
Arion membawa bayi Beast Black Dragon ke arah Lazarus, dia sangat khawatir dengan keadaan bayi Beast Black Dragon betina itu.
"Urs, selamatkan bayi Black Dragon yang aku temukan!" Arion berteriak.
"Arion, darimana kamu mendapatkan bayi Black Dragon itu? Aku akan melihat kondisinya sekarang." Lazarus memeluk bayi Beast Black Dragon betina itu.
"Bagaimana kondisi bayi Black Dragon itu?" Arion bertanya.
"Kelihatannya, dia sudah tidak makan daging selama beberapa hari. Terlihat dari luka di kakinya, dia bertarung dengan Beast lain dan hanya memakan serangga liar. Bayi Beast Black Dragon yang sangat lemah sebuah keajaiban dia masih bisa bertahan sampai sekarang." Lazarus menjawab.
"Beast Black Dragon cacat, Master biarkan aku mengakhiri penderitaannya." Asterion berkata.
"Tidak!" Arion berteriak.
"Asterion, Beast Dragon cacat juga lebih kuat dari Wyvern normal di ranah yang sama. Meskipun dia adalah Beast cacat, tetapi kelihatannya putraku sudah memilihnya." Lazarus mengeluarkan Yggdrasil Fruit Rank Legendary dari Artefak penyimpanannya, kemudian mengunyahnya menjadi halus dan mencium bayi Black Dragon itu.
"Tuan Urs, kamu akan teracuni jika memberinya makan seperti itu!" Xanthus berkata.
"Aku akan baik-baik saja." Lazarus menjawab seraya mengunyah Yggdrasil Fruit lagi dan memberi makan bayi Black Dragon.
Bayi Black Dragon perlahan membuka mata, kemudian mata ungunya menatap ke arah Lazarus dan yang lainnya.
"Roooarr." Bayi Black Dragon itu menggeram.
Lazarus tidak memedulikannya, kemudian memberikan lagi Yggdrasil Fruit dari mulut ke mulutnya.
"Gadis baik, apakah kamu ingin ikut bersamaku?" Lazarus bertanya seraya mengeluarkan inti Beast element racun dan daging Legendary Beast Red Bull.
Bayi Black Dragon itu segera memakan inti Beast pemberian Lazarus dan melompat ke arah mayat Beast Red Bulls itu, kemudian memakannya dengan rakus. Sudah lama dia tidak memakan daging segar, dia hanya memakan bangkai dan bangkai.
"Memalukan, seekor Dragon yang tidak mempunyai nama asli pantas untuk mati." Xanthus berkata.
"Xanthus, sebagai Gold Dragon kamu tidak boleh berkata seperti itu karena sudah menjadi takdir, dia bisa bertahan hidup sampai hari ini." Magna menjawab.
"Kakek, apakah kamu yang menolongnya?" Asterion bertanya.
"Aku menyelamatkannya dari ibu yang ingin membunuhnya, kemudian membawanya ke lembah Wyvern. Aku mengira dia sudah mati, sebuah keajaiban dia masih hidup sampai sekarang." Magna menjawab.
"Hahaha. Silver Dragon Titania yang merupakan orang tua Soldrake mempunyai nama asli saat menembus ranah Mythical Beast, dia adalah seekor Dragon dengan 7 suku kata nama dan salah satu Silver Dragon terkuat di sepanjang sejarah Planet Antares. Dia membantai 20 Titan sepanjang hidupnya dan menjadi Alpa Beast Titan sebelum dia di kalahkan Raegal dan menjadi salah satu dari 72 Beast Kontrak White King Orion." Lazarus berkata.
"Tuan Urs, apakah kamu mengetahui kisah Titania?" Xanthus bertanya.
"Aku mengetahuinya dan Xanthus kamu tidak boleh terlalu arogan. Kamu bisa saja terbunuh karena sifatmu." Lazarus menjawab.
"Baiklah." Xanthus membungkuk.
"Arion, beri bayi Black Dragon betina itu nama." Lazarus berkata.
"Lavia, aku sangat menyukai nama itu." Arion memeluk Lavia.
