LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 302. Kemarahan Agenor.



Di luar gerbang ke empat Ibukota Regulus. Kaisar Agenor Albion bersama 10,000 pasukan elit Kekaisaran Albion, yang dipimpin oleh 3 orang ranah Mythical dan 12 orang ranah Legendary sedang melihat ke arah Ibukota Regulus.


Duke Gigas Leontios bersama 2000 pasukannya berada di samping pasukan Kekaisaran Albion. Sudah 3 tahun Kekaisaran Lion Heart dan Kekaisaran Albion berdamai, semenjak perang di Kerajaan Pendragon dan Kekaisaran Avalon banyak orang yang berhasil menembus ranah Mythical.


Mereka semua berpikir bahwa semua ini berkah dari para Dewa. Padahal bukan hanya Kekaisaran dan Kerajaan di Benua Barat Zephyra yang mendapatkan berkah itu, tetapi semua ras humanoid dan Beast di Antares semakin kuat karena energi mana di Planet Antares semakin banyak, tebal dan murni.


Planet Antares mengalami perputaran, awalnya Planet Antares adalah Planet tingkat atas seperti Planet Auriga. Namun siklus selalu berputar energi mana di Planet Antares menjadi semakin menipis, kemudian setelah ribuan tahun energi itu akan perlahan pulih kembali. Mengakibatkan semua makhluk hidup di Planet Antares bertambah kuat dengan cepat.


Seorang pria berambut pirang dengan mata hijau, memakai armor emas seraya menaiki seekor Mythical Beast Golden Lion menghadang Kaisar Agenor dan pasukannya.


Kaisar Altair segera pergi ke wilayah Regulus setelah agen intelijen miliknya melaporkan bahwa Agenor membawa sekitar 10,000 pasukan ke wilayah Leontios. Altair mengira Agenor akan melanggar perjanjian perdamaian diantara Kekaisaran Lion Heart dan Kekaisaran Albion.


Namun Agenor hanya bernegosiasi dengan Duke Gigas Leontios, kemudian mereka pergi ke wilayah Regulus melewati wilayah Leontios


"Agenor, Gigas, mengapa kalian ingin menyerang wilayah Regulus?" Altair berteriak seraya mengacungkan Artefak Golden Lion Spear miliknya.


"Altair, kucing hitam menculik Putraku Charon! "Agenor berteriak.


"Mustahil, Lazarus dan Iris tidak akan melakukan hal itu!" Altair berteriak.


"Altair, orang terakhir yang bersama Charon sebelum Charon menghilang saat Pertemuan Aliansi Kerajaan dan Kekuatan Besar adalah Lazarus. Duke Gigas, juga melihat putri kucing hitam Amarilis bersama putraku Charon di malam Aliansi Kerajaan dan Kekuatan Besar!" Agenor berteriak seraya memelototi Alastair.


"Hohoho. Kaisar Altair, aku tidak ingin Kekaisaran Lion Heart dan Kekaisaran Albion kembali berperang karena wilayah Leontios yang akan sangat dirugikan. Aku hanya mengantarkan Agenor untuk pergi ke wilayah Regulus." Duke Gigas terkekeh.


"Kakek tua bangka ini pasti memihak Agenor karena dia ingin membalas dendam kepada Lazarus," batin Altair.


"Pergilah! Regulus juga adalah wilayah Kekaisaran Lion Heart!" Altair berteriak.


"Altair Muda, kamu seharusnya mengetahuinya bahwa wilayah Regulus sudah memisahkan diri dari Kekaisaran Lion Heart. Apakah kamu ingin Kekaisaran Lion Heart dan Kekaisaran Avalon berperang kembali?" Seorang pria paruh baya berambut coklat panjang, mata merah dan bekas luka di mata kanannya berseru, dia adalah Duke Miles Nightingale.


"Duke Miles, bagaimanapun Lazarus adalah sahabatku dan Iris adalah saudari kembarku. Apakah kalian sudah mengetahui konsekuensi dari perang ini?" Altair menatap tajam ke arah Agenor dan pasukannya.


