LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 306. Nasib Sial Untuk Kawan Dan Lawan.



Wilayah Barat Hutan Cerulean.


Seorang pria berbadan tegap dengan rambut pirang panjang dan mata biru, memakai armor putih dengan ukiran Gold Dragon dikelilingi oleh beberapa orang. Di belakangnya adalah 3 orang Priest wanita yang terluka parah.


"Tikus, apakah kamu sudah kelelahan?" Seorang pria berambut abu-abu pendek dan mata hijau bertanya seraya mengacungkan Artefak Spear miliknya.


"Paladin Curtis dari 12 Paladin Kekaisaran Suci sebenarnya tidak sehebat seperti rumor yang beredar di luar sana." Seorang wanita berambut coklat panjang dan mata biru, memakai gaun berwarna ungu berkata.


Curtis meludahkan seteguk darah. "Aku akan bertarung sampai mati dengan kalian. Siapa kalian dan mengapa kalian mengejar aku?"


"Baiklah, aku akan memberitahumu sebelum kamu mati. Kami berasal dari Organisasi Black Scorpion Orchid." Pria itu menjawab.


Mereka tidak menyadari seekor lebah sedang melihat dan mendengar itu semua. Lebah itu adalah Beast yang digunakan oleh Butter untuk mengawasi dan melihat keadaan sekitar.


"Tuan Urs, di depan ada 3 orang yang sedang bertarung dengan 20 orang dan 2 orang diantaranya adalah ranah Legendary." Butter berkata.


Lazarus dan kelompoknya segera pergi ke tempat yang telah di tunjukan oleh Butter, mereka melihat 3 orang anggota Kekaisaran Suci sedang terpojok oleh 20 orang pasukan aliansi musuh.


"Curtis!" Magnolia sedikit berteriak.


"Siapa itu!" Pria berambut abu itu melemparkan tombaknya ke arah kelompok Lazarus. Namun Ryota segera menangkap Artefak tombak itu, kemudian melemparkannya kembali ke arah pasukan Aliansi musuh.


Kelompok Lazarus pergi ke arah kelompok Curtis. Mereka mengeluarkan aura haus darah dan aura ranah mereka masing-masing. Aura kedatangan kelompok Lazarus seperti aura kawanan Beast rank tinggi.


20 pasukan Aliansi musuh yang berada di sana terkejut melihat orang-orang berarmor lengkap menggunakan topeng Beast pergi ke arah mereka.


"Tuan, kami tidak mempunyai masalah dengan kalian. Kami hanya ingin membunuh beberapa tikus yang berani memprovokasi pasukan kami." Wanita berambut coklat itu berkata.


"Kalian tidak mempunyai masalah dengan kami, tetapi sebaliknya kamilah yang mempunyai masalah dengan kalian." Lazarus menjawab, kemudian memberikan isyarat agar semua anggota kelompoknya menyerang.


Lazarus dan Magnolia segera berlari ke arah Curtis dan 3 Priest wanita yang terluka. Curtis kebingungan apa alasan kelompok Lazarus membantu mereka.


"Curtis." Magnolia melepaskan topengnya.


"Putri, apakah kamu baik-baik saja?" Curtis bertanya.


"Aku baik-baik saja dan bagaimana kondisi yang lainnya?"


Curtis menggertakan giginya, kemudian berlutut ke arah Magnolia. "Maafkan aku! Setelah pertempuran dengan Mythical Beast Ancient Black Fire Peacock, pasukan kami berpencar dan aku tidak mengetahui apa yang terjadi kepada mereka."


Magnolia menyentuh tangan Curtis. "Tenang saja sekarang kalian aman, tetapi banyak sekali musuh di Hutan Cerulean dan kalian harus bergabung dengan kelompok kita."


"Terima kasih, Putri Magnolia." Curtis menatap ke arah Lazarus dan Galan yang hanya memperhatikan pertempuran dari sisi medan pertempuran.


1 Jam telah berlalu semua orang sudah membunuh 20 orang itu. Meskipun pasukan mereka hanya terdiri dari ranah Expert dan Epik, tetapi 2 orang pemimpin ranah Legendary bertempur dengan sangat sengit melawan Hector, Icarus dan Alastair.


Alastair membawa pemimpin pria yang sudah terluka parah ke arah Lazarus, sedangkan Hector masih bertarung dengan pemimpin wanita.


