LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 395. Storm Dragon Ray.



Wilayah Duchess Elliot.


Seorang wanita berambut coklat perunggu panjang, satu mata berwarna Amber, satu kaki, satu tangan dan bekas luka di lehernya duduk di dekat jendela.


Delia Elliot adalah Putri Duchess Anya Elliot dan Pemimpin Green Tower Iefan. Setiap malam dia selalu menyesali semua perbuatan buruknya, dia mengingat tentang pengkhianatan nya kepada sahabatnya Lazarus dan Iris.


Duchess Anya sudah berusaha untuk mengobati luka Delia dengan segala macam cara, tetapi semua cara itu berakhir gagal. Delia hanya bisa menggerakkan tangan kanannya.


"Ray, apakah kamu melihatku di taman Eden?" batin Delia.


Seekor Storm Dragon muda bersisik ungu gelap dan mata hijau terbang ke arah Kastil Elliot. Storm Dragon itu adalah Ray, Dewa Kehidupan Gail memberinya kesempatan untuk terlahir kembali sebagai Dragondengan ingatannya.


Ray baru mengingat tentang kehidupan masa lalunya saat dia menembus Epik Beast seminggu lalu. Dia mengingat tentang kematiannya saat berduel dengan Permaisuri Lilith, Istrinya Delia, sahabatnya Lazarus dan putrinya Chloe.


"Delia, aku ingin bertemu denganmu untuk terlahir kalinya. Meskipun kita tidak lagi bisa bersama," batin Ray.


Ray mengibaskan sayap kelelawar miliknya, dia melihat wilayah Zander sudah bisa di huni. Meskipun sekarang wilayah itu hanya di tumbuhi banyak rerumputan, tumbuhan liar dan di huni banyak Beast rank rendah.


Ray melihat Kerajaan Pendragon dari atas awan, dia tidak ingin menarik perhatian penduduk Kerajaan Pendragon jika terbang rendah.


Ray sampai di wilayah Elliot dan melihat Kastil berwarna biru dengan sebuah menara yang sangat tinggi. Jendela besar di menara itu masih terbuka, dia melihat cahaya di dalam jendela dan seorang wanita berambut coklat perunggu panjang duduk di dekat jendela itu.


Pupil mata Ray melebar, emosinya campur aduk saat melihat Delia. Dia sangat mencintai Delia, meskipun sekarang dia mempunyai jenis yang berbeda. Namun perasaannya kepada Delia tetap sama, Ray mengibaskan sayapnya dan terbang dengan cepat ke menara itu.


Delia merasakan angin berhembus dengan kencang menghempaskan rambutnya. Dia melihat siluet hitam seekor Beast terbang ke arahnya.


"Dragon," batin Delia yang tetap duduk tenang di posisinya tanpa bergeming.


Ray memasuki jendela itu, dia kemudian menatap ke arah Delia. Tubuhnya gemetar saat melihat Delia kehilangan satu mata, satu kaki dan satu tangannya. Bahkan terlihat bekas luka yang sangat dalam di lehernya.


"Delia?" Ray bertanya.


Delia tidak menjawab pertanyaan Ray karena dia tidak bisa berbicara. Delia hanya menatap kosong ke arah Storm Dragon itu dengan tatapan kosong tanpa jiwa.


"Apakah Lazarus yang mengirimkan Storm Dragon ini untuk membunuhku?" batin Delia.


Ray berjalan dengan tenang ke arah Delia.


Delia menutup matanya pasrah untuk menerima kematian, tetapi Ray mendekatkan kepalanya ke kepala Delia.


"Lia, apa yang terjadi kepadamu?" Ray bertanya.


Delia perlahan membuka matanya saat mendengar nama Lia karena hanya Ray yang menyebutnya dengan nama Lia sebagai simbol kasih sayang.


"Ay–"


Seekor Legendary Beast Vulcano Horned Tiger tiba-tiba masuk dan menerkam Ray. Delia terjatuh ke lantai karena terkejut karena kemunculan tiba-tiba Lava ke dalam ruangannya.


