
Lazarus memperhatikan Elder Tyron. Selain sudah menembus ranah Legendary. Dwarf berjanggut hitam itu juga sudah memberikan Artefak Rank Legendary pertamanya kepada Lazarus.
Syarat untuk seorang yang mempunyai Job Black Smith untuk menembus ranah Legendary adalah dengan membuat Artefak Rank Legendary. Di Terra Kingdom seorang Black Smith ranah Legendary bisa dihitung dengan jari.
Lazarus berpikir untuk menjadikan Elder Tyron menjadi sekutunya. Elder Tyron juga sudah melihat penyamaran Lazarus. Meskipun, seorang Dwarf terkenal dengan sifat pemarah, keras kepala dan kikir. Akan tetapi mereka adalah seseorang yang setia kawan dan dapat di percaya.
"Saudara Tyron, apakah aku dapat memercayai kamu?" Lazarus bertanya.
"Saudara, kamu dapat memercayai aku! Aku bersumpah atas nama Dewi Bumi! Aku tidak akan mengkhianati saudaraku!" Elder Tyron menjawab seraya melihat wajah Lazarus dengan ekspresi serius.
Lazarus memperlihatkan jari manis tangan kanannya. Perlahan cincin berwarna Silver dengan banyak Rune Kuno terlihat melingkar di jari manis tangan Lazarus.
Elder Tyron sangat mengenal cincin itu. Cincin yang merupakan Harta Suci Ras Dwarf. Cincin yang sudah lama hilang. Cincin yang menyimpan semua pilar Ras Dwarf selama ratusan ribu tahun.
"Cincin Draupnir!!!"
Elder Tyron menyentuh tangan Lazarus dengan ekspresi terkejut dan tidak percaya. Dia menampar pipinya sendiri untuk memastikan ini semua bukan mimpi.
Air mata Elder Tyron perlahan menetes. Rasa senang, sedih, terharu dan lega tercampur menjadi satu. Dia kemudian melihat ke arah wajah Lazarus.
"Saudara, apakah kamu pergi ke Kerajaan Terra untuk mengembalikan semua pilar Ras Dwarf yang tersimpan di Cincin Draupnir?" Tyron bertanya.
Elder Tyron tahu bahwa Lazarus sudah meneteskan darahnya pada Cincin Draupnir.
Lazarus sudah menjadi pemilik Cincin Draupnir kecuali Lazarus mati tidak ada yang dapat merebut Cincin Draupnir. Elder Tyron juga tidak mempersalahkan Lazarus memiliki Cincin Draupnir karena harta yang berada di dalam Cincin Draupnir ratusan kali lebih berharga dari Cincin Draupnir.
"Aku ingin mengembalikan pilar Ras Dwarf pada Ras Dwarf." Lazarus menjawab.
Lazarus terkejut mendengar perkataan Elder Tyron. Dia tidak menyangka Elder Tyron adalah Putra Mahkota Ras Dwarf.
"Urs, apa yang kalian lakukan?" Semua wanita bertanya.
Mereka sudah selesai memakai Artefak armor dan senjata yang dibuat oleh Elder Tyron. Namun, mereka terkejut saat melihat Elder Tyron yang berlutut dengan mata yang penuh dengan air mata. Mereka mengira Lazarus sudah memukuli Elder Tyron.
"Aku akan menjelaskannya! Elder Tyron, tolong jelaskan semuanya!"
Rosetta, membantu Elder Tyron untuk berdiri, kemudian menatap Lazarus dengan penuh niat membunuh. Dia kemudian mengambil pedang yang terpajang di dinding.
"Aku, akan membunuhmu!" Rosetta berteriak seraya mengayunkan pedangnya ke arah Lazarus.
"Rosetta, berhentilah ini semua hanya salah paham." Lazarus berkata seraya terus menghindari serangan Rosetta.
"Diam! Matilah!"
Semua wanita hanya melihatnya. Mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi. Mereka juga tahu bahwa Lazarus tidak akan terluka akibat serangan Rosetta.
"Skill Lion Heart!"
Amarillis menggunakan Skill penguat mental pada Elder Tyron. Dia tahu Elder Tyron tidak bisa berkata-kata karena terkejut dan Shock. Elder Tyron perlahan sadar dari keterkejutannya, kemudian menghentikan perkelahian Rosetta dan Lazarus.
Elder Tyron menjelaskan bahwa dia terkejut karena mendengar kisah hidup Lazarus yang malang kepada semua orang. Dia juga ingin pulang ke Kerajaan Terra Kingdom, kemudian memberikan tanggung jawab untuk mengelola bengkel Black Smith Silver Tyron kepada Rosetta.