LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 310. Penobatan Duchess Helene.



Semua rakyat Ibukota Regulus bahagia karena hari ini adalah hari penobatan penguasa baru wilayah Barat Kekaisaran Lion Heart. Mereka menyiapkan banyak sekali bunga dan rangkaian bunga di sepanjang jalan ke Istana Kekaisaran Lion Heart untuk menyambut Duchess baru Kekaisaran Lion Heart.


Setelah semua kejahatan dan pengkhianatan Duke Gigas Leontios terungkap. Mereka semua menjadi marah karena kepemimpinan kejam dan tirani Duke Gigas Leontios. Namun saat mendengar Pierre mundur dari tahta, kemudian sepupu jauhnya yang diangkat menjadi penguasa. Semua rakyat Kekaisaran Lion Heart menjadi bahagia karena sekarang adalah era penguasa baru, mereka mengharapkan penguasa baru itu akan bisa membuat wilayah Leontios dan Kekaisaran Lion Heart maju.


Sebuah kereta perak ditarik oleh 12 Grand Demon Beast Blizzard Horse dengan bendera kepala singa emas bermata merah melewati jalanan Ibukota Kekaisaran Lion Heart.


"Kereta siapa itu? Aku tidak mengenal lambang bendera itu." Seseorang berkata.


"Tunggu! Lambang kepala singa adalah lambang Kekaisaran Lion Heart, mungkinkah bendera itu adalah kereta Duchess Helene Giselle Leonis?" Seseorang menjawab.


Helene memakai gaun berwarna biru tua dengan Artefak anting berwarna biru yang serasi dengan gaunnya. Dia membuka jendela kereta miliknya, kemudian melambaikan tangan dan tersenyum kepada semua orang.


"Wanita yang sangat cantik!" Semua orang bersorak seraya menaburkan kelopak-kelopak bunga ke arah Helene.


Kecantikan Helene, Iris dan Lilian sangatlah langka di dunia ini. Apabila kecantikan Iris seperti bulan, maka kecantikan Lilian seperti bintang dan kecantikan Helene seperti matahari pagi.


Di belakang kereta Helene terlihat banyak sekali kereta perwakilan dari Kerajaan dan Kekaisaran tetangga. Di tarik oleh berbagai macam Beast dengan bendera yang berbeda-beda.


Kekaisaran Swallow, Kerajaan Pendragon, Kekaisaran Avalon, Kerajaan Arsen, Kekaisaran Albion, Kerajaan Simfonia dan Kerajaan Amazones adalah Kerajaan tetangga yang akan menjadi saksi penobatan Duchess Helen.


Semua orang gembira melihat banyak sekali Kerajaan dan Kekaisaran yang datang ke Ibukota Kekaisaran Lion Heart. Suatu hal yang sangat jarang dilihat semua Raja dan Kaisar Kerajaan tetangga datang ke Kekaisaran Lion Heart.


"Apakah sudah semuanya?" Seseorang bertanya.


"Keluarga Bangsawan Grand Duke Lazarus Regulus belum datang. Apakah mereka tidak akan menghadiri penobatan Duchess Helene?" Seseorang bertanya.


"Aku mendengar dari temanku yang menjadi pelayan di Istana bahwa Nyonya kedua Freya kecewa dengan Yang Mulia Kaisar Altair dan menolak hadiah dari Kaisar." Seseorang berkata.


"Tunggu! Bukankah kereta itu adalah kereta Keluarga Bangsawan Grand Duke Regulus?" Seseorang menunjuk ke kejauhan.


"Grand Duke Lazarus!!" Orang-orang bersorak dengan keras saat melihat kereta keluarga Regulus. Kereta berwarna putih yang ditarik oleh 12 Grand Demon Beast White Dragon Horse yang sangat langka.


...****************...


Istana Kekaisaran Lion Heart berwarna putih dan megah. Para pelayan menyambut kedatangan Kaisar, Raja dan para Bangsawan dengan senyuman indah dibibir mereka.


"Duchess, kamu sangatlah cantik hari ini. Aku berpikir bahwa kecantikanmu bisa membuat bunga malu." Edgard berkata.


