LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 423. Serikat Pedagang Benua.



Semua orang pergi ke arah Lazarus yang sedang menikmati teh bersama Hector di pagi hari yang dingin. Mereka sangat menikmati makanan di perjamuan Kastil Regulus dan tidur di kasur yang empuk di Penginapan The North.


"Urs, apakah kamu sudah kembali?" Iris bertanya, kemudian melirik ke arah Hector yang memakai armor berwarna emas.


"Hahaha. Urs, mengajukan sebuah misi rank S kepada Guild Marcenary Beast King. Aku pergi ke sini menggunakan celah dimensi yang dibuat oleh Celestial dan aku akan berada di sini sampai sore hari." Hector tertawa canggung melihat Alcander dan yang lainnya.


"Iris, apakah kamu ingin pergi ke Serikat Pedagang Benua untuk mencari keberuntungan?" Lazarus bertanya.


"Apakah kita akan pergi ke Kota Briton?" Iris bertanya dengan mata berbinar.


"Serikat Pedagang Benua menyewa Kota Ke 12 Eagle Castle. Mari kita pergi ke sana dan melihat herbal dan material yang mereka jual." Lazarus menjawab.


"Baiklah." Iris menjawab.


Lazarus pergi ke kandang Beast yang berada di kandang Regulus, dia menyuruh Lizzy untuk menyiapkan Beast tunggangan untuk pergi ke Kota ke 12 Eagle Castle.


"White Dragon Horse." Yun Xie berkata.


"Snow Griffin dan Ice Wyvern." Alcander berkata.


Semua orang menaiki Beast tunggangan yang mereka pilih, kemudian pergi ke Kota ke 12 Ice Eagle. Mereka ingin melihat suasana wilayah Regulus karena mereka sangat penasaran dengan kehidupan, pertanian, perkebunan dan peternakan di wilayah Regulus.


"Urs, wilayah Regulus sangat indah dan kamu bisa mengurus wilayah ini dengan baik. Semua ras hidup dengan rukun, tetapi penduduk di kota lainnya sangat sedikit." Reese berkata.


"Wilayah Regulus kekurangan penduduk. Aku mengira membutuhkan waktu yang cukup lama untuk semua Kota Regulus dipenuhi oleh penduduk. Penduduk di wilayah Regulus saat ini berasal dari para pengungsi, budak yang aku tebus dari Guild Pedagang Budak, Ras Beastman Red Dragon dan White Dragon yang bertransmigrasi dari Benua Utara Boreas, para pekerja yang memutuskan untuk menetap di wilayah Regulus dan beberapa orang dari Kekaisaran Eternal Frost." Lazarus menjawab.


"Mencari penduduk sangat sulit untuk sebuah wilayah yang baru berkembang. Namun di masa depan wilayah Regulus akan menjadi wilayah yang setara dengan Kerajaan dan Kekaisaran besar." Siegfried berkata.


"Apakah konflik antara ras sering terjadi di wilayah Regulus?" Mo Lei bertanya.


"Konflik dan perbedaan pendapat sering terjadi, tetapi Tiara dan para pengikutku bisa menanganinya." Lazarus menjawab.


...****************...


Kelompok Lazarus sampai di Kota Ke 12 tempat Serikat Pedagang Benua. Semua orang terkejut karena banyak sekali pedagang yang berbisnis di sana. Pembeli bukan hanya berasal dari wilayah Regulus, tetapi wilayah Kekaisaran Lion Heart dan wilayah Kerajaan tetangga.


Semua pedagang terdiam dan berdiri membeku saat melihat kelompok Lazarus memasuki Kota Ice Eagle. Mereka berasal dari 4 Benua dan pasti mengetahui tentang Demon Emperor Reese, Kaisar Alcander Boreas, Adonis Silver Moon, Demon Emperor Agathias, Kaisar Erland dan yang lainnya.


"Mengapa kalian terdiam? Kami hanya ingin membeli barang dari kalian." Demon Emperor Mo Lei berkata.


Semua pedagang memberikan sambutan kepada semua tokoh besar itu. Mereka tidak menduga bahwa mereka akan bertemu tokoh-tokoh besar dari 3 Benua di wilayah Regulus.


"Urs, kita akan berpencar di sini. Kebetulan aku ingin bertemu dengan teman lamaku di sini." Mo Lei tersenyum.


