
Lazarus menunggu diluar ruangan, dia sangat menghawatirkan Diana, Lilian, Freya dan Felicity. Sesaat kemudian suara tangisan bayi terdengar sangat keras seperti gemuruh, di ikuti oleh tangisan Freya.
Lazarus tanpa berpikir panjang mendobrak pintu dan masuk ke ruang persalinan. Dia melihat dua orang bayi laki-laki berambut merah dan mata biru. Akan tetapi, salah satu bayi laki-laki tidak menangis dan menutup matanya di pelukan Freya yang menangis tersedu-sedu.
"Nak, bangunlah." Freya berkata.
"Freya sadarlah!" Iris dan Alyssa menenangkan Freya, sedangkan Lilian yang berada tidak jauh dari sana menangis tersedu-sedu.
Lazarus segera memeluk Freya. "Freya, kamu harus bersabar."
"Putraku." Freya menatap ke arah bayi kecil yang menangis di sampingnya.
Freya melahirkan bayi laki-laki kembar. Akan tetapi, salah satu bayinya mati karena terlalu lemah. Lazarus mengetahui bahwa hal itu akan membuat Freya sangat sedih, tetapi orang yang sudah mati tidak bisa hidup kembali.
Lazarus membawa mayat bayi itu dari pelukan Freya. "Terima kasih, karena kamu menjadi putraku."
"Urs." Freya menatap ke arah Lazarus.
Lazarus menghela nafas panjang. "Putraku Ragnir Regulus semoga kamu tenang di pelukan Dewa Kehidupan Gail."
Lazarus memberikan mayat bayi itu kepada Iris. Terlihat Lilian, Diana dan Felicity yang berbaring di sampingnya sangat sedih atas kematian salah satu anak Freya.
"Urs, bisakah kamu memberi nama Putraku?" Freya yang sudah kembali tenang bertanya.
"Ainar Regulus." Lazarus menjawab.
"Urs, apakah kamu akan melaksanakan upacara berkabung untuk Ragna?" Iris bertanya.
"Iris, katakan kepada semua orang untuk menanam mawar putih di dekat rumah mereka selama 3 bulan." Lazarus menjawab
...****************...
Lilian dan Felicity melahirkan seorang bayi wanita dan laki-laki yang sangat sehat. Terlihat bayi laki-laki Felicity mempunyai rambut emas dan mata Heterochromia biru dan emas, sedangkan bayi perempuan Lilian mempunyai rambut emas dan mata merah seperti ibunya.
"Eleanor Gisella Regulus." Lilian berkata.
"Nama yang sangat indah." Lazarus tersenyum.
"Urs, kamu bisa memberikan nama putraku." Felicity berkata.
"Ciel Regulus." Lazarus berkata.
"Nama yang sangat indah dan sepertinya aku akan tertidur sebentar. Putra dan Putriku Ciel, Ragna, Julius, Ainar dan Eleanor. Aku rasa kita akan sibuk mulai dari sekarang." Felicity berkata seraya melihat ke arah mayat bayi Ragna.
Diana masih berjuang, dia terlihat sangat kesakitan. Lazarus mendekat ke arahnya dan seketika Diana menggenggam erat tangan Lazarus.
"Diana, kamu meremukan tanganku." Lazarus berkata.
"Diam!" Semua orang berteriak.
Suara tangisan bayi terdengar para pelayan wanita segera masuk kedalam ruang persalinan. Mereka terkejut saat melihat seorang bayi berambut merah berbaring lemas di pelukan Iris.
"Aidan Regulus, kamu harus menjadi seorang pria yang hangat di masa depan." Diana memeluk Aidan seorang bayi laki-laki berambut hitam panjang dan mata hijau emerald.
"Freya, Lilian, Felicity dan Diana, maafkan kami karena terlambat. Nyaww." Cathrine berkata, kemudian terdiam sesaat saat melihat mayat seorang bayi berambut merah di pelukan Iris.
Diana dan yang lainnya berusaha untuk menenangkan Freya. Sebagai seorang ibu mereka mengetahui bagaimana perasaan kehilangan seorang anak.
Lazarus mengambil mayat bayi Ragna, kemudian pergi ke pemakaman wilayah Regulus menaiki kudanya bersama Alastair dan seorang Priest.
Lazarus dan Alastair mengubur bayi Ragna setelah itu seorang Priest mendoakannya. Sesudah menguburkan Ragna Lazarus menangis tersedu-sedu, sedangkan Alastair berusaha menenangkannya.
