
Lazarus memperhatikan pasukan Leandro, dia mengetahui bahwa orang yang tertular oleh cacar Beast akan terlihat setelah 2-3 hari tertular. Pasukan Leandro terlihat baik-baik saja mengobrol dan bergurau di kamar isolasi, mereka tidak percaya bahwa akan tertular oleh cacar Beast.
"Apakah kamu tidak akan membantu wilayah Aslan dan Leonis sekarang?" Akira yang berdiri di sampingnya bertanya.
"Akira, sekarang bukan saatnya untuk membantu wilayah Aslan dan Leonis. Aku tidak ingin wabah ini menyebar ke semua wilayah." Lazarus menjawab.
Amara berjalan ke samping Lazarus. "Kelihatannya mereka baik-baik saja."
"Amara, kita harus mengawasi mereka selama 2 hari untuk melihat apakah mereka tertular atau tidak karena penyakit cacar Beast akan terlihat setelah 2-3 hari." Lazarus berkata.
2 hari kemudian banyak pasukan Leandro mempunyai gejala yang sama dengan penduduk Kota Sky Lion.
"Grand Duke Lazarus Regulus, mengatakan hal yang benar kita tertular oleh wabah Cacar Beast." Seorang prajurit Leandro berkata.
"Aku ingin buang air besar." Seorang prajurit Leandro berkata.
Aliansi The North yang memakai pakaian yang melindungi seluruh tubuhnya segera membawa banyak Normal Slime untuk memakan kotoran mereka.
"Nona, bisakah aku melihat keluargaku sebelum aku mati?" Seorang prajurit Leandro bertanya.
"Kamu akan baik-baik saja karena sudah banyak penduduk Kota Sky Lion yang sembuh dari wabah ini." Anggota Aliansi The North itu menjawab.
"Aku berdoa kepada Dewi Cahaya Electra agar aku kembali lagi ke rumah." Prajurit Leandro itu berkata.
Divisi Alchemist Aliansi The North segera menghidangkan air putih untuk di minum dengan beberapa buah-buahan dan sayuran. Mereka mengetahui bahwa wabah ini sangat mengerikan, tetapi mereka sudah menemukan obatnya.
Lazarus menatap ke arah Viscount Albert dan Bella. Mereka berdua semakin membaik, meskipun tubuh mereka kurus karena penyakit Cacar Beast.
"Grand Duke Regulus, aku ingin buang air besar." Viscount Albert berkata.
"Apakah kamu bisa melangkah ke kamar mandi?" Lazarus bertanya.
"Aku sudah mempunyai tenaga untuk melangkah ke kamar mandi dengan sedikit bantuan. Aku tidak ingin buang air besar di celana ku lagi dan membiarkan Slime memakannya. Aku sudah menghabiskan 3 celana setelah aku datang kemari." Viscount Albert menjawab.
Lazarus membantu Viscount Albert ke kamar mandi, dia mengetahui kondisi Viscount Albert sudah membaik dari sebelumnya.
"Urs, aku sudah membawa 100 Brown Cow. Apa yang kamu lakukan sekarang?" Theresia bertanya.
"Katakan pada Jane dan Divisi Alchemist untuk menyuntikan cairan dari para penduduk yang menderita Cacar kepada semua sapi itu." Lazarus memerintahkan.
Theresia diam sesaat, dia mengetahui bahwa jika mereka menyuntikkan cairan dari orang-orang penderita cacar maka semua sapi itu akan tertular cacar yang sama. Akan tetapi, dia tidak mempedulikannya karena dia mengetahui Lazarus mempunyai sebuah alasan untuk itu semua.
"Baiklah." Theresia menjawab.
Lazarus keluar dari ruangan Viscount Albert dan Bella. Dia sudah meneliti tentang Cacar Beast dan mengetahui bahwa penyakit ini seperti cacar biasa di Bumi.
"Tuan Urs, Duke Adrian Leandro dan Kaisar Altair Lion Heart ingin bertemu denganmu." Jane berkata.
"Baiklah, aku akan pergi ke sana." Lazarus menjawab.
...****************...
Lazarus pergi untuk menemui Altair dan Duke Adrian di luar gerbang Kota Frost Unicorn. Dia mengetahui Altair akan datang ke sini untuk melihat semua orang yang terkena Cacar Beast.
