LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 267. Pelatihan I.



Kelompok Lazarus beristirahat di Hutan Cerulean. Mereka bergantian untuk berjaga, waktu tidur adalah 8 jam dan setiap orang akan berjaga selama 1 jam.


"Ayah, sudah pagi!" Alastair membangunkan Lazarus.


"Apakah sekarang giliranku untuk berjaga?" Lazarus bertanya.


"Tidak, Rainbow yang menggantikan kamu untuk berjaga. Rainbow mengatakan sebagai pemimpin kamu harus tidur dengan nyenyak." Alastair menjawab.


"Baiklah, kelihatannya semua orang sudah terbangun. Sekarang kita harus melanjutkan perjalanan sampai wilayah Mythical Beast Mountain Turtle." Lazarus menjawab.


"Baiklah, kami mengerti."


Terlihat banyak tetesan embun di dedaunan, semak-semak, bunga dan pohon. Beast burung bernyanyi dengan merdu, semua orang merasakan tubuhnya segar.


"Apakah ada Beast liar yang menyerang kalian saat kalian berjaga?" Lazarus bertanya.


"Tidak! Kami tertidur dengan nyenyak tanpa ada satupun Epik Beast yang mendekat ke arah kami. Mungkin karena mereka merasakan aura dari Emerald, Rainbow dan Linwood." Ludger menjawab.


Lazarus menyentuh dagunya. "Bagaimana mungkin tidak ada satupun Epik Beast yang menyerang kelompok kita! Aku menduga akan ada 1 sampai 2 Epik Beast kelaparan yang menyerang kita."


"Urs, berhentilah!" Ludger menyuruh semua orang untuk berhenti.


"Bau amis darah!" Emerald, Rainbow dan Linwood segera pergi ke asal aroma darah itu.


Kelompok Lazarus melihat mayat seekor ular berukuran 32 meter berwarna hitam bergaris emas dan naga tanpa sayap berukuran 5 meter dengan sisik berwarna hijau.


"Epik Beast Giant Golden Ringed Snake dan Green Forest Drake!" Hector berteriak.


"Tidak bukankah Epik Beast Giant Golden Ringed Snake hanya berukuran 15 meter? Bagaimana mungkin mayat ular ini berukuran lebih dari 32 Meter! Bahkan ukurannya sama dengan Ancient Dragon dewasa." Alastair berkata.


"Variant Beast, aku melihat bekas cakaran di mayat ular itu dan gigitan di kepala bagian belakang. Apabila ular ini sepenuhnya dewasa, dia akan berevolusi menjadi seekor Legendary Beast. Namun bekas luka di mayat Green Forest Drake juga mempunyai bentuk yang sama. Aku mengira mereka mati bukan karena saling bertarung, tetapi karena dibunuh oleh Beast yang sama." Icarus berkata.


"Aku setuju!" Alastair menjawab.


Emerald mengendus kedua mayat Legendary Beast itu, kemudian dia mengenali aroma yang sama dari mayat kedua Beast itu.


"Aroma singa betina yang kita lawan malam itu." Emerald berkata.


"Aku sudah menyadarinya! Dia mungkin diam-diam melindungi kita untuk membalas budi karena kita tidak membunuhnya. Singa betina itu mempunyai element kegelapan, angin dan petir. Inti Beast elemen kayu, racun dan air tidak berguna untuknya." Lazarus berkata.


"Ayah, apa yang harus kita lakukan? Apakah kita akan meninggalkan kedua mayat Beast ini?" Alastair bertanya.


"Alastair, Icarus, Ludger, Hector dan Bedros kalian harus membedah kedua mayat itu. Kulit Epik Beast Giant Golden Ringed Snake dan Green Forest Snake sangat berharga. Begitupun dengan daging, taring, cakar dan racunnya. Berikan inti atribut element Beast itu kepada Linwood, Rainbow dan Emerald." Lazarus memerintahkan.


"Sesuai perintahmu, Sir!" Semua orang menjawab.


Lazarus mengeluarkan Inti Epik Beast element kegelapan dari Cincin Draupnir. "Emerald, bisakah kamu pergi ke arah Utara dekat pohon besar itu dan meletakan inti Beast dan Healing Potion Rank Epik ini di bawah pohon Ex itu?" Lazarus bertanya.


"Baiklah!" Emerald menjawab, dia mengetahui Lazarus bukanlah orang yang akan mencuri buruan orang lain tanpa membayar.


1 jam kemudian semua orang sudah membedah semua mayat itu.


Lazarus, Alastair dan Icarus, kemudian mengasapi semua daging itu menggunakan Skill element api.


"Hector, mengapa kita harus mengasapi semua daging itu? Bukankah daging Beast akan bisa bertahan selama 1 bulan dalam kondisi biasa tanpa pendingin?" Bedros bertanya.


"Bedros, apabila kamu mengasapi, menjemur, menyimpannya dengan garam atau menyimpannya di tempat suhu rendah daging Beast bisa bertahan selama 1 sampai 2 tahun. Bahkan lebih!" Hector menjawab.