"Hahaha. Kaisar Altair, apa maksudmu konsekuensi? Meskipun Lazarus adalah menantu dari beberapa Raja dan Kaisar, bahkan Pangeran Kekaisaran Boreas. Namun dalam masalah ini Lazarus bersalah, dia sudah menculik Pangeran Charon! Nama baik mereka akan tercemar karena melindungi seorang pendosa. Kaisar, Raja, Pemimpin Kekuatan Besar dan Bangsawan di 4 Benua akan meragukan kredibilitas semua Kekaisaran dan Kerajaan yang memihak pendosa, kemudian perang besar-besaran akan terjadi." Duke Gigas Leontios tertawa.


"Altair, aku hanya ingin mengambil putraku kembali. Aku ingin menghajar kucing hitam tidak malu itu. Apabila Kucing Hitam menolak mengembalikan putraku, perang akan terjadi!" Agenor berkata, kemudian membawa Artefak tombak rank Epik.


Agenor melihat ke arah wilayah Regulus, wilayah itu dilindungi oleh tembok yang sangat kokoh melebihi tembok Ibukota Kekaisaran Avalon.


Agenor melapisi tombaknya dengan aura berwarna perak, kemudian melemparkannya ke gerbang Kastil Regulus.


"Swooosshhh" Tombak itu melesat dengan sangat cepat ke arah gerbang. Seketika Artefak Barrier rank Legendary yang melindungi Ibukota Regulus aktif. Percikan api karena benturan terlihat, tombak Agenor memantul dan menancap dalam ke tanah.


"Apakah wilayah Regulus memasang Artefak Barrier Rank Legendary!" Semua orang berseru, lemparan tombak Agenor sangat kuat, tetapi Barrier itu tidak hancur sedikitpun.


"Tidak! Semua wilayah Regulus bukan hanya di lindungi oleh Artefak Barrier Rank Legendary kualitas rendah, tetapi Artefak Rank Legendary kualitas tinggi dan berlapis. Aku mengira bahkan seorang ranah Mythical memerlukan banyak waktu untuk menghancurkan semua Artefak Barrier itu." Seorang pria berambut pirang pendek dan mata hijau, menggunakan Skill Mana Eye miliknya. Dia adalah Duke Malin White Wolf.


"Bajingan keluarlah! Apakah kamu akan bersembunyi seperti kura-kura! Apabila kamu tidak keluar aku akan terus menyerang wilayah Regulus sampai kamu keluar."


"Groooaarr!"


"Kyaaaatt!"


"Auuuuu..."


Suara banyak Beast terdengar dari dalam gerbang wilayah Regulus. 100 Penunggang Griffin, 100 orang penunggang Fire Wyvern dan 300 orang penunggang Beast terbang keluar dari langit wilayah Regulus. Mereka memakai armor berwarna putih dengan lambang singa hitam di dadanya dan lambang White Dragon dan Black Dragon yang saling melingkar di bahu kanannya.


Gerbang terbuka 200 Ksatria penunggang Magical Beast dan Demon Beast Snow Wolf dan Ice Wolf bersenjata lengkap, memakai armor putih rank Unique keluar dari gerbang wilayah Regulus. Di ikuti oleh 300 orang penunggang Beast, banteng, Drake dan beruang. Seorang Beastman beruang tua dengan 5 Legendary Beast adalah orang yang memimpin pasukan itu.


Sesaat kemudian 3000 Kavaleri pasukan berkuda dengan senjata lengkap dengan armor berwarna putih kebiruan berlambang singa hitam di pimpin oleh Cleon dan Bangsawan Regulus berbaris dengan rapih keluar dari gerbang Ibukota Regulus.


5000 orang ras Dark Beastman, Demon, Orc Beastman dan manusia, memakai armor berwarna putih kebiruan membawa Artefak pedang, perisai dan tombak dengan lambang singa hitam di dadanya menyusul di belakang pasukan kavaleri. Di pimpin oleh Freya dan Lilian yang menaiki Purple Thunder Lion Hilda dan seekor Grand Demon Beast White Dragon Horse.


