
Lazarus perlahan membuka mata, dia melihat Iris tidur di dadanya. Lazarus hanya mengingat dia berada di tengah pasukan Aliansi.
"Saint Iris." Lazarus berkata.
"Urs? Apakah kamu sudah sadar?"
"Bagaimana, dengan Gelombang Beast?"
"Red Dragon Ignite dan Gold Dragon Evanthe sudah memaksa mereka mundur? Sekarang Hutan Emerald menjadi wilayah Red Dragon Ignite." Iris menjawab.
Lazarus dan Iris pergi ke luar tenda di sana mereka melihat Asterion dalam bentuk Black Wyvern dan Beast kontrak yang lainnya sedang menjaga di luar tenda. Elder Vulcan, Raja Eric dan Raja Hector minum beberapa botol minuman keras tidak jauh dari sana.
"Master!"
"Urs, apakah kamu baik-baik saja?" Altair dan Abercio menghampiri Lazarus.
"Abercio dan Altair setelah beristirahat aku baik-baik saja, bagaimana dengan para pasukan dan Nona Cordelia?" Lazarus bertanya.
"Urs, ikutlah dengan kami! Ratu Cordelia, Ayah Zaire dan mertua Berlin sedang berada di Altar untuk memberi hukuman Nona Cordelia. Mereka sengaja menunggumu untuk mendiskusikan hukuman yang pantas untuk Cordelia." Delia berkata.
Kelompok Lazarus pergi ke Altar besar di tengah kota. Di sana mereka melihat Legendary Beast Forest Phoenix yang terluka parah dan Nona Cordelia yang bersujud kepada Ratu Alicia, Duke Zaire dan Duke Berlin. Tuan Cynderyn berada di sisi Altar dengan tangan dan kaki terborgol oleh Artefak rantai Rank Legendary yang terbuat dari Black Stone yang merupakan isolator mana terbaik di Benua Antares. Dia tidak dapat menggunakan Skill sihirnya apabila terikat oleh rantai itu sekuat apapun dirinya.
"Duke Urs The North, sudah datang!" Seorang pengawal meniup terompet yang menandakan persidangan akan di mulai.
Seorang pelayan Elf membimbing kelompok Lazarus ke tempat duduk yang telah di persiapkan.
"Cordelia, apakah kamu sudah tahu kesalahanmu?"
"Ratu, aku sudah menanam Herbal Celestial Rainbow Fruit di tengah Hutan Emerald. Aku juga memasang Rune penguatan mana di sekitar Hutan Emerald. Aku menyerang Tuan Abercio dan Nona Alice menggunakan Artefak Root Needle yang diolesi racun Legendary Beast Rainbow Frog yang mematikan." Cordelia menjawab.
Semua orang yang berada di sana menghina Cordelia. Terutama pasukan Keluarga Bangsawan Raven dan Phoenix yang ingin segera memasuki Altar dan memenggal kepala Cordelia. Tuan Cynderyn di sisi Altar hanya terdiam dengan rambut panjang yang acak-acakan.
"Cordelia, apa tujuanmu?" Ratu Alicia bertanya.
"Ratu Alicia, saya ingin mengontrak Legendary Beast muda yang tertarik oleh Herbal Celestial Rainbow Fruit. Saya juga tidak mengetahui bahwa apa yang saya lakukan akan menciptakan Gelombang Beast Skala Besar. Saya tidak mengetahui dua orang yang saya serang adalah Tuan Abercio dan Nona Alice. Saya sungguh menyesal." Cordelia menangis tersedu-sedu.
"Gadis muda yang sungguh serakah!" Duke Zaire berteriak.
"Penggal dia!"
"Penggal dia!"
"Penggal dia!"
Semua orang bersorak.
"Diam!" Ratu Cordelia berteriak.
"Duke Urs, bagaimana pendapatmu? Tuan Abercio dan Nona Alice mengatakan bahwa kamu yang akan memberikan hukuman kepada Cordelia."
Lazarus bersama Lilian pergi ke Altar besar, dia kemudian melirik ke arah Cordelia dan Legendary Beast Forest Phoenix yang berada di sana.
"Tuan kamu boleh membunuhku, tetapi kamu harus melepaskan Master Cordelia." Legendary Beast Forest Phoenix berkata.
"Siapa namamu?" Lazarus bertanya.
"Tuan namaku Linwood seekor Forest Phoenix Dewasa aku mempunyai usia 107 tahun dan merupakan sahabat Master Cordelia." Legendary Beast Forest Phoenix itu menjawab.
