
"Hahaha. Sudah lama aku terjebak di tempat terkutuk ini! Akhirnya aku bebas." Red Dragon Ignite tertawa seraya berubah ke wujud Dragonnya.
"Urs, apakah kamu sudah bisa menonaktifkan Skillmu?" Theresia bertanya.
"Theresia, aku sudah menonaktifkan Skill Eye Of World. Meskipun, awalnya tidak mudah." Lazarus menjawab.
"Manusia, cepat naik ke punggungku! Kita akan berperang setelah ini! Jane, Soren tetap berada di sini untuk melindungi anak-anak! Willy, akan melindungi kalian semua." Ignite berteriak.
Kelompok Lazarus menaiki punggung Ignite, kemudian Willy membuka Barrier kabut ilusi agar Ignite bisa keluar dari tempat Ini dengan mudah.
Ignite, kemudian terbang ke langit dengan cepat bersama Lazarus dan yang lainnya.
"Dewi Elektra, tolong lindungi Berdic dan yang lainnya di Medan perang." Jane berdoa seraya memeluk Aris.
Ignite sampai di tengah langit Hutan King. Dia, ingin memanggil semua Beast pengikutnya untuk membantu di dalam perang. Meskipun Ignis tidak terlalu yakin dapat untuk selamat dalam peperangan, tetapi dia ingin menepati janjinya kepada Arthur untuk melindungi Kerajaan Pendragon.
"Grooooarrr!"
Ignis, menyemburkan api berwarna merah ke udara. Semburan api Ignite terlihat seperti suar.
"Auuuuuu."
"Aummm."
"Groooaar."
Terdengar suara Beast bersaut-sautan menjawab panggilan Ignite. Mereka, pergi ke arah tempat Ignis dan Lazarus.
"Kyaaat."
Legendary Beast Six Winged Thunderbird, berukuran 30 meter mempunyai kepala berwarna putih serta tubuh, enam sayap, dan tiga ekor panjang berwarna hitam keabu-abuan menjuntai dengan ujung bulu berwarna merah terbang ke arah Ignite.
"Storm, sudah lama tidak bertemu." Ignite berkata.
"Ignite, apakah kamu sudah kembali? Aku sudah lama tidak melihatmu. Aku pikir kamu mati." Storm berkata.
Banyak Beast rank sedang dan rank tinggi pergi ke arah Ignite karena mendengar panggilan Ignite. Lazarus tidak menyangka bukan hanya 20 ekor Legendary Beast yang berada di kedalaman Hutan King melainkan 26 ekor Legendary Beast yang berada di Hutan King.
"Lord Ignite, akhirnya kita bertemu kembali." Lernaean yang kehilangan satu kepalanya mendekat ke arah Ignite.
"Apa, perintahmu Lord, maafkan aku karena tidak bisa menghentikan mereka untuk menyerang Kerajaan Pendragon." Seekor Legendary Beast Ancient Silver Wind White Lion mempunyai ukuran sama dengan Namean berkata.
"Lord Ignite, maafkan kami semua karena tidak bisa melawan skill pengendali pikiran dan menyerang Kerajaan Pendragon." Legendary Beast Jade Scale Eagle berkata.
"Baiklah, aku memaafkan kalian untuk saat ini kita harus membantu Kerajaan Pendragon. Pasukan Ras Demon Skala besar sudah menyerang Kerajaan Pendragon." Ignite berkata.
"Hahaha. Lord Ignite, kita akan membantai pasukan ras Demon itu. Kebetulan kita masih kesal karena kalah dengan para manusia di Medan pertempuran." Enam kepala Lernaean tertawa.
"Apabila, para manusia itu tidak menggunakan racun kita akan menang." Seekor Legendary Beast Golden Bear berkata.
"Sudahlah, bukankah semua adil di dalam cinta dan perang? Kita hanya kehilangan 2/10 dari total semua Beast rank sedang dan rendah di Hutan King. Kita juga sudah salah karena menyerang terlebih dahulu! Akan tetapi, aku ingin sekali bertarung satu lawan satu dengan White Slaughter." Legendary Beast Three Headed Dark Leopard berkata.