1000 pasukan Regulus membawa Magic Staff dan memakai Artefak jubah perang berwarna putih dengan sulaman singa hitam dan sulaman White Dragon dan Black Dragon yang saling melingkar keluar dibelakang pasukan infantri wilayah Regulus. Di pimpin oleh Elise dan Alyssa yang menunggangi punggung Grand Demon Beast White Dragon Horse.


10, 000 pasukan itu mengatur formasi dengan sangat rapih, begitupun dengan semua Beast jinak yang mereka tunggangi.


100 orang dengan Artefak panah pergi ke atas tembok kastil seraya mengeluarkan Artefak Giant Bow, Pelontar dan meriam dengan sigap.


900 orang prajurit membawa busur dan anak panah, memakai armor ringan berwarna putih kebiruan dengan lambang kepala singa hitam. Di pimpin oleh Diana segera keluar dan membidikkan panah mereka ke arah pasukan Kekaisaran Albion dan Leontios.


5000 pasukan Beastman Dragon, membawa Artefak tombak, Long Sword, memakai armor berwarna putih dengan lambang singa hitam di dadanya. Di pimpin oleh Adras dan Basilio memasuki formasi, kemudian berbaris dengan rapih.


2000 orang berarmor putih kebiruan dengan helm menyerupai bentuk kepala singa, membawa Artefak tombak dan perisai besar di pimpin oleh Brant yang memakai armor berwarna merah terang dan membawa Great Sword Vermilion pergi ke depan pasukan. Mereka menancapkan armor mereka ke tanah seraya memasang posisi bertahan.


2000 orang memakai helm hitam berbentuk kepala singa, dan ukiran plat dada singa hitam mata biru membawa Artefak Long Sword, Belati, Kapak perang besar, palu perang, tombak dan lainnya keluar dari dalam gerbang. Dipimpin oleh Cathrine, Theresia dan Felicity.


Tubuh Altair gemetar semua pasukan Regulus terlihat sangat terlatih. Bahkan mereka mengembang biakkan Beast tunggangan, Artefak yang mereka gunakan juga adalah Artefak Rank Unique dan Legendary kualitas tinggi. Terutama pasukan dengan armor berwarna hitam itu, dia tidak pernah mendengar dan melihat wilayah Regulus mempunyai pasukan elit.


Orcblorg meniup Artefak terompet yang sangat besar. Semua pasukan segera berlutut , kecuali istri Lazarus untuk menyambut Iris.


Rion dan Dyonisius memakai topeng singa hitam menunggangi punggung Black Fire Fenrir Black Fang dan Ice Fenrir White Fang di sisi kanan dan kiri Iris yang menunggangi Moonlight Fenrir Sirius.


"Grooooaarrr" Blue Sky Leopard, Kyle mengaum. Tanpa adanya Ignis, Asterion, Golden Fang dan Crimson, dia adalah Alpa dari kawanan Beast kontrak Lazarus.


Cassandra dan Blossom menunggangi punggung Ice Cerberus Snow Flower, sedangkan Tiara dan Celine menunggangi Fire Cerberus Sun Flower. Di belakangnya terlihat belasan Beast kontrak rank tinggi Lazarus.


Pasukan Kekaisaran Albion dan Leontios gemetar karena melihat 20,000 pasukan wilayah Regulus. Mereka mengira jumlah pasukan wilayah Regulus sangat lemah karena mereka adalah wilayah terlemah di Kekaisaran Lion Heart. Bahkan dulu wilayah dan kekuatan seorang Viscount Kekaisaran Albion lebih


Meskipun pasukan mereka berjumlah 11,000 orang dan sudah mengalami banyak pertarungan, tetapi pasukan Regulus tetap membuat mereka gentar. Terutama pasukan berarmor hitam yang berada di belakang pasukan.


"Maron, kita hanyalah orang-orang ranah Elite, Namun mengapa banyak pasukan Kekaisaran Albion memperhatikan kita?"


"Jerry, aku tidak mengetahuinya. Tuan Urs dan Kerajaan Terra kekurangan Material untuk membuat armor kita. Jadi mereka menggunakan bahan Orichalcum hitam yang mudah di dapat di Kerajaan Terra. Mungkin karena kita terlalu mencolok."


