LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 247. Reuni.



Senna Boreas perlahan membuka matanya, dia melihat ke arah wajah Sebastian.


"Apakah aku pingsan?"


"Nona, turunlah dari punggungku sekarang! Aku mempunyai tugas yang harus diselesaikan." Sebastian menjawab


"Maafkan aku!" Senna menjawab, kemudian turun dari punggung Sebastian.


Sebastian pergi untuk memberi perintah kepada semua pekerja untuk memindahkan semua tenda selain tenda utama ke dalam tembok keempat.


Lazarus tidak ingin konsentrasi pekerja menjadi terganggu karena dia menemukan mayat White King Orion dan Black King Reiga. Dia tidak ingin rumor menyebar dengan cepat dan membuat keributan di seluruh belahan Planet Antares.


Lazarus mengobati luka Sarion dengan Potion Rank Unique, sedangkan Reiga duduk di samping Lazarus.


"Senna, apakah kamu bisa menghubungi Alcander, Kakek Galan dan Nenek Agatha?" Lazarus bertanya.


Senna mengeluarkan sebuah Artefak Mutiara kristal berwarna ungu. Artefak sekali pakai untuk mengirim pesan yang hanya di gunakan dalam kondisi darurat. Kaisar Alcander sudah memberikan Senna Artefak itu sebelum pergi ke wilayah Regulus.


"Paman Alcander! Tuan Urs, berada dalam kondisi yang sangat rumit! Dia menemukan mayat White King Orion dan Black King Reiga yang masih hidup." Senna berkata, kemudian menghancurkan mutiara berwarna ungu itu.


"Sarion, apakah kamu mempunyai cara untuk menghubungi Root, Daryan, Agathias dan Reese?" Lazarus bertanya.


Sarion mengeluarkan sesuatu dari Artefak kantung penyimpanannya. Sebuah mutiara bulat seukuran genggaman tangan yang mempunyai ukuran rune sihir kuno terlihat.


"Artefak White Dragon Telecommunication Pearl Rank Legendary!" Lazarus berseru.


"Tunggu! Bajingan kecil! Darimana kamu mendapatkannya? Bukankah di Kekaisaran Moonlight hanya ada 2, dan dimiliki oleh Nenek Reese dan Ayah?" Reiga bertanya.


Sarion mempunyai wajah pucat. "Sebastian dan Ayah mencurinya dari gudang Artefak Paman Rhodes! Aku, Karl, Clara, Arik dan Deviela mendapatkan 2 Artefak rank Legendary sebagai biaya tutup mulut."


"Paman Agathias masih bajingan seperti dulu!" Reiga berteriak.


"Ayo gunakan ini! Aku kira aku dapat menghubungi Reese karena koneksi Artefak ini hanya terhubung ke Artefak yang sama." Lazarus bertanya.


"Artefak yang sangat berharga dari zaman pertama! Bahkan Cesare tidak bisa membuatnya." batin Lazarus.


...****************...


Reese sedang duduk di singgasana miliknya. Dia terlihat sangat bosan berada di sini, dan ingin pergi ke wilayah Regulus untuk bertemu dengan Urs.


Namun, Agathias dan Daryan selalu melarangnya karena Demon Emperor harus menjaga wilayahnya.


Rhodes memasuki ruang makan. "Ibu, aku ingin pergi ke Benua Barat untuk bertemu dengan Urs. Aku masih sedikit tidak mengerti tentang Skill yang ditulis oleh Ayah."


"Rhodes, apakah kamu meninggalkan wilayah mu dan datang ke sini?"


"Aku sudah menitipkan wilayahku kepada Deandra dan Kiara. Mereka berdua sudah cukup untuk menjaga wilayah dan kastil ku dari para pencuri licik!" Rhodes mengeluarkan aura haus darah.


"Fufufu. Pencuri licik yang kamu sebutkan terluka parah dan akan tertidur selama 6 sampai 1 tahun di tempat tidur!"


"Apakah kamu akan ikut denganku ke wilayah Regulus? Kamu bisa membuat alasan untuk mengunjungi Deviela."


