
Seorang pria kekar berambut dan janggut merah terang yang panjang, memasuki ruang singgasana seraya membawa seorang anak berusia 7 tahun berambut pirang dan mata hijau.
Brant kecil menghampiri ayahnya. "Ayah, siapa dia?"
"Namanya Troy, dia saat ini akan menjadi adikmu." Pria itu memegang bahu kanan Brant kecil yang baru berusia 10 tahun.
"Troy? Namaku adalah Brant, aku sekarang akan menjadi kakakmu." Brant tersenyum.
"Kakak."
Brant menjaga Troy dengan penuh kasih sayang dan selalu membela Troy dari semua hinaan Bangsawan Kekaisaran Vermilion yang lain.
"Mengapa kamu membawa anak haram kamu dari rumah bordil kemari! Apakah kamu tergila-gila untuk memiliki seorang anak lagi!"
"Istriku! Troy adalah darah dagingku! Kamu tidak boleh menghina Troy! Anak-anak akan bangun karena teriakanmu!"
"Hahaha. Bajingan! Kamu berjanji kepadaku sebelum pernikahan kamu akan setia seumur hidupmu! Aku sudah memberimu seorang anak laki-laki, tetapi apa balasan yang kamu berikan? Kamu pergi ke rumah bordil dan membawa seorang anak!"
Troy kecil yang mendengarnya menangis tersedu-sedu, tetapi Brant memeluk Troy kecil yang menangis.
"Kakak, apakah Permaisuri membenciku?"
"Troy, ingatlah aku akan selalu melindungi mu dan berada di sisimu. Kita akan menjadi saudara selamanya."
Keesokan harinya. Brant kecil melihat ibunya bersama seorang pelayan memasukan sesuatu kepada makanan dan minuman Troy.
"Ibu, akan meracuni Troy?" batin Brant.
Di meja makan Kaisar, Permaisuri, Brant dan Troy sedang menunggu makanan. Seorang pelayan menghidangkan makanan kepada semua orang.
Troy tidak berani melirik ke arah Kaisar dan Permaisuri, dia kemudian memotong sesuap daging dan ingin memakannya.
"Tunggu, Troy! Biarkan aku yang memakan makananmu dan kamu yang memakan makananku. Aku merasa makananmu terlihat lebih enak dari makananku." Brant tersenyum tulus.
"Baiklah," Troy menjawab.
Permaisuri terkejut karena mengetahui bahwa Brant ingin bertukar makanan dengan Troy.
"Tid–"
Sebelum Permaisuri menyelesaikan Permaisuri menyelesaikan perkataannya. Brant memakan dan menelan sepotong daging beracun itu.
"Tidakkk!!!" Permaisuri berteriak.
Wajah dan tubuh Brant membiru karena racun dan jatuh pingsan ke lantai ruang makan.
"Kakak!"
Troy ingin menolong Brant, tetapi Permaisuri tidak memperbolehkan Troy menyentuh Brant. "Singkirkan tangan kotor mu dari putraku! Semua ini terjadi gara-gara anak haram sepertimu! Kamu sudah menghancurkan kehidupanku dan Brant yang bahagia!"
"Plaaak!"
Permaisuri menampar wajah Troy dengan sangat keras.
"Berhenti! Apa yang kamu lakukan! Apakah kamu sudah gila? Apa kamu berusaha meracuni Troy! Cepat beri Brant penawar racunnya sebelum terlambat!" Sang Kaisar berteriak seraya mengalirkan mana ke tubuh Brant.
Sang permaisuri meminumkan penawar kepada Brant, kemudian Sang Kaisar menampar keras wajah permaisuri.
"Mengapa kamu menamparku?" Sang Permaisuri menangis tersedu-sedu, Kaisar belum pernah menamparnya sejak bertahun-tahun mereka menikah.
"Kamu sudah kelewatan! Kamu ingin membunuh Putraku! Aku tidak bisa mentolerir lagi apa yang telah kamu lakukan!"
Sang Kaisar menghukum mati sang pelayan dan mengirim sang Permaisuri ke pengasingan di wilayah antah berantah.
"Ibu, maafkan aku!" Brant menangis tersedu-sedu seraya memeluk ibunya.
"Brant, jadilah Kaisar yang kuat dan perkasa. Tidak seperti ayah dan ibumu yang tidak pernah memberi kasih sayang kepadamu."
