
"Tuan Urs, kami ingin membantumu." Richard dan Grace berlari ke arah Lazarus.
"Gale terima kasih." Lazarus berterima-kasih.
Mayat Beast dan pasukan gabungan berserakan dimana-mana. Bau amis dari darah tercium sangat pekat. Bau darah, potongan tubuh Ras Humanoid dan Beast dan bau karat dari Artefak senjata sudah menjadi hal yang lumrah di Medan pertempuran.
Meskipun, Pasukan Gabungan menang. Akan tetapi, mereka juga membayar harga yang mahal. Namun, semua itu hal lumrah dalam perang di bunuh atau membunuh hanya orang kuat yang dapat bertahan.
"Halton, tarik Argo!" Lazarus memerintahkan.
"Baiklah, Tuan Urs." Halton menggunakan Skill Heavy Knight miliknya dan mengeluarkan aura intimidasi ke arah kawanan Beast agar kawanan Beast menyerang ke arah mereka.
Kawanan Beast dalam jumlah besar pergi ke arah Kelompok Lazarus dan Party Golden Dragon. Semua orang bersiap-siap untuk menggunakan Skill mereka dan bertarung habis-habisan.
"Alyssa, Theresia, Adair sekarang!"
"Earth Wave."
Theresia menggunakan Skill sihir element tanahnya. Tanah yang berada di bawah kawanan Beast bergejolak bergelombang seperti gelombang air laut. Meskipun hanya sedikit bergejolak, tetapi Beast yang berada di bagian depan kehilangan keseimbangan terjatuh dan menciptakan efek domino.
"Root Prison!"
Alyssa mengeluarkan Skill element kayu miliknya. Di bawah tanah tercipta ribuan sulur akar dan mengikat kawanan Beast yang berada di depan.
"Water Wave!!!!"
Aldair dan Alyssa menggunakan Skill sihir element airnya bersamaan. Dari dalam tanah keluar air yang membentuk gelombang dan menghantam kawanan Beast.
"Adair, apakah kamu baik-baik saja?" Alyssa bertanya.
"Nona Alyssa, aku baik-baik saja." Adair menjawab dengan terengah-engah.
"Halton, lindungi Adair dia telah kehabisan banyak mana! Alwyn dan Theresia sekarang saatnya!" Sieg berteriak.
"Giant Lightning Spear."
Alwyn bersama Theresia menggunakan Skill sihirnya, dan menciptakan tombak raksasa yang terbuat dari sihir element petir kuning. Tombak itu melesat menghantam kawanan Beast akibat dari Skill Water Wave yang dipakai Alyssa dan Adair. Efek dari Skill elemen petir Alwyn menjadi semakin lebih kuat.
Lazarus, Sieg, Richard, Freya, Tyr , Golden Fang, Ronin dan Grace. Memasuki medan pertempuran sebenarnya.
"Grooooarrr."
"Aummmmm."
Kawanan Demon Beast Blade Raptor, Shadow Leopard, dan Rock triceratops dan selusin Grand Demon Beast Rock Drake berada di depan kelompok Lazarus.
Rock Triceratops dengan ukuran panjang 5 meter, 1 tanduk di hidung dan 2 tanduk panjang di kepalanya dengan tubuh ditutupi oleh sisik tebal berwarna abu berlari dengan kencang ke arah kelompok Lazarus. Di ikuti oleh kelompok Beast lainnya.
Ronin pergi ke depan kelompok Lazarus seraya menggenggam Artefak pedang katana Khas benua timur dan bersiap-siap menggunakan Skillnya.
"Sakura Sword Art, gaya pertama Rain of Hundreds of Sakura Petals."
Ronin bergerak dengan sangat cepat dan lincah. Skillnya menciptakan ilusi ratusan bunga sakura berwarna pink berguguran di medan perang. Ronin, berhasil mencincang 4 Rock Triceratops dan melukai Beast lainnya.
"Sekarang!" Lazarus berteriak.
"Shadow Step! Dark Dagger Art, gaya ketiga Claw Of Darkness."
"Imperial Great Sword Art, gaya kedua, Royal Mountain Sword."
"Fire Lion Spear Art, gaya ke empat, Fire Lion Fury."