Kelompok Lazarus berpamitan kepada Black Dragon Magna dan yang lainnya, mereka akan pergi ke wilayah Beast Griffin untuk mencari Beast kontrak untuk Leonhart.
Celestial menciptakan celah ruang dimensi untuk pergi ke wilayah Griffin, sesaat kemudian mereka sampai di wilayah Beast Griffin. Di Pergunungan Helios, Hutan King, Hutan Atlanta dan Hutan Wild Land terdapat banyak wilayah Griffin, tetapi yang Lazarus tuju adalah wilayah Griffin yang berada di Hutan King.
"Roooarr!" Six Winged Dragon Ignite mengaum.
"Ignite, aku adalah Urs. Aku bukan penyusup." Lazarus berkata. Auman Ignite membuat semua orang ketakutan karena Skill Unique dari Ignite. Arion dan yang lainnya berlutut, sedangkan Gardenia, Ariana dan Akari segera memeluk Lazarus.
Ignite terbang ke arah kelompok Lazarus, dia kemudian menatap ke arah Gardenia dan uang lainnya.
"Tuan Urs, maafkan aku karena sudah mengejutkan kalian dan apakah ada sesuatu yang bisa aku bantu? Evanthe menyuruhku untuk mengawasi kawanan Griffin karena mereka sudah dalam musim bertelur." Red Dragon Ignite berkata.
"Aku hanya mengantar anakku untuk mencari Beast kontrak." Lazarus menjawab.
"Hahaha. Kebetulan banyak sekali Crossbreed dan Varian Griffin muda. Aku akan mengantar kalian ke sarang Griffin dan Hippogriff." Ignite berkata.
Kelompok Lazarus pergi ke sarang Griffin, mereka membuat sarang di lubang goa-goa di bukit dan pohon besar tergantung spesiesnya.
"Rooooarr." Ignite mengaum memanggil semua Griffin remaja dan dewasa. Sekarang yang tersisa hanya bayi Griffin dan Griffin yang baru menembus ranah Magical Beast.
Seekor Dark Griffin berbulu hitam, paruh abu-abu dan mata biru terbang ke arah kelompok Lazarus. Dia seakan-akan tidak takut kepada Black Dragon Asterion, dia melangkah ke arah Leonhart. Namun dia melewati Leonhart dan pergi menuju Gardenia.
Dark Griffin adalah Legendary Beast jenis Griffin, mereka adalah ahli dalam memburu dan bulu hitam legamnya bisa berkamuflase di dalam kegelapan malam.
"Roooar." Two-Headed Golden Wyvern Valerie menggeram marah, tetapi Gardenia segera menenangkannya.
"Kyaaat." Bayi Beast Darkness Griffin itu berlutut ke arah Gardenia, menyebabkan semua orang kebingungan.
"Hahaha. Apakah kamu memilihnya?" Ignite tertawa.
"Kyaaat."
"Tuan Urs, dia ingin membuat kontrak dengan putrimu." Six Winged Red Dragon Ignite berkata.
Semua orang terkejut karena Legendary Beast muda itu ingin membuat kontrak dengan Gardenia. Mereka sangat kagum sekaligus iri kepada Gardenia yang bisa membuat banyak Beast tertarik.
"Urs, aku sudah membuat kontrak dengan Valerie. Aku tidak bisa membuat kontrak lagi dengan Beast lain karena aku bukanlah seorang Beast Master. Aku juga belum melakukan upacara kebangkitan." Gardenia berkata.
"Gardenia, bisa ulurkan tanganmu kepadaku." Lazarus berkata.
Gardenia mengulurkan tangannya ke arah Lazarus, sesaat kemudian Lazarus melihat kapasitas jiwa Gardenia. Sebagai seorang anak berusia 8 tahun Gardenia, mempunyai kekuatan jiwa yang besar.
"Gardenia, kamu adalah seorang Beast Master alami. Bahkan sebelum mempunyai Job Beast Master, kamu bisa membuat kontrak dengan 3 Beast." Lazarus berkata.