"Kita akan bertemu lagi di Kastil Regulus." Lazarus membungkuk.


Kelompok Lazarus berpencar. Namun Alastair, Laufey, Agathias, Heath, Adonis, Frederick, Roland, Erland, Siegfried dan Alastair tetap mengikuti di samping Lazarus.


"Mengapa kalian mengikuti ku?" Lazarus bertanya.


"Aku merasakan akan melihat sesuatu yang menarik saat mengikuti mu." Frederick seorang pria berambut biru dan mata biru berkata.


"Tuan Frederick, bukankah kamu adalah Pemimpin Gold Bank? Aku merasa kamu akan menarik perhatian saat ikut bersamaku." Lazarus berkata.


"Camouflage."


Rambut Fredrick berubah menjadi coklat. Tumbuh kumis dan janggut yang panjang di wajah Fredrick, kelihatannya dia menggunakan Artefak penyamaran agar tidak menarik perhatian.


"Fredrick, apakah kamu menggunakan Artefak penyamaran saat berjalan-jalan di Kekaisaran Zephyra?" Erland bertanya.


"Aku selalu menggunakannya dan sebenarnya hanya beberapa orang yang pernah melihat wajah asliku." Frederick tersenyum.


"Baiklah." Lazarus berkata.


Semua orang pergi bersama Lazarus, mereka menggunakan Skill penyamaran dan merubah penampilan mereka di sebuah gang kecil. Sesaat kemudian Dion dan beberapa prajurit Regulus berarmor putih menghampiri mereka.


"Apakah kalian adalah orang jahat yang menyusup ke wilayah Regulus!" Dion berteriak.


"Diamlah!" Lazarus berteriak.


"Grand Duke." Dion dan semua pasukan Regulus berlutut.


"Lanjutkan pekerjaan kalian dan aku akan memberikan bonus kepada para pasukan Regulus yang menjaga Serikat Pedagang Benua." Lazarus berkata.


"Sesuai perintahmu."


...****************...


Kelompok Lazarus melihat seorang wanita ras gorgon berambut hitam sedang menjual batuan sedimen. Namun tidak ada orang yang pergi ke tokonya karena takut dengan tatapan ras Gorgon yang bisa membuat seseorang menjadi batu.


"Bisnisku, tidak berjalan dengan baik." Medusa bergumam seraya memakan sebuah apel berwarna merah.


Lazarus dan kelompoknya menghampiri toko Medusa, dia melihat batu sedimen berwarna hitam, putih, merah dan biru.


"Selamat datang pelanggan, sudah 70 ta.. Maksudku sudah 3 jam aku belum mendapatkan pelanggan. Batu sedimen ini sangat berkualitas dan aku mendapatkannya dari Pergunungan Myriad Beast 1 bulan yang lalu." Medusa tersenyum memperlihatkan 2 taringnya dan lidah panjang yang bercabang.


"Pergunungan Myriad Beast?" Roland bertanya.


"Aku belum pernah mendengar tentang Pergunungan Myriad Beast." Laufey berkata.


"Pergunungan Myriad Beast berada di Planet Rigel. Aku mengetahui bahwa wanita ini berasal dari Planet Rigel dan salah satu eksekutif Aliansi Black Star," batin Lazarus.


"Berapa harga batu sedimen di toko milikmu?" Laufey bertanya.


"Batu sedimen yang dijual olehku sangat mahal. Banyak orang yang mendapatkan material berharga dan telur Beast rank tinggi dalam batuan sedimen yang aku jual." Medusa menjawab.


"Sebenarnya Aliansi Black Star yang sudah memasukkan telur Beast rank tinggi kedalam batu sedimen," batin Medusa.


"Apakah harganya 100 Juta koin emas?" Laufey bertanya.


"Harga batu sedimen yang aku jual adalah 100 juta koin platinum sampai 300 juta koin platinum." Medusa menjawab.


Semua orang melebarkan matanya mendengar harga batu sedimen yang dijual oleh Medusa. 1 miliar koin emas adalah harga yang sangat mahal untuk 1 batu sedimen dan semua orang tidak mengetahui isi dalam batu sedimen itu.


"Bajingan, kamu adalah seorang pemeras!" Agathias berteriak.


"1 batu sedimen seharga 1 miliar sampai 3 miliar koin platinum di sebuah toko kecil, bukankah sama saja dengan pemerasan?" Erland menatap Medusa dengan tajam.