"Groooar" Suara auman terdengar.
Dari kejauhan seekor Gold Dragon dan Red Dragon musa terbang dengan kecepatan tinggi ke arah Ignite. Mereka adalah Gold Dragon Evanthe dan Ignis.
"Evanthe?" Ignite bergumam.
Gold Dragon Evanthe menerkam ke arah Ignite, sehingga Ignite jatuh dari langit dan menabrak pepohonan dan tanah. Gold Evanthe yang belum puas menyemburkan api berwarna merah ke arah Ignite.
"Evanthe, tunggu sebentar! Aku di jebak oleh Merlin dan baru bisa keluar sekarang!"
"Ignite, aku sudah ribuan tahun mencarimu! Bagaimana, tubuhmu sangat kurus!"
Ignite melirik ke arah Ignis dengan tatapan tajam, dia tidak mengetahui siapa Red Dragon muda yang berada di samping Evanthe.
"Evanthe? Apakah kamu menikah lagi! Siapa Red Dragon jantan yang berani menikahi kamu!"
"Ignite, aku selalu setia kepadamu! Red Dragon ini adalah Ignis! Putra Ignatius, bagaimana kamu tidak menyadari bahwa Red Dragon muda ini mirip denganmu! Meskipun, dia mempunyai wajah yang sedikit lebih tampan darimu!"
"Cucuku! Ignatius sudah menikah? Dengan siapa dia menikah? Cucuku pergilah ke arah Kakek dan beritahu kakek nama aslimu."
Ignis mendekat ke arah Ignite, kemudian menyebutkan nama aslinya. Seketika wajah Ignite menjadi pucat tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
Ignite, kemudian melirik ke arah Evanthe.
Evanthe hanya mengangguk.
Ignis tersenyum lebar memperlihatkan taringnya yang tajam. Dia, tidak percaya bahwa 2 Dragon dengan 6 suku kata di dalam namanya adalah garis darahnya sendiri.
"Monster!" batin Ignite.
"Master, aku akan membantumu dalam medan perang, tetapi Asterion dan Crimson tidak dapat membantu karena mereka sedang menyerap Herbal Dragon And Phoenix Fruit dan Earth Base Fire Fruit Rank Legendary di sarang Lord Crimson Ape." Ignite berkata.
"Apakah kalian menemukan Herbal Rank Legendary?"
"Crimson, yang menemukannya. Aku dan Asterion, hanya membantu untuk mengambilnya. Master, aku masih menyimpan 2 Herbal Dragon And Phoenix setelah perang ini selesai aku akan menyerapnya dan tidur selama satu tahun."
"Baiklah,"
"Mari kita berperang! Grooooaaar!" Ignite berteriak, sekarang tidak ada keraguan di hatinya untuk bertarung sampai mati.
"Kyaaaat"
"Aummm"
"Groooar"
...****************...
Medan perang sudah meluas dan sampai di Wilayah Zander dan Elliot, korban berjatuhan di mana-mana gelombang pasukan Demon dan Beastman seperti tidak ada habisnya untung saja semua penduduk sudah mengungsi.
"Raja Arden, Master mengatakan bahwa bantuan dari Beast Hutan King akan tiba sebentar lagi." Golden Fang dengan tubuh yang dipenuhi oleh darah bersama White Slaughter yang berada di samping Raja Arden berkata.
"Urs dan Aland berhasil!" batin Raja Arden.
"Semua pasukan Tuan Urs, akan tiba di Medan perang sebentar lagi! Maka, dari itu kalian harus menahan pasukan Demon dan Dark Beastman sampai Urs tiba!" Raja Arden berteriak menggunakan Artefak pengeras suara.