"Per-permaisuri!" Troy berkata dengan terbata-bata.
"Anak haram! Ingatlah perkataanku, kamu akan mempunyai akhir yang sangat mengerikan! Kamu telah menghancurkan kebahagiaanku dan Brant. Brant, berhati-hatilah cepat atau lambat anak itu akan menjadi seekor ular yang sangat licik, kemudian menggigit kamu! Dia akan menjadi sumber kehancuran Kekaisaran Vermilion!" Sang Permaisuri berteriak, 3 orang Ksatria mengawal paksa sang Permaisuri memasuki kereta kuda pergi ke tempat pengasingan.
Sang Kaisar melihat kepergian istrinya dari jendela Kastil dengan wajah putus asa.
"Dewi Electra, apakah semua ini karmaku? Permaisuri maafkan suamimu yang tidak berguna. Troy sebenarnya adalah putra dan keturunan terakhir dari Kakakku yang sudah aku bunuh dengan sangat kejam. Aku merasa bersalah kepada anak itu dan sebagai penebusan dosa, aku ingin menjadikan anak itu adalah putraku." Sang Kaisar bergumam.
30 tahun kemudian Troy dan Brant tumbuh menjadi seorang pria tampan dan perkasa. Troy mewarnai rambutnya menjadi merah dengan bantuan Alchemist Kekaisaran, tetapi warna merah itu tidak sealami warna merah Keluarga Kekaisaran Vermilion.
"Kakak, apakah Ayah sudah kembali?" Troy bertanya.
"Ayah belum kembali dari misi penaklukan Mythical Beast Ancient Green Dragon yang meneror Kota Vermilion River." Brant menjawab.
"Apabila Ayah telah kembali. Aku akan meminta bantuannya untuk melamar seorang wanita yang sangat aku cintai." Troy tersenyum tulus.
"Siapa itu?"
Seorang Ksatria memasuki ruangan Brant dan Troy dengan tergesa-gesa.
"Tuan Alex, apa yang terjadi?" Brant bertanya.
"Pangeran Brant, Kaisar beserta semua pasukannya telah gugur dalam pertarungan melawan Green Dragon! Sekarang para Ksatria yang lain sedang berada dalam perjalanan membawa mayat Kaisar untuk di kremasi!"
"Ayah, telah gugur!" Troy berteriak seraya menangis tersedu-sedu.
Brant memeluk Troy dengan ekspresi tegar. "Troy, aku akan bersamamu selamanya karena kita adalah saudara."
Troy, Brant beserta para Ksatria dan Bangsawan Kekaisaran Vermilion melakukan upacara pemakan untuk almarhum Kaisar.
3 hari kemudian Brant dilantik menjadi Kaisar Kekaisaran Vermilion yang baru dan Troy di beri gelar Duke dan wilayah yang luas di Kekaisaran Vermilion.
Seorang Priest pergi ke arah Brant membawa sebuah surat wasiat dari mendiang Kaisar.
"Pangeran Brant, Kaisar sudah melamar Putri Quinn Lion Heart, Putri Duke Silver Moon Amanda Silver Mount, Putri Duke Red Wing Anna Red Wing dan Putri Zabrina Amazoness untukmu! Dia mengharapkan setelah kepergiannya garis keturunannya tidak akan terputus di generasimu. Semua ini adalah surat kontrak yang sudah di setujui oleh Kaisar dan yang lainnya." Priest itu memberikan 4 surat kontrak pernikahan kepada Brant.
"Terima kasih, Priest! Aku akan melaksanakan apa yang telah ayah perintahkan." Brant menerima surat kontrak itu.
"Zabrina!"
"Troy, apakah kamu mengenalnya?"
Troy menggeleng ringan. "Kakak, aku pernah bertemu sekali dengan Putri Zabrina Amazones. Akan tetapi, pertemuan itu hanya pertemuan singkat. Aku sangat senang dengan pernikahanmu dan ayah di taman Eden juga akan sangat senang."
*Malam sebum pernikahan di Kastil Troy.
"Troy, apakah kamu merelakan aku untuk menikah dengan Brant! Bukankah kamu berjanji untuk menikah denganku?"
"Zabrina, Kakak adalah orang yang terpenting bagiku."