"Aku adalah orang yang menjual batu sedimen ini dan harga 100 juta miliar koin platinum dan 300 juta miliar koin platinum adalah harga paling murah. Jika kalian tidak ingin membeli batu sedimen milikku, maka kalian harus angkat dari tokoku!" Medusa berteriak.


"Urs, mari kita pergi!" Agathias berkata.


"Nona, aku akan membeli 2 batu sedimen." Lazarus berkata.


"Aku juga akan membeli 2 batu sedimen." Laufey berkata.


"Nona, aku juga akan membeli 2 batu sedimen." Adonis tersenyum.


"Aku akan membeli 1 batu sedimen. Urs, kamu harus memilihkan batu sedimen yang bagus untukku." Roland berkata.


"Hahaha. Nona aku akan membeli 1 batu sedimen dan Ayah kamu harus memilihkan batu sedimen yang bagus untukku." Alastair tertawa.


"Nona, aku akan membeli 2 batu sedimen." Heather tersenyum halus.


Erland, Frederick, Siegfried dan Agathias melebarkan matanya. Mereka terkejut melihat Lazarus dan yang lainnya membeli batu sedimen seharga 1 sampai 3 miliar koin emas.


"Fufufu. Baiklah, kebetulan aku hanya membawa sedikit batu sedimen dan setelah ini aku akan kembali." Medusa tertawa.


"Kekeke, dari 30 batu sedimen ini. Menurutku hanya ada kemungkinan kecil untuk mendapatkan telur dan material Beast berharga. Dengan menjual 10 batu sedimen aku sudah menyelesaikan kuotaku dan bisa menjadi eksekutif rank tinggi di Aliansi Black Star. Aku sangat beruntung berada di Planet Antares karena aku mendapatkan keuntungan yang besar," batin Medusa.


Di ruangan belakang toko Medusa terlihat Vulcan dan Thorin yang berubah menjadi patung batu. Meskipun masih hidup, tetapi lapisan batu di tubuh mereka membuat mereka tidak bisa bergerak.


Seorang wanita misterius memasuki ruangan mereka, kemudian mengubah mereka menjadi patung batu sebelum mereka bisa melawan. Wanita ras Gorgon misterius itu mengatakan hanya ingin meminjam toko mereka sebentar dan akan melepaskan mereka setelah 10 batu sedimennya laku atau sudah 1 hari.


"Aku harus melepaskan kedua Dwarf itu," batin Medusa.


Erland, Frederick, Siegfried dan Agathias berpikir Lazarus dan yang lainnya sudah gila karena membeli batu sedimen seharga 1 sampai 3 miliar koin emas di pedagang yang tidak diketahui. Mereka sudah berulang kali memperingati mereka, tetapi Lazarus dan semua orang tetap membeli batu sedimen itu.


"3 batu sedimen seharga 300 juta koin platinum, 5 batu sedimen seharga 200 juta koin platinum dan 2 batu sedimen seharga 100 juta koin platinum. Total semuanya adalah 2,1 miliar koin platinum." Medusa tersenyum lebar.


Roland dan semua orang mengeluarkan uang mereka, kemudian memberikan uang itu kepada Medusa. Mereka mengetahui tentang keberuntungan Lazarus, sedangkan Laufey hanya ingin mencoba peruntungannya.


"Senang berbisnis dengan kalian." Medusa membungkuk.


Kelompok Lazarus meninggalkan toko batu sedimen Medusa. Mereka ingin segera membuka batu sedimen yang mereka beli.


"Bajingan, kalian menghabiskan 21 miliar koin emas hanya untuk membeli 10 batu sedimen!" Agathias berteriak.


"Aku belum pernah mendengar seseorang membeli 10 batu sedimen seharga 21 miliar koin emas. Pergunungan Myriad Beast aku belum pernah mendengar nama tempat itu, bukankah pedagang itu adalah seorang penipu?" Tuan Frederick bertanya.


"Urs, kelihatannya kalian semua sudah ditipu oleh wanita itu." Erland berkata.


"Aku merasakan wanita itu bukanlah orang biasa. Instingku merasakan bahwa aku akan mendapatkan keberuntungan yang besar." Lazarus menjawab.