"Bajingan, Storm Dragon berani-beraninya ingin membunuh putriku!" Iefan berteriak dan masuk bersama Duchess Anya Elliot.


Iefan segera berlari ke arah Delia dan membawanya ke samping Duchess Anya. Sedangkan Ray hanya bisa pasrah di bawah cakar Lava.


"Delia, apakah kamu baik-baik saja?" Duchess Anya bertanya.


"Ay!" Delia menangis tersedu-sedu, dia mengulurkan tangan kanannya ke arah Ray.


"Lava, lepaskan Storm Dragon muda itu." Iefan berkata.


Lava melepaskan Ray, tetapi dia tidak melepaskan tatapannya yang tajam terhadap Ray.


Duchess Anya menatap tajam ke arah Ray bersiap-siap untuk menggunakan Skillnya untuk membunuh Ray.


"Apa yang terjadi kepada Delia!" Ray berteriak.


"Storm Dragon, siapa yang menyuruh mu untuk menyerang putriku Delia?" Tuan Iefan bertanya.


"Ay!" Delia menangis tersedu-sedu dan meronta-ronta di dalam pelukan Tuan Iefan, dia terus bergumam nama Ay.


"Ayah Mertua, kamu pasti tidak akan memercayai bahwa aku adalah Ray Zander." Ray berkata dengan sedikit menggeram.


"Ray sudah mati saat Perang Kerajaan Pendragon. Storm Dragon muda kamu pantas mati karena sudah mengaku sebagai menantuku Ray." Iefan menatap tajam ke arah Ray dan bersiap-siap memberi perintah kepada Lava untuk membunuh Ray.


"Ayah Mertua, Dewa Kehidupan Gail dan Dewa Netral Dragon Fafnir memberiku kehidupan kedua untuk terlahir kembali sebagai Storm Dragon. Aku bersumpah, aku adalah Ray Zander penguasa tanah Zander dan suami Delia." Ray menjawab.


"Storm Dragon, seseorang yang sudah mati tidak akan bisa hidup kembali! Apakah kamu adalah Beast kontrak yang dikirim oleh musuh Delia untuk membunuhnya? Apa kesalahan yang telah putriku perbuat, sampai mereka masih belum puas melihat putriku mengalami hidup yang lebih buruk dari kematian?" Duchess Anya meneteskan air matanya.


"Lava, bunuh Storm Dragon itu!"


"Ay!" Delia berteriak.


Lava menerkam Ray dengan ganas. Cakar tajamnya mengoyak sisik dan daging Ray, kemudian dia mengigit leher Ray. Akan tetapi, Ray tiba-tiba mengigit leher Lava dan melemparnya keluar jendela.


"Frost!"


Duchess Anya menggunakan Skill sihir element esnya dan tubuh Ray mulai membeku.


"Aku adalah Ray Zander yang membuat 12 buku erotis dengan nama pena Armstrong, nama ayahku adalah Duke Ferdinand Zander..." Ray mengatakan semua yang dia ketahui bahkan tentang kejadian di Hutan Golden Phoenix.


"Rooooarr!" Lava kembali dari luar jendela dan menerkam Ray ke tanah, dia tidak bisa mentolerir penghinaan Ray.


Lava melepaskan Ray dan menatapnya dengan tajam, tetapi terlihat ketidakpuasan di sorot matanya.


"Ayah Mertua, Ibu Mertua, aku bersumpah aku adalah Ray Zander penguasa wilayah Zander, suami Delia Elliot dan ayah dari Chloe Zander." Ray menjawab.


"Aku tidak memercayainya! Katakan sesuatu yang hanya Ray dan aku ketahui!" Iefan berteriak.


