LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 57. Duke Donovan.



"Tuan Urs, bolehkah aku bermain dengan Asterion dan Golden Fang?" Tuan Iefan bertanya.


"Silahkan, Tuan Iefan. Aku akan menitipkan Asterion dan Golden Fang kepadamu."


Tuan Iefan mempunyai mata yang berbinar. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan Epik Beast dan Legendary Beast langka di sini.


"Tuan Iefan, nyawww. Apakah kamu juga ingin bermain dengan Nona Kylie nyawww." Cathrine bertanya seraya mengendong Kyle.


Tuan Iefan melirik ke arah Kyle. Awalnya dia mengira Beast itu adalah bayi Grand Demon Beast Frost Leopard. Namun, ketika memperhatikannya lebih teliti dia sadar bahwa Beast itu adalah Legendary Beast Langka Blue Sky White Leopard.


"Aku akan bermain dengannya. Tuan Urs, kamu sangat beruntung! Aku bahkan ingin menukar semua kekayaan dan jabatan milikku untuk mengontrak salah satu Beast ini."


"Tuan Iefan, Asterion dan yang lainnya adalah keluargaku."


"Tuan Iefan, jangan berpikir untuk mencuri Beast kontrak Tuan Urs. Mereka, semua adalah bagian dari Guild Perjalanan Aquila. Apabila kalian mengincar Legendary Beast tuan Lazarus. Berarti kalian mengibarkan bendera perang pada Guild Perjalanan Aquila." Ainsley berkata.


Semua orang di sana gemetar. Mereka, mengurungkan pemikiran untuk merebut Beast kontrak Lazarus. Guild Perjalanan Aquila adalah salah satu kekuatan besar di Benua Barat Zephyra. Mungkin hanya kekuatan besar lain dan Kekaisaran Zephyra yang dapat menandingi kekuatan mereka.


Diana melihat ke arah Aland dan yang lainnya. Dia seperti mengenal mereka semua terutama Grace yang memalingkan mukanya.


"Grace, apakah itu kamu?" Diana bertanya.


"Tidak! Kamu salah orang, namaku Gil."


"Grace, apakah kamu mengenal Nona cantik itu?" Gil bertanya.


Ketika, berada di Kota Briton Diana belum bertemu dengan Grace. Dia, tetap tinggal di Karavan untuk melerai perkelahian Amarilis dan Charlotte.


"Richard!" Grace berteriak.


"Grace, sudah lama tidak bertemu! Aku sangat merindukanmu." Diana memeluk Grace.


"Diana, aku juga merindukanmu. Sudah 30 tahun lebih kita tidak bertemu." Grace berkata.


"Nona, apakah kamu Diana Garcia?" Aland bertanya.


"Iya, namaku adalah Diana Garcia."


"Namaku Aland Pendragon. Ibu selalu menceritakan banyak hal tentangmu. Kakek Donovan juga selalu merindukanmu. Bagaimana kamu bisa bersama dengan Tuan Urs?" Aland bertanya.


"Kami berdua adalah teman seperjalanan. Bagaimana kabar saudari dan ayah?" Diana bertanya kepada Aland dan Grace.


"Ibu, baik-baik saja." Aland menjawab.


"Hmmm ... jika, kamu ingin mengetahui kabar Duke Donovan Garcia, kamu bisa menanyakannya sendiri." Grace menunjuk ke arah tenda dengan bendera berlambang Anggur, Pedang dan Padi. Bendera itu adalah bendera lambang Keluarga Bangsawan Garcia.


"Apa, ayah berada di sini?" Diana mundur dua langkah. Dia sudah lama tidak bertemu dengan ayahnya.


"Diana, apakah kamu ingin bertemu dengan ayahmu?" Lazarus bertanya.


"Aku...."


Lazarus memegang tangan Diana, kemudian membawanya pergi ke arah tenda Bangsawan Garcia. Semua orang mengikuti Lazarus dari belakang.


"Berhenti!" Dua orang prajurit menghentikan Lazarus dan Diana dengan menyilangkan dua tombak.


"Kami ingin bertemu Duke Donovan Garcia."


"Apakah, kalian sudah mempunyai janji?"


"Tuan, katakan pada Duke Donovan Garcia bahwa Diana ingin bertemu." Lazarus berkata.


Seorang penjaga pergi ke tenda Donovan Garcia. Beberapa saat kemudian dia kembali ke arah kelompok Lazarus.


"Duke, mengizinkan kalian semua masuk."


