
Ingatan Lilith.
"Tuan, hanya eksperimen nomer 9 yang dapat bertahan hidup dengan mencampurkan genetik dari garis darah 12 Demon King rank 10 yang masih hidup. Apabila, Demon Emperor Agathias tahu. Mereka, akan menghancurkan penelitian ini dan menghukum mati kita."
"Hahaha, apa yang kamu takutkan kita hanya membangkitkan Dark Hero Lilith. Dari catatan zaman ketiga! Apabila eksperimen ini berhasil kita dapat menguasai dunia manusia dengan mudah!"
"Tuan, kita sudah kehilangan ratusan ribu bayi Demon! Bagaimana, jika Demon King yang lain tahu?"
"Swossh!"
Seorang Demon dengan pakaian peneliti itu menebas Urat leher demon di depannya.
"Aku, tidak butuh bawahan yang banyak bertanya!"
"Tuan, pasukan Kekaisaran Nightmare menyerang!"
"Bagaimana, mereka tahu?"
"Diablo, peperangan telah berakhir. Aku tidak menyangka faksi Demon Emperor lama menciptakan sesuatu seperti ini!" Seorang wanita Demon dengan rambut putih dan dua tanduk di kepalanya berkata.
"Empress Lilith tidak!"
Lilith melirik ke arah gadis ras Demon muda berambut jingga dengan empat tanduk, berusia sekitar 2 tahun yang berada di tabung eksperimen dan menghancurkan tabung eksperimen.
"Fufufu. Gadis muda yang sangat cantik. Aku sekarang akan menjadi ibumu. Aku akan memberi nama kamu Lilith seperti leluhur kita."
*10 tahun kemudian.
"Apakah, kamu monster? Bagaimana seorang anak-anak dapat menghancurkan pasukan bandit Black Minotaur sendirian?" Seorang Dark Beastman Minotaur berbulu hitam berkata.
"Aku, hanya melindungi seseorang yang pantas aku lindungi. Bagaimanapun, kalian sudah berbuat banyak kejahatan dengan penjualan manusia yang sudah dilarang!" Lilith memenggal kepala pemimpin Minotaur itu dengan Long Sword miliknya.
"Agathias, Lilith masih berusia 12 tahun! Mengapa kamu ingin dia membuat kontrak dengan Laevateinn!"
"Lilith, tidak ada seorangpun yang dapat membuat kontrak dengan Laevateinn selama Zaman ke empat, tetapi aku yakin Lilith kecil dapat membuat kontrak dengan Laevateinn."
"Paman dan Ibu, apakah kalian membutuhkan sesuatu dariku?"
"Lilith, apakah kamu dapat membuat kontrak dengan Mythical Sword Laevateinn? Aku tidak akan memaksamu karena siapapun yang membuat kontrak dengan Laevateinn dan tidak diakui oleh Laevateinn mereka akan terbakar menjadi abu."
Lilith memandang Artefak Claymore Laevateinn di hadapannya, kemudian meneteskan darahnya. Kontrak perlahan terbentuk.
"Apakah kamu Master baruku? Siapa namamu?"
"Lilith Nightmare."
"Lilith! Aku rasa pernah bertemu denganmu di masa lalu! Baiklah, aku akan membuat kontrak denganmu! Master baruku Lilith Nightmare aku akan membakar semua musuhmu."
"Terima kasih! Laevateinn."
*300 tahun kemudian peperangan Kerajaan Pendragon dan Kekaisaran Avalon.
"Yang Mulia, Kekaisaran Avalon telah membunuh Pangeran Pertama Arc..." Seorang prajurit Minotaur berkata.
"Seth, kirimkan semua pasukan Kekaisaran Nightmare! Kita akan segera berperang dengan Kekaisaran Avalon! Lilith kamu akan menjadi komando di sana!"
"Sesuai perintahmu, ibu."
"Cyril, kamu yang membunuh putraku! Apakah kamu ingin memicu perang!" Empress Lilith kesembilan berteriak.