"Fire Bear Battle Axe Are, gaya terakhir. Fire Bear against 1000 troops."
Richard bergerak seperti kegelapan dan menyerang ke arah kawanan Beast yang berada di belakang. Dia, menyerang ke arah titik vital Beast itu dengan tubuh dan 2 Artefak Dagger yang dilapisi oleh aura element kegelapan.
Grace menyerang dari depan menggunakan Artefak Great Sword yang dilapisi oleh aura element metal miliknya, dia seperti seorang Swordman yang tidak dapat di jatuhkan, dia bahkan berhasil menebas Rock Rhinoceros yang mempunyai tubuh berlapis sisik sekuat baja yang tebal menjadi dua bagian.
Freya dan Tyr bertarung berdampingan. Meskipun Freya hanya seseorang Ranah Expert, tetapi Freya dapat mengimbangi Skill Tyr.
"Hahaha. Freya, sebentar lagi kamu menembus ranah Epik." Tyr tertawa seraya menusukan Artefak tombaknya ke arah Beast.
"Tyr, berhentilah berbicara! Fokuslah dalam menyerang jangan lengah." Freya berkata.
"Cih.. Urs, apabila kamu kuat ikutlah bertarung! Jangan, hanya melihat di sisi Medan pertempuran dan menghadapi Beast lemah." Tyr berteriak dengan ekspresi kesal.
"Urs, abaikan saja perkataan Tyr. Dia, hanya memprovokasi kamu!" Sieg yang berada di samping Lazarus berseru.
Lazarus, menggenggam erat Artefak Claymore Black Dragon Rage berwarna hitam legam. Dia, sekarang akan bertarung dengan serius.
"Aland, Sieg sekarang saatnya kita pergi ke Kedalaman Hutan King! Alyssa, Theresia, Alwyn dan Adair kalian harus memberikan bantuan dari belakang!" Urs berseru.
"Sesuai perintahmu, Sir!"
"Dragon Body. White Ice Fire. Lightning Step." Lazarus bergumam dengan suara pelan.
"Master, aku akan mengamuk sekarang!" Golden Fang menatap ke arah kawanan Beast itu dengan tajam.
"Auuuummm"
Golden Fang menggunakan Skill intimidasi garis keturunan. Beast rank rendah dan sedang menjadi sedikit terhambat terutama Beast jenis kucing besar karena merasakan garis darah Golden Fang
Tubuh dan Artefak pedang Claymore milik Lazarus tertutupi oleh aura element api berwarna putih. Aura yang belum pernah Sieg dan kelompok Party Gold Dragon lihat.
Lazarus bersama Golden Fang berlari dengan sangat cepat ke arah kawanan Beast dengan gagah berani. Dia, menarik agro menggantikan Halton yang sedang melindungi Alwyn dan yang lainnya. Sieg dan Aland berlari mengikuti Lazarus takut dia terluka bahkan terbunuh. Meskipun, auranya setara ranah Expert, tetapi mereka khawatir karena Lazarus ranah Grand Master.
"Fire Dragon Sword Art. Gaya pertama! Dragon Claw."
Lazarus mengayunkan Artefak pedang Claymore Black Dragon ke arah Grand Demon Beast Rock Triceratops.
Rock Triceratops yang belum siap untuk menghindar terkena serangan Lazarus tekena tebasan Lazarus mengakibatkan luka tebasan yang besar di tubuh Rock Triceratops bukan hanya itu, tetapi api berwarna putih itu membekukan darah dan daging Rock Triceratops.
"Grooar.."
Rock Triceratops menjerit kesakitan sebelum akhirnya dia mati.
Sieg dan semua orang yang berada di sana melihat Lazarus dengan mata yang lebar karena terkejut. Dragon Sword Art adalah Skill Rank B yang dapat dibeli di Guild Petualang, tetapi bisa mempunyai daya hancur seperti itu. Dan yang tidak dapat di percaya Lazarus adalah seorang Beast Master Ranah Grand Master bukan seorang Sword Man Ranah Epik.
"Urs The North, sangat kuat Gozaru dia mempunyai Skill unik White Ice Fire. Gozaru." batin Ronin.
Sesaat kemudian seekor Legendary Beast Three Headed Darkness Leopard dengan bulu berwarna hitam, tiga kepala dengan gigi yang tajam berlari ke arah kelompok Lazarus.