Kelompok Lazarus memasuki tenda Duke Donovan. Mereka, melihat seorang pria kekar memakai armor perak dengan janggut dan kumis lebat berwarna pirang. Rambut berwarna pirang panjang yang di kuncir kuda serta iris mata berwarna biru, dia adalah Duke Donovan Garcia urutan ke 30 dalam daftar 77 Star.


Donovan melirik ke arah Diana. Dia bangkit dari kursinya, kemudian berjalan ke arah Diana.


Diana gemetar. Ayahnya Duke Donovan Garcia adalah seseorang yang temperamental. Bahkan, saat kecil dan remaja Duke Donovan sudah memberikan pelatihan neraka kepada Diana mengakibatkan Diana kabur dari kediaman Keluarga Bangsawan Garcia.


Diana menutup matanya, dia mengira Duke Donovan akan menampar wajahnya seperti dulu.


"Putriku.." Duke Donovan memeluk Diana dengan wajah penuh kasih sayang.


"Ayah, maafkan aku..." Diana menangis terharu. Sudah lama dia tidak bertemu dengan keluarganya. Dia mengirimkan surat setiap tiga bulan sekali.


"Putriku, bagaimana kabarmu? Apakah kamu sehat? Apakah keluarga Bangsawan Duke Regulus merawat kamu dengan baik?" Duke Donovan bertanya.


"Ayah, mereka merawat aku dengan baik! Iris, memperlakukan aku seperti saudarinya sendiri." Diana menjawab.


Amarilis melihat Diana dengan wajah pucat. Sekarang dia tahu mengapa Diana memberi dia dan Alastair pelatihan neraka. Ternyata penyebab semua ini adalah pria di hadapannya.


Duke Donovan, melirik ke arah Lazarus dan yang lainnya.


"Salam Duke Donovan/Kakek/Paman." Semua orang menunduk.


"Aland, apakah kamu ikut berburu Beast?"


"Kakek, aku ikut berburu Beast. Bersama dengan Tuan Urs dan yang lainnya."


Duke Donovan melirik ke arah Lazarus. Wajah Lazarus seperti tidak asing. Dia berdiri di hadapan Lazarus dan menatap sinis Lazarus.


"Dragon Body." Lazarus mengaktifkan skillnya seraya bersiap-sia mengeluarkan Artefak Pedang Claymore Black Dragon Rage.


"Banggggg!"


Duke Donovan tiba-tiba memukul Lazarus. Akan tetapi, Lazarus dapat menahannya dengan Claymore Black Dragon Rage. Akibat kerasnya benturan tangan Lazarus mati rasa dan dia terlempar lumayan jauh sehingga menghancurkan tenda.


"Tuan Urs/Urs."


"Ayah apa maksudmu?" Diana bertanya.


"Diana, aku hanya memukul pria yang telah membawa lari putriku!"


"Ayah, Lazarus telah mati! Pria yang kamu pukul itu adalah Tuan Urs! Meskipun, dia mempunyai wajah yang hampir mirip! Tunggu ... aku lupa ayah buta warna." Diana menyadari sesuatu.


"Apakah aku memukul orang yang salah? Karena aku lupa bahwa Lazarus telah mati. Aku sudah membunuh seseorang! Cepat bantu pria itu! aku memukulnya lumayan keras aku takut semua tulang rusuknya hancur!" Duke Donovan berlari bersama Diana ke arah Lazarus.


"Uhuk! Uhuk! Uhuk!"


Lazarus memuntahkan darah segar di luar tenda. Pukulan yang dilancarkan oleh Duke Donovan Garcia sangat keras. Apabila telat sedikit saja dia menggunakan Skillnya dan menahan serangan itu dengan Claymore Black Dragon Rage dia akan mati.


"Artefak Armor Black Drake ini sangat kuat. Meskipun, dampak dari benturan sangat keras namun Armor ini dapat menahan 30% dampak benturan," batin Lazarus.


"Urs, apakah kamu baik-baik saja?" Alyssa bertanya.


"Urs, minumlah Potion ini." Freya memberikan Lazarus sebuah Potion.


"Terima kasih."


"Tuan Urs, apakah kamu benar seorang Beast Master murni? Kamu bisa menahan serangan 30% kekuatan seseorang ranah Legendary." Aland bertanya.


Ranah Legendary, tiga tingkat lebih tinggi dari ranah Grand Master. Lazarus juga tidak mempunyai Job Warrior, Shieldman, Tanker atau Swordsman melainkan Beast Master yang sangat lemah ketika pertarungan satu lawan satu.


"Anak Muda, maafkan aku!"


