan White Tiger, Pergunungan Arsen dan Hutan White Snake tidak menyerang wilayah manusia?" Winter menatap tajam ke arah White Frost.
White Frost merasakan aura yang mengintimidasi dari Winter. Aura yang sangat menyeramkan mengakibatkan semua bulu ditubuh White Frost berdiri. Dia seperti bertemu dengan penjelmaan predator yang dapat membunuhnya dengan mudah. Jika, dia berbohong. Maka, dia akan mati.
Beast yang mempunyai ranah yang rendah sebagian bersembunyi karena merasakan aura dari Winter.
"Sesuai perintahmu. Kami tidak menyerang manusia, kecuali mereka memasuki wilayah kami." White Frost menjawab.
"Baiklah, apabila para manusia menyerang wilayah Beast kalian harus membunuhnya!" Winter berseru.
White Frost bernafas lega. "Tuan, saya akan memandu Anda. Perjalanan ke wilayah manusia hanya satu jam dengan terbang."
"Apakah kamu meremehkan kecepatan aku?"
"Tidak Tuan, saya hanya memperkirakan jarak tempuhnya."
"Baiklah, kebetulan aku sudah lama tidak berolahraga. White Frost terbang dengan kecepatan penuh aku akan menyusul kamu."
White Frost mengambil ancang-ancang untuk terbang, kemudian dia meluncur ke angkasa dan terbang dengan kecepatan penuh pergi ke wilayah manusia. Sedangkan Winter meliuk-liuk bergerak seperti huruf S menghindari pepohonan yang berada di sana. Winter bahkan lebih cepat dari White Frost.
"Seperti yang diharapkan dari Tuan. Aku tidak boleh mengecewakannya." batin White Frost menambah lagi kecepatannya.
Satu jam kemudian. White Frost dan Winter sampai di gerbang Utara wilayah Duke Regulus.
Para penjaga gerbang Regulus melihat White Frost terbang dari kejauhan.
"Seekor Epik Beast Ancient Frost Eagle terbang ke arah kita! Panggil semua penjaga bersiap untuk pertempuran! Bunyikan lonceng tanda bahaya! Segera panggil Komandan Richard!" Seorang penjaga memberikan perintah.
Para Penjaga membunyikan lonceng peringatan, kemudian Komandan Richard seorang Swordman ranah Expert beserta tujuh puluh orang pasukan yang mempunyai ranah master segera pergi ke posisinya.
"Tuan, para manusia itu sepertinya ingin menyerang? Apakah kita harus membantai mereka?" White Frost menatap tajam ke arah para penjaga Regulus. Sebagai seekor Beast jenis elang White Frost mempunyai mata tajam yang bisa melihat dari jarak yang sangat jauh.
"Tidak! Kita tidak boleh menyerang mereka!" Winter berteriak.
Winter dan White Frost semakin mendekat ke arah gerbang Utara wilayah Regulus. Sekarang Penjaga yang mengintai diatas tembok Regulus dapat melihat Winter dengan jelas, seekor Beast jenis ular sepanjang hampir 30 meter yang mempunyai warna putih dan gradasi biru yang indah. Sisik putih kebiruan itu sangat indah ketika memantulkan sinar matahari. Mata biru safir dan ukuran yang sangat besar membuat dia yakin kalo Legendary Beast itu adalah Winter.
"Way, mengapa kamu berkeringat dan tubuhmu gemetar?" Komandan Richard bertanya.
"Winter! Tuan saya melihat Legendary Beast Winter!"
Semua penjaga menjadi pucat dan putus asa saat mendengar nama Legendary Beast Winter. Richard segera berlari ke arah Way dan melihat melalui Artefak sihir berbentuk kristal. Dia melihat Winter dan White Frost bergerak ke arah gerbang Utara dengan sangat cepat.
"Para ksatria Regulus pemberani! Bersiaplah bertempur untuk melindungi semua orang!" Richard berteriak.
"Demi Wilayah Regulus!" Para prajurit yang putus asa kembali bersemangat. Apabila, Beast itu adalah Winter semua orang disini pasti akan mati. Akan tetapi, sudah tugas mereka untuk melindungi wilayah Regulus. Jiwa Ksatria mereka membara dan siap untuk mati.
"Ways, pergi ke Kastil dan beri tahu Duke Alastair dan Nyonya Iris bahwa Winter menyerang!"
"Siap, Komandan Richard!" Ways berlari ke arah kudanya, dengan sekuat tenaga kemudian memacu kudanya.