"Tunggu, Arthur hanya bisa membuat kontrak dengan 2 Beast. Meskipun dia sudah berusia 3 ratus tahun, aku dan Evanthe bahkan memuji kekuatan jiwa Arthur karena jika seseorang yang tidak mempunyai Job Beast Master membuat kontrak dengan Beast terutama Beast rank tinggi. Dia bisa saja gila atau mati karena tekanan energi jiwa." Ignite berkata.
"Gardenia, bisa mengontrak 5 Beast. Apabila hanya 3 Beast, dia akan baik-baik saja dengan jumlah mana dan kekuatan jiwa seperti ini." Lazarus menjawab.
"Baiklah, aku akan membuat kontrak dengannya." Gardenia tersenyum, kemudian Lazarus memberikan kertas sihir kontrak kepada Gardenia.
"Saudariku, apakah kamu baik-baik saja?" Leonhart bertanya.
"Aku hanya sedikit kelelahan dan bukankah kamu seharusnya memilih Beast kontrak?" Gardenia bertanya.
"Baiklah, aku akan memilih Beast kontrak sekarang." Leonhart berkata seraya membawa Artefak tombak hitam miliknya, kemudian dia melihat ke arah Fire Griffin yang berada di sana.
"Aku akan memilihmu!" Leonhart berlari ke arah Fire Griffin itu, kemudian dia tersandung dan tombaknya menancap tepat di paha Fire Griffin.
"Kyaaat!" Fire Griffin itu berteriak dengan sangat keras, dia sangat kesakitan karena sebuah tombak menembus jauh ke dalam dagingnya.
"Bodoh!" Lazarus berteriak dan segera berlari ke arah Leonhart, kemudian menggendongnya. Beast yang terluka akan berkali-kali lebih kuat dan dia tahu Leonhart bukanlah lawan Beast Fire Griffin itu.
"Urs, maafkan aku." Leonhart berkata dengan mata berlinang.
Sesaat kemudian Lazarus mengobati Fire Griffin berbulu merah itu, dia masih bayi dan belum bisa terbang. Lazarus mengolesi lukanya dengan herbal yang sudah diperas, kemudian memberikan Healing Potion dan beberapa buah kepada bayi Fire Griffin itu.
"Ignite, maafkan putraku." Lazarus berkata.
"Tuan Urs, semua hal bisa terjadi." Ignite tersenyum, dia masih mengingat saat Leonhart tersandung dan menancapkan tombak tepat di paha bagian atas.
"Gadis cantik maafkan putraku." Lazarus mengelus kepala Fire Griffin itu.
Leonhart mencoba mencari Beast Griffin untuk dia kontrak, tetapi sekarang semua Beast Griffin muda lari ketakutan. Mereka masih mengingat tentang Leonhart yang menusuk bayi Fire Griffin betina yang belum siap untuk bertarung.
Apabila mereka membuat kontrak dengan seorang seperti Leonhart, mereka pasti akan mati dengan mengenaskan atau yang paling buruk mereka akan di makan.
"Hahaha. Leonhart, semua Beast Griffin itu sangat takut kepadamu." Alastair tertawa.
Arion melompat ke arah Alastair, kemudian menendang Alastair dengan sebuah tendangan salto yang sangat keras. Alastair yang belum siap, terjatuh ke tanah karena tentangan Arion.
"Bajingan, kamu seharusnya tidak menghina Leonhart. Sebagai saudara tertua, kamu seharusnya memberi Leonhart semangat!" Arion berteriak.
Alastair bangkit, kemudian menatap tajam ke arah Arion. Lazarus segera pergi ke depan Arion, dia ingin menenangkan Alastair yang terlihat marah dan ingin menyerang Arion.
Alastair membungkuk 90° di hadapan Arion, Lazarus dan semua adiknya. "Leonhart, maafkan aku karena menjadi seorang saudara yang buruk!"
Semua orang terkejut dengan Alastair yang meminta maaf, bahkan Arion tidak pernah melihat Alastair meminta maaf sebelumnya.
"Tidak, aku baik-baik saja dan aku tahu bahwa kakak hanya bercanda kepadaku." Leonhart menggeleng ringan.