"Terima kasih, Marquis Edgard aku sangat senang dengan pujianmu." Helene menjawab.


"Duchess Helene, bisakah kita berdansa setelah upacara penobatan mu?" Aland bertanya.


"Raja Aland, aku berpikir kamu harus mengantri karena banyak sekali orang yang ingin berdansa denganku. Aku mengira aku akan berdansa selama 2 hari, jika aku berdansa dengan mereka semua. Apabila aku hanya menerima tawaran dansa mu, bukankah tidak adil untuk mereka?" Helene tersenyum seraya menatap ke arah para pria yang mengajaknya berdansa.


Agenor menghampiri Helene dengan wajah yang memerah. Kecantikan Helene setara dengan Iris dan Lilian, tetapi dia mendengar Helene baru berusia 18 tahun dan belum menikah. Sekarang adalah kesempatan untuk memetik sebuah bunga yang sangat cantik, sebelum pria lain terlebih dahulu memetik bunga itu.


"Duchess Helene, mata merahmu seindah Ruby dan rambutmu seindah benang-benang sutra emas. Perkenalkan namaku adalah Kaisar Agenor Albion dan wilayah kita bersebelahan. Aku terpesona saat pertama kali melihatmu dan bisakah kita semakin dekat?" Agenor tersenyum.


"Agenor, bukankah Kekaisaran Albion dan Wilayah Leontios sudah lama berperang untuk perebutan perbatasan?" Aland bertanya seraya menatap sinis ke arah Agenor.


"Aland, biarkan masa lalu berlalu dan Kekaisaran Albion sudah berdamai dengan Kekaisaran Lion Heart." Agenor menjawab.


Helene merasakan sebuah percikan api dari tatapan Aland dan Agenor, tetapi dia tidak terlalu memedulikannya.


Seorang pria tampan berambut pirang pendek dengan mata Heterochromia hijau dan biru melangkah ke arah Duchess Helene. Dia memakai jas berwarna hitam dan kemeja berwarna putih. Dia adalah salah satu pria paling tampan di Benua Barat Zephyra dan Raja Baru Kerajaan Arsen setelah Raja Charon Albion wafat Caldwell Arsen.


"Duchess Helene, kamu sangatlah cantik. Namaku adalah Caldwell Arsen dan aku terpesona pada pandangan pertama saat melihatmu." Caldwell berkata.


"Dewi Artemis, mengapa kamu memberikan aku wajah yang sama seperti masa laluku. Aku ingin segera pergi dari tempat ini." batin Helene.


"Raja Caldwell, sayangnya aku tidak terpesona denganmu." Helene tersenyum halus.


Semua wanita terkejut karena Helene menolak langsung Caldwell, padahal banyak sekali wanita yang tergila-gila dan dapat mengorbankan semuanya untuk menjadi kekasih Caldwell.


"Menarik, wanita ini adalah wanita paling cantik yang pernah aku temui dan wanita ketiga selain Beryl dan Geraldine yang menolak aku. Selain itu dia adalah Bangsawan yang kaya raya, apabila aku menikahinya aku bisa membayar hutang Kerajaan Arsen," batin Caldwell Arsen.


Raja Charon Arsen meninggal karena terlalu banyak meniduri 100 selirnya, dia meninggal dengan senyuman bahagia. Namun berbeda dengan pewarisnya Caldwell, dia menanggung semua Hutang ayahnya ke Gold Bank. Semua saudaranya tidak ingin menjadi Raja karena Kerajaan Arsen mempunyai hutang yang sangat besar, bahkan mereka harus menjual 1 tambang untuk melunasi bunganya.


Tujuan Caldwell Arsen datang ke sini selain untuk menghadiri penobatan Helene, dia juga ingin bertemu Lazarus untuk meminjam uang karena menurut rumor Lazarus adalah orang yang sangat kaya.


"Fufufu. Tuan-tuan, bisakah kalian tidak menganggu Duchess Helene?" Alyssa terkekeh kecil.