"Urs, lebih terluka daripada yang kita kira." Felicity berkata.
"Freya, kamu tidak boleh putus asa dan membuat luka Urs semakin dalam." Carissa yang sedang hamil besar berkata.
Lilian dan yang lainnya kembali menggunakan Skill sihir Warp milik Felicity ke Kastil Regulus.
...***************...
*Seminggu kemudian.
Galan, Kaisar Altair, Kaisar Erland, Duke Donovan, Raja Eric, Kaisar Aldric, Kaisar Hector, Duke Donovan, Aland, Kaisar Cyrille dan Sebastian bersama rombongannya pergi ke wilayah Regulus.
"Hahaha. Aku ingin segera melihat keponakanku." Siegfried berkata.
"Hahaha. Aku diberkahi banyak keturunan. Aku bisa mati dengan tenang tanpa penyesalan setelah melihat semua cucuku." Galan tertawa.
"Siegfried, kamu sudah berusia 31 tahun. Aku ingin segera melihat Cucuku." Kaisar Erland berkata seraya menatap ke arah Siegfried, tetapi tiba-tiba Sebastian berhenti.
"Sebastian, mengapa kamu berhenti?" Siegfried bertanya, kemudian melebarkan matanya saat para penduduk meletakan banyak bunga mawar putih.
Semua orang terkejut melihat itu. Mereka mengetahui para penduduk Regulus sedang melakukan upacara berkabung atas kematian anggota keluarga Regulus.
Galan tanpa berpikir panjang mengeluarkan White Dragon Theseus muda dari Artefak penyimpanannya. Kaisar Erland, Ibu Suri Agatha, Duke Donovan, Kaisar Aldric dan Raja Eric melompat ke punggung White Dragon itu.
"Kami akan menyusul!" Siegfried berteriak.
...****************...
Lazarus duduk di ruang pertemuan Kastil Regulus. Dia mengetahui Freya masih sangat sedih karena kehilangan salah satu putranya.
"Grand Duke Lazarus Regulus, Kaisar Erland Zephyra dan yang lainnya ingin masuk dan bertemu denganmu." Helga berkata.
"Biarkan mereka ma–"
Sebelum Lazarus menyelesaikan perkataannya Galan dan yang lainnya menerobos masuk. Mereka penasaran siapa keluarga Regulus yang meninggal.
"Urs, siapa yang meninggal?" Eric bertanya.
"Maafkan aku." Lazarus menjawab.
Eric mengeluarkan aura ranah Mythical dan berlari ke arah Lazarus, kemudian membantingnya ke tanah dengan sangat keras.
"Apakah putriku Freya atau cucuku?" Eric bertanya. Namun Lazarus tetap diam tidak menjawab pertanyaan Raja Eric.
"Mengapa kamu tidak menjawab pertanyaan ku! Bukankah kamu berjanji untuk melindungi dan menyayangi Freya?" Eric memukul wajah Lazarus berkali-kali seraya menahan tangisnya. Dia mengira bahwa Freya meninggal saat melahirkan, Galan dan yang lainnya hanya melihat Lazarus dipukuli sebagai seorang Ayah mereka mengetahui perasaan Eric saat ini.
"Ayah berhenti!" Freya yang mengendong bayi Ainar berteriak.
"Freya!" Eric segera berlari ke arah Freya dan melihat kondisinya, dia juga melihat ke arah bayi Ainar yang mewarisi rambut merahnya.
Ibu Suri Agatha segera membantu Lazarus berdiri, kemudian Lazarus mengeluarkan darah dari hidungnya. Dia tidak mengetahui Eric sudah mencapai ranah Mythical dan saat dia ingin menjelaskannya Eric tiba-tiba memukuli dan membantingnya.
"Saudara kembar Putraku Ainar, Ragna yang meninggal." Lazarus menjawab.
"Apakah Freya melahirkan bayi laki-laki kembar?" Eric bertanya.
"Maafkan aku karena tidak dapat menjaga Freya dengan baik saat masa kehamilan." Lazarus menjawab.
"Tidak, semua kesalahanku saat aku mengandung aku diam-diam berlatih. Kemungkinan besar Ragna meninggal karena aku selalu berlatih. Urs tidak salah!" Freya berteriak.