"Urs, bagaimana dengan semua pasukanku?" Duke Adrian bertanya.
"Urs, apakah Albert dan penduduk Kota Sky Lion baik-baik saja?" Altair bertanya.
"Kalian bisa melihatnya sendiri." Lazarus memandu Altair dan Duke Adrian memasuki Kota Sky Lion untuk melihat kondisi semua orang.
"Lime." Lime memimpin kawanan besar Beast normal Slime melompat ke pundak Lazarus.
"Lime, terima kasih karena sudah membawakan aku banyak normal Slime." Lazarus berkata.
"Urs, apa tujuanmu untuk memenuhi Kota dengan normal Slime?" Marquis Edgard bertanya.
"Normal Slime adalah pemakan kotoran dan mereka tidak akan tertular oleh penyakit. Aku akan menjadikan Kota ketiga sebagai sarang normal Slime setidaknya aku membutuhkan 100.000 sampai 1 juta Slime untuk memenuhi Kota ke 13." Lazarus tersenyum.
"Hahaha. Kamu menjadikan normal Slime sebagai pembersih alami." Duke Adrian Leandro tertawa.
Lazarus mengangguk dan membuka salah satu rumah tercium aroma yang sangat busuk saat mereka membuka pintu. Seorang pria kekar berambut pirang dan mata biru berbaring tidak berdaya.
"Rian, apakah kamu membasahi celanamu?" Duke Adrian bertanya.
"Duke Adrian, maafkan aku karena tertular penyakit ini aku tidak bisa berbuat apa-apa untung saja banyak Slime yang membersihkannya." Rian menjawab.
"Bagaimana kondisimu?" Lazarus bertanya.
"Grand Duke Regulus, aku baik-baik saja. Meskipun aku merasakan sedikit sesak, rasa panas di kulitku dan tubuhku semakin lemah." Rian menjawab dengan wajah pucat.
"Rian, kamu tidak baik-baik saja." Lazarus berkata.
"Hahaha. Aku merasakan akan mati." Rian tertawa.
"Altair, Kakek Adrian, aku senang bisa mencegah mu sebelum kamu membawa mereka ke Ibukota Kekaisaran Lion Heart. Aku tidak mengetahui tragedi apa yang akan kamu sebabkan jika kamu sampai di Ibukota Kekaisaran Lion Heart." Lazarus berkata.
Tubuh Duke Adrian gemetar. "Terima kasih karena sudah menyelamatkanku berkali-kali."
"Wabah adalah sebuah bencana. Akan tetapi, mencegah lebih baik dari mengobati." Lazarus tersenyum.
"Ayah!" Alastair berlari ke arah Lazarus dengan wajah pucat.
"Alastair, apa yang terjadi?" Lazarus bertanya.
"Ratu Gerarda bersama 90.000 orang yang terkena wabah pergi ke Kota Frost Unicorn. Mereka mengetahui dari Ibu Cathrine bahwa kamu mempunyai cara untuk mengobati wabah Cacar Beast." Alastair menjawab.
Tubuh Lazarus gemetar 80.000 orang bukanlah jumlah yang sedikit. Meskipun dia tidak kekurangan obat karena terbuat dari herbal yang mudah di temui, tetapi dia kekurangan orang
"Alastair, mari kita temui Gerarda dan Geraldine sekarang." Lazarus berkata dan pergi bersama Alastair untuk menyambut Gerarda dan yang lainnya.
...****************...
"Salam Grand Duke Lazarus Regulus." Gerarda membungkuk.
Lazarus melihat banyak orang yang terkena Cacar Beast berada di atas Beast tunggangan. Kelihatannya mereka sudah melalui jalan yang panjang untuk datang ke sini.
"Geraldine, bawa semua orang masuk ke Kota ke 13. Masih banyak rumah yang kosong dan setiap rumah bisa menampung 20-25 orang." Lazarus berkata.
"Baiklah." Geraldine menjawab dan memandu semua orang memasuki Kota Frost Unicorn.
"Tuan Urs, kami kekurangan orang!" Jane berteriak.
3000 orang yang sudah sembuh dari Cacar Beast berjalan ke arah Lazarus.