"Apakah kamu ingin membuat kontrak dengan Beast Black Hellfire Lion Aloysius milikku? Aku bisa memberikannya kepadamu sebagai permintaan maaf, dia akan tumbuh menjadi seekor Beast yang sangat kuat." Alastair bertanya.
"Saudara, aku tidak ingin mengambil Aloysius darimu. Terima kasih atas tawaranmu, tetapi aku akan mencari Beast milikku sendiri." Leonhart membungkuk.
"Hahaha. Begitulah adikku, aku akan mentraktirmu es krim saat kembali nanti." Alastair tertawa.
Arion menatap Alastair dengan mata berbinar, tetapi Lazarus segera memukul kepalanya dengan sangat keras. Sehingga sebuah benjolan sebesar telur terlihat di kening Arion.
"Apakah kamu memukulku?" Arion bertanya dengan ekspresi bingung.
"Kamu tidak boleh menendang kepala kakakmu, apabila kamu berada di ranah yang sama. Kakakmu pasti akan terluka parah dan paling parah terbunuh." Lazarus menjawab.
"Sakit!! Urs memukulku! Aku akan mengadukannya kepada Ibu!" Arion berteriak seraya menangis tersedu-sedu.
"Demon, aku adalah Ayahmu. Sifatmu sama sepertiku, kamu mewarisi kelicikan dan kecerdasanku. Aku mengetahui kamu hanya berakting, aku akan mengadukan kepada Deviela bahwa kamu mencuri Light Dragon Sword miliknya atas perintah Ayah Mertua Agathias." Lazarus berkata.
"Urs, apakah kamu mengetahui bahwa Kakek menyuruhku untuk mencuri Artefak Rank Mythical?" Arion bertanya, kemudian segera menutup mulutnya.
"Kembalikan semua hal yang kamu curi!" Lazarus berteriak.
Sesaat kemudian Arion mengeluarkan Light Dragon Sword, Elemental Fruit, Inti Beast dan beberapa barang berharga yang dia curi dari Kastil Regulus.
"Arion, kamu sudah mencuri banyak hal!" Ariana berteriak.
"Aku tidak ingin mempunyai saudara pencuri sepertimu, tunggu apakah itu gaun indahku?" Gardenia bertanya seraya melihat gaun berwarna biru miliknya.
"Sikat gigiku, aku sudah lama mencarinya!" Leonhart berteriak.
"Arion, aku belum pernah mengajarkanmu menjadi pencuri. Kamu harus mengeluarkan semuanya!" Lazarus berteriak.
Arion mengeluarkan Elemental Fruit element es dari Artefak penyimpannya, dia tersenyum lebar saat melihat Lazarus mengetahui dia sudah mencuri banyak hal. Padahal semua orang tidak mengetahui bahwa dia sudah mencuri.
"Aku akan mengambil Artefak penyimpanan mu dan akan memberitahu Deviela tentang semua hal yang telah kamu lakukan." Lazarus menatap Arion dengan tajam.
"Urs, aku meminta maaf karena Kakek memberitahuku bahwa aku harus mencuri barang berharga agar dia mengajariku Skillnya." Arion berlutut.
Lazarus berlutut dan mengusap kepala Arion, kemudian membisikkan sesuatu kepada Arion. "Agathias, hanyalah seorang pria yang sangat licik. Aku bisa mengajarimu beberapa Skill Demon dan sebagai gantinya kamu harus mencuri beberapa harta berharga di dalam ruang penyimpanan harta Kekaisaran Moonlight."
"Bukankah kamu selalu menolak saat aku ingin belajar Skill kepadamu?" Arion bertanya.
"Kamu sekarang sudah bertambah kuat dan aku sudah yakin untuk mengajarimu Skill Demon yang lebih kuat dari Skill yang diajarkan oleh Agathias." Lazarus tersenyum halus.
"Apakah kamu berjanji?" Arion bertanya.
"Aku adalah seorang pria yang tidak pernah menarik kembali perkataanku." Lazarus menjawab.
"Baiklah." Arion tersenyum dengan mata berbinar.