LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 120. Perang Kerajaan Terra 1.



Raja Tyron, Ignite dan Lilian sedang menunggu dengan ekspresi cemas di depan Gerbang Timur Kerajaan Terra. Kelompok Lazarus sudah pergi selama lebih dari 8 Jam. Akan tetapi, belum juga memberikan berita dan perintah untuk menyerang.


"Tyron, apakah kita harus menyusul mereka?" Ignite bertanya.


Ignite mengkhawatirkan Gold Dragon Evanthe yang memasuki Kerajaan Terra bersama Urs dan yang lainnya.


"Red Dragon Ignite, mereka akan baik-baik saja! Alyssa dan yang lainnya sudah masuk ke Kerajaan Terra untuk membantu Urs dan yang lainnya."


Cathrine berlari ke arah ke arah Raja Tyron.


"Raja Tyron, apakah Urs masih memberi kabar. Nyaww?" Cathrine bertanya.


"Nona Cathrine, Urs dan yang lainnya belum memberi kabar menggunakan Artefak telekomunikasi. Menurutku Alberich sudah memasang Artefak anti teleportasi dan anti telekomunikasi di Kerajaan Terra." Elder Theodore berkata dengan wajah pucat.


"Dewi Cahaya Electra, semoga Urs dan yang lainnya baik-baik saja," batin Lilian.


Seorang prajurit Dwarf berlari ke arah Raja Tyron.


"Raja Tyron, Nona Carissa dan yang lainnya sudah kembali bersama Elder Olga, Elder Dvalin dan 50,000 penduduk Dwarf." Prajurit itu berlutut dengan kaki yang gemetar diantara 50,000 orang penduduk Dwarf itu adalah semua anggota keluarganya.


"Urs, berhasil!" Raja Tyron berteriak.


Elder Tyron segera pergi ke arah 50,000 penduduk Dwarf. Mereka melihat semua penduduk Dwarf entah itu tua, muda, wanita dan anak-anak terlihat sangat kurus dan kotor. Mereka memakai pakaian yang sobek dan kotor serta banyak wanita yang menggendong bayi mereka.


"Tyron!" Elder Dvalin berteriak.


"Saudara, Dvalin apa yang terjadi?" Elder Tyron bertanya.


"Alberich, Green, Mountain dan Naugrim bersama Klan Green Stone, Purple Stone berkhianat! Mereka menyewa 17 orang ranah Legendary dari Serikat Pembunuh Night Hunter, Guild Marcenary Iron Blood dan Serikat Pembunuh Death Valley! Mereka juga membeli banyak budak ranah Epik, Grand Master, Master dan Elite." Elder Dvalin berlutut.


"Putri Carissa, bagaimana dengan Urs?" Lilian dan Cathrine bertanya bersamaan.


"Urs, Iris, Sebastian, Elder Vulcan dan Raja Hector pergi ke Istana Kerajaan Terra untuk menyelamatkan para Elder Dwarf! Raja Tyron Urs menitipkan sebuah surat untukmu." Carissa memberikan sebuah surat kepada Elder Vulcan.


Saudara Tyron, katakan kepada setengah pasukan Dwarf untuk mengawal penduduk mengungsi ke Kerajaan Simfonia! Obati yang terluka dan beri makanan yang layak! Aku takut mereka akan banyak yang gugur apabila mereka tetap berada di Kerajaan Terra. Alberich telah melanggar peraturan Aliansi Kerajaan dan membawa bantuan dari luar dalam perang saudara, dia telah membeli banyak budak serta memperbudak seekor Legendary Beast Earth Titan dewasa, Legendary Beast Fire Phoenix muda dan Legendary Beast Ancient Darkness Eagle.


"Tyron, apa yang dikatakan oleh Urs?" Elder Theodore bertanya.


"Urs, mengatakan untuk mengevakuasi semua penduduk Kerajaan Terra pergi ke Kerajaan Simfonia. Theodore, Olga, Dvalin pimpin setengah pasukan untuk mengawal semua penduduk ke Kerajaan Simfonia! Aku akan memimpin setengah pasukan sisanya untuk membantu Urs dan yang lainnya untuk berperang melawan pasukan Alberich."