"Apakah kalian sudah siap berperang?" Iris bertanya kepada 30 ksatria wanita berarmor perak.


"Saint Iris, kami sudah siap untuk berperang karena kami sudah berlatih di bawah bimbingan kalian semua. Sehingga kami yang hanya menjadi pelayan wanita bisa menembus ranah Grand Master." Seorang wanita yang membawa Great Sword berkata.


30 ksatria wanita berarmor lengkap berwarna silver itu adalah Leticia, Calista, Aliandra dan 27 pelayan di kastil Regulus, mereka ingin bertambah kuat agar Lazarus melirik mereka.


"Veronika dan yang lainnya akan baik-baik saja karena Black Mamba, Bibi Quinn dan Soren melindungi mereka. Dengan adanya Rion dan Dyonisius berada di sini, aku yakin Agenor akan menarik pasukannya. Kami hanya harus menunggu Amarilis dan Charon datang ke sini dengan Cucuku Gail agar kesalah pahaman ini selesai. Namun masalah yang paling besar adalah Gigas Leontios, aku harus menggunakan kesempatan ini untuk menghancurkan singa licik itu." batin Iris.


"Iris, tenanglah aku berada di sini." Seorang wanita Demon berambut hitam, memakai topeng singa hitam menunggangi seekor Darkness Cerberus muda menenangkan Iris.


"Terima kasih, Reese aku akan membalas kebaikanmu di masa depan." Iris menjawab.


"Hahaha. Onyx kita adalah sahabat, mengapa kamu tidak mengikuti ku." Sarion mengelus surai Onyx.


"Masterku hanyalah Master Urs!" Onyx menolak tawaran Sarion dengan suara yang berat.


...****************...


"Iris, aku ke sini hanya ingin bertemu kucing hitam itu! Aku tidak mempunyai urusan denganmu!" Agenor berteriak.


"Lazarus pergi ke Hutan Cerulean bersama Alastair, Icarus dan Hector! Agenor, tariklah pasukanmu kembali dan aku akan melupakan masalah ini." Iris menjawab.


"Hahaha. Iris, apakah kamu ingin melindungi suamimu? Ataukah suamimu sedang bersembunyi di kastilnya karena ketakutan untuk bertarung dengan Agenor!" Duke Gigas Leontios tertawa.


"Diam! Sebagai seorang Saint. Iris tidak akan berbohong dan Kakek tua urusan ini adalah urusanku dengan Lazarus. Maka tutuplah mulutmu!" Agenor berteriak.


Altair tersenyum melihat itu. Meskipun Agenor kasar dan tidak tahu malu, tetapi dia adalah pemimpin yang cerdas. Dia tidak akan bertarung langsung dengan pasukan wilayah Regulus yang lebih banyak dan kuat.


3 Duke ranah Mythical Kekaisaran Albion diam-diam tersenyum, apabila perang terjadi pihak mereka akan menderita kerugian yang besar menang ataupun kalah.


"Hohoho. Saint Iris, bukankah sebaiknya kita melakukan negoisasi untuk menyelesaikan permasalahan ini? Perang adalah jalan terakhir." Duke Malin White Wolf menawarkan.


"Aku setuju, biarkan saudaraku Altair dan Namean yang menjadi saksinya."


"Tidak! Mengapa aku tidak boleh menjadi saksinya."


"Gigas, kami mengetahui kamu sangatlah licik. Intinya kami tidak mempercayaimu. Kami lebih mempercayai Altair daripada kamu." Duke Miles berkata menggunakan Artefak pengeras suara.


Pasukan Kekaisaran Albion mendekat ke arah pasukan Regulus. Mereka mendekat dengan berhati-hati tanpa mengeluarkan aura permusuhan sedikitpun, tetapi mereka tetap waspada. Begitupun dengan pasukan Regulus yang menatap pasukan Kekaisaran Albion dengan dingin.


Pasukan Kekaisaran Albion dan pasukan Grand Duchy Regulus saling berhadapan, mereka hanya terpisah jarak sekitar 7-8 meter. Sekarang pasukan Kekaisaran Albion melihat dengan jelas Artefak armor dan senjata yang dipakai pasukan Regulus lebih baik dari mereka entah itu kualitas, material dan Ranknya.