"Cih.. Kamu tidak akan mendapatkan sebuah telur Dragon atau Phoenix di dalam batu sedimen itu. Aku melihat bahwa wanita itu adalah wanita yang sangat licik!" Agathias berteriak.


"Diamlah, aku ingin membuka 2 batu sedimen seharga 600 juta koin platinum yang aku beli. Meskipun tidak ada isi di dalam batu sedimen itu, aku tidak masalah karena aku sangat memercayai cucuku." Laufey tersenyum.


"Laufey, kamu terlalu memanjakan Urs!" Agathias berteriak.


Kelompok Lazarus memasuki sebuah penginapan, mereka kemudian bertemu dengan seorang wanita gemuk berambut coklat dan mata biru.


"Grand Duke Lazarus Regulus!" Wanita itu berlutut.


Wanita itu adalah Salma Istri dari Brian. Dia menjalankan restauran dan penginapan The North di Kota ke 12.


"Salma, aku akan menggunakan ruangan paling atas dan tidak ada yang boleh menganggu kami." Lazarus berkata.


"Baiklah." Salma memberikan sebuah kunci kepada Lazarus.


Kelompok Lazarus pergi ke sebuah ruangan yang berada di lantai atas. Alastair dan semua orang yang sudah membeli batu sedimen mengeluarkan batu sedimen mereka.


"Mengapa kalian tetap berada di sini?" Laufey bertanya dengan dingin.


"Hmm. Aku penasaran dengan isi dari batu sedimen kalian, aku juga ingin melihat penyesalan di wajah kalian karena tidak mendengar peringatan ku." Agathias menjawab.


"Hahaha. Menurutku kalian akan rugi besar karena membeli batu sedimen itu." Erland tertawa.


...****************...


Lazarus mengeluarkan sebuah pisau kecil untuk membuka batu sedimen. Dia menatap ke arah 10 batu sedimen yang berada di atas meja.


Lazarus mengeluarkan Draken dari Cincin Draupnir. Bayi Crossbreed White Dragon dengan mata Heterochromia itu sangat indah, terlihat sekarang dia sudah menumbuhkan tanduk kecil.


"Aku iri dengan bayi Beast Dragonmu dan aku melihat sebuah tonjolan di belakang tanduk kecilnya." Siegfried berkata.


Lazarus melihat tonjolan yang berada di belakang kepala Draken, dia kemudian merasakan sebuah tulang yang akan tumbuh di belakang tanduk Draken.


"Tanduk. Draken akan mempunyai 4 tanduk." Lazarus menggosokkan wajah Draken ke pipinya.


"Cepat buka semua batu sedimen itu!" Tuan Frederick yang sudah tidak sabar melihat isi dari 10 batu sedimen itu berseru.


"Ayah, aku menggunakan 100 juta koin platinum pemberian Ibu Iris untuk membeli batu sedimen ini." Alastair berkata.


Lazarus membuka batu sedimen milik Alastair dengan hati-hati agar tidak merusak material yang berada di dalamnya. Sesaat kemudian terlihat sebuah cangkang telur dengan gradasi merah, emas dan jingga.


Semua orang melebarkan mata mereka saat melihat telur Beast yang sangat asing untuk mereka. Agathias dan Fredrick gemetar, sedangkan Siegfried melebarkan matanya selebar telur.


Lazarus terus mengikis batu sedimen itu dan hanya menyisakan sebuah telur dengan cangkang merah, emas dan jingga.


"Telur Beast!" Frederick berteriak, tetapi Agathias segera menghentikannya.


"Kita tidak mengetahui Beast di dalam telur itu sudah mati atau tidak dan kita tidak mengetahui bahwa di dalam telur Beast itu adalah Beast rank tinggi. Kalian tidak boleh senang terlebih dahulu karena mendapatkan telur Beast." Agathias berkata.


"Telur ini terlihat seperti telur Fire East Dragon." Laufey berkata seraya menggunakan Skill Life Detection kepada telur itu. "Masih hidup, Alastair kamu sangat beruntung. Apakah kamu ingin menjualnya kepadaku?"


"Tidak." Alastair langsung menolaknya.


Lazarus melihat telur Beast itu dengan teliti, telur ini terlihat seperti telur Beast yang diceritakan yang pernah di ceritakan oleh Orion. Namun Lazarus lupa nama Beast yang berada di telur ini, meskipun terlihat seperti telur Long. Namun Lazarus yakin bahwa telur itu bukanlah telur Beast East Dragon.