"Ayah Mertua, kamu mengambil 90 juta Koin emas di gudang penyimpanan wilayah Elliot untuk berjudi. Kamu datang kepadaku untuk meminjam uang untuk menggantinya karena Ibu Mertua akan membunuhmu jika mengetahuinya. Kamu mengatakan kepadaku bahwa kamu akan menjadikan aku makanan Beast, jika aku mengkhianati Delia. Chloe adalah nama pemberian Ibu Mertua dan dia lahir di musim semi. Ibuku Aisyah meninggal saat aku berusia 15 tahun dan dia adalah orang yang menjodohkan ku dengan Delia. Ayahku Ferdinand adalah sahabatmu dan dia meninggal saat menghadang gelombang Beast Hutan King." Ray menceritakan semua yang dia ketahui.


"Cukup!" Iefan menyuruh Ray untuk berhenti.


"Aku tidak memercayainya, tetapi hanya Ray yang mengetahui semua itu." Duchess Anya melebarkan matanya, emosinya menjadi kacau tidak bisa menerima kenyataan.


"Ibu Mertua, kamu pernah hampir membunuhku saat mengetahui aku adalah penulis buku terlarang yang kamu baca." Ray berkata.


"Ray!" Iefan dan Duchess Anya berlari ke arah Ray.


"Lava, aku yang sering memberi makan kamu dengan daging dan herbal yang aku temukan saat berpetualang. Aku kira kita adalah sahabat, tetapi kamu hampir membunuhku untuk kedua kalinya." Ray berkata.


"Apakah kamu benar Tuan Muda Ray?" Lava bertanya.


"Aku sudah mengatakan berkali-kali aku adalah Ray!" Ray berteriak.


Delia memeluk erat Ray dengan satu tangannya. Dia tidak memercayai bahwa Ray terlahir kembali menjadi seekor Beast Storm Dragon, tetapi tidak ada yang mustahil sesuai kehendak Para Dewa.


"Siapa yang berani membuat Delia seperti ini?" Ray bertanya.


"Kami belum mengetahui siapa pelaku yang membuat Delia seperti ini dan Delia tidak ingin menuliskan siapa pelaku yang menyerangnya sampai cacat." Iefan menjawab dengan mata berlinang.


Delia menarik kaos ayahnya dan menunjuk ke arah tempat tidurnya. Dia sudah menuliskan siapa pelaku yang membuatnya seperti ini dan semua dosa yang telah dia perbuat.


Delia sangat menyesalinya karena dia menjadi seseorang yang sangat jahat. Dia mengkhianati teman dan sahabatnya bahkan secara tidak langsung dia ikut terlibat dalam perang Kerajaan Pendragon dan kematian suaminya.


Ray, Duchess Anya dan Iefan membaca buku harian Delia, mereka mempunyai ekspresi yang campur aduk saat membacanya. Kejahatan yang telah Delia perbuat sangat besar dan cukup untuknya di hukum mati.


"Delia, aku tidak mengetahui kamu adalah seorang wanita yang sangat jahat." Ray menatap tajam ke arah Delia.


Delia menundukkan kepalanya.


"Tetapi, bagaimanapun kamu adalah Istriku dan seorang wanita yang sangat aku cintai. Feng Xueyin dan Ainsley Aquila adalah pelaku yang membuat Delia seperti ini." Ray berkata.


"Anya, segera kumpulkan pasukan Elliot dan aku akan meminta bantuan kepada Nona Roseanne dan Magic Tower untuk menyerang Guild Perjalanan Aquila. Aku ingin mengetahui alasan Ainsley Aquila melakukan hal sekejam ini." Iefan berkata.


"Plak!"


Duchess Anya menampar keras wajah Tuan Iefan.


"Iefan, tenangkan dirimu!" Anya berteriak.


Iefan menghela nafas panjang, dia mengetahui bahwa perang antara dua Kekuatan Besar Benua Barat Zephyra akan menyebabkan kehancuran.


"Maafkan aku."


"Delia, apakah kamu menjebak Grand Duke Lazarus Regulus?" Duchess Anya bertanya dengan suara gemetar seraya menunjuk ke arah Delia.


