
Red Dragon Ignatius melangkah ke arah koin emasnya. Dia terlihat seperti seekor Beast Fire Drake raksasa dengan kepala babi, karena tidak mempunyai sayap.
"Siapa kamu!!" Ignite terkejut karena melihat seekor Drake merah raksasa berkepala babi melangkah ke tumpukan harta dan tertidur di sana.
"Ayah, aku Ignatius! Aku bertarung dengan Black Dragon Heather dan terluka parah, Heather kemari lah, biarkan semua pemabuk itu. Apabila kamu ingin meminum Wine, maka ambil sepuasnya. Sarang ini adalah milikku, mereka hanya bajingan yang menumpang di sarangku!" Red Dragon Ignatius menjawab.
Black Dragon Heather membungkuk saat melewati Red Dragon Agni, kemudian dia melangkah dan berbaring di samping Ignatius.
"Hahaha. Kepalamu seperti seekor babi, aku mengira kamu perlu beristirahat selama 2 tahun untuk pulih seperti semula." Agni tertawa.
"Berisik Kakek Tua, matilah! Aku ingin beristirahat dan jangan ganggu aku!" Ignatius mengaktifkan Artefak Barrier penghalang suara, kemudian menutup matanya.
"Zlatan, Ignatius sudah menikah 2 kali. Bahkan semua keponakanmu sudah menikah, kapan kamu akan menikah?" Ignite bertanya.
"Ayah, aku akan menikah hanya dengan Silver Dragon Soldrake." Zlatan menjawab.
"Baiklah, kamu harus belajar banyak pada Urs untuk menaklukkan banyak wanita dan sebelum itu kamu harus mencari sarang baru." Ignite berkata.
"Ignite, mengapa Zlatan pergi ke sini? Bukankah dia tinggal di Gold Dragon Mountain?" Magna bertanya seraya meminum satu tong besar Monkey Wine.
"Sarangnya terhantam meteor dan hancur lebur rata dengan tanah. Dia terbang dari Gold Dragon Mountain sampai ke sini, untuk meminta pinjaman dariku dan Evanthe karena di sarang Dragon harus ada tumpukan harta meskipun sedikit." Ignite menjawab.
"Caisar sangatlah kikir. Dia pasti tidak akan memberikan 1 bongkah kecil perak pun kepada Zlatan." Agni menjawab.
"Sama sepertimu." Ragnar berkata.
Hogni mengangguk seraya meminum satu tong besar Wine.
Ignite dan Agni melirik ke arah Iris yang sedang mengelus bulu halus sayap Light Dragon Annora.
"Iris, apakah kamu membutuhkan bantuan atau menginap?" Ignite tersenyum.
"Aku akan pulang ke Kastil Regulus sebentar lagi dan aku membutuhkan Healing Potion White Dragon Blood Rank Epik. Aku akan menyusul suamiku ke Hutan Cerulean bersama Lord Ragnar 2 hari lagi." Iris tersenyum.
Ignite membawakan 30 botol Healing Potion White Dragon Blood yang dibuat oleh White Dragon Galan kepada Iris.
"Terima kasih."
"Iris, apakah ada hal lain lagi yang kamu butuhkan?" Ignite bertanya.
"Aku membutuhkan Skill Book element es pemula. Apakah White Dragon Galan mempunyainya?"
"Skill Book Sihir Element es, aku mempunyai beberapa. Aneira, cepat ambilkan 7 Skill Book element es Rank D dan 2 Skill Book Rank A yang berada di sana. Iris, apabila kamu sudah mempelajari semuanya aku akan memberimu Skill Book Rank S." Galan menjawab.
"Terima kasih."
Celestial berlari ke arah Iris. Dia terlihat sangat kelelahan karena sudah menggunakan Skill element ruang beberapa kali.
"Iris, aku sudah mengantar semua Beast itu ke Kastil Regulus." Celestial berkata.
"Mengapa kamu tidak mengantarkan mereka ke Hutan Emerald?"
"Semua Beast kontrak Master sudah menyelesaikan proses Rebirth dan mereka pergi ke Kastil Regulus. Hanya senior Crimson dan Gaver yang masih belum menyelesaikan Rebirth."