"Cordelia, berapa usiamu dan sudah berapa lama kamu meninggalkan Kerajaan Yggdrasil?" Lazarus bertanya.
"Tuan Urs, aku berusia 110 tahun dan baru 3 tahun aku meninggalkan Kerajaan Yggdrasil." Cordelia menjawab.
Lazarus menyentuh dagunya.
"Nona Cordelia, siapa yang memberikanmu Herbal Celestial Rainbow Fruit, Rune Pengumpul mana dan Artefak Root Needle?" Lazarus bertanya.
"Swooossh"
Seseorang menembakan lebih dari selusin Artefak Root Needle dari kerumunan ke arah Nona Cordelia. Lazarus segera pergi ke depan Nona Cordelia, kemudian Lilian mengeluarkan Auva dari sarungnya dan menahan semua Root Needle yang melesat ke arah Cordelia.
"Urs..!!" Semua orang berteriak.
Setelah menembakan banyak Root Needle sang pelaku berusaha melarikan diri. Namun, Elder Vulcan dan Raja Hector segera menangkap pelaku itu.
"Raja Hector, Saudara Vulcan jangan bunuh dia! Kita masih membutuhkan informasi dari mulutnya!" Lazarus berteriak.
"Urs, apakah kamu baik-baik saja?" Lilian bertanya.
"Terima kasih, Lilian aku terselamatkan karena kamu bergerak di waktu yang tepat dan menahan semua Root Needle itu." Lazarus menjawab seraya tersenyum tulus.
"Apa yang terjadi! Bagaimana, jantungku yang sudah lama tidak berdetak dengan cepat setelah kematian Tuan Regulus, berdetak dengan cepat kembali? Meskipun Urs mirip dengan Tuan Regulus, tetapi dia bukan Tuan Regulus."
Raja Hector dan Elder Vulcan membawa orang itu ke Altar penghakiman.
"Apakah, kamu mengetahui tentang sesuatu? Siapa Tuanmu?" Lazarus bertanya.
"Kejayaan untuk Fajar Emas."
Pria itu itu ingin menggertakan gigi, tetapi Lazarus segera menghentikannya dan mencabut satu gigi geraham atasnya.
"Hahaha. Apakah kamu berpikir aku bodoh? Kamu ingin bunuh diri dengan racun yang tersimpan di gigi gerahammu." Lazarus tertawa seraya menghancurkan gigi geraham yang menyimpan racun dengan jarinya.
Semua orang mengelilingi pria yang menembakan Root Needle kepada Nona Cordelia. Sang pria adalah anggota pasukan dari Keluarga Bangsawan Raven.
"Fufufu. Apabila kamu tidak mengatakannya aku akan menyiksamu sampai kamu lebih mengharapkan kematian. Ketika kamu akan mati aku akan menyembuhkan mu dan menyiksamu lagi." Duke Berlin berkata.
Wajah pria itu menjadi pucat mendengar perkataan Duke Berlin. Saat dia ingin mengatakannya dari mata, hidung, telinga dan mulutnya keluar darah dan akhirnya pria itu mati.
"Apakah ini kutukan!" Raja Eric berteriak.
"Calvin!" Lazarus memanggil Calvin.
"Sesuai perintahmu Sir!"
Calvin menggunakan Skill Necromancer miliknya sebagai Black Mage ranah Legendary dia bisa menggunakan sedikit Skill Job Necromancer.
Mayat itu perlahan hidup dengan tatapan kosong dia melirik ke arah Lazarus.
"Siapa yang memerintahkanmu?"
"Fajar Emas!"
"Apakah Fajar Emas adalah nama suatu organisasi atau nama seseorang?"
"Fajar Emas adalah organisasi beranggotakan banyak orang kuat. Kekuatan mereka bisa menghancurkan Benua."
"Siapa pemimpin Organisasimu?"
"Aku hanyalah anggota tingkat 10 aku tidak mengetahui nama eksekutif bahkan pemimpin organisasi yang masih di rahasiakan. Setiap anggota dibagi menjadi tingkat 1-10 para eksekutif di tingkat 2 mempunyai ranah Mythical." Undeath sang pelaku menjawab.
"Apakah kamu mengetahui anggota lain yang menyusup."
"Aku tidak mengetahui anggota lain yang menyusup. Akan tetapi aku berada di bawah komando Viscount Malvin yang merupakan anggota peringkat 7."