Delia hanya diam, kemudian mengangguk.


Duchess Anya tiba-tiba menampar Delia, tetapi Ray segera menghalangi tamparan Anya menggunakan wajahnya.


"Ibu Mertua, tenanglah setiap permasalahan mempunyai jalan keluar. Meskipun Delia sudah membuat kesalahan yang besar kepada Lazarus." Ray berkata.


"Ray, kamu tidak mengerti apa yang telah terjadi setelah Perang Kerajaan Pendragon. Putriku, apakah aku mengajarkanmu untuk melakukan banyak hal jahat?" Duchess Anya meneteskan air mata.


"Sangat besar, apabila Urs dan keluarga Regulus mengetahui Delia berada di balik tragedi 40 tahun lalu. Aku tidak membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya." Tubuh Tuan Iefan gemetar.


"Apakah Urs adalah Lazarus?" Ray bertanya.


"Urs adalah Lazarus dan dia masih hidup. Tunggu Aaron menghilang saat Pertemuan Aliansi Kerajaan dan Kekuatan Besar, mayat Vincent ditemukan di atas patung Light Dragon Mogni dan sehari setelahnya Delia di serang. Pelakunya adalah Ainsley, Feng Xueyin dan mereka tunangan Lazarus saat itu, kemudian mereka membatalkan kontrak pernikahan dan menghilang." Iefan menjelaskan.


"Iefan, maksudmu Lazarus yang berada di belakang semua ini?" Duchess Anya melebarkan matanya, Iefan mempunyai kecerdasan yang berada di tingkatan lain dan hampir 80% penilaiannya selalu benar.


"Lazarus, bukanlah orang yang seperti itu." Ray berkata.


Delia mengambil buku itu, kemudian Duchess Anya memberinya sebuah pena. Delia menuliskan sesuatu di buku itu.


"Lazarus dan Carissa sudah mengetahui aku terlibat dalam rencana Vincent. Lazarus dan Sebastian adalah orang yang membunuh Aaron dan Vincent, sedangkan Ainsley dan Feng Xueyin adalah rekanku. Mereka ditugaskan untuk membunuh Lazarus, tetapi mereka berkhianat karena jatuh cinta kepada Lazarus. Mereka menyerangku terlebih dahulu sebelum Lazarus datang untuk membunuhku. Aku sudah menerima takdirku karena semua ini kesalahanku, aku pantas mati ratusan kali dan abadi di dasar Abyss. Aku sebenarnya ingin meminta maaf kepada Lazarus, kemudian membunuh diriku sendiri. Akan tetapi, Carissa menyuruhku untuk tetap hidup dalam penderitaan untuk penebusan semua dosaku."


"Hahaha. Aku menjadi gila!" Iefan tertawa terbahak-bahak.


Akal sehatnya tidak bisa menerima apa yang terjadi hari ini, kemunculan Ray dalam bentuk Dragon dan pengakuan dosa Delia seperti sebuah mimpi.


"Iefan, apa yang harus kita lakukan? Apakah kita harus membalaskan dendam Delia?" Duchess Anya bertanya.


"Anya, putri kita adalah sumber dari semua masalah. Apabila kita membalas dendam, kita hanya akan membuat diri kita hancur. Kita tidak bisa diam karena suatu saat masalah ini akan tersebar untuk melawan kita sendiri. Organisasi Golden Dawn mempunyai banyak anggota yang bergerak dalam bayang-bayang dan mereka mempunyai semua informasi tentang dosa Delia. Organisasi Golden Dawn setidaknya mempunyai kekuatan setara dengan 12 Kekuatan Besar Planet Antares." Iefan berkata.


"Menurutku hanya ada dua cara untuk menyelesaikan masalah ini, pertama menghukum mati Delia dan kedua menyelesaikan masalah Delia dengan meminta maaf kepada Lazarus, Cyrille dan Alden." Ray berkata.


Duchess Anya mengangguk.