Helene menatap ke arah Alyssa dan 6 Nyonya Keluarga Regulus yang datang bersama dengan Cassandra.


"Saudari!!" Helene berlari ke arah Lilian dan memeluknya.


"Helene, kamu sudah tumbuh besar dan apakah mereka semua mengganggumu?" Lilian bertanya.


"Tidak, aku hanya ingin mengunjungimu di wilayah Regulus. Aku sangat merindukanmu, aku juga ingin bertemu dengan Saint Iris dan yang lainnya." Helene berkata.


"Bagaimana dengan Magnolia? Apakah dia tidak mengunjungimu?" Lilian bertanya.


"Magnolia, pergi untuk melakukan sebuah tugas yang diberikan Paman Aldric. Dia belum kembali selama berbulan-bulan, aku tidak mengetahui dia pergi ke mana dan Paman tidak memberitahuku Magnolia akan pergi kemana." Helene menjawab.


"Suamiku, Iris, Carissa dan Deviela tidak hadir dalam pertemuan ini. Namun kami sekarang hadir di sini dan kami akan melindungi mu dari para serigala itu." Lilian menatap ke arah Aland dan yang lainnya, kemudian membawa pergi Lilian ke sebuah meja yang aman.


"Richard, ingatlah kamu mempunyai hutang 1 Milyar Koin emas kepada suamiku. Apabila kamu tidak membayarnya, aku akan menggadaikan surat 1 tambang Kekaisaran Avalon ke Gold Bank." Alyssa berkata.


"Nyonya Alyssa, aku akan segera melunasi semua hutangku." Richard menjawab.


Helene dan semua orang pergi ke meja yang sudah dipersiapkan. Altair dan Florencia memasuki ruangan itu, kemudian duduk di singgasana. Di dekatnya sudah disiapkan 7 singgasana yang sedikit lebih rendah dari mereka untuk tempat Raja dan Kaisar Kekaisaran tetangga duduk.


High Priest Rafa memasuki ruangan itu, kemudian memanggil Helene untuk maju ke depan. Duke Rafa mendoakan Duchess Helene semoga dia akan menjadi pemimpin yang baik hati dan adil kepada rakyatnya.


"Helene Giselle Leonis, sekarang aku akan menobatkan kamu sebagai Duchess wilayah Leonis. Semoga kamu akan menjadi pemimpin adil, bijaksana dan diberkahi oleh para Dewa."


Helene berlutut. "Kaisar, aku berjanji akan menjadi seorang pemimpin yang adil dan bijaksana. Melindungi wilayah dan Kekaisaran Lion Heart menggunakan semua kekuatan dan nyawaku."


"Aku Kaisar Kekaisaran Lion Heart ke 76 Altair Lion Heart sekarang mengangkat Helene Giselle Leonis sebagai penguasa wilayah Barat Kekaisaran Lion Heart. Menerima semua wilayah yang ditinggalkan Bangsawan Leontios dan memberinya gelar Duchess. Apabila seseorang ada yang tidak setuju, maka katakan sekarang!" Altair berkata.


Pierre, 3 Duke Kekaisaran Lion Heart, Bangsawan Kekaisaran Lion Heart dan Raja/Kaisar Kerajaan tetangga mengangguk.


Altair memasang sebuah mahkota berwarna perak di kepala Helene, kemudian semua Bangsawan Kekaisaran Lion Heart bertepuk tangan.


Helene sedikit membungkuk ke arah Altair dengan senyuman mempesona di wajahnya dan dengan anggun berjalan ke meja Lilian dan yang lainnya.


"Tunggu!" Altair menghentikan Helene.


"Kaisar Altair, apa yang kamu inginkan?" Helene bingung mengapa tiba-tiba Altair menghentikannya.


"Helene, apakah kamu belum mempunyai pasangan? Apabila kamu belum mempunyai pasangan, maka bolehkah aku menjadi pasanganmu?" Altair tersenyum percaya diri.


"Apa??"


Semua orang terdiam, Altair baru menceraikan 92 istrinya. Namun dia ingin melamar seorang Duchess baru untuk dijadikan istri.