"Kaguya, bantu Hector. Sebelum pasukan bantuan musuh datang, kita harus segera pergi dari tempat ini."


"Hahaha. Apakah kalian tidak takut dengan Kekaisaran Silver Phoenix dan Aliansi Black Scorpion Orchid? Apabila kalian berani membunuhku sama saja dengan kalian akan menjadi musuh Kekaisaran Silver Phoenix dan Aliansi Black Scorpion Orchid." Pria berambut abu-abu itu tertawa.


Lazarus menendang perut pria itu, kemudian duduk di hadapan pria itu yang terbaring lemah di tanah. "50,000 pasukan Aliansi Kekaisaran Silver Phoenix, Kerajaan Black Bull, Kerajaan Nebula, Kerajaan Black Crow, Serikat Pembunuh Green Viper, Organisasi Black Scorpion Orchid, Beast King penguasa wilayah Utara Hutan Cerulean dan Organisasi Marcenary Black Phoenix. Kalian sungguh hina karena menjebak orang-orang pergi ke Hutan Cerulean. Kalian akan memburu, mencuri dan membunuh semua orang itu, kemudian setelah keluar dari Hutan Cerulean kalian akan menyebarkan rumor palsu untuk mengadu domba semua Kerajaan dan Kekuatan besar dengan mengatakan bahwa mereka semua saling bertempur di Hutan Cerulean. Strategi memecah belah dan adu domba ini lumayan bagus dalam menciptakan kekacauan."


"Darimana kamu mengetahuinya!"


"Aku ingin mengatakan kepadamu bahwa orang mati tidak melihat dan mendengar." Lazarus memenggal kepala orang itu.


"Arka, apakah kamu sudah melahirkan seorang monster?" batin Galan.


Hector dan Kaguya membawa pemimpin wanita pasukan Aliansi. Wanita itu sangat ketakutan saat Lazarus memenggal kepala rekannya tanpa berkedip.


"Siapa namamu?"


"Tuan, namaku Anna!"


"Apakah kamu seorang Black Mage?"


"Tuan, aku adalah seorang Black Mage yang berasal dari Kerajaan Black Crow. Tolong jangan bunuh aku!" Anna memohon.


"Apakah kamu tidak mempunyai parasit dan kutukan yang dipasang di tubuhmu?"


"Aku sudah menghapus kutukan yang tertanam di jiwaku karena aku seorang Black Mage yang berbakat. Aku hanyalah seorang Marcenary yang direkrut Kerajaan Black Crow dan hubungan kita hanyalah rekan kerja."


"Baiklah, apabila kamu menandatangani kontrak budak ini. Aku akan membiarkan kamu hidup."


"Aku Anna tidak akan menjadi seorang budak! Aku lebih memilih mati, daripada menjadi seorang budak."


"Baiklah, Kaguya bunuh dia."


"Tunggu!"


"Apakah kamu berubah pikiran?"


"Aku akan setuju dengan kontrak budak sementara! 3 tahun, aku akan menjadi budakmu selama 3 tahun."


Lazarus memberikan kertas kontrak budak kepada Anna, kemudian Anna meneteskan darahnya ke kontrak itu.


"Baiklah, aku akan memberi tugas untukmu."


Lazarus menceritakan rencananya kepada Anna, perlahan ekspresi Anna mulai berubah saat mendengar rencana Lazarus.


"Fufufu. Tuan kamu sangat jahat, tetapi aku sangat menyukai rencanamu. Baiklah, aku akan kembali ke markas dan menjalankan rencanamu."


Lazarus memberikan Healing Potion, Mana Potion dan topeng ular kepada Anna. Sesaat kemudian Anna pergi kembali ke tempat pasukan aliansi musuh.


"Jahat! Orang sepertimu akan langsung masuk ke Abyss!" Curtis berteriak dengan dahi yang berkeringat.


"Curtis, semuanya adil dalam cinta dan perang. Mereka juga menggunakan cara yang sama, bukankah wajar aku menggunakan cara yang sama." Lazarus melepaskan topengnya.


"Kita tidak mempunyai peluang untuk menang, jika kita bertarung langsung dengan mereka. Sebagian besar dari kita sudah dipastikan akan mati, tetapi dengan cara seperti ini kita mempunyai peluang untuk menang." Lazarus berkata.