"Bagaimana mungkin? Apabila seperti itu berarti kita bisa menyimpan daging itu untuk orang-orang saat musim dingin! Bukankah saat musim dingin Beast sangatlah langka? Kita bisa memberikan bantuan kepada orang-orang miskin, pengemis dan gelandangan!" Ludger berteriak.


"Wilayah Regulus sudah menggunakan cara itu sekarang dan bukan hanya daging Beast. Setiap daging seperti ikan dan yang lainnya juga bisa diawetkan, seperti halnya pembuatan Wine mereka mencampurkan lagi pada perasan buah anggur dan Wine itu bisa disimpan selama ribuan tahun. Namun orang-orang di Benua Antares belum mencoba pengawetan pada daging Beast, serangga dan ikan." Hector tersenyum.


"Apa yang telah kamu dan Leona pelajari selama 4 bulan di wilayah Regulus?" Bedros bertanya.


Hector tersenyum. "Kami mengasah Skill pertarungan kami, mempelajari politik, siasat, alkimia, Black Smith, Menanam Herbal, Pengetahuan tentang bertahan hidup Beast dan herbal, sejarah, huruf kuno, Skill sihir dan lainnya. Aku bisa menyerap sekitar 92% apa yang pelajari dari Lazarus, Leona menyerap sekitar 97%, sedangkan Alastair dan Icarus adalah kedua pria yang cerdas mereka dapat menyerap hampir semua apa yang diajarkan oleh Lazarus."


"Apaa! Bagaimana Urs bisa merubah kamu dari seekor singa yang bodoh menjadi seekor singa yang perkasa dan cerdas!! Apakah Urs mencuci otakmu!" Bedros berseru.


Hector mengeluarkan auranya. "Aku tidaklah bodoh! Aku sebenarnya sangat cerdas, tetapi awalnya aku tidak menggunakan otakku!"


"Aku semakin tertarik kepada Urs." Ludger tersenyum.


"Jangan berpikir sesuatu rencana yang buruk atau mencoba memanfaatkan Urs." Hector berkata.


"Baiklah, aku mengetahui dia sudah berada di luar kemampuan kita. Dia seperti tidak berada di dunia yang sama dengan kita, suatu keberuntungan kita dapat pengarahan secara langsung dari Urs." Ludger berkata.


"Aku juga merasakannya. Urs, seperti gelombang lautan, terkadang tenang dan terkadang deras. Saat pertama kali bertemu dengannya, dia seakan-akan sudah mengetahui bahwa aku akan ikut bersama kalian." Bedros berkata.


Lazarus pergi ke arah semua orang seraya membawa 5 piring besar dan 3 ember besar berisikan daging Beast ular yang digoreng dengan tepung dan disiram dengan saus pedas khas Regulus.


Lazarus juga memberikan Herbal buah-buahan rank Elite dan Unique kepada Rainbow karena Rainbow kurang menyukai daging Beast.


"Maafkan, aku karena terlalu lama! Ingatlah kita harus makan yang banyak agar kita mempunyai energi untuk berlatih dan bertarung." Lazarus berkata.


"Hahaha. Karage ular dengan saus pedas! Makanan kesukaanku!" Hector ingin mengambil daging itu seraya meneteskan ludah.


"Swoosh!" Lazarus menusukan sebuah Dagger ke tangan Hector, tetapi Hector berhasil menghindarinya dengan cepat.


"Maafkan aku!" Hector berkata.


"Aku sudah mengingatkanmu berkali-kali untuk berdoa sebelum makan! Kita tidak mengetahui makanan ini adalah makanan kita yang terakhir."


Kelompok Lazarus berdoa kepada Dewa yang mereka yakini, kemudian memakan semua makanan masakan Lazarus dengan lahap.


"Baiklah," Lazarus memberikan setengah ember daging bagiannya kepada Rainbow. Sebagai seorang Beast Rainbow tidak keberatan memakan daging Beast jenis ular, tetapi dia tidak ingin memakan daging Beast dengan jenis dan spesies yang sama, kecuali terpaksa.


Semua orang sudah menyelesaikan makanan. Lazarus memberikan Alastair, Icarus dan Hector botol kaca yang berisikan cairan berwarna ungu.


"Wine! Urs, bolehkah aku meminumnya?" Bedros melihat botol itu dengan mata berbinar.


Lazarus tersenyum lebar, kemudian memberikan satu botol lagi kepada Bedros.


"Ludger, apakah kamu ingin meminumnya?"


Tubuh Ludger gemetar, dia mengetahui bahwa botol itu berisi Green Forest Drake Poison Rank Unique dan setara racun Rank D.


"Tidak!"


Alastair, Icarus dan Hector meminum sebotol racun itu.


"Sebentar lagi Skill Immune Poison milikku akan menjadi Rank C." Hector berkata.


"Cih! Racun seperti ini hampir tidak berefek kepada kita." Icarus menjilat bibirnya.