"Baiklah, Celestial mari kita pulang. Aku sudah merindukan Arion, Leonhart, Gardenia dan Ariana." Iris berkata.
Iris berpamitan kepada semua Dragon yang berada di sana, kemudian memasuki celah dimensi ke Kastil Regulus.
"Iris, adalah manusia yang sangat baik." Agni bergumam.
Semua Dragon di sana mengangguk.
"Bolehkah aku dan Aneira menginap di sini?" Asterion bertanya.
"Asterion, kalian bisa tidur di ujung sana. Akan tetapi, kalian tidak boleh mengganggu Ignatius dan Heather yang sedang memulihkan diri." Ignite berkata.
"Baiklah." Asterion menguap, kemudian berjalan ke arah tumpukan harta di dekat pilar sebelah kanan.
"Asterion, mengapa kamu tidak minum bersama kami?" Annora bertanya.
"Aku sudah menyimpan dan menyembunyikan 500 tong besar Snow Flower Wine di tempat yang sangat aman. Wine rendahan seperti itu tidak dapat memuaskan ku." Asterion tersenyum seraya berbaring di tumpukan harta seraya memakan Inti War Beast.
"Kadal kejam, dimana kamu menyembunyikannya!" Ignis berseru.
"Tempat yang sangat rahasia. Tutup mulutmu, aku sangat kelelahan." Asterion menjawab, kemudian mengaktifkan Artefak Barrier penghalang suara.
Semua Beast Dragon tua di sana mencoba untuk menebak di mana Asterion menyimpan Wine miliknya.
"Aku mengetahuinya." Galan menjawab.
"Galan, dimana tempatnya?" Sarion bertanya.
"Aku pernah mengunjungi sarang cucuku Aneira dan mencium aroma samar Wine yang sangat harum. Aku mengira Asterion dan Aneira menyembunyikan Wine mereka di bawah sarang Aneira. Agni, apabila kamu pergi ke sana. Kamu pasti akan langsung mengetahui tempatnya karena kamu mempunyai hidung yang sangat peka terhadap aroma Wine." Galan menjawab.
Agni, Ignite tersenyum lebar. Mereka sedang merencanakan rencana jahat untuk mencuri Wine Asterion.
"Baiklah, Ignis bisakah kamu menceritakan apa yang terjadi di Lembah Dragon?" Agni bertanya.
Ignis menceritakan semua yang terjadi dengan sangat jelas dan rinci.
"Takdir yang mengerikan. Ignatius hanya mempunyai 10% kesempatan menang saat melawan Heather. Akan tetapi, dia bisa mengalahkan Heather." Agni menjawab, kemudian melirik ke arah Heros dan Blaze yang duduk di dekat pintu masuk.
"Heros, Blaze, bergabunglah bersama kami. Di tempat ini kalian tidak usah memedulikan status kita." Ignite berkata.
Heros dan Blaze pergi ke samping Red Dragon Ignite, kemudian meminum satu tong Wine Garcia yang berada di sana.
"Aku merasakan hidup kembali!" Heros dan Blaze bergumam bersamaan.
...****************...
Para Dragon itu meminum banyak Wine Garcia, sedangkan Galan dan Sarion sudah tertidur karena terlalu mabuk. Heros dan Blaze tertidur tumpukan koin perak di pilar sebelah kiri.
"Ignis, aku mengantuk." Rhea menguap.
"Baiklah." Rhea, Annora dan Celena mencari tempat untuk tidur.
Sedangkan Ignis, Hogni, Ragnar, Ignite, Zlatan dan Agni masih melanjutkan pesta minuman keras mereka.
"Klan Dragon di masa depan akan sangat berkembang, tetapi seperti perjanjian masa lalu. Kita Beast King tidak boleh mencampuri urusan ras humanoid dan bertindak sebagai pengamat." Hogni berkata.
Agni tersenyum. "Aku mengerti setelah aku dikalahkan oleh Urs saat Aliansi Kerajaan dan Kekuatan Besar dengan sangat menyedihkan."