"Tapi!!"


"Curtis, sudahlah ikuti rencana Urs." Duke Levin melepaskan topengnya.


"Duke Levin, bagaimana seorang Ksatria sepertimu mengikuti rencana tercela seperti ini!" Curtis berteriak.


"Levin, untuk mengatasi orang jahat. Kita harus menggunakan orang jahat dan Urs lebih jahat dari mereka semua! Apabila kita bertarung langsung dengan mereka, aku yakin kita semua akan mati seperti yang mereka inginkan!"


"Aku adalah seseorang yang baik hati!"


"Kami mempercayainya." Semua orang mengangguk.


"Mengapa kalian seakan tidak memercayainya?"


"Baiklah, aku akan bekerja sama. Namun aku hanya akan membantu untuk saat ini." Curtis mengulurkan tangan ke arah Lazarus.


"Baiklah, selamat datang di Pasukan Beast Mask." Lazarus membalas uluran tangan Curtis, kemudian memberikan sebuah topeng babi perak ke arah Curtis.


"Aku ingin topeng seekor harimau!" Curtis berseru.


Lazarus mengeluarkan palunya, kemudian merubah Artefak topeng babi itu menjadi topeng harimau.


"Ayah, kami sudah membawa semau Artefak dan Artefak penyimpanan mereka semua." Alastair berkata.


"Baiklah, aku bisa menggunakan Artefak mereka untuk membuat Artefak baru. Kebetulan kelompok kita akan semakin besar karena setelah melihat Curtis, ada kemungkinan masih banyak orang yang masih bertahan hidup." Lazarus berkata.


...****************...


2 Minggu kemudian.


Kelompok Lazarus menyerang kelompok-kelompok kecil pasukan aliansi musuh. Di Hutan Cerulean yang penuh bahaya juga Beast bergerak dengan kelompok-kelompok kecil jauh lebih aman daripada bergerak dengan kelompok pasukan besar.


Setiap kelompok aliansi pasukan musuh beranggotakan 20-100 orang. Mereka mempunyai komposisi tim yang terdiri dari ranah Master, Grand Master, Expert dan Epik. Dibagi menjadi 5 tim, pertama adalah pasukan pengintai yang bertugas mengintai keadaan aman atau tidak, kedua adalah pasukan pembersih yang beranggotakan banyak orang ranah Expert, Epik, Legendary bahkan Mythical, mereka bertugas untuk membersihkan bahaya di sepanjang perjalanan, yaitu Beast rank tinggi dan seseorang diatas ranah Epik. Ketiga adalah pasukan pengejar yang bertugas mengejar buruan yang kabur, keempat adalah pasukan khusus yang terdiri dari orang-orang kuat dan mempunyai Skill Unique dan terakhir adalah pasukan utama yang menjadi Inti dari semuanya, mereka adalah pasukan terkuat yang harus kelompok Lazarus jauhi untuk saat ini.


Pasukan utama berada di wilayah Utara Hutan Cerulean dan merupakan wilayah yang tidak boleh kelompok Lazarus masuki. Kelompok Lazarus belum mengetahui seberapa kuat dan seberapa banyak pasukan utama. Namun saat ini mereka harus menyerang sembunyi-sembunyi dan menghemat tenaga untuk pertempuran terakhir.


...****************...


Seorang pria botak dengan bekas luka di matanya bersama 300 pasukan bantuan pergi ke arah pasukan yang meminta bantuan. Mereka melihat mayat 500 anggota Aliansi, 1 orang pemimpin kelompok dan pasukan dengan topeng Beast.


Carissa, Kaguya dan Dimitrie terlihat berada di tengah mayat pasukan itu dengan nafas terengah-engah, kaki gemetar dan armor yang dipenuhi oleh darah.


"Jangan bunuh mereka! Kita harus menginterogasi mereka terlebih dahulu, siapa mereka dan apa tujuan mereka!" Pria botak itu memerintahkan.


Pria botak itu tersenyum lebar saat melihat Artefak armor dan senjata yang digunakan oleh mayat-mayat pasukan musuh. Dia menduga pasukan musuh adalah pasukan khusus dari salah satu 4 Kekaisaran Besar atau 12 Kekuatan Besar Planet Antares.