"Racun Black Dragon puluhan kali lebih kuat dari racun ini." Alastair berkata seraya memasukan ketiga botol itu ke Cincin Draupnir.


"To-tolong!" Bedros berkata dengan suara lemah, dia merasakan perutnya sakit dan tenggorokannya terbakar.


Semua orang melirik ke arah Bedros yang terbaring lemah dengan mulut mengeluarkan busa.


"Hahaha. Bedros! Apakah kamu meminum racun tanpa Skill Poison Resistance! Meskipun racun itu tidak akan membunuh seorang ranah Legendary, tetapi racun itu akan membuatmu menderita selama beberapa hari." Hector tertawa.


"Racun!" Bedros terkejut, kemudian perlahan menutup matanya. Orang gila mana yang akan meminum sebotol racun Rank Unique setelah makan.


Lazarus segera memberikan Antidote Potion kepada Bedros.


...****************...


Seekor Beast Purple Eyed Black Horned Tiger turun dari atas pohon, kemudian melihat inti Epik Beast element kegelapan dan Healing Potion. Dia mengendus inti Beast dan Healing Potion itu, merasakan tidak ada yang aneh dia memakan inti Beast dan meminum Healing Potion itu


"Manusia yang sangat baik! Namun Emerald Lion itu tidak menyimpan dendam kepadaku. Tunggu! Apakah Emerald Lion itu menyukaiku dan ingin aku menjadi pasangannya?" Singa betina itu bergumam, kemudian menggelengkan kepalanya. "Tidak! Tidak! Aku ingin melihat kelompok itu saat dalam perjalanan, aku mengetahui mereka tidak dapat bertahan di Hutan Cerulean yang kejam ini tanpa aku!"


...****************...


Kelompok Lazarus pergi melanjutkan perjalanan, mereka mengetahui bahwa di depan adalah Cerulean River dan masih sangat jauh menuju wilayah dalam Hutan Cerulean.


"Ayah, aku ingin membersihkan diri." Alastair berkata.


"Baiklah, di depan adalah sungai Cerulean, kita akan mandi di sana dan ingat kalian harus selalu berhati-hati dan berwaspada."


"Sesuai perintahmu, Sir!" Semua orang menjawab.


*Sungai Cerulean


Beast kontrak Lazarus mengawasi keadaan, sementara Lazarus dan yang lainnya mandi.


Ludger melepaskan semua pakaiannya, kemudian berdiri dengan bangga memperlihatkan Claymore miliknya.


"Hahaha. Long Sword milikku adalah Long Sword yang sangat perkasa! Hector, Urs dan semua orang pasti akan iri saat melihat Long Sword milikku!" batin Bedros.


"Bedros, bukankah Long Sword milikmu sangat kecil? Lihat Long Sword Tiger Fang milikku." Ludger tersenyum lebar seraya memperlihatkan Long Sword miliknya.


Bedros melebarkan matanya. "Bagaimana kamu bisa memiliki Long Sword sepanjang itu!"


"Hahaha. Long Sword milikku adalah yang paling perkasa di Klan." Ludger tertawa.


"Paman mengapa kalian tidak masuk ke sungai? Apakah Long Sword kalian akan mengecil karena kedinginan karena masuk ke sungai?" Icarus menghampiri Ludger dan Bedros.


"Tidak! Bagaimana Long Sword milikmu mempunyai panjang yang sama denganku!" Ludger berkata.


"Tidak! Long Sword milikku lebih panjang 1 mm darimu!" Icarus tersenyum bangga sudah menang dari Ludger dan Bedros.


"Hahaha. Kelihatannya cuaca sangat mendukung untuk mandi?" Hector tersenyum lebar.


Mata Icarus, Ludger dan Bedros melebar karena melihat Great Sword milik Hector. Great Sword milik Hector seperti kepala seekor singa jantan dengan surai lebat.


"Great Sword Singa!" Bedros mempunyai wajah pucat.


Alastair berjalan ke arah semua orang. "Cassandra mengatakan padaku untuk tidak mandi bersama orang lain. Aku tidak mengetahui alasannya, tetapi sekarang aku mengetahui alasannya." Alastair tersenyum.


Wajah semua orang mempunyai wajah pucat karena Alastair mempunyai Great Sword yang sedikit lebih besar dari Hector.


"Mustahil!" Hector bergumam.


"Hahaha. Apakah kalian merasa putus asa saat melihat Great Sword milikku?" Alastair tertawa cerah, dia yakin sudah memenangkan julukan pria perkasa di kelompok ini.


Lazarus berjalan ke arah semua orang. "Apakah kalian menungguku? Maafkan aku karena aku harus membersihkan darah dari kedua mayat Beast itu. Mari kita mandi dan membersihkan diri."


Semua orang melihat ke arah Sword milik Lazarus. Tubuh mereka gemetar ketakutan, terutama Bedros yang hampir pingsan. Dia tidak menduga seorang manusia mempunyai Sword yang melebihi Great Sword milik Demon dan Orc.


"Apa yang kalian pikirkan?"


"...."