"Tuan, kami bisa membantu orang-orang yang terkena Cacar Beast. Kami ingin membalas budi kebaikanmu karena telah mengobati kami." Seorang pria kekar berambut coklat dan mata hijau berkata.
"Hahaha. Baiklah, kalian boleh membantuku karena kami kekurangan orang. Jane dan yang lainnya akan memberikan tugas untuk kalian." Lazarus tertawa karena krisis kekurangan orang sudah selesai.
"Sesuai perintahmu, Sir!" Semua orang menjawab.
"Jane, sekarang Krisis kekurangan orang sudah selesai. Kamu bisa beristirahat untuk sesaat." Lazarus berkata.
"Tugasku belum selesai." Jane berkata.
Seorang pria kekar berambut ungu dan mata ungu berjalan ke arah Lazarus. Dia adalah Berdic Aquila wakil Ketua Guild Perjalanan Aquila, Putra sulung Gavin Aquila dan suami dari Jane.
"Berdic." Jane berkata.
"Jane, aku segera pergi ke sini karena mendapatkan kabar tentang wabah yang menyebar di Kerajaan Amazones dan Kekaisaran Lion Heart." Berdic memeluk lembut tubuh Jane.
"Berdic, apakah kamu tidak melihat Tuan Urs dan yang lainnya berada di sini?" Jane bertanya.
Jane melirik ke arah Lazarus, Altair, Gerarda dan Adrian yang menatapnya dengan ekspresi kosong.
"Maafkan aku." Berdic segera berlutut.
"Tidak, kamu boleh melanjutkannya dan anggap saja kami sebagai seekor nyamuk atau lalat." Lazarus tersenyum halus.
"Tuan Urs, aku sudah menyebarkan tentang informasi wabah Kekaisaran Lion Heart dan Kerajaan Amazones menggunakan Guild Perjalanan Aquila dan Serikat Pedagang Benua." Berdic berkata.
"Apakah Kerajaan lain tidak tertular wabah?" Lazarus bertanya.
"Mereka tidak tertular oleh wabah, tetapi aku mengatakan agar mereka tidak menerima pengunjung dari Kekaisaran Lion Heart dan Kerajaan Amazones sebelum wabah ini teratasi." Berdic menjawab.
"Kerja bagus dan bisakah kamu membujuk istrimu untuk beristirahat?" Lazarus bertanya.
"Baiklah." Berdic menjawab dan mengendong Jane di pundaknya seperti barang bawaan, dia mengetahui sejak wabah ini Jane masih belum beristirahat.
"Lepaskan aku." Jane meronta-ronta, tetapi Berdic tidak memedulikannya.
...****************...
Lazarus, Gerarda, Adrian dan Altair hanya diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Mereka mengetahui bahwa wabah ini sangat mengerikan.
"Berapa korban jiwa karena wabah di Kerajaan Amazones?" Lazarus bertanya.
"9000 orang. Kebanyakan adalah anak-anak dan orang tua." Ratu Gerarda menjawab.
"9000 orang adalah jumlah yang sangat banyak." Lazarus berkata.
"Aku awalnya ingin membakar semua orang yang terinfeksi wabah sebelum wabah itu menyebar. Mewakili semua penduduk Kerajaan Amazones aku sangat berterima kasih kepadamu." Gerarda membungkuk.
"Gerarda, Altair apakah kalian mengetahui aku kehilangan banyak sekali uang untuk mengobati banyak orang yang terkena wabah?" Lazarus bertanya dengan tatapan kosong tanpa jiwa karena hampir semua uang kas wilayah Regulus habis digunakan.
"Berapa yang harus kami bayar?" Gerarda dan Altair bertanya bersamaan.
Lazarus memberikan rincian biaya pengobatan. Altair dan Gerarda melebarkan mata mereka karena nominal yang tertulis di sana sangat banyak.
Adrian segera mengambil rincian bayaran yang diberikan Lazarus dari tangan Altair. Tubuhnya gemetar karena biaya yang digunakan oleh Lazarus sangat besar, bahkan hampir setengah uang kas wilayah Leandro.
"Biaya ini seperti biaya perang." Duke Adrian Leandro berkata.
