
Alyssa kembali ke kelompok Lazarus. Dia, melihat Lazarus sedang bermain dengan Beast singa botak, serigala ompong dan Metal Slime.
"Urs, apakah kamu mengontrak Metal Slime dan Beast cacat itu?" Alyssa bertanya.
Lazarus mengangguk. "Aku sedang memikirkan nama untuk mereka bertiga."
"Tuan Urs, aku ingin menamai Beast serigala itu Light dan singa itu Little Lion." Theresia berkata.
"Hahaha. Nama Toothless dan Baldie lebih cocok untuk mereka." Tyr tertawa terbahak-bahak.
"Plakkk!"
"Siapa yang memukulku!" Tyr berteriak.
Metal Slime merubah tubuhnya menjadi cambuk, kemudian memukul kepala Tyr, dia tidak senang Tyr selalu menghina mereka bertiga.
"Lime! Aku ingin memberi nama Metal Slime itu Lime!" Alyssa berkata.
Lime melompat-lompat seolah-olah menyukai nama yang di berikan oleh Alyssa. Lime yang berarti jeruk nipis.
Lazarus menyentuh dagunya. Menurut Golden Fang, Lazarus tidak dapat memberikan nama yang sangat bagus.
"Baiklah, aku akan memberikan kalian nama Regulus dan Sirius Light." Lazarus mengusap kepala Regulus dan Sirius. "Regulus berarti anak singa yang kuat dan pemberani, Light berarti cahaya dan Sirius berarti raja dari semua serigala. Kalian adalah keluargaku." Lazarus memeluk Regulus dan Sirius.
+ Silver Wind Rank SS.
+ Light Magic Rank S.
"Apakah, kalian bertiga bertahan hidup sampai saat ini? Meskipun kalian bertiga lemah dan cacat, tetapi aku berjanji akan membuat kalian berevolusi menjadi singa dan serigala yang kuat dan pemberani. Mungkin, nasib kita bertiga sama," batin Lazarus.
Lazarus mengingat saat dia menjadi Syam dia tinggal sendiri di apartemen murah. Hidup sebatang kara Kehilangan kekasih, orang tua dan saudara laki-lakinya.
"Auuuuu." Sirius melolong.
Regulus menjilati luka bekas gigitannya, mereka merasakan perasaan sedih Lazarus melewati kontrak jiwa. Meskipun mereka cacat dan tidak mempunyai ingatan leluhurnya, mereka adalah Beast yang cerdas.
"Arere.. mengapa air mataku menetes?" Lazarus bergumam.
Lazarus mencoba mengusap air matanya, tetapi air mata itu terus keluar. Dia, tidak mengetahui apa yang terjadi.
"Urs, keluarkan saja semuanya." Freya berkata.
Semua orang mengangguk.
Semua orang pernah mengalami hal yang sama seperti Lazarus. Mereka, tahu menjadi seorang pria yang kuat, cerdas dan bermental kuat seperti Lazarus bukanlah hal mudah. Lazarus pasti sudah mengalami banyak rasa sakit.
Kehilangan orang yang dia sayangi, di khianati oleh orang yang dia percayai dan rasa bersalah yang berada dalam lubuk hati. Semua orang pernah mengalaminya.
"Urs, apabila kamu menangis berarti kamu masih hidup dan mempunyai hati yang baik." Theresia memegang tangan Lazarus seraya menggunakan sihir element cahaya.
"Cih... Bajingan! Aku kira kamu seorang pria kejam yang tidak mempunyai hati! Bahkan, aku menyamakan kamu seperti Demon King." Tyr berkata dengan telinga Semerah tomat.
"Hahaha."
Semua orang tertawa mengingat saat Tyr menangis. Mereka tahu setiap manusia mempunyai perasaan. Aland duduk di samping Lazarus.
"Urs, maafkan ... aku karena aku hanya menyerahkan semua hal kepadamu. Aku tidak tahu di balik senyumanmu, kamu menyimpan begitu banyak rasa sakit." Aland membungkuk seraya meneteskan air mata.
Lazarus tersenyum. "Baiklah, sekarang kita harus segera mengambil Holy Sword Excalibur dan pergi ke Medan perang. Alyssa, bagaimana tanggapan Lord Willow?"
"Lord Willow mengatakan dia sudah menunggu selama ribuan tahun untuk hari ini. Makam Raja Arthur berada di bawah Lord Willow." Alyssa berkata.
Kelompok Lazarus pergi ke arah Lord Willow. Sesaat kemudian, pintu masuk ruang bawah tanah di bawah akar Lord Willow terbuka. Lazarus dan kelompoknya, kemudian memasuki ruang bawah tanah itu.
"Semua orang, berhati-hatilah! Aku takut ada jebakan di sini." Lazarus berseru seraya menuruni anak tangga.
"Yes Sir."
Ruangan bawah tanah makam Raja Arthur sangat luas, bahkan di buat dengan sangat baik. Meskipun sudah ribuan tahun tidak terawat, tetapi semuanya tetap sama dan tidak runtuh karena dilindungi oleh sihir.
"Apakah tempat ini adalah sebuah Dungeon?" Alyssa bertanya.
"Tempat ini adalah bekas tempat penelitian Sage Merlin."
Lazarus mengangguk. Mereka, kemudian sampai di bawah Dungeon Sage Merlin, mereka melihat gerbang raksasa berwarna silver yang terbuat dari Logam Mythril dengan tinggi 50 Meter dan Lebar 30 meter.
"Bagaimana, kita harus membukanya?" Halton bertanya seraya mendorong gerbang itu, tetapi gerbang itu tidak bergeming dari tempatnya sedikitpun. Meskipun Halton mengeluarkan semua kekuatannya.