"Benarkah! Aku akan ikut denganmu!" Wanita cantik ras Demon berambut hitam panjang dan mata merah itu tersenyum cerah.


"Helkaros!"


Tiba-tiba seorang pria ras Demon berambut ungu pendek dan mata ungu berlutut di samping Demon Emperor Rhodes.


"Aku akan menuruti semua perintahmu, Tuan." Helkaros menjawab.


"Apakah, kamu sudah menyiapkan Rune sihir ruang ke wilayah Regulus?"


"Aku sudah menyiapkannya dari sebulan lalu." Helkaros tersenyum, sesaat kemudian sebuah Rune sihir tercipta di lantai meja makan.


Reese menggunakan gaun hitam yang indah, Rhodes dan Helkaros pergi ke atas Rune dimensi itu dan pergi ke wilayah Regulus.


Tidak jauh dari sana Adara dan Deborah memperhatikan kepergian Reese dan Rhodes.


"Adara, apakah kamu tidak melarang Reese untuk pergi?" Deborah bertanya.


Wanita cantik berambut putih dengan gradasi biru itu menghisap sebatang rokok. "Aku tidak bisa melarang Reese untuk bersenang-senang. Aku sangat senang karena hati Reese yang dingin seperti es perlahan mencair."


"Semua ini karena Urs." Deborah tersenyum.


...****************...


Reese, Rhodes dan Helkaros sampai di hutan yang tertutupi salju. Mereka tahu bahwa mereka sudah sampai di wilayah Regulus. Pepohonan dan tanah tertutupi oleh salju.


"Tuan Rhodes, kita sudah sampai di Hutan White Tiger dekat dengan wilayah Regulus." Helkaros berkata.


Reese merasakan sesuatu yang bersinar di Artefak penyimpanan miliknya. Dia mengeluarkan Artefak White Dragon Telecommunication Pearl yang bersinar terang dengan cahaya biru.


"Root, apakah kamu memberikan Artefak White Dragon Telecommunication Pearl kepada Deandra?" Reese bertanya.


"Ibu, apakah kamu menerima panggilan? Artefak itu hilang di dalam penyimpanan Artefak setahun lalu! Aku mencarinya kemana-mana dan tidak dapat menemukan Artefak itu!"


Reese mengaliri mana pada Artefak itu, kemudian siluet wajah seorang pria tampan berambut dan mata biru terlihat.


"Urs! Mengapa kamu menghubungiku? Apakah kamu membutuhkan bantuan?" Reese tersenyum.


"Reese, aku menemukan dan menyelamatkan Black King Reiga yang tersegel di sebuah makam! Bisakah kamu pergi ke Regulus dengan Rhodes, Agathias dan Daryan?"


"Apaa! Apakah Putraku masih hidup! Ibu kamu harus bertanya dimana Urs dan Reiga sekarang!"


"Urs, kami sudah berada di wilayah Regulus! Bisakah kamu memberitahuku di mana posisimu sekarang?" Reese bertanya dengan ekspresi serius.


"Aku berada di Hutan White Tiger di belakang pohon Willow terbesar bersama Sarion dan Reiga!"


"Kami juga berada di Hutan White Tiger! Tunggu pohon terbesar?" Reese menoleh ke belakangnya. Helkaros membuat Rune sihir dimensi di pohon terbesar di Hutan White Tiger.


"Tunggu! Mengapa aku dapat mendengar suara kalian di balik tempatku?" Lazarus berkata.


Reese dan Rhodes segera berlari ke belakang pohon. Mereka akhirnya bertemu dengan Lazarus, Sarion, Reiga dan Senna.


Semua orang saling melirik dengan ekspresi terkejut, mereka tidak menduga bisa bertemu di tempat yang sama.


"Ayah..." Reiga berkata dengan ekspresi pucat.


"Putraku!" Rhodes memeluk Reiga.


"Ayah, maafkan aku karena telah meninggalkanmu selama 10,000 tahun!"