"Semua itu sudah menjadi takdir." Eric berkata. "Aku senang Freya dan Cucuku Ainar baik-baik saja." Eric melanjutkan.
Freya berdandan dengan cantik begitupun dengan Theresia,Diana, Lilian dan Felicity. Mereka semua mengendong 1 bayi, mereka akan melakukan upacara untuk bayi yang baru lahir.
Lazarus tidak ingin semua anaknya saling berperang dan menjadikan Kerajaan Pendragon, Kekaisaran Zephyra, Kerajaan Golden Phoenix, Kekaisaran Suci dan Kerajaan North Sea yang akan menjadi rumah kedua mereka. Meskipun mereka mempunyai nama belakang Regulus, tetapi mereka bukanlah pewaris Regulus kecuali Alastair meninggal.
"Baiklah, Saint baru akan melakukan upacara untuk mereka dan kami akan menjadi saksinya." Cyril berkata.
Sesaat kemudian seorang wanita cantik berambut emas dengan mata Polycoria ungu masuk ke ruangan Kastil Regulus. Dia adalah Magnolia dan merupakan kakak dari Lilian.
"Grand Duke Lazarus Regulus, sudah lama tidak bertemu. Terima kasih karena Saint Iris sudah mengizinkanku untuk melakukan upacara untuk ke 5 bayimu yang baru lahir." Magnolia mengangkat sedikit gaunnya.
"Terima kasih, tetapi aku mempunyai 6 bayi." Lazarus berkata.
Magnolia menghela nafas panjang. "Semoga dia tenang dalam pelukan Dewi Cahaya Electra."
"Urs!" Iris berteriak.
"Aku mengerti." Lazarus pergi ke arah Carissa, kemudian menggendong dan membawanya ke ruang persalinan.
"Aku akan membantunya!" Ibu Suri Agatha sudah membantu ribuan kelahiran bayi dan dia adalah seorang profesional dari bidang ini. Dia segera berlari menyusul Lazarus seraya melepaskan sepatu hak tinggi miliknya.
Suara tangisan bayi terdengar sebelum Lazarus sampai di ruang persalinan. Sesaat kemudian Lazarus kembali bersama Iris yang mengendong seorang bayi laki-laki berambut putih dan mata biru.
Mereka sudah menebak apa yang telah terjadi, tetapi syukurlah persalinan berjalan dengan sangat lancar.
"Kakek, bisakah kamu memberi nama Putraku?" Lazarus bertanya.
"Atalla." Galan tersenyum.
"Atalla Regulus. Nama yang sangat indah. Kelihatannya Carissa membutuhkan sedikit waktu untuk beristirahat." Lazarus berkata.
Sebuah celah dimensi terbentuk, kemudian Reese, Rias, Merlin, Louis, Roland dan Laufey keluar dari dalam celah dimensi itu.
"Ayah!" Galan membungkuk.
Laufey hanya melewati Galan tanpa mengucapkan satu katapun dan melihat ke arah keturunannya. "Aku ingin bertemu dengan semua cicitku."
"Arion dan yang lainnya sapa Kakek Fey!" Lazarus berseru.
"Hallo Kakek Fey!" Arion dan yang lainnya menyapa Demon Emperor Laufey.
"Tunggu, Urs berapa anak yang kamu punya?" Siegfried bertanya dengan tubuh gemetar.
"Alastair, Amarilis, Leonhart, Gardenia, Arion, Akihiro, Akira, Ariana Regulus, Julius, Ainar, Ragna, Eleanor Regulus, Ciel, Aidan dan Atalla. Aku mempunyai 15 orang anak karena Ragna meninggal aku mempunyai 14 anak." Lazarus menjawab.
"Apaa!" Semua orang berteriak.
"Aku akan memakan beberapa obat untuk mencegah kehamilan, mereka pasti kesulitan saat merawat anak." Lazarus menjawab.
...****************...
Iris
Alastair.
Amarilis.
Freya.
Ragna +
Ainar.
Alyssa.
5 Ariana.
Diana.
Aidan.
Carissa.
Atalla.
Cathrine.
Leonhart.
Gardenia.
Lilian.
Eleanor Regulus.
Theresia.
Julius.
Felicity.
Ciel.
Deviela.
Arion.
Akira.
Akihiro.
Reina .
Akari.
Dahlah 3 lagi udah. Kalo Yun Che Novel Atg 27. Malah susah buat sifat yang berbeda-beda.