"Hahaha. Aku akan mendapatkan kekuasaan, gelar, penghargaan dan kekayaan karena sudah membunuh mereka semua. Meskipun bukan aku yang mengalahkan mereka, tetapi aku bisa mendapatkan semua itu dengan gratis. Terima kasih kalian karena telah berkorban untukku." batin pria botak itu.


Pria botak itu tersenyum lebar seraya melangkah ke arah Carissa, Kaguya dan Dimitri. Dia kemudian mengeluarkan Artefak telekomunikasi miliknya.


"Tuan, aku dan pasukanku sudah membunuh tikus-tikus yang berani menyerang pasukan kita. Mereka hanya mempunyai kurang dari 100 pasukan dan mereka berasal dari pasukan khusus bantuan Kekaisaran Zephyra." Pria itu berkata menggunakan Artefak telekomunikasi.


"Baldie, bunuh mereka semua dan kembali ke pasukan utama."


"Baiklah."


Baldie tersenyum lebar, dia tidak perlu menginterogasi 3 orang yang tersisa karena entah itu berasal dari Kekaisaran Zephyra, Organisasi Azure Dragon atau Kekuatan Besar lainnya. Orang mati tetaplah orang mati, mereka tidak akan bisa berbicara atau mendengar.


Baldie mengeluarkan Artefak Giant Blade miliknya, kemudian melangkah ke arah jangkauan serang Kaguya. Dia mengira Kaguya dan 2 orang lainnya sudah terluka parah dan tidak bisa untuk melawan.


"Aku akan memberikan kalian kematian tanpa rasa sakit."


"Swoossh!"


Kaguya dengan secepat kilat menghunuskan Artefak pedang katana miliknya dan memenggal kepala Baldie.


"Aku sudah memberikan kamu kematian yang tidak sakit." Kaguya bergumam.


Semua pasukan terkejut melihat pemimpinnya yang tiba-tiba terpenggal. Belum sadar dari keterkejutan mereka, mayat yang berada di bawah kaki mereka hidup dan menyerang mereka. Pertempuran terjadi, tetapi dengan tidak adanya pemimpin pasukan mereka tercerai berai dan dikalahkan dengan mudah oleh kelompok Lazarus.


"Berpura-pura mati dan terluka parah, kemudian melancarkan serangan kejutan. Berpura-pura menjadi seekor babi untuk memakan harimau." Lazarus bergumam.


"Urs, mereka tidak ada habisnya." Hector berkata.


"Aku mengira kita harus menuju wilayah Selatan, sebelum pasukan utama mereka mengetahui bahwa kita masih hidup, kemudian mengirimkan orang-orang kuat dan pasukan lebih banyak untuk mengejar kita." Lazarus berkata.


"Kami setuju." Semua orang menjawab.


Akira jatuh berlutut di tanah, dia terlihat sangat kelelahan.


"Akira, apakah kamu terluka?"


"Aku hanya sedikit mual."


"Apakah kamu sudah meminum Potion?" Magnolia bertanya.


"Baiklah, saat ini kita harus mencari tempat untuk beristirahat sementara dan apakah ada korban di pihak kita?" Lazarus bertanya.


"Urs, 2 orang pengikut ranah Epik ku terbunuh dalam pertempuran." Julian menjawab.


"Maafkan aku." Julian menggertakan giginya.


Lazarus menunggangi punggung Emerald, dia tidak menjawab permintaan maaf Julian karena kematian adalah sebuah takdir yang tidak dapat diubah.


Kelompok Lazarus menemukan sebuah goa raksasa yang berada di dekat bukit terhalangi oleh tanaman lambat dan rerumputan liar.


"Hector, Levin, Ren, Alastair masuklah ke goa itu untuk melihat keadaan. Apakah ada Beast liar yang berada di dalam goa itu?"


"Sesuai perintahmu Ayah/Master/Urs."


Alastair dan yang lainnya memasuki goa itu, sesaat kemudian seorang Demon berambut hitam panjang, Iris mata merah dan Sklera hitam menyerang mereka dengan cakarnya yang panjang. Levin dengan sigap menahan serangan Demon itu menggunakan Artefak perisai besarnya.


"Paman Reiga!" Alastair berteriak.


"Suara ini!!"


"Levin, dia adalah sekutu! Kamu tidak boleh menyerangnya!" Alastair berteriak.