"Lilith, aku tidak membunuh putramu! Dia, adalah anak yang baik! Bagaimana, aku membunuh seorang Demon yang bekerja di Aliansi Black cabang Kekaisaran Avalon dia sudah aku anggap sebagai anakku sendiri."
"Aku tidak membutuhkan penjelasan mu! Aku akan membunuhmu sekarang juga. Mulai saat ini Kekaisaran Nightmare akan menjadi musuh bebuyutan Kekaisaran Avalon!"
"Yang Mulia Lilith!"
"Asta, apa yang terjadi?"
"Lilith kecil mengamuk di Medan perang dan membantai semua kawan dan lawannya! Dia, mengamuk dan menyerang mereka secara membabi buta!"
Permaisuri Lilith dan Kaisar Cyril pergi ke arah Lilith yang sedang mengamuk. Mereka, melihat Lilith yang tertutupi oleh api berwarna hitam sedang membantai semua orang di Medan perang. Mereka, berdua kemudian mencoba untuk menahan Lilith.
"Asta, bagaimana keadaan Lilith?" Permaisuri Lilith bertanya dengan tubuh yang sudah terluka parah dan kondisi sekarat.
"Putri Lilith baik-baik saja! Kamu harus memikirkan dirimu sendiri untuk saat ini." Asta berkata seraya memeluk Lilith yang pingsan.
"Baiklah, apabila aku mati jadikan Lilith permaisuri berikutnya jangan katakan tentang peristiwa ini kepada Lilith."
"Baiklah, yang mulia saya berjanji!" Asta menggertakan giginya.
Permaisuri Lilith kesembilan menutup matanya.
...****************...
Ingatan Lazarus.
"Apakah seseorang membuang bayinya lagi di depan kuil?" Seorang Priest tua keluar dari kuil dan mengendong bayi Lazarus.
"Hohoho. Bayi laki-laki yang tampan.. Aku akan memberikanmu Nama Lazarus Regulus. Aku harap kamu akan berani seekor singa."
*5 tahun kemudian.
"Rambut hitam! Kamu mempunyai rambut hitam seperti kutukan! Matilah kamu! Jangan membawa kesialan di sini!" Seorang anak laki-laki berteriak.
"Aku, mempunyai rambut hitam yang indah! Ayah angkat bilang itu kepadaku!"
"Rambut Hitammu seperti kutukan! Apakah kamu adalah seorang Demon! Cepat pergi dari sini!" Anak itu melemparkan roti keras menu sarapannya kepada Lazarus kecil.
Lazarus memungutnya dari lantai, kemudian memakannya.
"Kamu tidak boleh membuang-buang makanan!" Lazarus menjawab seraya memakan roti itu.
"Pukuli dia." Anak laki-laki itu beserta teman-temannya memukuli Lazarus.
Lazarus, kembali ke kuil tempat dia di besarkan.
"Ayah!"
"Putraku! Apa yang terjadi kepadamu? Apakah mereka memukuli kamu lagi?"
"Ayah, mereka memberikan aku banyak roti keras. Aku sangat bahagia! Karena mereka terus bermain denganku setiap hari." Lazarus menjawab seraya tersenyum halus.
Kakek Priest itu mengambil uang tabungan, kemudian memberikannya kepada Lazarus.
"Putraku, berilah sepotong daging Multi Colour Chicken di kota. Ayah mendapatkan uang lebih."
"Ayah, aku sangat berterima kasih." Lazarus berlari ke arah kota.
*Kota Lion Fortress Kekaisaran Avalon.
"Lazarus, apakah kamu ke kota untuk bermain denganku?" Seorang gadis kecil berambut emas dengan iris mata emas bertanya.
"Amara, aku ke sini untuk membeli sepotong daging! Ayah memberikan aku banyak uang untuk membeli daging."
"Apakah, kamu membutuhkan daging? Di Hutan dekat dengan kota banyak sekali Beast liar, bagaimana jika kita memburu Beast untuk diambil dagingnya."
"Benarkah? Aku akan ikut denganmu!" Lazarus berkata.