"Hahaha, Yang Mulia Lazarus. Kita berdua akan bertemu kembali." batin Komandan Richard.
Winter dan White Frost sampai di Gerbang Utara. Para penjaga dan Komandan Richard sudah mengaktifkan Artefak pertahanan Rank Unique untuk menutupi seluruh Kota White Lion Castle. Lalu para penjaga dan prajurit menyiapkan senjata untuk pertempuran putus asa.
"Manusia, siapa pemimpin kalian?" Winter berteriak dengan keras menggunakan bahasa umum.
"Saya adalah pemimpinnya." Komandan Richard menjawab.
"Buka gerbang! Aku di sini bukan untuk bertarung!"
"Tidak, kami tidak bisa membukakan gerbang! Kamu pasti akan membunuh semua warga!"
Semua prajurit berteriak.
Winter mengeluarkan skill element es dan aura ranah Legendary untuk mengintimidasi semua orang. "Apabila aku bertujuan untuk pembantaian. Aku akan langsung menghancurkan kalian dan membunuh semua warga. Cepat buka gerbangnya!" Winter menyerang Barrier pelindung kota.
"Trak! Trak!"
Barrier itu mulai retak akibat serangan lemah Winter. Semua prajurit tetap melihat Winter dengan mata membara siap untuk mati.
"Komandan Beri perintah untuk menyerang!" Para prajurit berteriak.
"Tunggu! Apabila Winter bertujuan untuk menyerang kota. Dia pasti akan memimpin Gelombang Beast dan tidak akan menyerang sendirian." batin Komandan Richard.
"Buka Gerbangnya!" Komandan Richard berteriak.
Semua penjaga dan prajurit kebingungan dengan perintah Komandan Richard. Apabila gerbang kota dibuka, Winter pasti akan membunuh semua orang.
"Cepat, buka gerbangnya!" Komandan Richard menekankan.
Semua prajurit menuruti perintah Komandan Richard dan membuka gerbangnya. Gerbang dan tembok Kota White Lion Castle tidak dapat menahan Winter dia pasti bisa menghancurkannya dengan mudah.
"White Frost, hinggap lah di punggungku!" Winter berkata.
White Frost, akhirnya hinggap di punggung Winter.
"Kyaat, apakah ini punggung Tuan Winter. Aku sangat menyukainya." batin White Frost.
Winter memasuki Kota White Lion Castle. Komandan Richard mendekati Winter. "Apa yang kamu inginkan Beast?"
White Frost ingin mencabik manusia itu, melihat Komandan Richard memandang Winter dengan tatapan merendahkan. Akan tetapi Winter menghentikan White Frost untuk menyerangnya.
"Antar aku ke Kediaman Duke Regulus."
Winter memerintahkan White Frost membawa Richard ke punggungnya sebelum dia menjawab.
Di kediaman Bangsawan Duke Regulus. Alastair, Iris, dan semua Ksatria Regulus sedang bersiap-siap untuk pertempuran dengan Winter karena laporan Ways. Mereka sudah menghubungi semua pemimpin di wilayah Regulus yang mempunyai ranah Epik dan juga memberitahu Kaisar Altair dan Duke Adrian Leandro dengan Artefak transmisi Suara.
"Yang Mulia kami telah menyiapkan 50,000 prajurit Regulus. Prajurit lainnya akan datang dalam waktu 4 jam." Salah satu Ksatria Regulus berkata.
"Baiklah, kita akan bertarung!" Alastair berteriak tidak ada rasa naif dalam pandangannya. Sejak kembali dari Kota Briton dia sudah mulai berlatih untuk menembus ranah. Latihan yang sangat ekstrim yang tidak dapat diterima oleh akal sehat manusia.
"Alastair, ibu akan melindungi kamu." Iris berkata.
"Terima kasih, Ibu."
Ibukota Regulus menjadi kacau mendengar berita tentang Winter datang ke Wilayah Regulus. Winter tidak pernah menyerang ke wilayah manusia. Bahkan, sebagian orang menganggap Winter adalah Beast yang baik. Akan tetapi, sekarang terjadi kepanikan di Wilayah Regulus.
Suar bahaya ditembakkan ke langit arahnya berada di Gerbang Ibukota Regulus, tidak jauh dari Kediaman Regulus.
"Baru 20 menit laporan itu datang, mengapa Winter sudah sampai di gerbang Ibukota Regulus. Apakah dia sudah menghancurkan Kota White Lion Castle?" batin Alastair.
Alastair, Iris dan para Ksatria yang mempunyai ranah Expert dan Epic segera pergi ke arah suar cahaya peringatan dengan kecepatan penuh.