"Helene, pergilah ke sini! Altair, ingatlah apabila Iris berada di sini. Dia pasti akan memukulmu." Felicity berteriak.


Helene mempercepat langkah kakinya dan duduk di samping Alyssa.


"Felicity, maafkan aku dan semua orang nikmatilah pesta, makanan dan minuman Kekaisaran Lion Heart!" Altair berseru.


Pesta di mulai, semua orang menikmati Wine kualitas terbaik, mendengarkan musik indah dan melihat penari yang sudah dipersiapkan.


"Hahaha. Apabila Urs, di sini dia pasti akan membawakan beberapa lagu indah untuk kita semua." Kaisar Asher Swallow tertawa.


"Urs? Apakah maksudmu Grand Duke Lazarus Regulus?" Agenor bertanya.


Kaisar Asher mengangguk. "Agenor kamu saat itu tidak menghadiri Pesta dansa Pertemuan Aliansi Kerajaan dan Kekuatan Besar. Kamu tidak melihat penampilan spektakuler Lazarus, sampai sekarang semua orang tidak akan lupa dengan penampilan Lazarus."


"Apakah kucing hitam itu bisa bermain musik?" Agenor terkejut.


"Bukan hanya bermain musik, tetapi Urs juga sangat ahli dalam menyanyi dan menari. Aku kira hanya sedikit orang yang dapat menyaingi keterampilan seni Urs." Mantan Kaisar Cyrille tertawa.


"Fufufu. Aku setuju dan Freya mengapa Lazarus tidak hadir dalam penobatan ini?" Ratu Alicia bertanya.


"Suamiku, pergi ke Hutan Cerulean bersama Alastair dan Icarus." Freya menjawab seraya menggigit daging Multi Colour panggang.


"Urs adalah pria yang baik hati, tetapi dia terkadang sangat bodoh dan polos." Lilian tersenyum.


"Keledai bodoh itu terkadang tidak bisa diandalkan seperti saat berpakaian. Selera berpakaiannya sangatlah buruk, dia juga kurang memperhatikan kebersihan tubuhnya. Dia sangat tidak peka terhadap perasaan wanita, bahkan dia menganggap makanan menjijikan enak." Alyssa berkata seraya memakan sepotong buah apel.


"Helene, pria itu terkadang polos dan bodoh, tetapi dia adalah orang yang bisa diandalkan. Meskipun dia cerdas, tetapi dia tidak bisa menyembunyikan ekspresinya saat berbohong. Seorang pria yang sangat lembut kepada wanita, tetapi dia juga sangat lemah saat melawan wanita." Theresia berkata.


"Aku ingin bertemu dengannya." Helene tersenyum.


Semua orang memberikan hadiah untuk Kaisar Altair dan Duchess Helene. Mereka sudah menyiapkan banyak hadiah untuk mereka semua.


"Helene, Keluarga Bangsawan Grand Duke Regulus memberikan Artefak Necklace Phoenix Blood Diamond Rank Legendary untukmu." Lilian berkata.


"Terima kasih, Artefak yang sangat berharga dan indah. Aku sangat menyukainya." Helene memeluk Lilian.


Cathrine memasangkan Artefak kalung dan Liontin itu di leher Helene.


"Bagaimana seorang yang berada di Planet Antares mempunyai Skill untuk membuat Artefak seindah dan sehalus ini. Bahkan di alam atas hanya ada sedikit orang yang bisa membuatnya," batin Helene.


"Urs, yang membuatnya. Nyaww." Cathrine berkata.


Freya mengeluarkan sebuah gulungan besar sebagai hadiah untuk Altair, dia mendapatkannya dari ruang kerja Lazarus.


"Kaisar Altair, lukisan ini adalah hadiah dari Keluarga Bangsawan Regulus." Freya menyerahkan lukisan yang sangat besar itu kepada Altair.


"Aku sangat berterima kasih atas hadiahmu." Altair tersenyum, kemudian pergi ke meja besar di hadapan semua orang. Raja Aland dan yang lainnya penasaran dengan hadiah dari Lazarus.