*Hutan.
"Lazarus bertahanlah! Kamu tidak boleh mati." Amara menangis tersedu-sedu melihat Lazarus yang berlumuran darah di sampingnya ada mayat seekor Demon Beast Black Wolf.
"Amara, apakah daging Beast ini enak? Aku akan membakarnya bersama ayah!" Lazarus menjawab, kemudian perlahan menutup matanya.
"Lazarus! Bukalah matamu! Apakah, yang ayah bilang bahwa gigitan pertama Vampire dapat menghidupkan orang mati?" batin Amara seraya menggigit leher Lazarus.
Lazarus membuka matanya dan melirik ke sekelilingnya dia tidak menemukan siapapun yang ada di sana. Dia hanya melihat mayat Demon Beast Black Wolf pria yang telah dia buru.
"Amara, di mana kamu?" Lazarus berteriak, tetapi tidak ada jawaban, dia kemudian menemukan surat di atas mayat Demon Beast Black Wolf itu.
"Apakah, Amara lupa bahwa aku tidak dapat membaca! Apabila Amara dapat menulis surat berarti dia sudah pulang!" batin Lazarus seraya mengendong Mayat Black Wolf itu, kemudian pulang ke rumah ayah angkatnya.
"Lazarus, kita akan bertemu lagi." Amara yang sudah dalam bentuk dewasa berkata di atas pohon.
"Ayah!" Lazarus berteriak dan berlari menerobos kobaran api, tetapi malangnya dia menemukan mayat ayah angkatnya yang sudah hangus terpanggang api.
"Ayaah." Lazarus kecil berlutut dan menangis tersedu-sedu kini dunianya sudah hancur. Dan pasrah menerima kematian.
"Anak laki-laki?" Pasukan datang dan menyelamatkan Lazarus.
"Jadikan anak yatim piatu itu sebagai budak tambang! Aku tidak ingin sial karena rambut hitam miliknya" Seorang bangsawan berteriak.
Lazarus terus menambang dan memukul Material di tambang milik Bangsawan. Meskipun, dengan tangan penuh luka dia tetap menambang.
"Ayah angkat mengatakan padaku bahwa aku harus selalu tersenyum.." batin Lazarus.
Suatu hari kemudian, seorang pria berjubah hitam menyusup ke area tambang dan membunuh semua penjaga yang menjaga tambang.
"Hahaha, anak laki-laki ini kelihatannya mempunyai tubuh yang sangat kuat! Aku dapat melakukan eksperimen dengan racun yang telah aku kembangkan!" Pria berjubah hitam itu
*10 tahun kemudian.
"Sudah berapa lama aku berada di sini? Apakah Tuan Melvin, akan segera kembali dan membawakan aku roti keras! Sudah lama aku tidak memakan roti keras! Ayah angkat! Apakah aku boleh menangis di ruang gelap ini? Aku benci sendirian di sini!" Lazarus berkata dengan tangan dan kaki yang sudah di borgol.
Sesaat kemudian, seseorang membuka lebar pintu.
"Ada seorang anak laki-laki disini! Para pasukan bebaskan anak itu!" Seorang gadis berambut perak dan iris mata merah berseru.
"Namaku Iris Lion Heart! Siapa namamu?"
"Lazarus Regulus, nona aku sangat berterima kasih." Lazarus menangis tersedu-sedu.
*Waktu kembali berputar. Lilith dan Lazarus melompat ke belakang.
"Aku akan menjadi gila apabila seperti ini." batin Lazarus.
"Apakah aku yang membunuh ibu?" batin Lilith.
Aura Lilith dan Lazarus menjadi semakin kuat. Semua orang tidak mengetahui apa yang terjadi secara tiba-tiba. Mereka berdua tidak mengetahui apa yang terjadi, tetapi yang jelas mereka sudah tahu kebenaran di masa lalu.
"Apa yang terjadi?" Semua penonton yang berada di sisi area duel bertanya.