Rhodes menggeleng ringan. "Reiga, aku sudah mengatakan kepadamu bahwa kamu berhak menentukan jalan hidupmu sendiri. Aku menganggap kamu sudah mati, aku adalah Ayah yang buruk dan suami yang buruk! Aku mencampakkan kamu setelah kematian Reina. Aku yang seharusnya meminta maaf!"


"Tidak! Tidak! Sebelum aku ke Benua Barat aku mencuri, kemudian menjual Laevateinn dengan harga 200 Milyar Koin emas kepada Paman Agathias! Aku adalah seorang putra yang tidak berbakti."


"Apaa?"


Reese mendekat ke arah Lazarus. "Urs, apakah dia Orion?"


"Reese, dia adalah mayat Orion. Aku ingin mengembalikannya ke Benua Utara Boreas untuk dimakamkan dengan layak. Mengapa kamu pergi kesini sebelum aku menghubungimu."


Reese tersenyum. "Mungkin kamu dan aku sudah terikat oleh benang merah takdir."


Reiga dan Sarion memperhatikan Lazarus dan Reese. Mereka sadar ada sesuatu yang tidak beres di antara mereka berdua.


Sebastian terbang ke arah kelompok Lazarus. "Urs, aku sudah melaksanakan semua perintahmu."


"Sebastian, terima kasih!"


"Demon Transformation!"


2 tanduk putih melengkung tercipta di kepala Lazarus. Dia kemudian melebarkan 6 sayap kelelawar berwarna putih.


"Master, apakah kamu seorang ras Demon, Beast atau Manusia?" Asterion bertanya.


"Asterion, aku adalah manusia! Aku berubah menjadi Beast karena menggunakan Skill Demon Transformation." Lazarus menjawab.


Demon King Helkaros merasakan Lazarus mempunyai aura garis darah yang sama dengan Reese dan yang lainnya.


Lazarus mengendong mayat Orion.


"Senna, naiklah ke punggungku!" Lazarus berkata.


Senna mempunyai wajah merah. "Tetapi—"


"Cepatlah! Apabila kamu naik di punggung ras Demon King dan Demon Emperor sama saja kamu sudah menginjak harga diri mereka!"


Reese, Sarion dan yang lainnya mengeluarkan sayap mereka.


"Aku akan pergi sendiri ke kemah utama!"


"Apakah kamu yakin? Banyak sekali Legendary Beast liar yang terlihat di Hutan White Tiger! Seseorang ranah Epik sepertimu tidak akan bisa melawan mereka."


Senna mempunyai wajah pucat, kemudian memeluk punggung Lazarus dengan erat, mereka semua kemudian terbang ke tempat Iris dan yang lainnya.


"Urs, apakah kamu seorang ras Demon?" Reiga.


"Aku mempunyai darah 3/100 ras Demon, tetapi saat pernikahan dengan Deviela aku membangkitkan Skill Demon Transformation Rank SS." Lazarus menjawab.


"Seorang manusia yang mempunyai Skill Demon Transformation menjadi Demon Rank 11! Aku tidak pernah mendengarnya!" Reiga berteriak.


"Reiga, Urs adalah sebuah keberadaan yang abnormal!" Rhodes menjawab.


Reiga mengangguk. "Urs, ingatlah seorang Demon Rank tinggi tidak harus membiarkan punggungnya ditunggangi oleh manusia! Apabila para Demon tua melihatnya, sayapmu akan dipotong dan tulangmu akan diremukkan."


Lazarus tersenyum. "Aku sudah mengatakan aku adalah seorang manusia! Tuan, apakah kamu ingin memotong sayapku karena aku mengendong seorang manusia?" Lazarus melirik ke arah pria Demon berambut ungu.


"Tuan Urs, aku tidak berani! Hanya Demon dengan garis darah dengan Rank yang sama dan lebih tinggi yang dapat menghukum kamu!" Helkaros tersenyum.


Di atas langit dari kejauhan seekor harimau putih bersayap putih terbang ke arah Lazarus, dia adalah Gin.


"Master!"


"Gin, apa yang terjadi?"