Freya kembali ke kursinya.


"Freya, apakah kamu memberikan lukisan yang kamu lihat di ruang kerja Lazarus?" Alyssa bertanya.


"Fufufu. Lazarus tidak mempunyai bakat untuk melukis, aku melihat Skill melukisnya sangat payah." Felicity terkekeh.


"Felicity, apa maksudmu?" Alyssa memiringkan kepalanya.


"Lukisan Lazarus seperti lukisan seorang manusia, tetapi tidak mirip dengan manusia. Dia juga melukis sebuah gunung, tetapi warnanya tidak rapih." Felicity tersenyum.


"Fel, Apabila lukisan itu maksudmu. Mungkin Veronika yang melukisnya. Veronika selalu bermain bersama Kakeknya di ruang kerja. Aku pernah melihat Lazarus melukis, kemudian dia segera menyembunyikannya di berangkas di bawah meja. Dia mengatakan lukisannya akan berguna, apabila keuangan wilayah Regulus berada dalam krisis." Diana berkata.


"Apaa!!" Felicity segera berjalan ke arah Altair, dia penasaran dengan lukisan Lazarus.


Helene yang merupakan seorang pelukis terkenal, juga pergi ke arah Altair. Dia sangat penasaran dengan keindahan lukisan Lazarus.


"Biarkan aku membukanya! Aku ingin melihat lukisan yang dilukis kucing hitam!" Agenor berteriak.


"Hahaha. Meskipun lukisan ini sangat jelek, aku akan tetap memajangnya di ruang tahta." Altair tertawa.


Agenor membuka lukisan itu. Semua orang seketika terdiam membeku saat melihat lukisan itu.


...Party Petualang Golden Lion....


Lukisan itu adalah lukisan Altair, Iris, Lazarus, Alyssa, Carissa, Sebastian, Ray, Delia, Diana dan Vincent saat mereka masih berada dalan Party Golden Lion.


Lukisan yang sangat indah dan Realistis, meskipun Lazarus membenci Vincent. Akan tetapi, di masa lalu Vincent telah banyak membantu Party Golden Lion.


Tubuh Altair gemetar saat melihat lukisan itu, dia mengenang masa lalunya saat dia masih muda dan berpetualang bersama anggota Partynya yang lain. Terutama Ray dan Vincent yang sudah meninggal.


"Pengawal, cepat pasang lukisan ini sekarang juga!" Altair berteriak.


"Sesuai perintahmu, Yang Mulia." Para pengawal segera memasukan lukisan itu kedalam Artefak bingkai kayu, memasang kaca untuk melindung lukisan itu dari kerusakan, kemudian memasang lukisan itu di dinding yang berada di sana.


Semua orang melihat ke arah lukisan itu. Para Raja, Kaisar dan Bangsawan Kekaisaran Tetangga segera mengerumuni lukisan itu dan kagum dengan keindahan dan skill Lazarus dalam melukis.


Lazarus mempelajari tentang seni dan lukisan dari kelahiran ke 12 dan 14. Meskipun dia sedikit enggan, tetapi dia belajar dengan sangat baik.


"Lukisan ini akan bernilai sangat tinggi di pelelangan." Ratu Gerarda berkata.


"Black Smith, Arsitektur, Musik, Pertempuran, aku tidak mengetahui pria bodoh itu mempunyai banyak bakat." Kaisar Asher Arsen berkata seraya meminum secangkir Wine.


"Duke Ray Zander, tertawa di lukisan ini. Kelihatannya, dia adalah orang yang paling bahagia." Duke Donovan berkata.


"Lazarus, melukis aku. Meskipun aku hanya sebentar masuk di Party Golden Lion." Diana berkata.


Felicity, Theresia dan Lilian menatap ke arah lukisan itu dengan mata yang berbinar. Meskipun mereka sering melihat lukisan yang indah, tetapi mereka belum pernah merasakan perasaan seperti ini.


"Freya, apakah kamu ingin mengambil hadiahmu?" Altair bertanya.


