
Di kastil yang megah berwarna putih, seorang pria tua sedang duduk di meja kerjanya sambil menanda tangani banyak berkas.
Sesaat kemudian seorang pria bertopeng dan berjubah hitam, memasuki jendela ruang kerja pria tua itu.
"Tuan, semua bangsawan yang mengikuti kita sudah tertangkap oleh pasukan Marquis Allan dan Duke Leandro." Pria berjubah hitam itu berkata.
Pria tua itu menghentikan penanya, yang sedang menanda tangani berkas, saat mendengar itu semua.
"Shadow, apakah sebelum itu kamu sudah membunuh Viscount Hall?" Pria tua itu bertanya seraya melangkah ke arah jendela.
"Aku sudah membunuh Viscount Hall, keluarga dan orang kepercayaan Viscount Hall, hanya Viscount Hall yang mengetahui tentang keterlibatan kita." Pria berjubah hitam itu menjawab.
"Baguslah..." Pria tua itu dengan secepat kilat mengeluarkan pedang dari sarungnya dan menebas leher pria berjubah hitam itu. "Maafkan aku, karena bukan hanya Viscount Hall yang mengetahuinya, tapi kamu juga mengetahui semuanya."
Pria tua itu kemudian, memanggil para pelayan untuk membersihkan mayat pria berjubah hitam.
"Aku harus mengganti bajuku." Pria tua itu berkata seraya melapisi aura di pedangnya untuk membersihkan darah di pedangnya. "Purple Thunder, maafkan aku, telah menggunakan kamu untuk memenggal kepala monyet. Aku berjanji di masa depan aku akan menggunakan kamu untuk memenggal kepala seekor singa."
Pria tua itu menatap kosong ke luar jendela.
'Adrian, ini belum berakhir ini semua baru saja di mulai.'
...****************...
Lazarus dan semua orang, sudah bersiap untuk pergi ke Kerajaan Terra.
"Mata Ungu, semoga Dewa Hoaar menuntun jalan kalian." Astrid berdoa.
"Terima Kasih, Astrid." Lazarus menjawab.
Setelah berpamitan kepada Astrid dan yang lainnya, Lazarus dan semua orang pergi ke alun-alun kota Lion Castle. Sebelum mereka pergi ke Guild Perjalanan Aquila dan menjemput Eleanor dan Charlotte.
Saat Lazarus sampai di alun-alun kota Lion Castle, mereka melihat orang yang ramai sedang mengerumuni sesuatu.
Kembalikan Putriku!
Semoga Dewa Kematian Hades, menyiksa kalian di dalam neraka yang terdalam.
Banyak teriakan hinaan yang terdengar dari kerumunan orang-orang itu, saat Lazarus dan semua orang mendekatinya, mereka melihat dua belas orang yang terikat di tiang yang besar.
Kedua belas orang itu terlihat setengah telanjang, mereka hanya memakai celana pendek. Terlihat banyak sekali luka memar dan luka berdarah-darah, di tubuh orang-orang itu akibat lemparan batu kerumunan orang.
"Tuan Urs?" Nyonya Tears yang sudah sembuh dari penyakitnya seraya mengandeng Selana menghampiri Lazarus.
"Nyonya Tears, apa yang terjadi? Siapa orang-orang ini?" Lazarus bertanya.
Sebenarnya Lazarus sudah tahu, bahwa orang-orang ini adalah para Bangsawan yang diceritakan oleh Marquis Edgar.
"Mereka, semua adalah Bangsawan yang sudah melakukan banyak kejahatan." Nyonya Tears berkata seraya menatap kosong ke arah pria kurus yang terikat di tiang besar.
"Tuan..." Selena memegang tangan Lazarus dengan ekspresi sedikit ketakutan.
Lazarus segera menggendongnya, Awalnya Lazarus tidak mengira Selena dan Nyonya Tears akan secantik ini sesudah berdandan. Nyonya Tears mempunyai iris mata hijau dan rambut berwarna coklat sedangkan Selena adalah gadis kecil yang sangat imut, dia mempunyai rambut pirang panjang dan yang paling mencolok adalah iris mata berwarna ungu, yang sangat cerah.
Selena mengangguk.