"Albion dan Eirlys bertarung mati-matian dengan seekor Beast ikan emas yang sangat kuat di danau di puncak gunung! Kami tidak bisa membantunya karena kami bukanlah Beast tipe air yang dapat bertarung di dalam danau yang dalam."


"Asterion, bantu Eirlys dan Albion!"


"Sesuai perintahmu, Master!"


Asterion melompat dari bahu Lazarus, kemudian berubah menjadi seekor Crossbreed Black Dragon yang perkasa. Dia kemudian pergi untuk membantu Albion bersama Gin.


"Black Dragon!" Senna berseru.


"Syuttt!"


Sarion menyuruh Senna diam. "Bersumpah lah agar kamu tidak merahasiakan semua yang kamu telah lihat dan dengar!"


"Aku bersumpah atas Nama Dewa Angin Utara Boreas akan merahasiakan semuanya." Senna bersumpah.


...****************...


Lazarus dan semua orang sampai di tenda utama. Tempat Iris dan istri Lazarus yang lain tinggal.


"Urs, apa yang terjadi!" Freya yang tengah berjaga berteriak.


"Red King!!!" Reiga mengeluarkan aura membunuh yang kuat.


"Demon Emperor Reese, Demon Emperor Rhodes, aku menyambut kedatangan kalian? Urs, siapa yang berada di sampingmu dan mengapa pria yang kamu gendong mempunyai wajah yang sama denganmu?" Alyssa bertanya.


"Green King Alannia!"


"Reiga, mereka semua adalah istriku! Apabila kamu menyerang mereka aku bersumpah akan membunuhmu!"


Reiga menarik kembali auranya. Sama seperti Lazarus yang mempunyai wajah yang sama dengan Orion. Di generasi ini pasti ada orang yang mempunyai wajah yang identik.


"Maafkan aku,"


Iris dan yang lainnya menghampiri Lazarus.


"Paman dan Nenek, apakah kalian kemari untuk mengunjungi aku? Urs, siapa pria Demon itu dan mengapa pria yang kamu gendong mempunyai wajah yang sangat identik denganmu?" Deviela bertanya.


Lilian, Cathrine dan yang lainnya terkejut karena wajah Orion sama persis dengan Lazarus.


"White King Orion, aku menemukannya di makam dekat Hutan White Tiger."


"Apaa!" Carissa dan semua wanita Lazarus terkejut


Lazarus membuat meja yang sangat besar beserta beberapa kursi untuk semua orang. Mereka kemudian duduk di tempat itu.


Sebasta sudah melakukan semua tugasnya untuk mengecek semua pekerjaan semua pekerja. Dia sekarang akan mengajak Lazarus untuk memancing di danau yang berada di puncak Pergunungan Arsen.


Sebasta sudah menyiapkan Artefak 2 joran, benang dan kail pancing untuk mereka berdua memancing. Saat dia pergi ke tenda utama dia melihat Reese dan Rhodes dalam ekspresi tegang.


"Urs, kamu sudah berjanji kepadaku untuk memancing! Ingatlah, kamu sudah bersumpah atas nama Dewi Laut Poseidon."


"Tuan Seras, tunggu sebentar! Aku mempunyai sedikit masalah yang rumit di sini dan bisakah kamu duduk di sampingku?"


"Baiklah," Sebasta duduk di kursi di samping Lazarus, dia kemudian melirik ke arah Reiga. Sebasta seperti pengenal pria Demon dengan Sklera mata hitam dan Iris mata merah itu.


"Aku seperti mengenalnya?" batin Sebasta.


"Hahaha. Urs, istri Elf mu mirip dengan Green King, Istri rambut merahmu mirip dengan Red King dan sahabatmu mirip dengan Blue King!" Reiga tertawa, dia mengingat tentang masa lalu.


Sebasta mengingat tentang Reiga. Dia tidak akan pernah lupa dengan seekor rubah hitam yang mempunyai tawa seperti itu.


"Rubah Hitam!"


"Sebasta!!"


Seketika semua orang terdiam, 2 dari 7 King yang masih hidup bertemu di tempat ini.