LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 190. Pesta Dansa II.



Lazarus, dan semua keluarganya sudah selesai bersiap-siap. Mereka sekarang akan pergi ke Kastil Blue Light untuk menghadiri pesta dansa.


"Tuan Urs, kereta sudah dipersiapkan!" Ryan sang pelayan penginapan berkata.


Keluarga Lazarus di pandu oleh Ryan keluar dari penginapan, kemudian mereka melihat sebuah kereta mewah berwarna putih yang ditarik oleh 4 Epik Beast Silver Wolf dan Sirius berada di paling depan.


"Groooar!" Onyx mengaum terlihat dia berada di samping Sirius seraya menggigit sebuah tali yang terhubung dengan kereta.


"Master!" Celestial melompat ke pelukan Iris.


"Tuan Ryan, kereta ini sangat indah! Berapa uang yang harus aku bayar untuk menyewa kereta ini selama satu malam?"


Ryan menggeleng ringan. "Pakailah kereta itu ke pesta dansa dan aku hanya ingin bermain dengan Sirius, White Fang dan Black Fang besok. Ingatlah aku juga adalah seorang Beast Master Rank A mengontrak semua Beast jenis serigala."


"Terima kasih Tuan Ryan." Keluarga Lazarus berterima kasih, kemudian menaiki kereta yang sudah disiapkan.


Setelah Lazarus dan keluarganya pergi Raja Hector menghampiri Ryan. "Tetua Wolf, apakah kamu ingin pergi ke pesta dansa bersamaku, Leona dan Eilaria?"


"Hahaha. Mari kita menghadiri pesta dansa! Aku ingin melihat teman-teman lamaku di sana."


"Kakek tua, kamu sudah berusia 15.000 tahun. Akan tetapi, kamu masih terlihat muda dan energik." Raja Hector tertawa.


"Kakek Ryan, mengapa aku tidak melihat kereta Rank Legendary yang aku persiapkan di siang hari?"


"..."


...****************...


Lazarus turun terlebih dahulu dari kereta, kemudian membukakan pintu untuk Iris dan mengulurkan tangan untuk membantu Iris turun dari kereta. Begitupun dengan Alastair, dia membukakan pintu untuk Cassandra.


"Tuan Putri, apakah kamu ingin pergi berdansa denganku malam ini?" Lazarus bertanya.


"Fufufu. Duke aku akan berdansa denganmu malam ini." Iris menjawab seraya membalas uluran tangan Lazarus.


Cassandra melihatnya dengan mata berbinar. Ayah mertuanya selain tampan, dia juga adalah seorang pria yang sangat romantis. Berbeda dengan pria jantan yang berada di sampingnya, bahkan Alastair tidak pernah melakukan hal romantis dan kata-kata romantis untuk Cassandra.


"Sayangku, apakah kamu ingin membuat seorang putra malam ini?"


"Beruang bodoh! Seharusnya kamu mengatakan Cassandra gaun biru milikmu sangat indah! Mengapa kamu mengatakan ingin membuat seorang putra!"


"Maafkan, aku."


"Fufufu. Sayang tenanglah, meskipun kamu tidak seromantis Ayah mertua. Namun, aku masih sangat mencintaimu." Cassandra berkata seraya melihat Alastair dengan mata hijau Emerald miliknya yang indah.


Mereka berada di sebuah kastil berwarna biru muda dan putih. Orang-orang berbakat, Kaisar, Raja, Bangsawan, anggota penting dari Kekuatan Besar seluruh dunia berlalu-lalang memasuki Kastil.


Amarilis melihat ke arah sekitarnya seolah-olah mencari seseorang, dia memakai gaun berwarna hijau muda dengan hiasan bunga Lily dan sepatu berwarna ungu. Meskipun Amarilis dan Alastair adalah kembar dan mempunyai wajah yang sama, tetapi wajah mereka lebih mirip dengan Almarhum Ibu Iris sedangkan Blossom mirip dengan Iris.


"Amarilis, apakah kamu mencari Chiron Albion?" Lazarus bertanya.


Amarilis terkejut mendengar nama Chiron. Dia menduga Ayahnya akan marah karena Amarilis mencintai putra dari musuh bebuyutan Ayahnya Kaisar Cyril Albion.


"Ayah, aku mencintaimu!" Amarilis memeluk Lazarus.


"Nona, bisakah kamu singkirkan tubuhmu dariku. Aku mempunyai seorang pasangan di sini. Aku takut wanitaku akan cemburu, jika kamu memelukku." Lazarus mencoba menggoda putrinya Amarilis.