"Apaaa! Bajingan Malvin aku akan membunuhmu! Semua pasukan keluarga Raven tangkap Viscount Malvin." Duke Zaire berteriak.
Terlihat dari kejauhan seorang pria dengan armor perak melarikan diri ke arah Hutan Emerald, dia adalah Viscount Malvin.
"Aku harus tetap hidup," batin Viscount Malvin.
Duke Zaire muncul dari celah dimensi yang dibuat oleh Celes tepat berada di depan Viscount Malvin.
"Duke Zaire, apakah kamu sudah menangkapnya?" Lazarus bersama Duke Berlin, Elder Vulcan, Raja Hector dan Raja Eric keluar dari celah dimensi tidak jauh dari sana.
"Blaaargh"
Seseorang tiba-tiba memukul Duke Zaire dari samping. Orang itu mempunyai tubuh gemuk dan tangan berotot telanjang dada serta kepala dan wajah yang ditutupi oleh Artefak Helm berwarna merah.
Duke Zaire terlempar, dia lalu menancapkan tombaknya ke tanah untuk menghentikan daya kejut lemparannya. "Bajingan, siapa kamu?"
Duke Zaire menyadari bahwa orang yang menyerangnya. Mempunyai ranah Mythical yang sama dengannya.
"Apakah itu Helm yang digunakan oleh Red King!" Lazarus berteriak.
Seseorang keluar dari kabut dan memenggal kepala, dan tubuh Viscount Malvin menjadi tiga bagian. Orang itu mempunyai dua tanduk yang panjang dan jajaran gigi seperti taring yang tajam.
"Hahaha. Maafkan, aku karena telah mengganggu kalian. Aku hanya membersihkan sampah." Pria ras Demon itu tersenyum lebar.
"Demon King Of Slaughter! Joker!" Sebastian muncul dari bayangan Lazarus.
"Hahaha. Sebas kecil sudah lama tidak bertemu." Joker tertawa terbahak-bahak.
Elder Vulcan, Duke Zaire, Duke Berlin dan Raja Hector bersiap untuk bertarung.
"Tunggu! kalian tidak boleh bertarung disini!" Lazarus berteriak.
"Hahaha. Anak muda kamu sangat pintar! Kamu mengetahui bahwa aku akan membunuh semua orang di Kerajaan Simfonia apabila kalian menyerang terlebih dahulu. Mungkinkah, kamu mempunyai sifat yang sama denganku? Bergabunglah dengan Fajar Keemasan! Kamu akan sangat di sambut di sana." Joker tertawa gila seraya bertepuk tangan.
"Bajingan! Mengapa kalian melakukan semua ini?" Raja Eric bertanya.
"Hahaha. Kami hanya sedikit bermain-main belum saatnya Fajar Keemasan terungkap. Namun, ingatlah di masa depan Fajar Keemasan akan menjadi penguasa dunia." Joker melompat ke bahu Pria gemuk berotot itu.
"Pria muda, bolehkah aku mengetahui siapa namamu? Kamu mempunyai tatapan seperti kami!" Joker bertanya.
"Urs.. Urs The North."
"Aku akan mengingatnya. Cih... Dua kadal itu kembali dengan kecepatan tinggi karena merasakan aura kita. Hell cepat pergi dari tempat ini!" Joker berseru.
Hell dan Joker menghilang bersama kabut tebal seolah-olah mereka tidak pernah ada di tempat itu sebelumnya. Hanya mayat Viscount Malvin yang sudah terpotong menjadi 3 bagian yang berada di depan semua orang. Kedua orang itu dapat mengelabui insting dari Duke Zaire yang mempunyai ranah Mythic dan menyerangnya tiba-tiba.
Lazarus bernafas lega.
Dari kejauhan Red Dragon Ignite seraya membawa seekor Frost Hydra berkepala tiga dan Gold Dragon Evanthe terbang ke arah Lazarus.
"Urs, apa yang terjadi?" Red Dragon Ignite bertanya.
"Lord Ignite, seorang telah menyusup ke pasukan Aliansi."
"Bagaimana mungkin! Hector berada di sini dia mempunyai insting yang tajam seperti seorang Mythical Beast."
"Maafkan, aku Lord Ignite dan Lord Evanthe aku dapat sedikit merasakannya, tetapi Indra milikku seperti terhalangi oleh sesuatu." Raja Hector menjawab seraya menggertakan giginya.
"Apakah mereka adalah orang yang bertahan dari zaman keempat dan kelima?" Elder Vulcan bergumam.