Kelompok Lazarus yang mendengar suara benturan senjata segera berlari ke dalam goa itu, mereka melihat seorang pria Demon bertanduk empat dengan Sklera mata hitam menghadang Alastair dan yang lainnya.


"Reiga mengapa kamu berada di sini dan mengapa armor milikmu rusak?"


Sebastian, Deviela dan sekitar 250 orang ranah Expert, Epik dan 5 orang ranah Legendary dengan kondisi yang lusuh segera pergi ke arah Reiga karena mendengar suara pertempuran. Mereka mengira musuh menyerang ke tempat mereka.


"Urs, akhirnya aku menemukanmu!" Sebastian berlari ke arah Lazarus dan memeluk Lazarus dengan senyum sumringah.


Lazarus melepaskan topengnya dan berjalan ke arah Deviela. "Mengapa kalian berada di Hutan Cerulean?"


Deviela diam membeku, dia mengetahui bahwa tubuhnya masihlah belum sepenuhnya sehat setelah persalinan. Namun dia langsung pergi ke Hutan Cerulean tanpa berpikir panjang setelah membaca surat Carissa.


"Maafkan aku."


Lazarus, mengangkat tangannya seolah-olah ingin menampar wajah Deviela.


"Ayah!" Alastair berteriak.


Deviela memejamkan matanya untuk menerima tamparan dari Lazarus, tetapi Lazarus hanya menyentil kening Deviela.


"Hahaha. Aku berkali-kali hampir mati di sini, untung saja kamu baik-baik saja. Apakah kamu terluka dan bahaya apa yang telah kamu lalui di Hutan Cerulean?"


"Apakah kamu tidak marah?"


"Aku sangat marah, tetapi aku tidak bisa melampiaskan kemarahanku dengan menampar atau memukulmu karena waktu tidak bisa diputar kembali." Lazarus tersenyum.


"Siapa dia?" Kaguya berbisik kepada Icarus.


"Deviela adalah salah satu Istri Paman Urs." Icarus menjawab.


"Kita akan bermalam dan beristirahat di tempat ini. Obati dan beri makan yang terluka, kemudian berikan mereka armor dan perlengkapan. Kita akan tinggal di sini selama beberapa hari dan aku akan membuat pelengkapan lainnya."


"Sesuai perintahmu, Sir." Semua orang menjawab.


"Pangeran Herakles!" Dark Beastman di sana berkata.


"Apakah kalian selamat?" Herakles bertanya dengan wajah yang bahagia melihat pengikutnya masih bertahan hidup.


"Duke Levin!"


"..."


Lazarus menyuruh Reina dan Akira duduk di sampingnya, mereka berdua terlihat sakit dalam beberapa waktu ini.


"Urs, apa yang terjadi?" Deviela bertanya.


"Deviela, mereka adalah Akira dari Kekaisaran Moonlight Frost dan Reina dari Organisasi Azure Dragon. Mereka terlihat sakit dan tidak nafsu makan beberapa hari ini, tetapi Magnolia sudah menggunakan Skill Healing. Kami juga sudah memberikan Healing dan Mana Potion." Carissa berkata seraya mengeluarkan botol air dari Artefak penyimpanannya.


"Bisakah aku memeriksa kalian?" Deviela bertanya.


Akira dan Magnolia mengangguk dan mengulurkan tangannya ke arah Deviela.


"Kalian berdua sedang hamil! Mual-mual, pusing, lelah dan perut yang sedikit membuncit bukanlah penyakit, tetapi gejala kehamilan! Aku mengira usia kandungan kalian baru 5 Minggu."


Carissa terkejut dan menyemburkan air minumnya ke wajah Lazarus. Dia dan semua orang terutama Yashamaru, Yun Shan dan anggota Organisasi Azure Dragon tidak percaya bahwa Reina dan Akira sedang hamil.


"Mustahil! Bagaimana mungkin Akira dan Reina hamil selama 3 bulan!" Lazarus berteriak.


Akira dan Reina selalu bersama Lazarus dan yang lainnya selama beberapa bulan ini. Mereka pasti terkejut mendengar Akira dan Reina sedang mengandung.


Lazarus mengeluarkan Artefak sabit Regalia, kemudian menatap tajam ke arah kelompoknya dan kelompok Yun Shan. Dia mengecualikan kelompok Julian, Levin, Alcander dan yang lainnya karena mereka baru bergabung.