"Pamanmu, sudah menerima balasannya.. Kamu tidak boleh mengingat masa lalu. Semoga Dewi Cahaya Electra menjaga ayahmu di taman Eden." Lazarus berkata.
"Tuan, sejak kapan kamu mengetahuinya?" Nyonya Tears bertanya dengan ekspresi terkejut.
"Aku mengetahuinya sejak pertama kali bertemu kalian. Mantan seorang pelayan pasti tidak mempunyai kecerdasan seperti itu. Aku menduga kalian berdua adalah seorang bangsawan." Lazarus menjawab.
"Tuan Urs, terima kasih sudah memberi kami berdua kesempatan kedua. Kami berdua akan selalu mengingat kebaikan, Tuan Urs." Nyonya Tears membungkuk.
"Nyonya Tears dan Nona Selena harus hidup dengan bahagia, Bukan... maksudku Nyonya Tiara Carter dan Lady Selena Carter harus hidup dengan bahagia, pasti Baron Mark Carter di taman Eden juga mengharapkan kebahagiaan kalian berdua." Lazarus tersenyum.
"Terima Kasih, Tuan Urs." Nyonya Tears menangis.
Selena yang berada di gendongan Lazarus, tiba-tiba mencium pipi Lazarus.
"Tuan Urs, aku akan menjadi dewasa dan pada saat itu aku akan menikah denganmu." Selena tersenyum.
"Apa maksudmu gadis kecil? Aku bahkan belum pernah mencium... Maksudku Urs terlalu tua untukmu." Alyssa berkata dengan ekspresi marah.
"Bibi apakah bibi seorang High Elf? Dari buku yang aku baca High Elf dapat meninggalkan Hutan Yggdrasil saat berusia 50 tahun. Meskipun, bibi terlihat muda kamu pasti sudah berumur diatas 70 tahun bahkan 100 tahun." Selena menjawab seraya tersenyum halus.
"Aku masih muda! Apabila mengikuti standard para Elf!!!" Alyssa menatap Selena dengan tajam.
'Mulut gadis kecil ini sangat berbisa.' batin Alyssa.
"Urs, adalah calon suamiku, gadis kecil kamu sudah mendahului garis awal!" Freya menatap dingin ke arah Selena.
"Kakak Perempuan yang cantik, apakah kamu kekasih Tuan Urs? Bolehkah aku menjadi istri Tuan Urs, aku berjanji aku akan mengurus pekerjaan rumah seperti mencuci dan memasak." Selena melihat Freya dengan mata berbinar.
"Baiklah. Aku menyetujuinya." Freya memegang tangan Selena dengan mata berbinar.
"Apa!! Freya gadis kecil itu membodohimu.. Tunggu, apakah gadis itu.. Mempunyai sebuah skill yang mengetahui jati diri seseorang? Mengapa dia dapat mengetahui aku seorang High Elf?" Alyssa ingin mencubit pipi Selena tapi dihentikan oleh Amarilis dan Diana.
"Alyssa, sudahlah." Lazarus berkata kemudian menurunkan Selena.
"Gadis kecil, mari kita bertemu lagi." Lazarus mengusap rambut Selena.
"Baiklah Tuan Urs.." Selena tersenyum.
Lazarus dan semua orang berpamitan dengan Nyonya Tiara dan Selena, kemudian pergi ke tempat Nona Eleanor dan Nona Charlotte yang sedang menunggu.
Saat Lazarus tiba, dia melihat dua orang wanita cantik, yang sedang menunggunya, di tempat pertemuan yang berada di luar Gerbang Timur Kota Lion Castle.
Salah satu dari wanita cantik itu memakai gaun berwarna putih, mempunyai Iris mata berwarna biru dan rambut berwarna pirang, dia mirip dengan Marquis Edgar, di sisinya adalah seekor Demon Beast Ice Lion berukuran seperti singa Afrika dewasa, tetapi mempunyai bulu dan surai putih dengan gradasi warna biru es.
"Apakah kamu Urs?" Seorang wanita cantik berarmor Emas dengan rambut pirang pendek dengan ujung rambut berwarna jinga, dan Iris mata berwarna emas bertanya.
"Saya adalah Urs.." Lazarus menjawab.