"Aku hanya ingin melihat pemimpin kalian. Aku tidak akan membunuh kalian!" Winter berteriak sangat keras diperkuat oleh Auranya mengakibatkan suaranya terdengar sangat jauh.
Alastair yang sudah sampai di gerbang Ibukota. Membawa Pedang Claymore besar berwarna merah dan memakai armor berwarna hitam mendekat ke arah Winter.
"Namaku Duke Alastair Regulus! Aku adalah penguasa wilayah Regulus!" Alastair berteriak.
Winter melirik ke arah Alastair. Pria di depannya mempunyai wajah yang mirip dengan Lazarus, tetapi dia mempunyai aura yang berbeda dengan Lazarus. Bahkan, Winter merasakan fluktuasi mana element api dari Alastair.
"Kamu bukan penguasanya. Sahabatku Lazarus adalah penguasa Regulus. Siapa kamu?" Winter bertanya dengan suara sedikit bergetar.
"Tuan Winter, saya adalah putra sulung Duke Lazarus."
"Tuan Winter, apakah kamu di sini mencari Lazarus?" Iris datang ke arah Winter. Iris tahu Tuan Winter tidak mengeluarkan aura membunuh, apabila Winter kesini untuk membunuh sudah banyak korban yang berjatuhan.
Iris menceritakan semuanya kepada Winter.
Awalnya Winter sangat tenang, tetapi saat mendengarkan kisah Iris ekspresi Winter perlahan mulai berubah.
"Si bodoh itu menantang Melanthios tanpa memberitahuku! Kematian tidak cukup untuknya. Dia mati tanpa mengatakan apapun. Sampai Raja ini harus turun gunung untuk mencari kabarnya."
"Tuan Winter, suamiku selalu membicarakan kamu, bahwa dia akan mengalahkan kamu dan membawanya ke Regulus. Sebagai sahabat dan pelindung Regulus."
"Si bodoh itu sangat lemah, tetapi sangat gigih."
"Tuan Winter, apakah Anda ingin menerima tantanganku! Aku akan memenuhi janji ayahku."
"Anak muda, kamu sangat lemah. Bahkan, White Frost lebih kuat darimu." Winter memandang Alastair dengan tatapan jijik.
"Hahaha, apakah aku lemah! Aku bahkan lebih kuat dari ayahku." Alastair memperkuat auranya.
Winter memandangnya dengan tenang, kemudian menggunakan Skill Intimidasi. Alastair merasakan bahwa dia berada di mulut ular yang sangat besar. Dia akan mati.
Iris segera membantu Alastair dengan menggunakan Skill Lion Heart Rank A. Skill yang memperkuat mental seseorang.
"Alastair, untuk saat ini kamu tidak dapat mengalahkan, Tuan Winter." Iris berkata.
Alastair menggertakan giginya. Dia tidak percaya bahwa dia dapat terintimidasi oleh Skill Winter.
"Hahaha, lumayan anak muda. Bakatmu sepuluh kali lebih kuat dari Lazarus. Akan tetapi, keberanian dan kegigihanmu jauh lebih rendah darinya." Winter sedikit tertawa. Dia tidak menduga Alastair masih tetap bisa berdiri setelah menerima skill intimidasi Rank A miliknya.
"Tuan Winter, apakah aku akan dapat menantangmu lagi?" Alastair bertanya.
"Aku akan melawanmu tiga tahun lagi. Saat itu kamu harus dapat menghiburku." Winter menjawab. "White Frost, kamu akan menjadi pengantar pesanku."
"Baiklah, Tuan Winter."
"Epic Beast itu berbicara." Bisik semua orang.
"White Frost mempunyai garis darah Legendary Beast Ice Roc. Dia akan berevolusi menjadi Ice Roc dan dia juga adalah Beast terkuat kedua di Wilayah Bersalju." Winter berkata.
Semua orang memandang ke arah White Frost. Memang dari penampilannya dia lebih besar dari Epic Beast Ancient Frost Eagle Biasa.
"Tuan Winter, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?" Iris bertanya.
"Aku akan pergi ke Hutan Eternal Poison untuk mencari mayat Lazarus. Apabila, Melanthios masih hidup aku akan membunuhnya." Winter mengeluarkan aura membunuh yang pekat kemudian meninggalkan Wilayah Regulus.
"Dewi Cahaya Electra. Apakah di kehidupan selanjutnya, aku akan bertemu kembali dengan cintaku Lazarus." batin Iris.