"Mengakulah siapa orang-orang yang menghamili Akira dan Reina!" Lazarus berteriak.


Semua pria di sana diam membeku, terutama Zhuge, Kumokiri, Yun Shan, Yashamaru, Hector, Alastair, Icarus, Ryota, Jian, Ludger dan Bedros.


"Tuan Urs." Curtis ingin menenangkan Lazarus.


"Diam! Bajingan mana yang berani menghamili 2 orang anggota ranah Mythical dalam kondisi sangat berbahaya seperti ini! Mengaku lah dan aku akan menjadikannya makanan Linwood, Feira, Emerald dan Little Gold!" Lazarus berteriak.


"Reina, Akira apakah kalian bisa menceritakan siapa kedua pria yang berani berbuat hal itu kepada kalian?" Carissa bertanya.


Reina dan Akira mengingat tentang kejadian saat di sungai bersama Lazarus. Wajah mereka perlahan memerah, bukankah seorang ranah Mythical akan sangat sulit untuk mempunyai keturunan.


"Mengaku lah sebelum kesabaranku habis!!" Lazarus mengayunkan sabit Regalia ke tanah di hadapan semua orang.


Julian dan Alcander yang melihatnya hanya tertawa terbahak-bahak. Orang bodoh mana yang berani menghamili Reina dan Akira dalam kondisi bahaya seperti ini.


"Hahaha. Kedua pria itu pasti mempunyai kesuburan yang bagus." Raiden tertawa terbahak-bahak.


"Diamlah!" Fiona, Daisy dan Amanda berkata.


"Urs, coba tenangkan pikiranmu." Cyrille berkata.


Lazarus menghela nafas dalam, kemudian menatap semua orang.


"Ronin dan Yun Shan, kemarilah!"


"Ronin, Yun Shan, Akira dan Reina adalah bibi kalian. Apakah kalian mengetahui siapa orang yang dekat dengan mereka di Hutan Cerulean?"


"Urs, bibiku akan menebas semua pria yang dekat dengannya. Gozaru." Ronin bersujud.


Yun Shan melebarkan matanya, dia tidak memercayai bahwa Reina hamil karena tubuhnya menyimpan racun mematikan. Bahkan untuk seseorang ranah Mythical, meskipun Reina adalah seorang pemilik banyak rumah hiburan malam dan dikenal sebagai Oiran. Namun Reina adalah seorang perawan. Jangankan pria yang tidur dengannya, tetapi pria yang menciumnya pasti akan teracuni.


Seorang ranah Legendary dan Mythical sangatlah sudah untuk hamil. Bahkan sama susahnya dengan seorang ranah Mythical yang ingin menembus ranah Void.


"Yun Shan, apakah kamu mengetahui sesuatu?"


"Reina mempunyai tubuh beracun, bahkan seseorang ranah Mythical dan mempunyai Skill Potion Immune Rank A akan mati atau sakit parah saat berciuman dengan Reina. Pelakunya adalah seorang pria yang tidak terpengaruhi oleh racun Reina." Yun Shan menjawab.


Alastair, Icarus dan Hector melebarkan matanya, kemudian menatap tajam ke arah Lazarus.


"Seorang ranah Mythical mempunyai kesuburan yang sangat rendah seperti High Elf. Aku mengira sang pelaku adalah orang yang sama dan mempunyai kesuburan yang tinggi." Jayde Draco berkata.


"Aku setuju, bahkan suatu berkah apabila seorang ranah Legendary dan Mythical mempunyai keturunan karena bisa mewarisi bakat dari kedua orang tuanya." Aldebaran Silva menjawab.


Lazarus merasakan kedinginan dan haus darah di belakangnya. Dia menoleh ke arah Carissa dan Deviela yang terlihat sangat marah.


"Kami sudah mengetahui siapa pelakunya!" Carissa dan Deviela menjawab dengan suara dingin.


"Katakan siapa! Aku akan segera mematahkan semua tulangnya! Aku mencurigai Hector, Ludger dan Bedros yang melakukannya."


Hector menggertakan giginya. "Urs, sudahlah jangan berpura-pura kamu adalah pelakunya! Aku awalnya mengira kamu seorang pria sejati, tetapi kamu hanyalah seorang sampah yang menggunakan ketampanan dan ukuranmu untuk menggoda wanita!"