Lazarus menyentuh dagunya dan memperhatikan gerbang itu. Di gerbang terukir kata-kata dengan huruf kuno yang berarti.
"Darah sang Raja dan kecerdasan Bangsawan."
"Urs, aku menemukan sesuatu!" Theresia berseru.
Semua orang mendekat ke arah Theresia mereka menemukan rune kuno yang sangat rumit. Mereka, hanya perlu memecahkan teka-teki di dalam Rune itu.
Theresia, ingin memecahkan teka-teki itu sebagai seseorang peringkat tinggi di Magic tower dan Akademi Austin. Dia, dapat memecahkan teka-teki itu dengan mudah.
"Tunggu!" Lazarus memegang tangan Theresia.
"Urs, apa maksudmu?"
"Di gerbang tertulis "Darah Sang Raja dan Kecerdasan Bangsawan! Berarti gerbang ini bisa di buka dengan dua cara. Dari Rune yang berada di sana dan goresan pedang di gerbang aku mengira sebelum kita ada seseorang yang telah memasuki Dungeon Sage Merlin!"
"Apa!! Bagaimana seseorang telah masuk terlebih dahulu?"
"Mereka, mungkin menemukan peta Dungeon Sage Merlin sepertiku! Namun, mereka masuk dengan memecahkan teka-teki dan terjebak di dalam Dungeon!"
Lazarus mulai mencari sesuatu di sekitar gerbang. Dia melihat kristal berwarna merah darah seukuran setengah bola basket berada di sana. "Aland, teteskan darahmu!"
Aland mengiris jarinya, kemudian meneteskannya ke Kristal merah. Kristal merah bersinar dengan terang, gerbang besar itu perlahan terbuka.
Kelompok Lazarus memasuki gerbang besar itu dan sampai di sebuah ruangan yang lebih luas. Di ruangan luas itu terdapat 20 patung Mage, Swordman, Spearman, Saint, Dragon raksasa setinggi 17 meter yang terbuat dari material logam Mythril dan prasasti besar seperti gerbang yang mereka lewati.
"Apakah ini?"
Lazarus mengangguk. "Patung ini adalah patung Raja Arthur, Sage Merlin, Eternal Saint Veronica, Red Dragon Ignis, Gold Dragon Evanthe, Kaisar pertama Kekaisaran Zephyra, Nona Eleonora dan 12 Ksatria Raja Arthur. Mungkin patung ini di buat oleh Sage Merlin untuk mengenang semua rekannya dan dibuat 5000 tahun lalu."
"Kaisar Leonidas? Apakah ini leluhurku. Golden King generasi ke 72?" Siegfried bertanya seraya melirik ke arah patung seseorang yang memegang Mythical Sword Durandal di tangan kanannya.
Pria itu mempunyai wajah tampan seperti Sieg dan rambut panjang sebahu. Semua orang memperhatikan patung itu dan Sieg wajah mereka berdua sangat mirip seolah-olah mirip seperti kembaran Sieg.
Pedang Durandal di pinggang Sieg bercahaya. Sieg segera mengeluarkannya.
"Master, aku sudah lama tidak melihatmu! Bahkan, aku hampir lupa wajahmu! Huhuhu." Pedang Durandal berkata.
"Apaaaaa? Bagaimana Artefak berbicara?" Semua orang berseru.
"Semua Artefak ranah Mythical dapat membentuk ego dan berbicara kepada tuannya... Durandal sudah membentuk egonya." Lazarus berkata.
Semua orang kemudian memperhatikan patung Raja Arthur. Raja Arthur adalah pria yang tampan. Namun mereka sadar akan sesuatu, kemudian melirik ke arah Lazarus.
"Mengapa, kalian melihatku?"
"Urs, bukankah wajah Raja Arthur sangat mirip dengan tuan Lazarus? Dan, apakah hanya perasaanku atau wajahmu juga sangat mirip dengan Lazarus dan Raja Arthur? Apakah tuan Lazarus adalah reinkarnasi dari Raja Arthur dan kamu adalah reinkarnasi dari Duke Lazarus? Aku juga mendapatkan informasi dari buku Kuno di keluargaku bahwa Raja Leonidas dan Raja Arthur mempunyai darah White King yang telah menikah dengan adik perempuan Golden King Ratu Helen The Golden Empress." Halton berkata.
"Halton, apakah keluargamu mempunyai Buku Kuno Zaman ke empat dan kelima?" Theresia bertanya.
"Theresia, apakah kamu lupa bahwa Hugo Austin adalah kakek buyutku? Keluargaku bahkan mempunyai buku kuno Zaman kedua dan ketiga!" Halton berseru.
Semua orang melirik ke arah Halton. Mereka tidak menyangka Halton adalah cicit dari Hugo Austin pemilik dari Akademi Pengetahuan Austin.
"Aku memang bodoh, tetapi aku tidak tolol." Halton berkata seraya memalingkan wajahnya.
"Halton, berhentilah merajuk. Aku akan memasakan kamu makanan enak setelah ini." Adair tersenyum.
"Adair, aku menyayangimu!" Halton memeluk Adair.
"Cih.." Tyr meludah.
Semua orang memperhatikan ukiran tulisan yang berada di prasasti raksasa di depan mereka. Prasasti ini menceritakan tentang Kisah Raja Arthur dari awal sampai akhir.
Aland, Richard dan Gale melebarkan mata mereka karena mengetahui kebenaran sejarah dari kisah di prasasti ini.
"Apakah leluhur Kekaisaran Avalon sangat jahat?" Grace berteriak.