"Aku mendengar wilayah Regulus sangat miskin, tetapi mereka memakai Artefak buatan pengrajin Dwarf." Seorang pria paruh baya berambut coklat panjang di kepang kuda, mata biru berkata.


"Duke Andre, kamu selalu sibuk berlatih dan ketinggalan informasi. Nama Lazarus sekarang terkenal dan aku akan menceritakan semuanya setelah masalah ini selesai." Duke Malin berkata.


"Earth Chair, Earth Table."


Sebuah meja besar dengan 1 kursi di sebelah Utara untuk Altair. 4 kursi di barat dan 4 kursi di timur diciptakan oleh Alyssa.


Altair sebagai penengah duduk di kursi sebelah utara. Kaisar Agenor, Duke Andre, Duke Miles dan Duke Malin duduk di kursi sebelah barat, sedangkan Iris, Rion, Dyonisius dan Reese duduk di kursi sebelah timur.


"Iris, aku ingin mengetahui apakah Lazarus dan kamu yang menculik Putraku Charon?" Agenor bertanya.


"Lazarus yang mempunyai ide untuk menculik Charon saat malam Pertemuan Aliansi Kerajaan dan Kekuatan Besar." Iris menjawab.


Agenor mengeluarkan aura haus darah, tetapi Duke Miles segera menenangkannya.


"Apakah Pangeran Mahkota Charon baik-baik saja?" Duke Malin bertanya.


"Charon, baik-baik saja dan dia sangat bahagia saat ini."


"Iris, Charon adalah Putra Mahkota Kekaisaran Albion. Aku hanya mempunyai 1 putra karena 12 anakku dari 2 istri dan 17 selirku yang lain adalah wanita. Apakah kamu tahu dari dulu kebanyakan keturunan keluarga Bangsawan Albion terlahir banyak wanita? Pamanku Rion dan sepupuku Dyonisius tidak ingin menjadi Kaisar Kekaisaran Albion dan Ayahku sudah mati karena kelelahan membuat banyak keturunan dengan 21 istrinya. Namun 19 orang anaknya selain aku hanya wanita."


"Apa! Bukankah kamu mempunyai 5 orang putra?"


"Mereka adalah putriku, aku menyuruh putri tertuaku dan yang lainnya untuk berpenampilan seperti seorang pria. Aku tidak ingin musuh mengetahui bahwa aku hanya mempunyai 1 orang putra dan mengincar putraku."


Bibir Rion dan Dyonisius melengkung di balik topeng singa hitam. Mereka berdua ingin sekali tertawa terbahak-bahak mendengar cerita Agenor.


"Rion sangat beruntung karena dia melahirkan seorang Putra. Kami sebenarnya sangat mendukung Rion menjadi Kaisar daripada Ayahmu." Duke Andre berkata.


2 Duke lain mengangguk setuju.


"Duke bukankah dengan kalian mengatakan seperti itu sama saja dengan pengkhianatan?" Altair bertanya.


"Altair, meskipun kita sudah berperang bertahun-tahun. Akan tetapi, aku mengetahui bagaimana sifatmu. Biarkan mereka berkata seperti itu karena mereka lebih menganggap ku anak mereka daripada seorang Kaisar."


"Aku bersumpah atas nama Dewi Electra dan Dewi Keadilan Artemis tidak akan membocorkan hal ini." Altair bersumpah.


Semua orang yang berada di sana ikut bersumpah. Duke Gigas penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh Agenor dan Iris karena mereka ditutupi oleh Barrier penghalang suara. Namun dia melihat amarah Agenor sudah reda.


"Apa alasan kamu dan kucing hitam menculik Putraku? Kucing hitam berbeda dengan Aslan,Leontios atau Leandro yang licik." Kaisar Agenor menggertakan giginya.


"Putriku Amarilis mencintai putramu dan Suamiku menculik putramu untuk kawin lari dengan putriku Amarilis. Sekarang mereka tinggal di wilayah bekas Count Blackton Kerajaan Pendragon."