"Apa Master mengalahkan Kakek Buyut?"
"Aku malu untuk mengakuinya, tetapi Urs berubah menjadi Nine Headed Golden Dragon dan mengalahkanku dengan mudah di hadapan semua Beast King. Dia juga menjadi seekor Demon Black Liong dan mengalahkan semua Klan Great Snake." Agni meneguk minuman keras.
Mereka semua menyaksikan pembantaian itu, mereka takut bahwa Urs lepas kendali dan menjadi kehancuran di Planet Antares.
"Skill itu pasti mempunyai Cooldown yang lama dan efek balik yang sangat mengerikan. Blessed dan Cursed, tidak ada kekuatan yang instan di dunia ini. Semakin kuat Skill itu semakin mahal bayarannya." Ragnar menjawab.
Semua Dragon di sana mengangguk. Mereka mengetahui bahwa Urs adalah sebuah anomali di Planet Antares.
"Aku mendapatkan sebuah ramalan bahwa mana di Planet Antares akan pulih sebentar lagi dan kelahiran beberapa Dragon muda dengan 6 suku kata nama adalah salah satu buktinya. Ras Beast dan Ras Humanoid semakin berkembang dengan cepat, bahkan ada seekor Beast Dragon yang menembus ranah Mythical sebelum usia 300 tahun." Hogni berkata.
"Kita harus bersiap-siap dengan serangan penjajah dari Planet Auriga, apabila mana di Planet Antares di pulihkan. Klan Beast di Planet Auriga masih saling berperang satu sama lain berbeda dengan Planet Antares yang damai." Ragnar berkata.
"Kemunculan Void Dragon Violet adalah buktinya. Dia mempunyai kekuatan yang lebih kuat dari Urs dalam bentuk Demon Black Liong, tetapi dia seperti mengenal Urs."
"Void Dragon itu sangatlah cantik dalam bentuk Dragon. Bahkan aku ingin sekali menjadikannya istri ke dua belasku." Magna berkata.
"Ignis, kamu sudah lama bersama dengan Urs. Bisakah kamu menceritakan semua hal tentang Urs?" Ignite bertanya.
"Baiklah."
Ignis menceritakan semua hal tentang Lazarus.
"Sungguh sangat beruntung seorang ras humanoid rank Epik kebetulan bertarung melawan Melanthios yang baru melahirkan. Beast betina yang baru melahirkan akan kehilangan 95% kekuatannya. Magna, apakah kamu tidak ingin membalas dendam karena salah satu Putri kesayanganmu mati?" Ragnar bertanya.
"Hahaha. Aku bukanlah Metalik Dragon atau Netral Dragon, aku adalah Black Dragon. Aku dahulu membunuh semua saudaraku untuk menjadi seorang Beast King. Melanthios kalah dalam duel yang adil dan terhormat, tetapi takdir lebih memihak Urs jadi aku tidak keberatan. Namun apabila Urs membunuh Heather juga, aku akan bertarung sampai mati dengan Urs." Magna menjawab.
"Apabila aku menjadi Urs, aku tidak akan menjadi seseorang yang naif. Aku akan memecahkan telur Ignis dan Asterion, aku tidak akan membiarkan mereka terlahir karena mereka adalah anak dari musuhku." Ragnar berkata.
"Aku juga memikirkan hal yang sama, tetapi Urs melupakan dendam itu dan lebih memilih membesarkan Ignis dan Asterion seperti anaknya sendiri." Magna mengangguk.
"Ignis, apakah kamu dan Asterion menyimpan dendam kepada Urs?" Agni bertanya.
Ignis menggeleng ringan. "Aku dan Asterion tidak menyimpan dendam kepada Master, dia sudah mengasihani dan mengampuni hidup kami. Bukankah diantara Beast Dragon adalah hal yang wajar mati di dalam duel?"
"Darkness Dragon dan Colour Dragon disebut sebagai Naga Jahat, tetapi mengapa kita sekarang terlihat seperti lebih manusiawi?" Agni bertanya.
"Ayah, Kakek, aku ingin tidur. Aku sangat kelelahan. Kalian boleh melanjutkan minum tanpaku." Ignis berkata, kemudian berjalan ke arah Rhea, Annora dan Celena.