"Hahaha. Biarkan aku yang menghadang Lord Leopard! Kalian pergilah ke kedalaman Hutan King." Leon melompat ke hadapan kelompok Lazarus.
"Terima Kasih, tuan Leon." Kelompok Lazarus berterima kasih, kemudian berlari ke Kedalaman Hutan King.
"Auuuuuuu.." Suara lolongan Legendary Beast jenis serigala terdengar.
Legendary Three Headed Leopard pergi ke arah asal suara. Semua Beast yang berada di sana membalas lolongan itu, kemudian melarikan diri ke Sebelah Barat Hutan King.
"Apakah Gelombang Beast berakhir?" Seorang prajurit berkata.
"Kita menang!" Pasukan Gabungan bersorak.
*Tempat Raja Arden.
"Hahaha. Blackton Kita Menang!" Raja Arden tertawa.
Count Blackton hanya tersenyum halus seraya menggenggam erat Artefak Pedang pendek Black Dragon Fang Rank Legendary yang berada di belakangnya.
"Roooaaar!!" Kyle mengaum dengan keras, kemudian melompat dan mencakar wajah Count Blackton.
Count Blackton yang merasa marah membanting Kyle ke tanah dengan keras. Raja Arden, kemudian melirik ke arah Blackton, tetapi sudah terlambat Blackton menusuk punggung Raja Arden dengan Artefak Short Sword beracun Rank Legendary miliknya menembus armor Rank Epik yang dipakai Raja Arden dengan mudah..
Wajah Raja Arden membiru. Dia, dengan sisa kekuatannya menarik Artefak Long Sword rank Legendary miliknya dan menebas ke arah Count Blackton. Akan tetapi, Count Blackton dapat menghindarinya dengan mudah.
"Blackton, apa maksudmu?" Raja Arden bertanya dengan wajah dan tubuh yang mulai membiru.
"Hahaha. Arden, aku sudah lama menunggu kesempatan ini! Aku sudah bosan berpura-pura menjadi orang baik! Seperti yang diharapkan dari Swordsman terkuat dari Kerajaan Pendragon kamu masih hidup, meskipun telah tertusuk oleh Artefak belati Black Dragon Fang yang dibuat dari taring Black Dragon dan dimurnikan oleh banyak jenis racun." Blackton tersenyum. tubuhnya perlahan berubah, dua tanduk muncul di kepalanya. Tangannya perlahan tertutupi oleh sisik berwarna hitam dan cakar yang tajam, dari punggungnya muncul 2 pasang sayap kelelawar.
"High Demon!"
"Aku adalah Demon Rank 8 Blackton The Nightmare. Apakah kamu tahu alasan aku menyusup ke Kerajaan Pendragon?"
"Perang sudah usai! Kerajaan Pendragon dan Kerajaan Avalon Benua timur dan Kekaisaran Nightmare di Benua Selatan. Sudah menandatangani perjanjian damai."
Blackton menggertakan giginya. "Damai katamu? Ibuku maksudku Ratu Kekaisaran Nightmare Lilith ke sembilan mati di bunuh oleh aliansi Kekaisaran Avalon dan Kerajaan Pendragon! Dendam ini adalah dendam seumur hidup kami! Aku sudah menyusup ke Kerajaan Pendragon dan menunggu 1000 tahun untuk membalas dendam sekarang adalah akhirnya! Kerajaan Pendragon akan musnah hari ini! Dan kerajaan Avalon akan musnah selanjutnya! Dengan kematian kamu dan Kaisar Cyril Kekaisaran Avalon akan melemah. Gold Dragon Evanthe juga pasti sudah terluka parah." Blackton berkata, kemudian meninggalkan Raja Arden.
"Almer, lakukan sesuai rencana."
"Yes, Lord."
*Area pertempuran.
"Almer, apa yang kamu lakukan?"
"Aster, apa yang sedang kamu lakukan?"
"Val, apa yang kamu lakukan."
"..."
Semua orang yang masih berada di area pertempuran melihat ke atas langit mereka melihat Lingkaran Sihir/ Magic Circle berada di atas mereka.
"Skill sihir Darkness Gate Dimension! Cepat hentikan mereka" Calvin berteriak.