"Apaaa!!"


Agenor dan 3 Duke Kekaisaran Albion terkejut.


"Apakah mereka sudah menikah?" Agenor bertanya seraya mengeluarkan haus darah.


Iris mengangguk. "Mereka sudah mempunyai seorang bayi dan dinamakan Gail. Aku rasa mereka sekarang sedang menuju ke sini karena mendengar berita wilayah Regulus di serang."


"Mengapa Charon kawin lari?" Andre bertanya.


Miles membisikan kisah Lazarus dan Agenor ke telinga Andre. "Aku mengerti orang yang mempermalukan Agenor di masa lalu adalah Lazarus. Dia juga orang yang merebut cinta pertama Agenor Saint Iris di masa lalu."


"Diamlah Kakek Tua! Aku bersumpah akan menggantung kamu terbalik di pohon Yggdrasil selama 5 hari apabila kamu terus membuka mulutmu!" Agenor berseru.


Amarilis yang mengendong bayi dan Charon berlari ke depan pasukan.


"Ayah!" Charon berteriak, tetapi Agenor tidak mendengarnya.


Wajah Duke Gigas Leontios menjadi masam saat melihat kedatangan Amarilis dan Charon.


"Bajingan! Kalian terlambat!" Alyssa segera masuk ke dalam Barrier penghalang suara bersama Amarilis dan Charon.


Charon segera bersujud ke arah Agenor, sedangkan Amarilis membungkuk seraya menggendong bayi Gail. Alyssa menciptakan 3 kursi tambahan untuk mereka duduk, segera dia duduk di kursi sebelah selatan.


Agenor dan 3 Duke Kekaisaran Albion melebarkan mata mereka saat melihat Charon dan Amarilis.


"Ayah, tolong hukum saja aku dan lepaskan Amarilis dan Gail! Aku adalah orang yang bersalah, bukan Grand Duke Lazarus, Saint Iris atau wilayah Regulus. Kamu boleh memenggal aku, tetapi kamu harus menarik mundur pasukan." Charon memohon.


Agenor menggertakan giginya, kemudian menatap ke arah bayi berambut coklat dan mata biru di gendongan Amarilis.


"Apakah dia cucuku? Bolehkah aku menggendongnya?"


"Silahkan Kaisar Agenor." Amarilis memberikan Gail kecil.


Agenor memberikan satu jarinya, kemudian bayi Gail menggenggam jari Agenor. Dia mengingat saat Charon lahir dan seketika semua amarahnya reda.


"Genggaman yang sangat kuat, dia akan menjadi ksatria yang hebat." Agenor tersenyum.


"Siapa namanya?" Duke Andre bertanya.


"Gail Regulus."


Agenor menggertakan giginya. "Tidak! Aku ingin menamakannya Albion di nama belakangnya."


"Ayah, aku dan putraku bukanlah bagian keluarga Kekaisaran Albion! Aku sudah mengkhianatimu dan kawin lari dengan Amarilis."


"Bayi tidak mempunyai dosa, mengapa aku harus membunuh anak, menantu dan cucuku? Bukankah para Dewa akan mengutukku? Meskipun aku kejam, aku masih mempunyai hati nurani tidak seperti Kaisar Halbert Lion Heart." Agenor menjawab.


"Tunggu! Apakah kamu memaafkan ku?"


"Kamu harus mendapat hukuman untuk menyelesaikan semua tugas yang kamu tinggalkan. Orang yang pantas untuk di hukum adalah kucing hitam itu!" Agenor berteriak.


"Tunggu! Aku berpikir kamu tidak akan menyetujui pernikahanku dengan Amarilis."


"Aku pasti akan menentangnya mati-matian. Namun sekarang kalian sudah menikah dan mempunyai anak, bukankah sekarang kita seharusnya merayakannya? Namun cara yang digunakan kucing hitam itu membuat darahku mendidih."


"Hahaha. Agenor kelihatannya kamu sekarang lebih dewasa." Rion melepaskan topengnya.