"Ayah, Ibu akan membunuhmu!" Alastair berteriak.


"Paman, aku kecewa menganggap mu sebagai guruku. Kamu selalu menolak mengajariku cara menggoda wanita!" Icarus berteriak.


"Urs, kamu mempunyai 4 ginjal dan kesuburanmu berkali-kali lipat dari pria normal! Apabila kamu ingin bercinta dengan wanita, bukankah seharusnya kamu melakukannya setelah keluar dari Hutan Cerulean!" Ludger berteriak.


"Benar!! Urs, kamu sudah menikung aku! Padahal aku sudah mengatakan bahwa aku tertarik kepada Akira!" Bedros meneteskan air mata.


"Tunggu! Aku tidak pernah melakukannya! Kalian terlalu menyudutkan aku! Aku mempunyai alibi yang kuat, 3 bulan lalu kita bertemu Akira setelah pertempuran di Lembah dan Tebing Cerulean. Jaan dan Julian berada di sana, setelah itu kita berpapasan dengan Kelompok Yun Shan dan hanya sebentar!"


Semua orang terdiam. Alasan yang dikatakan Lazarus masuk akal, dia mempunyai alibi yang kuat.


"Tunggu! Aku menyuruh Reina untuk memata-matai kelompokmu, kemudian dia tidak kembali selama semalaman." Yun Shan berkata.


"Ya Reina saat itu tidak kembali selama satu malam." Kaguya dan anggota Organisasi Azure Dragon mengangguk.


"Urs dan Bibi Akira juga menghilang selama satu malam. Kami mencarinya selama satu malam dan tidak menemukan mereka. Gozaru." Yashamaru berkata.


"Ayah! Aku mengingatnya kemana kamu saat hilang satu malam itu? Bukankah kamu mengatakan ingin mandi?" Alastair bertanya.


Lazarus mengingat semuanya, dia tertidur di tepi sungai bersama Linwood. Dia melihat benjolan di kepala Linwood seperti di hantam oleh benda tumpul dengan keras. Dia juga merasakan orang yang bersembunyi di bawah sungai.


"Tidak!!" Lazarus berkeringat dingin dan mundur ke belakang, kemudian berlutut. Sebuah Puzzle di ingatannya mulai tersusun dan secara samar dia sedikit mengingat kenangan itu.


"Bajingan! Mengapa kamu seperti itu? Apakah kamu memang benar pelakunya?" Alcander berteriak.


"Tunggu! Aku harus menenangkan diri terlebih dahulu! Berikan aku sedikit waktu untuk mencerna semua ini!" Lazarus berseru.


Semua orang terdiam membeku, mereka mengetahui bahwa Lazarus adalah pelakunya dari semua bukti dan kesaksian yang ada.


"Akira, Reina apakah aku pelakunya?"


"Semua ini adalah kesalahan kami dan kamu tidaklah bersalah." Reina tersenyum.


"Aku akan menceritakan semua yang telah terjadi." Akira tersenyum.


"Tenang saja, kami tidak mementingkan urutan dan jadikan kami selirmu saja." Reina menambahkan dengan wajah memerah.


Magnolia berdiri membeku, dia tidak memercayai semua ini karena Akira selalu ada bersamanya.


"Tuan, apakah kita bisa berbicara sebentar?" Deviela tersenyum, tetapi Lazarus merasakan aura kematian dari senyum Deviela.


"Fufufu. Apakah kamu sangat senang berada di Hutan Cerulean? Berapa wanita lagi yang sudah kamu dapatkan di Hutan Cerulean? Pergilah keluar dari sini dan kami ingin berbicara urusan keluarga denganmu." Carissa merangkul bahu Lazarus.


Seperti seekor Beast ternak yang di sembelih, Deviela dan Carissa berjalan bersama Lazarus keluar dari goa itu.


"Kakek, Reiga, Sebastian, bisakah kalian menolongku?" Lazarus bertanya.


"Hmmm.. Maafkan aku, tetapi kamu pria yang sangat hebat." Galan memberikan dua jempol kepada Lazarus.


"Urs, jadilah pria sejati dan ingatlah wanita sangat kuat ketika marah." Reiga berkata.


"Maafkan aku apabila masalah lain, aku bisa membantumu. Namun dalam masalah ini, kamu adalah orang yang bersalah." Sebastian tersenyum lebar.


"Tolong...."