"Skill itu dapat membuat Gate dimensi dengan menumbalkan banyak nyawa! Tunggu! Mereka menumbalkan semua anggota pasukan aliansi yang gugur untuk membuat Gate itu!"
Tetapi sudah terlambat. Di atas langit retakan dimensi terbentuk di dalamnya berada ribuan pasukan Demon dan Dark Beastman yang dipimpin oleh tujuh orang Demon ranah Legendary salah satunya adalah Sullivan.
"Hahaha. Kejayaan untuk ras Demon!" Almer tertawa dia dan 4 orang lainnya berubah menjadi bentuk Demon.
"Cih. Meskipun, banyak sekali hal yang berada di luar rencana Blackton, tetapi rencana Blackton berhasil." Seorang Wanita Demon yang sangat cantik dengan 2 tanduk abu-abu, rambut berwarna pirang dan sayap kelelawar berwarna putih.
"Hahaha. Alice, sekarang adalah waktunya membantai!" Sullivan tertawa.
"Semua pasukan siap untuk berperang sampai mati!" Kaisar Cyril berteriak.
"Aku, akan membantumu melawan para Demon itu." White Slaughter berjalan ke arah Kaisar Cyril dengan bulu putih yang ditutupi oleh banyak darah.
"Aku juga akan membantumu sampai Evanthe kembali." Namean berkata.
*Tempat Raja Arden.
"Arden, matilah secara perlahan. Aku akan mengawetkan tubuhmu setelah mati dan menjadikan pajangan." Blackton tersenyum, kemudian melangkah pergi meninggalkan Raja Arden.
"Bluuussh."
Blackton merasakan punggungnya kesakitan. Dia, melihat sebuah Artefak Long Sword mencuat keluar dari dadanya. Dia, melirik ke arah belakang ternyata Raja Arden menusuk punggungnya dengan Long Sword.
"Arden, bagaimana kamu masih hidup dan auramu tidak melemah? Padahal kamu sudah teracuni?"
"Sahabatku, Blackton seperti hal yang dikatakan oleh Urs, untuk berjaga-jaga dia memberikan aku dan Cyril 3 botol Eliksir penawar racun." Raja Arden menatap Blackton dengan tajam.
"Tidak mungkin ada Potion Eliksir yang dapat menawarkan racun Black Dragon Fang Sword! Dan mengapa seorang Ksatria sepertimu menusuk seseorang dari belakang! Arden kamu adalah aib untuk semua Ksatria!"
"Hahaha. Aku sudah merenungkan perkataan Urs, selain menjadi seorang Ksatria, aku juga adalah seorang Pria, Raja dan Ayah. Apabila aku mati, maka keluarga dan rakyatku akan sengsara. Aku awalnya terlalu naif dan bodoh, tetapi sekarang aku akan menggunakan segala cara bahkan cara tercela untuk melindungi keluarga dan rakyatku karena kalian juga menggunakan cara yang sama. Aku akan menjadi orang jahat untuk melawan orang jahat seperti kalian." Raja Arden tersenyum.
"Apakah, kalian sudah memperkirakan ini semua?" Blackton bertanya dengan wajah yang pucat, seraya mengeluarkan Artefak Kristal telepati untuk menghubungi pasukan Demon dan Dark Beastman di luar.
"Mereka sudah menyiapkan jebakan diluar aku harus menghubungi pasukan!" batin Blackton.
Raja Arden merebut Artefak telepati suara Blackton dan menggenggamnya sampai hancur.
"Bajingannnn! Aku akan bertarung sampai mati denganmu!" Blackton memperkuat auranya.
Raja Arden melompat ke belakang dan siap bertarung habis-habisan dengan Blackton.
"Blackton, mari kita berdansa sampai mati." Raja Arden tersenyum lebar.
*Di area pertarungan.
"Mengapa, para pemimpin ranah Legendary tidak terlihat putus asa saat kita datang? Padahal mereka sudah kelelahan setelah bertarung dengan Gelombang Beast?" Alice bergumam.
"Bantai saja mereka! Semua pasukan ikuti aku!" Sullivan dan pasukan Demon memasuki pertarungan.
"Sullivan tunggu ini sebuah jebakan!" Alice berteriak.