Lazarus dan Lilith menyerang bersamaan, mereka tidak mempedulikan tentang Skill ataupun bertahan mereka saling menebas dan memukul seperti dua ekor Beast yang sedang bertarung. Mereka, berdua mengamuk di area duel berusaha untuk membunuh satu sama lain dan tidak mempedulikan semua orang yang menonton mereka.
"Urs, sadarlah!" Freya berteriak dan ingin pergi ke area duel, tetapi Ketua Gavin segera menghentikannya.
Elder Dwarf Vulcan dan Demon King Asta, ingin masuk ke area duel. Apabila duel ini tidak dihentikan mereka berdua akan mati.
Terlihat armor Lazarus sudah hancur . Begitupun dengan Artefak armor yang digunakan oleh Lilith yang menyisakan plat dada. Lilith terus berteriak dengan mata Semerah darah dan menyerang ke arah Lazarus.
"Urs, bunuh aku!" Lilith menggunakan skill telepati suara.
"Aku tidak bisa membunuhmu! Karena kamu hanyalah korban dari semua ini." Lazarus menjawab.
"Baiklah, kalau begitu aku yang akan membunuhmu!" Lilith memperkuat auranya.
"Regulus, Golden Fang, Kyle, Lime, Sirius!"
Lazarus mengeluarkan Regulus dan Sirius dari cincin penyimpanan Draupnir sedangkan Golden Fang dan Kyle yang berada di kepala Golden Fang yang memperhatikan di sisi area duel terbang ke arah Lazarus.
"Curang! Pria itu curang!" pasukan Demon berteriak.
"Pria, itu mempunyai Job Beast Master! Dia tidak curang!" Demon King Arhat berteriak.
"Bibi, apakah selama ini pria itu adalah seorang Beast Master dan mengontrak Beast rank tinggi!" ..
Pertempuran sengit terjadi sekarang adalah penentuan siapa yang akan menang! Regulus mencakar Lilith yang mengamuk menggunakan Skill element angin berwarna perak miliknya dan Golden Fang mencakar Lilith dengan Skill element petir berwarna emas. Sirius dan Lime mensupport Golden Fang dan Regulus dari kejauhan sedangkan Lime dan Kyle melindungi Lazarus.
"Aummmm.." Kyle mengaum seraya meneteskan air matanya.
"Kyle, aku tidak akan mati semudah ini." Lazarus berkata seraya memperhatikan Golden Fang, Sirius dan Regulus yang sedang bertarung dengan Lilith.
10 menit kemudian, Lazarus merasakan semua tubuh terkoyak dan semua organ dalamnya menjerit rasa sakit yang tidak terbayangkan terasa. Dia, mengetahui durasi Skillnya telah habis.
Lazarus, berlutut seraya memuntahkan banyak darah segar, mulut, hidung, mata dan telinganya mengeluarkan darah.
"Master!"
Golden Fang, Regulus dan Sirius yang melihat Lazarus yang terluka parah dan hampir sekarat pergi ke arah Lazarus.
Lilith yang mengetahui bahwa Lazarus terluka parah ingin segera menyerang dan membunuh Lazarus. Namun, tiba-tiba matanya gelap dia merasakan setiap organ tubuhnya menjerit.
Lilith tahu dia sudah melewati batasnya dalam pertarungan ini. Tidak ada sedikitpun energi mana yang berada di tubuh Lilith.
"Mana Zero! Mereka berdua sudah tidak mempunyai mana! Akan tetapi, manusia itu diuntungkan karena masih mempunyai lima Beast kontrak yang masih bisa bertarung." Demon King Guard berkata.
"Master, apakah kita harus membunuh Demon itu sekarang." Golden Fang yang terluka bertanya.
"Aku bukanlah seorang pria pengecut. Goldie, Sirius, Regulus, Lime, Kyle kalian tunggu di sini! Aku akan menyelesaikan urusan ini!"
Lazarus berusaha berdiri dengan sempoyongan dia sudah tidak mempunyai tenaga untuk mengangkat Excalibur begitupun dengan Lilith.