"Cih, aku ingin sekali melawanmu. Akan tetapi, kelihatannya kesalah pahaman ini sudah selesai." Dyonisius kecewa.


"Paman Rion/Pangeran Rion!" Agenor dan 3 Duke Kekaisaran Albion terkejut.


"Paman Andre, Miles dan Malin sudah lama tidak bertemu. Aku dan Dion sudah menjadi Viscount Kekaisaran Albion, aku mempunyai hutang yang sangat besar kepada Tuan Urs yang tidak bisa dibayar dengan nyawaku." Rion tersenyum.


Semua orang menatap ke arah wanita yang hanya mendengarkan dan memperhatikan dari tadi seraya menggoyangkan kakinya.


"Iris, siapa dia?"


Reese melepaskan topengnya, terlihat wajah seorang wanita cantik ras Demon dengan mata merah yang mempesona tersenyum memperlihatkan 2 taring kecil yang indah.


"Andre, Milan dan Miles kecil sekarang sudah menembus ranah Mythical. Waktu sungguh berlalu dengan cepat." Reese tersenyum.


"Demon Emperor Reese!!"


"Reese? Apakah kamu adalah pendiri Kekaisaran Moonlight dan Ibu dari Demon Emperor Rhodes?".


"Aku kesini hanya berkunjung untuk bermain."


Tubuh Miles, Milan dan Andre gemetar. Apabila mereka mengetahui Demon Emperor Reese berada di wilayah Regulus, mereka tidak akan berani menginjakkan kaki mereka di wilayah Regulus.


"Paman apakah kamu mengenal Nyonya Reese?" Rion bertanya.


"Bukan hanya mengenalnya, tetapi aku yang melatih Kakekmu Sirus, Miles, Milan dan Andre selama 3 tahun. Mereka dahulu hanyalah setinggi ini 4 anak yang desanya dihancurkan oleh kawanan Beast sekarang sudah mendirikan Kekaisaran." Reese tersenyum.


"500 atau 1000 tahun sungguh waktu yang singkat untuk ras Demon dan High Elf." Alyssa berkata.


"Agenor cepat tarik kembali pasukan!" Andre berseru.


"Baiklah," Agenor keluar dari Barrier penghalang suara.


"Hampir saja kita semua mati dengan mengenaskan." Andre bernafas lega.


"Para Dewa masih mengasihani 3 pria tua."


"Fufufu. Apakah kalian ingin berlatih lagi?"


"Tidak! Kami pasti akan mati, apabila kamu melatih kami."


"Cyrus tidak berada di sini, padahal dia adalah orang terkuat diantara kalian bertiga. Apa alasan Cyrus meninggal?"


"Hahaha. Cyrus mati 410 tahun lalu dengan senyuman." Andre menjawab.


"Aku menanyakan alasan Cyrus mati?"


"Apakah kalian ingin mendengarnya?' Malin bertanya.


Semua orang mengangguk, mereka ingin mendengar bagaimana seorang Kaisar ranah Mythical yang dikenal menyaingi ketenaran Knight King Arthur mati.


"Hal ini adalah Aib Kekaisaran Albion. Cyrus sebenarnya tidak mati dalam misi eksplorasi, tetapi dia mati karena tersedak tulang Multi Colour Chicken Panggang." Andre menjawab.


"..."


"Apakah seorang ranah Mythical bisa mati karena tersedak?" Iris bertanya.


"Kematian adalah takdir, bukan hanya tersedak. Akan tetapi, serangan jantung, memakan herbal racun dan hal konyol lain bisa terjadi. Aku mengingat seorang pria bodoh yang hidup untuk wanita dan mati untuk wanita." Reese mengingat wajah Cesare.


Iris gemetar ketakutan. "Aku harus mengatakan kepada Lazarus agar mengunyah dulu makanan sebelum memakannya!" Iris berteriak.


...****************...


*Hutan Cerulean.


"Uhuk! Uhuk! Uhuk!"


"Urs, minumlah! Kamu akan mati apabila tersedak." Magnolia memberi Lazarus segelas air.


Lazarus melanjutkan makanan. "Seorang ranah Legendary sepertiku tidak akan mati karena tersedak tulang."