"Pangeran Tyron, kami akan membantumu untuk berperang dengan Alberich dan pasukannya." Seorang Pria ras Dwarf bertanya.


"Tidak!!! Kalian tidak mempunyai Job pertempuran! Kalian hanya akan mati. Apabila ikut berperang!" Elder Tyron berteriak.


"Pangeran Tyron, kami tidak takut untuk mati untuk Kerajaan Terra!" Semua penduduk Dwarf berteriak.


"Raja Tyron, Urs juga memberikan satu surat lagi." Carissa memberikan surat yang lainnya.


"Hahaha. Terima kasih saudaraku!" batin Raja Tyron.


"Rakyatku, apabila kalian masih hidup Kerajaan Terra masih belum hancur. Apabila kalian ikut berperang dan gugur di Medan Perang Kerajaan Terra akan musnah! Aku Raja Tyron Aragon atas nama Dewi Bumi Gaia berjanji kepada kalian untuk menghukum para pengkhianat!" Raja Tyron berteriak seraya mengeluarkan Artefak Ruler's Golden Hammer dan menggenggamnya ke udara.


Semua Dwarf mengetahui tentang Artefak palu besar berwarna emas yang di pegang oleh Raja Tyron. Artefak Ruler's Golden Hammer, Artefak yang menandakan seorang Raja Dwarf generasi ini. Harta Suci para Dwarf yang sudah hilang selama lebih dari 1000 tahun.


Semua Dwarf berlutut ke arah Raja Tyron.


"Cahaya Terra! Raja Tyron Aragon semoga kamu dapat memenangkan peperangan ini." Elder Dvalin berlutut seraya meneteskan air matanya.


"Raja Tyron, kami akan menuruti perintahmu!" Semua Dwarf di sana berkata.


"Theodore, kamu harus membawa semua orang ke Kerajaan Simfonia. Apabila sesuatu yang buruk terjadi padaku dan ayah kamu harus memimpin para Dwarf." Raja Tyron berkata.


"Saudaraku, kamu akan baik-baik saja dan pulang dengan kebanggaan seorang Raja Dwarf aku akan selalu menunggu kamu dan saudara Lazarus pulang." Theodore berkata dengan mata berkaca-kaca.


"Lazarus?" Lilian berkata.


Theodore dan Tyron mempunyai wajah pucat. Mereka mengetahui Lazarus sedang menyembunyikan identitasnya.


"Putri Lilian, maksud dari perkataanku adalah Saudara Urs! Wajah Saudara Urs sangat mirip dengan Saudara Lazarus. Apakah kamu mengetahui Artefak Legendary pertamaku aku berikan kepada Lazarus." Theodore berkata dengan wajah serius.


"Baiklah, aku juga melihat wajah Urs sangat mirip dengan Tuan Regulus, tetapi dia memiliki rambut putih dan lebih pintar." Lilian tersenyum canggung seraya menyentuh Artefak Libra Necklace Rank Legendary miliknya. Dia mengetahui bahwa Elder Tyron dan Elder Theodore berbohong.


"Aku harus menyelidikinya." batin Lilian.


Elder Theodore berpamitan kepada Elder Tyron dan yang lainnya, kemudian pergi bersama setengah pasukan dan penduduk Dwarf ke Kerajaan Simfonia.


"Hidup Raja Tyron! Hidup Raja Tyron!"


Moral pasukan Dwarf Kerajaan Terra meningkat. Mereka siap untuk berperang dan mati untuk Raja Tyron dan Kerajaan Terra.


"Raja Tyron, ikut bersamaku!!"


Brontes terbang ke arah Raja Tyron.


"Apakah kamu adalah Beast kontrak saudara Urs?"


"Namaku Brontes, Master menyuruhku, Goldinia, dan Rex untuk melindungi mu." Brontes berkata.


Raja Tyron menaiki punggung Brontes, kemudian memimpin seluruh pasukan Dwarf Kerajaan Terra yang berada di sana pergi ke Kerajaan Terra.


"Hahaha. Aku sudah lama tidak bertarung dengan seorang yang kuat selain Brant." Liavin tertawa.