"Tuan Donovan, aku memaafkan kamu. Aku mengerti perasaanmu sebagai seorang ayah yang sudah lama tidak bertemu dengan putrimu. Tuan, apakah kamu buta warna sejak lahir?" Lazarus bertanya.


"Urs, apakah kamu menyadari ayahku buta warna?" Diana bertanya.


Lazarus mengangguk. Artefak penyamaran hanya dapat menyamarkan penglihatan dari seseorang.


"Anak Muda, aku mengalami buta warna saat aku berusia 20 tahun karena cedera saat melawan Legendary Beast Ancient Golden Centipede. Mungkin, 200 tahun yang lalu, aku sudah berusaha mengobatinya bertemu dengan Hugo dan pergi ke Benua Timur. Akan tetapi, mereka tidak dapat mengobatinya. Mereka mengatakan hanya getah dari Pohon Rainbow Eternal Poison Rank Legendary atau Potion Rank Mythical yang dapat mengobati mataku. Akan tetapi, karena racun itu sudah ada 200 tahun, mungkin getah Pohon Eternal Rainbow Poison tidak akan menyembuhkan ku 100%."


"Apakah Potion kebangkitan dapat mengobati matamu?' Lazarus bertanya.


"Tidak! Meskipun, Potion kebangkitan sangat berharga dan dapat menghidupkan orang yang selangkah dari kematian . Namun, Potion itu hanya dapat menyembuhkan mataku sementara karena racun Ancient Golden Centipede berada di saraf mataku dan terus menggerogoti mataku. Kecuali, Eliksir penawar yang dapat menawarkan semua racun."


"Tunggu! Eliksir penawar semua racun?" batin Lazarus.


"Tuan, aku dapat membuat Eliksir penawar semua racun. Apakah aku dapat meminjam salah satu tenda untuk membuat Eliksir?"


"Anak muda, apakah kamu seorang Alchemist?" Duke Donovan bertanya.


"Aku hanya kebetulan mendapatkan resep Eliksir itu dari suatu Dungeon dan aku juga mempunyai semua bahannya." Lazarus menjawab.


Diana memegang tangan ayahnya, kemudian mengangguk. Dia sudah melihat banyak keajaiban yang dilakukan oleh Lazarus di perjalanan.


"Baiklah! Meskipun, gagal satu sampai dua tahun lagi pria tua ini akan buta dan menunggu kematian."


"Terima kasih tuan ... Alyssa apakah kamu bisa membantuku?"


"Baiklah, Urs."


"Tuan Urs, aku ingin membantumu!" Richard berkata dengan mata berbinar.


"Tidak!" Lazarus dan Alyssa berteriak bersamaan.


*Alyssa dan Lazarus berada di dalam tenda.


"Alyssa, siapkan botol Potion."


"Urs, apabila hal ini di ketahui oleh orang lain. Aku takut mereka akan menculilmu dan mengambil semua darahmu. Keledai bodoh itu juga pasti mempunyai kemampuan yang sama denganmu. Namun, bedanya dia tidak menyadarinya."


"Darah Tuan Lazarus, juga pasti adalah penawar segala jenis racun."


Lazarus menyayat nadi di tangannya sehingga berdarah, kemudian dia memasukan darahnya ke sepuluh botol Potion. Setelah selesai Alyssa segera menyembuhkan luka Lazarus.


Lazarus dan Alyssa keluar dari tenda.


"Apakah, kalian sudah selesai membuat Eliksir?" Duke Donovan bertanya dengan bingung.


"Apakah membuat Eliksir hanya membutuhkan waktu 5 menit? Bahkan seorang Great Alchemist membutuhkan waktu paling sedikit 7 jam." Ainsley berkata.


Lazarus memberikan botol Eliksir dengan cairan merah seperti darah kepada Duke Donovan. (emang darah).


"Tuan Donovan, teteskan Eliksir itu ke matamu." Lazarus berujar.


"Baiklah, Anak Muda." Duke Donovan meneteskan Eliksir itu ke matanya.


Duke Donovan menutup matanya, dia merasakan perasaan nyaman di setiap saraf matanya. Saat dia perlahan membuka matanya dunia yang kelabu sekarang sudah mempunyai warna. Dia dapat kembali melihat rambut Pirang Diana dan pepohonan yang hijau.


"Anak Muda, terima kasih. Aku sekarang dapat kembali melihat indahnya dunia setelah sekian lama. 200 tahun! Adalah waktu yang sangat lama." Donovan tanpa sadar meneteskan air matanya.