"Mountain And Sea Book."


Sebuah buku melayang di hadapan semua orang. Setiap halaman di buku itu bergerak dengan sendirinya, akhirnya buku itu berhenti dan semua orang melihat sebuah gambar di buku itu. Gambar sebuah telur yang sangat mirip di sampingnya adalah gambar seekor rubah berekor sembilan berbulu merah terang dengan Rune emas menghiasi tubuhnya.


"Celestial Nine-Tailed Fire Fox!" Siegfried berteriak.


"Alastair, apakah kamu akan menjualnya kepadaku?" Lazarus bertanya.


"Tidak, aku membelinya dengan uangku sendiri dan aku sudah mempunyai ikatan takdir dengannya." Alastair memeluk telur itu.


Semua orang melebarkan matanya, bahkan Lazarus menatap Alastair dengan sangat iri. Namun dia mengetahui bahwa Celestial Nine-Tailed Fire Fox itu sudah menjadi milik Alastair.


"70 miliar koin platinum." Frederick berkata.


"Tuan, aku tidak akan menjualnya. Meskipun kamu menawarkan harga yang lebih besar dari itu." Alastair menjawab dan memegang teguh pendiriannya.


"Baiklah, aku menyerah." Fredrick berkata.


Roland memberikan batu sedimen yang sudah dia beli seharga 1 miliar koin emas kepada Lazarus. Pria berambut biru gelap dengan mata merah itu menatap Lazarus dengan mata berbinar.


Lazarus mengerti maksud Roland, kemudian membuka batu sedimen milik Roland dengan hati-hati sebuah cangkang telur berwarna biru tua terlihat. Semua orang mengenal telur Beast yang didapatkan oleh Roland, mereka melebarkan mata mereka karena Roland mendapatkan telur Blue Storm Lion.


"Hahaha. Blue Storm Lion!" Roland tertawa bahagia dan memeluk telur itu. Blue Storm Lion adalah predator puncak di Planet Auriga yang sangat langka. Mereka mempunyai element petir, angin dan air yang sangat kuat.


"Bajingan!" Agathias berteriak.


Laufey menggunakan Skill Life Detection kepada telur itu dan masih ada tanda kehidupan di dalam telur itu.


"Masih hidup." Laufey tersenyum.


Lazarus menyesal karena tidak membeli lebih banyak batu sedimen di toko batu sedimen Medusa.


"Agathias, mari kita pergi ke toko batu sedimen itu dan membeli banyak batu sedimen! Kebetulan aku bisa meminjam uang kepada Frederick terlebih dahulu. Urs, bantu aku untuk memilih batu sedimen. Aku tidak peduli bahwa batu sedimen yang kamu pilih tidak mempunyai isi." Erland menarik tangan Lazarus.


Kelompok Lazarus pergi ke Toko Batu Sedimen Medusa, tetapi yang mereka lihat adalah toko Artefak Kerajaan Terra.


"Saudara Urs." Vulcan tersenyum.


"Vulcan, apakah kamu melihat seorang wanita yang berdagang batu sedimen di sini?" Lazarus bertanya.


"Wanita menyeramkan berambut ular itu membekukan kami berdua, dia mengatakan akan menggunakan Toko kami untuk menjual beberapa bagi sedimen. Setelah dia menjual batu sedimen, dia melepaskan kami dan aku tidak mengetahui kemana dia pergi." Vulcan menjawab seraya gemetar ketakutan.


Agathias, Frederick dan Erland mengeluarkan aura haus darah, kemudian mereka melirik ke arah Laufey, Heather dan Adonis yang membeli 2 batu sedimen.


"Aku tidak akan menjual batu sedimen milikku kepada kalian." Laufey berkata.


"Mengapa kalian tidak membeli batu sedimen?" Adonis tersenyum.


"Tidak, kalian sudah tidak percaya kepadaku dan bagaimanapun aku tidak akan menjual batu sedimen milikku kepada kalian. Meskipun kalian menawar harga berkali-kali lipat." Lazarus berkata.


"Aku sudah berteman lama dengan kalian dan aku tidak ingin pertemanan kita hancur gara-gara sebuah batu sedimen." Heather berkata.


"Apakah kamu akan menjual salah satu batu sedimen milikmu?" Erland tersenyum.


"Tidak." Heath menjawab.


"..."