
Lazarus, Deviela dan Arion berbaring di atas rerumputan hijau di taman Istana Kekaisaran Moonlight. Melihat para pasukan penunggang Black Eagle sedang berlatih di atas langit. Grand Demon Beast Black Eagle mempunyai ukuran 6-7 meter, bulu hitam serta paruh dan cakar yang tajam.
"Urs, terbang." Arion berkata seraya melebarkan sepasang sayap kelelawar kecilnya.
"Sayang, Apakah kamu ingin terbang?" Deviela bertanya.
Arion mengangguk seraya menatap Lazarus dengan mata berbinar. Di wilayah Regulus Arion dan Lazarus sering terbang menaiki punggung Regulus, Asterion dan Golden Fang.
"Master, aku ingin mencari udara segar sebentar." Aneira berkata.
"Master, aku juga ingin mencari udara segar." Celestial berkata.
Langdon dan 7 orang pelayan wanita ras Demon yang ditugaskan untuk menjaga Lazarus dan Deviela, segera membawakan seekor Epik Beast Black Wyvern dan Fire Wyvern.
Epik Beast Black Wyvern itu berjalan menggunakan sepasang kaki dan sayapnya. Di sayapnya terlihat 2 cakar kecil untuk menjaga keseimbangan saat berjalan merangkak di tanah. Berbeda dengan Dragon yang mempunyai 4 kaki, Beast Wyvern hanya mempunyai 2 kaki dan ukuran yang lebih kecil.
"Groooarr!"
Epik Beast Black Wyvern itu mengaum ke arah Lazarus, Deviela dan Arion. Namun mereka tidak ketakutan dengan auman Epik Beast Black Wyvern itu karena sudah terbiasa melihat dan mendengar auman seekor Legendary Beast Dragon.
"Urs, namanya adalah Despair tunggangan milikku." Pangeran Langdon seorang pria ras Demon berambut biru tua panjang dan mata merah itu tertawa.
"Tuan Urs, nama Beast Fire Wyvern ini adalah Nefertari. Beast tunggangan Putri Clara. Dia masih muda dan putri mengatakan, apabila kalian ingin terbang untuk melihat pemandangan Ibukota Kekaisaran Moonlight. Maka kalian bisa menaiki Nefertari, tetapi dia sangatlah pemilih siapa orang yang akan menungganginya." Seorang pelayan wanita Demon dengan rambut coklat cerah panjang, sepasang tanduk merah dan mata merah berkata.
Deviela menatap tajam ke arah Langdon, saudaranya Langdon selalu memamerkan Beast, Artefak, Pencapaian dan Kekayaannya.
Lazarus berjalan ke arah Despair, dia terlihat seperti Asterion. Namun Asterion terlihat jauh lebih indah, garang, mendominasi dan kejam daripada Despair.
"Apakah Despair adalah seekor Black Wyvern Variant?" Lazarus bertanya.
"Hahaha. Despair adalah seekor Black Wyvern Variant yang kejam, mendominasi dan haus darah. Bahkan dia berani menghadapi seekor Beast Dragon dan Beast yang lebih kuat darinya." Langdon membusungkan dadanya dengan tersenyum bangga.
Lazarus mengulurkan tangannya ke arah Despair, tetapi Despair menggeram ke arah Lazarus seraya memperlihatkan gigi-giginya yang tajam.
Lazarus mengeluarkan aura Dragon miliknya. Despair seakan-akan berada dihadapan seekor Gold Dragon berkepala sembilan raksasa. Tubuh Despair gemetar dan matanya sudah tidak mempunyai keinginan untuk bertarung.
Despair merasakan pria dihadapannya adalah seekor Beast kuat yang tidak boleh dia singgung. Beast yang ratusan kali lebih kuat dari semua Beast rank tinggi yang pernah dia temui dan lawan.
"Despair, mengapa kamu membiarkan seseorang menyentuhmu! Aku juga membutuhkan waktu 2 tahun agar boleh menyentuhmu!" Langdon berteriak.
Black Wyvern Despair sangat arogan, sombong dan kejam. Dia tidak pernah membiarkan seorangpun menyentuhnya bahkan Agathias, Daryan dan Sebastian.
Langdon membutuhkan banyak waktu dan usaha agar Despair mengakuinya. Namun di hadapannya, dia melihat Despair memperbolehkan Lazarus orang yang pertama kali Despair jumpai menyentuh tubuhnya.