Pasukan Gabungan yang sudah bertarung dengan Urs, menjadi bersemangat dan moral mereka meningkat. Mereka, terus bertarung melawan pasukan Demon dan Dark Beastman dengan lebih agresif. Mereka seperti tidak takut untuk mati karena mendengar nama Urs.
"Urs, akan datang sebentar lagi?" batin Diana, seraya menembakan anak panahnya ke arah para Demon, terlihat tangannya sudah mati rasa dan berdarah-darah karena terus menembakan anak panah.
"Pasukan tetap di posisi serang penggal semua leher Dark Beastman Kobold dan Minotaur itu." Charlotte memimpin pasukan.
"Healing Light!"
Iris dan para White Mage terus menggunakan sihir penyembuhan ke arah pasukan gabungan yang terluka dan sisanya membagikan mana Potion dan Healing Potion ke pasukan paling depan.
"Urs..." batin Iris.
"Bajingan Cyril! Kamu menembus ranah Mythical saat bertarung denganku!" Seorang Demon kurus berambut hitam berteriak.
"Ars, mari kita bertarung sampai mati! Aku akan mati dengan terhormat sebagai seorang Kaisar yang membela tanah airnya!" Kaisar Cyril yang terluka parah seraya menggenggam Artefak Aegis Shield berteriak.
"Seandainya kamu tidak menggunakan Aegis, aku akan dengan mudah membunuhmu! Kamu seperti kura-kura yang berada di dalam cangkang!"
Suara terompet terdengar dari arah Barat dan Timur.
"Pengganggu sudah datang! Cyril aku dan pasukan Demon Kerajaan Nebula akan mundur saat ini. Akan tetapi berhati-hatilah dengan pasukan Kekaisaran Nightmare dan Kerajaan Black Desert mereka lebih kuat dari Kerajaan Nebula dan mempunyai 10 Demon King." Ars berkata.
"Hahaha. terima kasih Ars, tetapi jangan remehkan Kekaisaran dan Kerajaan Benua Barat."
"Cih.. Semua Pasukan Kerajaan Nebula mundur!" Ars berteriak menggunakan Artefak telekomunikasi.
Semua pasukan Demon dan Dark Beastman Kerajaan Nebula mendengar perintah Ars dan pergi ke arah celah Dimensi. Demon King Ars, yang berada di luar celah dimensi dihampiri oleh seorang Demon wanita cantik yang mempunyai rambut seperti api dan 4 tanduk berwarna merah.
"Ars, apakah kamu akan mundur?" Demon wanita itu bertanya.
"Lilith, meskipun tanpa bantuan Kerajaan Nebula. Kekaisaran Nightmare dan Kerajaan Black Desert pasti akan dapat menghancurkan Kerajaan Pendragon dan Kekaisaran Avalon. Aku dan pasukanku sudah menderita banyak kerugian. Sebelum lebih banyak korban yang jatuh dari pasukanku lebih baik aku mundur terlebih dahulu. Seperti perintah Raja." Ars berkata.
"Ars, terima kasih atas bantuanmu! Aku akan membayarnya di masa depan." Lilith berkata.
"Hahaha. Aku dan Raja hanya membalas hutang Budi kita karena kamu sudah membantu kami di masa lalu. Lilith selamat tinggal dan apabila perang ini selesai menang atau kalah. Kamu harus mengunjungi kami di Kerajaan Nebula." Ars tersenyum, kemudian masuk ke celah dimensi beserta semua pasukannya.
"Demon King Lilith! Seseorang menerobos ke arah pasukan utama! Kami tidak bisa menghentikannya karena pedang manusia itu terlalu cepat." Seorang Dark Beastman Minotaur dengan kepala banteng berkata.
"Baiklah, aku akan pergi ke sana." Lilith mengeluarkan sebuah Claymore besar berwarna merah api yang sangat indah.
"Master, aku sudah lama tidak melawan lawan yang kuat." Claymore itu berbicara.
"Laevateinn, mari kita bertarung." Lilith menjawab.
Mythical Sword yang dibuat di zaman ke empat The Purgatory Sword Laevateinn.