"Liavin, kamu harus selalu waspada! Diantara mereka banyak seseorang ranah Legendary yang kuat!" Kalia menjawab.


"Baiklah, Tuan Kalia aku akan selalu berhati-hati."


...****************...


Seorang pria ras Demon berambut hijau muncul dari sebuah pohon setelah semua orang pergi.


"Aku harus segera melaporkan semua yang aku lihat dan aku dengar kepada Master! Urs, The North siapa pria itu? Mengapa para Elder Dwarf sangat menghormatinya." Pria ras Demon berambut hijau itu bergumam.


"Fufufu. Kamu tidak akan bisa melaporkan ini semua kepada tuanmu!" Seorang gadis berambut emas panjang dan mata emas Tiba-tiba berada di belakang pria ras Demon berambut hijau itu dia adalah Amara.


"Swoossh"


Amara memenggal kepala pria Demon itu dengan sebuah pisau yang terbuat dari darah.


"Keluarlah Evangeline, aku sudah mengetahui kamu berada di sini." Amara berkata.


"Fufufu, Amara aku tidak bisa bersembunyi darimu bahkan sejak aku kecil."


Terlihat ratusan kupu-kupu cahaya biru berada di dahan pohon dan menyatu menjadi Evangeline.


"Evangeline, bagaimana kamu berada di sini? Bukankah kamu sedang berada di Aliansi Black cabang Kerajaan Pendragon?" Amara bertanya.


"Aku yang seharusnya bertanya kepadamu? Aliansi Black cabang Kerajaan Pendragon, Kerajaan Simfonia dan Kerajaan Terra berada di dalam wilayah kekuasaanku. Aku hanya ingin melihat suamiku Sebastian! Tidak sepertimu yang selalu mengikuti kelompok Urs dan kamu akan pergi ketika suamiku Sebastian menyadari kehadiranmu! Apakah kamu jatuh cinta kepada suamiku Sebastian dan memata-matainya! Aku mengetahui suamiku sangat tampan dan banyak wanita tergila-gila padanya, tetapi kamu tidak bisa memaksa Sebastian jatuh cinta kepadamu."


"Aku tidak jatuh cinta kepada Sebas! Evangeline obsesimu pada Sebastian sangat besar!" Amara berteriak.


Evangeline melompat dari dahan pohon dan berjalan ke amarah Amara. "Apakah kamu jatuh cinta kepada pria bernama Urs?"


"Bagaimana, kamu mengetahuinya!" Amara mempunyai wajah merah mendengar nama Urs.


"Fufufu. Amara mengapa kamu tidak menyatakan perasaanmu kepada Urs?"


"..."


"Amara, mencintai seorang pria itu sangat menyenangkan! Kamu akan selalu mengingat wajah pria yang kamu cintai, kamu akan sangat senang bertemu dengannya dan saat pria itu mempunyai perasaan yang sama denganmu. Kamu akan sangat bahagia! Kebahagiaan itu lebih enak dari darah apapun." Evangeline tersenyum manis seraya menari di depan Amara.


"Aku akan mengajarimu apapun tentang semua hal yang aku tahu." Evangeline berbisik.


"Baiklah, ajari aku semua tentang cinta dan ..."


"Apa?"


"Ajari aku bagaimana agar Urs membalas perasaanku!"


"Baiklah, aku akan mengajari kamu."


Evangeline dan Amara menghilang dari tempat itu.


"Senior Asterion, apakah kedua wanita menakutkan itu telah pergi?" Kyle bertanya.


"Kyle, hentikan Skill Camouflage milikmu! Sekarang kita semua sudah aman." Asterion menjawab.


"Asterion, mereka berdua mempunyai aura yang menakutkan! Apabila kita menjadi musuh mereka! Kita pasti sudah mati tidak meninggalkan tulang." Linwood berkata.


"Linwood, aku setuju denganmu! Apabila kamu, Darkness dan Kyle tidak berada di sini! Aku tidak mengetahui bagaimana nasib kita selanjutnya. Apabila aku sedikit lebih kuat aku dapat mengalahkan mereka berdua." Golden Fang berkata.