"Anak baik, apakah kamu sudah melalui banyak pertempuran?" Lazarus mengusapkan wajahnya ke kepala Despair.
"Urs, mengapa kamu bisa sangat dekat dengan Despair?" Langdon bertanya.
Lazarus menyentuh dagunya. "Di wilayah Regulus kami mengembangbiakkan 50 ekor Fire Wyvern, Earth Wyvern dan Forest Wyvern. Aku juga mempunyai Job Beast Master, jadi aku sangat dekat dengan Beast." Lazarus menjawab.
"Tunggu, bahkan Paman Daryan tidak bisa membuat Despair yang mempunyai sifat pemberontak sejinak itu!" Langdon berteriak.
"Despair kelihatannya menyukaiku dan Despair mempunyai kesempatan untuk berevolusi menjadi Beast Dragon tidak murni." Lazarus berkata seraya mengeluarkan sebuah kertas, kemudian mencatat bahan evolusi untuk Despair dan memberikannya kepada Langdon.
Langdon melebarkan matanya saat membaca catatan itu, kemudian segera menyimpan catatan yang diberikan Lazarus ke Artefak penyimpanannya.
"Paman Daryan sedang meneliti tentang evolusi Beast dan dia menemukan bahwa Beast bisa berevolusi menggunakan cara alami dan buatan. Cara alami biasanya terjadi di alam liar entah Beast berevolusi sesuai lingkungannya, memangsa daging dan inti Beast yang lebih kuat atau membangkitkan garis darah keturunannya. Cara buatan adalah cara yang digunakan oleh ras humanoid untuk mempercepat evolusi Beast dengan memberikan Herbal, Inti Beast, Daging Beast dan sebagainya." Langdon berkata.
"Apakah Daryan berhasil?" Lazarus bertanya.
"Paman Daryan berhasil. Awalnya dia meneliti tentang Slime normal. Slime bisa berevolusi sesuai lingkungan dan makannya. Slime yang diberi makan logam akan berevolusi menjadi Metal Slime. Slime yang diberi makan racun akan berevolusi menjadi Poison Slime. Slime yang diberi makan herbal penyembuhan akan menjadi Healing Slime. Slime yang sengaja disimpan di gunung berapi akan berevolusi menjadi Fire Slime dan Lava Slime." Langdon berkata.
"Apakah Paman Daryan sudah melakukan penelitian kepada Beast selain Slime?" Deviela bertanya.
"Paman Daryan sudah melakukan penelitian Beast selama lebih dari 6000 tahun. Deviela, Paman Daryan mempunyai kemungkinan persentase 20% untuk membuat Beast selain Slime berevolusi. Namun semakin tinggi rank dan garis darahnya Evolusi akan semakin sulit. Semua Beast membutuhkan komposisi dan dosis herbal, Inti Beast dan daging Beast yang berbeda untuk berevolusi. Apabila terlalu sedikit Beast itu akan gagal berevolusi dan sebaliknya apabila terlalu banyak Beast itu akan mati." Langdon menjawab.
"Aku mengerti dan apakah kamu bisa mengantarku ke tempat Daryan?" Lazarus bertanya.
"Baiklah, aku akan mengantarmu ke tempat Paman Daryan. Aku juga ingin memberikan catatan yang kamu berikan ke paman Daryan." Langdon tertawa seraya menaiki punggung Despair.
Lazarus mengeluarkan White Dragon Aneira dan semua Beast kontraknya dari dalam Cincin Draupnir. Langdon dan semua pelayan terkejut karena melihat White Dragon, Ice Hydra, Ice Fenrir dan Violet Mink Beast kontrak Lazarus.
"Master, aku akan mengantar kalian." Aneira berkata.
"Baiklah." Lazarus mengusap kepala Aneira.
"Aku menitipkan Snow Fang, White dan Celestial kepada kalian. Mereka adalah Beast yang jinak dan cerdas, katakan pada semua orang bahwa ketiga Beast ini adalah Beast kontrak Urs." Lazarus tersenyum.
"Baiklah, kami akan menjaga semua Beast kontrak Tuan Urs." Pemimpin pelayan itu menjawab dengan suara gemetar.
"Ingatlah, kalian tidak boleh membuat masalah saat aku pergi." Lazarus berkata kepada Snow Fang dan yang lainnya.
Lazarus, Deviela dan Arion menaiki punggung Aneira, kemudian pergi ke tempat Demon Daryan bersama Langdon.
...****************...
"Nona, bisakah aku mengetahui siapa namamu?" White bertanya.