"Namaku Duke Ray Zander! Aku ke sini untuk mengajak berduel pemimpin kalian! Mari kita berduel sampai mati! Kalian telah menghancurkan wilayahku membunuh rakyatku! Aku tidak akan memaafkan kalian!" Ray berteriak dengan tubuh penuh luka. Di belakangnya terdapat bukit kecil yang terbuat dari gundukan mayat Demon dan dark Beastman.
"Namaku Lilith ke sepuluh, Permaisuri Kekaisaran Nightmare akan melawanmu." Lilith menjawab seraya mengeluarkan aura ranah Legendary.
Bunyi terompet terdengar di sebelah Selatan,
Timur dan Utara medan perang.
Dari wilayah sebelah Selatan terdapat 30,000 pasukan Dwarf berarmor lengkap membawa Battle Axe dan Battle Hammer datang. Pemimpinnya adalah seorang Dwarf berambut merah membawa Artefak palu berwarna hitam rank Legendary.
Artileri Dwarf berada di bagian paling depan memakai armor berat, membawa perisai dan juga tombak. Dibelakangnya terdapat Swordman, Warrior dan Spearman juga yang paling mencolok adalah pasukan Kavaleri Wolf Rider .. yang menunggangi Demon Beast Black Wolf.
"Aku Vulcan, membawa 30,000 pasukan Dwarf Kerajaan Terra akan membantu Kerajaan Pendragon atas perintah Raja Terra Kingdom." Vulcan berteriak seraya mengeluarkan aura ranah Mythical.
Di Wilayah timur terdapat 80,000 pasukan bantuan dari Kerajaan tetangga yang baru saja tiba. Terlihat Duke Leandro membawa kavaleri pasukan berkuda Golden Lion dan Kaisar Agenor memimpin pasukan bertombak White Fortress disebelahnya.
"Hahaha. Kakek tua apakah kamu belum mati?" Agenor bertanya.
"Hohoho. Kakek tua ini tidak akan mati lebih dulu darimu." Duke Adrian tersenyum lebar.
"Sudahlah, sekarang tidak boleh bertarung karena masalah pribadi. Apabila kalian terus bertarung aku yang akan menjadi lawan kalian!" Seorang pria berambut pirang dengan mata hijau berseru, dia adalah Kaisar Marcus, Kaisar Kekaisaran Swallow.
Dari arah Utara terdapat 100,000 pasukan bantuan Kekaisaran Avalon yang dipimpin oleh 11 Putra Kaisar Cyril beserta sisa bangsawan Kekaisaran Avalon yang sudah mengungsikan rakyatnya ke Kerajaan tetangga.
"Albert, aku akan membantu adik kecil Richard dan Grace, meskipun harus mempertaruhkan nyawaku!"
"Hahaha, Edelhard kamu harus mewarisi tahta ayah Kaisar! Sebelum kamu mengorbankan diri! Kami semua akan mengorbankan diri terlebih dahulu." Albert dan 10 saudaranya tertawa seraya memacu kudanya.
Di celah dimensi muncul 7 orang High Demon dan Dark Beastman peringkat tinggi seraya membawa lebih dari 90,000 pasukan bantuan.
"Hahaha. Mari kita bertarung! Sampai salah satu pasukan kita hancur lebur." Seorang Demon berambut pirang dengan 2 tanduk berwarna emas dan sayap berwarna kuning dengan iris mata hitam tertawa dia adalah Demon King Asta yang sudah menembus ranah Mythical.
*Perbatasan Hutan King/Perbatasan Barat Medan Perang yang sudah di kuasai pasukan Demon.
"Gelombang Beast Skala Besar! Katakan kepada pasukan utama untuk mundur!" Seorang Demon berteriak.
"Plakkkk"
Ignis menginjak ras Demon itu dengan kakinya.
"Hahaha. Sahabatku mari kita membantai semua penjajah itu!" Ignis tersenyum lebar seraya menyemburkan api ke arah pasukan Demon.