"Troy, apakah kamu tidak mencintaiku?"
"Zabrina, aku sangat mencintaimu dan kamu adalah satu-satunya wanita yang aku cintai."
"Mengapa kamu membiarkan aku menikahi Brant! Mari kita pergi dari tempat ini! Apakah kamu melupakan tentang cerita yang kamu kisahkan kepadaku? Permaisuri dan Para Bangsawan telah berbuat sangat jahat kepadamu! Mereka bahkan tidak menganggap mu ada dan berkali-kali berusaha membunuhmu!" Zabrina meneteskan air matanya.
"Zabrina, bagaimanapun Brant adalah saudaraku!"
"Apakah kamu lebih memilih Brant daripada aku? Apakah kamu tidak ingin membalas dendam kepada para Bangsawan licik yang telah banyak berbuat jahat kepadamu?"
"A-aku." Troy berkata terbata-bata.
Zabrina memeluk Troy. "Kamu harus menjadi Kaisar Kekaisaran Vermilion dan membalaskan dendammu." Zabrina tersenyum lebar.
"Quinn, sudah ditunjuk menjadi seorang Permaisuri. Aku hanyalah menjadi seorang Selir, percuma saja aku menikah dengan Brant! Aku akan memanfaatkan Troy untuk menjadi penguasa mutlak Kekaisaran Vermilion."
"Baiklah, aku akan mendengarkanmu."
Zabrina membisikan sebuah rencana di telinga Troy. Seperti seekor ular licik yang menghasut seorang wanita untuk memakan apel beracun.
Akhirnya Troy dan Zabrina menciptakan sebuah tragedi mengerikan yang menjadi penyebab runtuhnya Kekaisaran Vermilion.
...****************...
Cesare sedang menggigit sebuah apel emas.
"Cesare, apakah kamu mengetahui tentang Kekaisaran Vermilion?" Lazarus bertanya.
"Hahaha. Di masa lalu aku yang mendirikan Kekaisaran Vermilion, tetapi aku menyerahkan kepada putraku. Dia sangat membenciku karena selalu bermain-main dengan banyak wanita. Dia akhirnya membentuk peraturan bagi semua keturunannya untuk hanya menikahi satu wanita dan seorang pewaris ditentukan oleh perang tahta." Cesare menjawab seraya menggigit apel itu lagi.
"Mengapa?"
"Aku tidak mengetahuinya, tetapi menurutku di planet Antares yang jumlah wanita lebih banyak. Aturan itu sangat tidak relevan Kekaisaran tanpa banyak keturunan sama saja dengan sebuah pohon yang berdaun sedikit. Akarnya sangat pendek dan akan layu seiringnya waktu, dia juga sangat bodoh karena membuat peraturan perang tahta. Seharusnya dia langsung menunjuk siapa yang benar-benar layak untuk menjadi seorang Kaisar."
"Hmmm.. Cesare, berhentilah! Aku jadi mengingat masa laluku!"
"Hahaha. Arthur! Ingatlah kita berdua telah mati! Awalnya aku juga menganggap tempat ini adalah Eden tetapi tidak buruk. Semua hal yang kita inginkan, kecuali wanita bisa kita dapatkan di tempat ini hanya dengan memikirkannya." Cesare berkata.
"Padahal aku ingin bertemu dengan semua keluargaku di Taman Eden." Arthur berkata.
"Kami juga ingin bertemu mereka, apabila kita dimasukan ke Abyss. Aku ingin segera membalas dendam kepada semua musuhku." Semua kelahiran Lazarus berkata.
*Taman Eden.
"Dewa Gail! Apakah benar Cesare tidak berada di Taman Eden dan Abyss?" Seorang wanita cantik berkata, belakangnya puluhan ribu wanita cantik menunggu jawaban Dewa Kehidupan Gail.
"Aku sudah mengatakannya berulang kali, Cesare langsung di reinkarnasikan!" Dewa Gail berteriak.
"Huhuhu. Cesare sudah berjanji kepadaku untuk bertemu di Taman Eden dan Abyss. Akan tetapi, dia mengingkari janjinya."
"Lupakan dia! Tenanglah dan tidur dengan nyaman di sini! Kalian sudah mati, atau tidak aku akan mengirim kalian ke Abyss!" Gail berteriak, kemudian pergi dari sana.