"Fufufu. Amarilis pergilah dan temui Chiron. Aku dan Lazarus akan menunggumu di pesta dansa."


"Terima kasih, Ayah dan Ibu aku sangat mencintai kalian berdua!" Amarilis tersenyum cerah, kemudian pergi ke taman Kastil Blue Light tempat pangeran Chiron Albion menunggu.


Keluarga Lazarus masuk ke Kastil Blue Light. Di dalam Kastil mereka melihat Artefak lampu yang terang, para pria berarmor dan jas rapih, pedagang terkenal dan meja yang berisi banyak makanan. Ruangan ini mempunyai ukuran 10 kali lipat dari ruang pertemuan yang Lazarus buat dan dapat menampung banyak orang tanpa berdesak-desakkan.


Lantai terbuat dari marmer kualitas terbaik dan dekorasi ruangan juga dibuat oleh pengrajin yang sangat terampil.


Ketika Lazarus dan Iris memasuki gerbang Kastil. Semua orang melirik ke arah Iris dan Lazarus, sebagian orang sudah mengetahui tentang Iris dan sebagian lagi masih belum mengetahui tentang Iris.


Pandangan semua pria tertuju kepada Iris yang memakai gaun indah berwarna hitam, sepatu berwarna ungu, serta Artefak anting dan tusuk rambut berukiran mawar. Artefak Blood Phoenix Heart Earrings Rank Legendary, Moonlight Rose Hair Pins Rank Legendary dan Carulean Necklace Rank Epik yang melingkar di leher Iris.


Seperti gerombolan semut yang menemukan gula dan lebah yang menemukan bunga yang indah semua pria mengerumuni Iris. Mereka terpesona oleh kecantikan Iris, tetapi Iris tidak melirik mereka semua karena di pikiran, hati dan jiwanya hanya ada Lazarus.


"Namaku Duke Lazarus Oshborne dari Kekaisaran Golden Bull. Saint Iris, apakah kamu ingin menjadi pasanganku?" Seorang pria kurus, hidung pesek dan rambut pirang berantakan memakai jas rapih berkata dengan sangat percaya diri.


"Lazarus?" batin Lazarus.


"Maafkan aku semua Tuan yang terhormat, aku sudah mempunyai pasangan dansa untuk malam ini." Iris tersenyum seraya memeluk tangan pria berarmor hitam di sampingnya.


Semua pria di sana menatap Lazarus dengan tatapan membunuh. Mereka iri dan marah kepada pria berarmor hitam dengan Helm kepala Black Dragon yang berdiri di samping Iris.


Seorang Demon kekar berambut hitam panjang dan berkulit merah. Memakai Armor berwarna merah mendekati Iris dan Lazarus, dia adalah Demon King Arhat yang Iris, Altair dan Delia lawan saat perang Kerajaan Pendragon.


"Hahaha. Saint Iris, kamu sangat cantik... Kalian semua menjauhlah dari Saint Iris, atau aku akan meremukkan semua tulang kalian!"


Semua pria yang berada di sana mengetahui tentang sifat buruk Demon King Arhat, kemudian mereka menjauh dari Saint Iris dan Lazarus. Mereka tidak ingin membuat masalah di pesta dansa ini dan masih banyak waktu untuk mendekati Saint Iris.


Lazarus menatap ke arah Demon King Arhat seraya mengeluarkan aura membunuh yang tepat.


"Apakah kamu Urs? Tenang saja aku tidak tertarik kepada Saint Iris dan aku juga sudah mempunyai pasangan di pesta dansa."


"Sayangku, Arhat!!"


Seorang Demon wanita Ras Cyclop berambut pirang panjang, bermata satu, bertubuh gemuk, tinggi 2 meter berlari ke arah Demon King Arhat, kemudian wanita Cyclop itu memeluk dan mencium Demon King Arhat.


"Perkenalkan, dia adalah tunanganku Maura. Saint Iris dan Urs aku di sini hanya untuk membantu kalian menyingkirkan lalat-lalat itu. Meskipun kita musuh di medan perang, tetapi kita adalah teman di luar medan perang. Urs, dan Saint Iris nikmatilah malam ini dan suatu hari aku ingin berduel denganmu." Demon King Arhat tersenyum, kemudian pergi bersaman Maura.


Iris dan Lazarus saling melirik dan memikirkan hal yang sama.


"Iris, setiap pria mempunyai tipe wanita yang berbeda-beda."


Iris mengangguk ringan.