"Hazel Asmodeus."
"Apakah kalian wanita Demon rank tinggi dari keluarga Bangsawan yang diperintahkan oleh keluarga kalian untuk mendekati Master?" White bertanya.
"Aku melihatnya melalui Cincin Draupnir, aku mengetahui bahwa kalian selalu mengawasi Master dan Deviela. Apakah kepala keluarga kalian menyuruh kalian untuk menyelidiki Master?" White bertanya.
Hazel mengangguk. "White, kami tidak berniat buruk kepada Tuan Urs. Akan tetapi, dalam ras Demon garis darah itu adalah sebuah hal yang berharga. Kepala keluarga kami memerintahkan kami untuk mengawasi dan mendekati Tuan Urs."
"Aku mengerti dan aku, Celestial dan Snow Fang akan menceritakan semua hal tentang Master kepada kalian semua." Tujuh kepala White mengangguk.
"Benarkah?" Semua wanita di sana mempunyai mata berbinar.
"White, tidak pernah berbohong dan bisakah kalian menghidangkan makanan yang enak untuk kita?" Celestial bertanya.
"Fire Wyvern itu terlihat sangat enak." Snow Fang menjilat bibirnya.
"Snow Fang, kamu tidak boleh bercanda dan membuat orang lain ketakutan. Kamu yang sudah banyak menghabiskan daging kering di dalam perjalanan. Apakah kamu mengingat pesan Master untuk tidak membuat masalah?" White menegur Snow Fang.
"Baiklah, ikutlah dengan kami." Hazel berkata.
Para wanita itu memandu White dan yang lainnya ke sarang Beast di dekat Istana Kekaisaran Moonlight. Mereka bertemu dengan Komandan Sia yang sedang fokus membaca laporannya.
"Salam Nona Hazel, Olivia..." Komandan Sia memberi salam kepada para wanita tanpa melihatnya. Sia mempunyai penciuman yang tajam terhadap aroma wanita cantik, dia bisa mengetahui nama dan kehadiran wanita cantik tanpa melihatnya.
"Salam Tuan Sia." Para wanita itu menjawab.
"Salam Komandan Sia." White berkata.
"Hallo Komandan Sia." Snow Fang berkata.
"Komandan Sia, kamu sangat tampan dan selamat telah menembus ranah Mythical." Celestial berkata.
Merasa ada sesuatu yang ganjal Sia berhenti, kemudian memalingkan tubuhnya melihat ke arah Ice Hydra dan Ice Fenrir yang berjalan melewatinya.
Sia mengetahui bahwa Ice Fenrir itu adalah Beast kontrak Lazarus, jadi dia mengira Beast Ice Hydra itu juga adalah Beast kontrak Lazarus.
"Tuan Urs, siapa kamu?" Sia bergumam, kemudian melebarkan sayapnya dan terbang ke sebuah gubuk kecil yang berada di ujung taman Istana Kekaisaran Lion Heart.
Di dalam gubuk itu tidak ada apapun. Sia kemudian menekan sebuah batu bata dan sebuah pintu bawah tanah dengan beberapa anak tangga menuju ke ruang bawah tanah terbuka. Saat Sia memasuki pintu bawah tanah itu, seketika pintu itu kembali tertutup seperti semula.
Sia menuruni anak tangga seraya membawa lilin, kemudian dia sampai di sebuah ruangan dengan pintu besar dengan ukiran kepala Dragon bermata satu yang terbuat dari Blue Sky Pearl Rank Unique. Sia mengeluarkan Blue Sky Pearl dari Artefak penyimpanannya, kemudian memasangkan di mata salah satu ukiran kepala Dragon itu dan pintu terbuka.
"Leandros, kamu terlambat!" Demon Emperor Rhodes berseru.
"Root, aku mempunyai sedikit urusan dengan Agathias. Apakah semua orang sudah berkumpul?" Leandros bertanya.
Terlihat sekitar 36 orang sudah berkumpul di ruangan itu. Di dalam ruangan penuh dengan ukiran wanita cantik, lukisan wanita cantik, buku erotis tentang wanita cantik dan ribuan daftar wanita cantik dari zaman ketiga sampai ke enam.
"Kita semua sudah hadir dan sekarang adalah saatnya untuk membuka harta berharga yang sudah kita dapatkan. Harta ini terjual senilai 219 Milyar Koin Emas saat di pelelangan." Seorang Demon berkulit hitam legam berkata, dia adalah pemimpin Black Market dan Aliansi Black Demon King Darren.