"Igniss.."
"Rhea tidurlah, aku berada di sampingmu." Ignis memeluk Rhea.
...****************...
"Saat aku pertama kali bertemu dengan Ignis, aku seakan-akan melihat bajingan itu. Dia memiliki wajah yang sama dengan Ignisia." Ragnar menggeram.
"Aku mengira Cucu Buyutku Ignis adalah Reinkarnasi saudaraku Ignisia." Agni tersenyum.
Ragnar, Hogni dan Magna mengangguk.
"Ignis, mempunyai sifat yang berbeda dengan Ignisia. Dia lebih tenang dari Ignisia dan bertarung menggunakan otak, dia sangat cerdas dan dapat menahan diri. Aku melihat Ignis saat bertarung dengan Wind Dragon, dia mempunyai sifat yang berbeda dari ibunya yang kejam. Namun di dalam ketenangannya aku melihat banyak sekali kemarahan dan keputusasaan. Begitupun dengan Asterion." Hogni berkata.
"Mereka berdua ingin menjadi lebih kuat untuk melindungi Urs. Bahkan mereka bisa melewati proses Rebirth yang sangat menyakitkan. Urs, sudah banyak membantu cucuku dan keluargaku, Urs juga yang menyelamatkanku waktu terjebak di Dungeon Merlin selama ribuan tahun. Dia menyelamatkan putraku Ignatius dan menyelesaikan masalahnya dengan para Dwarf." Ignite berkata.
"Lucius, Cesare, Orion dan Arthur mempunyai wajah yang sangat mirip. Meskipun warna mata, kulit dan rambut mereka berbeda." Magna berkata.
"Aku mencurigai Urs adalah mereka semua di kehidupan yang lalu? Kita bukanlah Divine Beast yang bisa mengetahui sedikit rahasia alam semesta, tetapi untuk saat ini kita tidak boleh memusuhi Urs." Hogni berkata.
"Kami juga memikirkan hal yang sama."
...****************...
*Pagi Hari.
Gold Dragon Evanthe masuk ke sarang Ignatius mereka melihat banyak Dragon yang sedang tertidur. Ignis dan Heather saling memeluk, mereka sekarang sudah memulihkan bentuk wajah mereka.
"Groooaar!!"
Gold Dragon Evanthe mengaum dengan keras, menghancurkan Artefak Barrier penghalang suara yang berada di sana.
"Ignite, bangunlah! Aku sudah mencarimu selama 2 hari dan kamu ternyata berada di sini!" Evanthe berteriak.
Semua Beast Dragon yang berada di sana terbangun mendengar Auman dan teriakan Evanthe.
"Evanthe, biarkan aku menjelaskannya! Tenanglah, ada 4 Dragon King yang berada di sini! Kamu tidak boleh mempermalukan aku."
Evanthe menggenggam tanduk Ignite, kemudian menyeretnya keluar dari sarang Ignatius. Dia sangat marah kepada Ignite yang menyerahkan penjagaan Crimson dan Gaver yang sedang dalam proses Rebirth.
"Tolong!!" Ignite memohon.
Semua Beast Dragon yang berada di sana tidak memedulikan Ignis.
"Kakek, aku akan selalu mengingat kebaikanmu. Semoga kamu tenang di dalam pelukan Dewi Tiamat." Asterion berkata.
"Hahaha. Tidak ada yang lebih menakutkan dari Beast Dragon betina yang marah." Agni tertawa seraya meminum satu tong Wine.
"Fufufu. Kamu menertawakan Putramu sendiri dan meninggalkan istri serta Klanmu untuk bersenang-senang di sini." Seekor Red Dragon betina dengan 6 tanduk indah seperti mahkota di kepalanya terkekeh seraya memasuki ruangan.
Tubuh Agni gemetar saat mendengar suara Beast Dragon betina itu. "Sayang, siapa yang memberitahumu aku berada di sini?"
"Evanthe yang memberitahuku kamu berada di sini, dia mengirim pesan kepadaku menggunakan seekor Griffin."