Domain milik Lazarus dan Lilith perlahan hancur. Semua orang sekarang bisa melihat dua orang Ksatria yang sekarat akan saling bertarung dengan sisa tenaga mereka.
Lilith dan Lazarus saling berhadapan. Mereka, kemudian saling memukul satu sama lain dengan sisa tenaga mereka. Tanpa mana tanpa Artefak, tanpa sihir, tanpa Aura. Mereka, seperti seorang anak-anak yang sedang berkelahi.
Semua Orang kuat yang disana memperhatikan dan tidak bergerak di tempatnya. Mereka, bisa saja membunuh Lazarus dan Lilith dengan satu jari apabila mereka mau. Akan tetapi, setelah melihat pertarungan ini. Mereka semua sangat menghormati kedua Ksatria itu.
"Pria itu! Sungguh Kuat! Karl apakah kamu dapat menang melawannya?" Clara bertanya.
"Aku tidak dapat mengalahkannya untuk saat ini. Sieg, apakah kamu dapat mengalahkannya?"
Sieg menggelengkan kepalanya seraya melihat ke arah Lazarus dan Lilith yang saling memukul.
"Master!" Ignis ingin membantu Lazarus, tetapi di hentikan oleh Ignite dan Evanthe. Semua orang tidak dapat menghentikan duel yang sakral ini.
Lazarus mencengkram tanduk Lilith, kemudian membenturkannya ke lututnya sedangkan Lilith menendang leher Lazarus. Mereka, terus jual beli pukulan.
"Berhenti!"
Seorang Ras Demon dengan rambut hitam panjang, dua tanduk hitam legam, serta seorang Ras Vampire berambut putih gradasi biru dan iris mata biru. Memegangi tubuh Lilith.
"Anak muda, kamu sudah berusaha keras! Sekarang serahkan semuanya padaku dan Si Tua Erland." Seorang anak kecil berambut putih memeluk tubuh Lazarus, dia adalah Kaisar Alcander Boreas.
"Agathias! Apakah ini semua rencanamu!" Kaisar Erland Zephyra berteriak.
"Erland! Aku tidak mengetahui tentang ini semua! Hahaha, bukankah kamu dan Alcander sudah tiba dua hari yang lalu dan menonton dari kejauhan? Asta, tarik mundur pasukan Kekaisaran Nightmare."
"Apakah, kamu akan pergi tanpa membayar! Apa yang telah kalian perbuat!" Kaisar Erland mengeluarkan aura ranah Mythical yang sangat pekat.
"Berhentilah! Apabila, kalian berdua bertarung di sini. Akan terjadi perang antar Benua. Untuk saat ini anggap saja kalian menang!" Ras Vampire berambut putih kebiruan itu berkata.
"Jovial, aku setuju denganmu!" Alcander berkata.
Pasukan Demon dan Dark Beastman di pimpin oleh para Demon King kembali ke celah dimensi atas perintah Demon Emperor Agathias.
Sedangkan Kaisar Alcander membawa Lazarus ke arah pasukan untuk di obati.
"Urs..." Semua sahabat dan teman seperjalanan Lazarus berlari ke arah Lazarus.
"Iris, bagaimana kondisinya?"
"Semua, pembuluh darahnya pecah! Jantung mananya kosong! Semua organ dalamnya terkoyak! Sungguh keajaiban Urs dapat bertahan hidup." Iris segera menggunakan sihir Rank S miliknya ke arah Lazarus.
Meskipun, pasukan gabungan menang mereka tidak bahagia karena korban yang jatuh di pihaknya lebih banyak di bandingkan pihak ras Demon dan Dark Beastman.
"Urs The Cruel! Pria itu akan mendapat julukan Urs The Cruel!" Vulcan berteriak.
"Dwarf, aku setuju denganmu!" Ignite mengangguk.
"Tunggu! Apakah kamu Ignatius?"
"Hahaha. Ignatius adalah putraku! Tenang saja aku tidak menyimpan dendam pada kalian karena telah memburu putraku karena anak itu selalu membuat masalah. Dia, layak mendapatkannya."