"Urs, bisakah aku membayar sisanya menggunakan aset wilayah Ibukota Kekaisaran Lion Heart?" Altair bertanya.
"Urs, aku harus kembali ke Kerajaan Amazones untuk mengambil bayarannya. Aku akan memberikan kamu 2 kali lipat dari harga asli sebagai rasa terima kasihku kepadamu." Gerarda membungkuk.
"Gerarda, apakah Kerajaan Amazones mempunyai uang sebanyak itu?" Altair bertanya.
"Altair, Kerajaan Amazones berkali-kali lipat lebih kaya dari Kekaisaran Lion Heart. Bahkan tambang milik Kerajaan Amazones 5 kali lebih banyak dari semua tambang di Kekaisaran Lion Heart." Gerarda menjawab.
"..."
...****************...
Satu hari kemudian.
Lazarus mengumpulkan semua penduduk Regulus di luar Kota ke 13. Dia ingin memberikan vaksin wabah Cacar Beast kepada semua penduduk Regulus.
Jane dan Divisi Alkimia sudah menyiapkan lebih dari 100 tong cairan yang mereka dapatkan dari sapi yang terkena Cacar.
"Tuan Urs, aku sudah membawa 3 pohon duri." Rion berkata seraya membawa pohon dengan daun berduri panjang dan tajam seperti jarum suntik.
"Terima kasih." Lazarus berkata.
"Planet Antares sangat ajaib, aku bisa menggunakan daun pohon berduri sebagai jarum suntik karena ujungnya mempunyai lubang yang sangat kecil." Lazarus tersenyum.
"Berbaris lah!" Zhuge Li berteriak.
Semua penduduk Regulus berbaris, mereka mengetahui Lazarus akan memberikan semua penduduk Regulus obat agar kebal dari wabah Cacar air yang dia sebut sebagai vaksin.
Lazarus, Jane, Iris dan semua orang menyuntikan cairan yang diambil dari sapi itu kepada semua penduduk Regulus. Mereka tidak mengetahui bahwa cairan itu adalah cairan dari sapi yang terkena Cacar Beast, tetapi mereka sangat memercayai Lazarus karena Tuan mereka tidak akan pernah mencelakai mereka.
Lazarus membuang daun duri yang sudah digunakan dan menggantikannya dengan daun duri yang lain. Penularan penyakit melalui jarum suntik yang sama sangat berbahaya, jadi harus menggunakan 1 duri kepada satu orang.
Lazarus sudah memberi vaksin kepada semua penduduk Regulus. Sekarang dia tidak khawatir mereka tertular oleh Cacar Beast, tetapi di masih khawatir semua penduduk Regulus tertular oleh wabah lainnya.
"Kalian akan mengalami demam selama 1-2 hari setelah itu kalian akan baik-baik saja dan tidak perlu khawatir tertular oleh wabah Cacar Beast." Lazarus berkata.
"Terima kasih, Grand Duke Lazarus Regulus." Semua orang tersenyum, kemudian bubar untuk melakukan pekerjaannya masing-masing.
2 hari yang sangat melelahkan. Apabila kalian tidak membantuku, aku pasti tidak akan dapat menyelesaikannya bahkan dalam 1 bulan.
"Grand Duke Lazarus Regulus, kami sangat berterima kasih kepadamu." Bella yang sudah sembuh dari cacarnya berkata.
"Kami semua pasti akan mati tanpa bantuanmu." Seorang pasukan Leandro berkata.
Semua penduduk Kerajaan Amazones, Penduduk Kota Sky Lion dan pasukan Leandro berlutut kepada Lazarus. Mereka berterima kasih kepada Lazarus yang sudah membantu mereka.
"Urs, apakah kamu bisa memberitahu kami bahan Eliksir yang disebut vaksin?" Altair bertanya.
"Cairan dari Beast sapi yang terkena Cacar adalah vaksin alami untuk penyakit Cacar Beast. Apabila kalian terkena Cacar Beast, aku akan menulis bahan-bahannya untuk kalian. Aku, Alyssa dan Jane sudah membuat janji kepada Kakek Hugo tentang hak paten penelitian tentang Cacar Beast." Lazarus tersenyum.
Semua orang melebarkan matanya.
"Fufufu. Suamiku sangat hebat." Iris berkata.