"Darren, lukisan ini sangatlah berharga. Kita harus mengancam dan menggunakan cara licik untuk mendapatkan lukisan ini dan bersaing dengan orang-orang kaya 4 Benua. Apabila tidak seperti itu mungkin kita tidak akan mendapatkan lukisan ini." Seorang Demon dengan wujud anak kecil berambut jingga dan mata merah berkata, dia adalah Demon Emperor Albert Ayah Deborah.
"Terutama para Elf itu, mereka menaikkan harga dengan gila! Untung saja Darren berada di pihak kita sehingga kita bisa mendapatkan lukisan ini." Seorang Minotaur berbulu perak berkata.
"Aster, sejak aku mendirikan Aliansi Black baru kali ini aku melakukan kecurangan. Apabila orang-orang mengetahui bahwa aku terlibat dalam konspirasi untuk mendapatkan lukisan ini. Pasti akan menghancurkan nama baik Aliansi Black." Demon King Darren menjawab.
"Laufey, apakah kamu tidak membunuh Legolas dan para Tetua High Elf yang menjaga lukisan ini?" Rhodes bertanya.
Seorang pria tampan ras Demon berambut putih salju panjang, mata biru seindah permata blue safir dan bentuk wajah seperti di pahat dewa menjawab, "Rhodes, aku hanya melumpuhkan mereka dengan membekukannya. Namun yang paling merepotkan adalah Ararik yang menggunakan Skill ruang Skala besar untuk kabur membawa lukisan ini. Aku terpaksa harus membekukan ruang untuk mencegah Ararik kabur."
Demon Emperor Laufey adalah Kaisar Kekaisaran Eternal Frost dan kakek buyut dari Lazarus.
"Mereka pasti akan mengira Kekaisaran Boreas yang mencuri lukisan ini." Rhodes tersenyum.
"Hahaha. Para High Elf itu kembali ke pelelangan saat lukisan itu di curi dan meminta bantuanku untuk mencari dalang di balik pencurian lukisan ini. Namun aku mengembalikan semua uang mereka karena sudah menjadi aturan sejak zaman kuno anggota Aliansi Black tidak boleh menawar di pelelangan yang mereka senggarakan." Darren tertawa.
Rhodes membuka lukisan itu terlihat lukisan seorang wanita High Elf yang sangat cantik.
"Tuan Albert, apakah lukisan ini memang lukisan Green King Alannia?" Demon Emperor Luffey bertanya, meskipun dia terlahir di zaman ketiga awal. Namun Demon Emperor Laufey belum pernah bertemu langsung dengan Alannia.
Albert membeku, lukisan ini 100% adalah lukisan Green King Alannia. Rhodes yang hidup di zaman yang sama juga mengangguk dan setuju bahwa lukisan ini adalah lukisan Queen Of Forest Alannia.
"Alannia, tidak ingin dirinya di lukis. Pada zaman kedua awal aku bertemu dengan Alannia dan tatapannya sangat kosong. Dia seperti sebuah boneka tanpa jiwa, tetapi di lukisan ini Alannia sangat cantik dan bahagia." Albert berkata.
"Aku benci mengakuinya, tetapi lukisan Alannia ini adalah sebuah mahakarya." Rhodes berkata.
Demon Emperor Laufey menggunakan Skill matanya untuk melihat tanda dari orang yang membuat lukisan Queen Of Forest Alannia.
"Urs The North, nama yang asing. Apakah kalian mengenalnya?" Laufey bertanya seraya menunjuk ke arah samping lukisan, apabila dilihat dengan teliti di sana tertulis nama sang pembuat lukisan.
Albert dan Leandros/Komandan Sia melebarkan matanya. Mereka kemudian menggunakan Artefak kaca pembesar untuk melihat nama itu.
"Urs, yang membuat lukisan ini!" Rhodes berteriak.
"Root, apakah kamu mengenalnya?" Laufey bertanya.
"Root, apabila dia seorang pria sejati. Kamu boleh mengajaknya bergabung ke Organisasi Rahasia "Red Rose" Akan tetapi, dia harus bersumpah agar tidak membocorkan tentang Organisasi ini." Seorang Demon berambut ungu berkata.
"Laufey Urs adalah Cucu Buyutmu dari Agatha! Dia sekarang berada di Kekaisaran Moonlight, sesudah itu dia akan pergi mengunjungimu ke Kekaisaran Eternal Frost!" Rhodes berseru.
"Cucuku?"