"Kaisar Altair, setelah aku bernegosiasi dengan semua orang. Kami ingin mengambil wilayah Brown Mountain beserta 2 tambang Material yang berada di perbatasan wilayah Regulus dan Leonis." Cassandra berlutut.


"Cassandra, mengapa kamu?" Altair kebingungan mengapa Cassandra yang menjawab.


"Kaisar Altair, Cassandra adalah Duchess Regulus. Apabila Iris, Lazarus dan Alastair tidak ada, maka Cassandra adalah orang yang memegang kekuasaan tertinggi wilayah Regulus. Meskipun kami bertujuh adalah istrinya, tetapi hubungan kami sebatas pasangan karena kami tidak ingin terjadi perang saudara. Apabila masalah ini mengenai Aliansi The North, kami bisa ikut campur. Namun apabila hal ini mengenai wilayah Regulus, kami tidak bisa ikut campur." Theresia menjawab.


"Baiklah, tetapi kedua tambang dan wilayah itu adalah milik Duchess Leonis. Aku tidak berhak untuk memutuskannya. Namun, apabila Duchess Leonis bersedia Ibukota Kekaisaran Lion Heart akan mengganti sesuai harga tambang atau menukarnya dengan wilayah dan tambang baru." Altair menjawab.


"Aku bersedia. Kehilangan wilayah berukuran kecil dan 2 tambang ukuran sedang bukanlah masalah karena kami sudah menemukan 12 tambang Material baru. Duchess Cassandra Regulus, sebagai gantinya aku ingin Grand Duke mengunjungi wilayahku untuk bertemu denganku. Semoga di masa depan wilayah Regulus dan Leonis dapat bekerja sama dan membangun aliansi." Helene tersenyum.


Semua orang terkejut mendengar tentang penemuan 12 tambang Material baru. Mereka mengira Gigas sudah mengekploitasi semua tambang wilayah Leontios untuk persiapan perang..


"Baiklah, kami setuju." Alyssa menjawab.


Helene kembali melihat lukisan Lazarus dengan mata berbinar. Semua pria di sana mengetahui Helene terpesona dengan Lazarus.


"Fufufu. Keledai bodoh itu selalu membuat kejutan." Beryl berkata.


"Beryl, aku setuju dan bukankah Freya masih mempunyai lukisan Lazarus?" Gerarda bertanya.


Semua orang segera mengerumuni Freya, mereka ingin melihat lukisan Lazarus yang lain.


"Freya, kamu bisa mengeluarkannya. Bukankah sekarang wilayah Regulus sedang mengalami krisis keunguan setelah perang?" Theresia bertanya.


Freya mengeluarkan 3 lukisan lagi berukuran tidak terlalu besar. Namun lukisan itu tergolong kedalam lukisan besar.


Freya membuka lukisan itu di hadapan semua orang. Lukisan seorang High Elf bergaun hijau yang sedang tertawa riang. High Elf itu seperti Alyssa, tetapi terlihat lebih cantik dan mempunyai aura lebih mempesona dari Alyssa. Seekor rusa berwarna hijau yang terbuat dari kayu dengan tanduk yang ditumbuhi bunga beraneka warna terlihat di sampingnya dan Back Groundnya adalah disebuah dahan pohon raksasa yang dipenuhi oleh dedaunan hijau yang rindang.


...Green King Alannia The Queen Of Forest...


"Cepat perlihatkan 2 lukisan lainnya!" Alyssa berteriak.


Lukisan kedua adalah lukisan Lazarus yang sedang bermain dengan Veronika, Arion, Gardenia, Leonhart dan Ariana di sebuah taman. Semua wanita disana terpesona dengan senyuman Grand Duke Lazarus yang sangat indah juga kelucuan 5 bayi itu.


"Freya, kamu salah mengambil lukisan! Bukankah lukisan ini harusnya di pajang di Kastil Regulus! Nyaww." Cathrine berteriak, kemudian mengambil lukisan itu.


Helene merasa kecewa saat Cathrine menyimpan lukisan itu, sebelum dia melihatnya secara teliti.


Lukisan terakhir adalah lukisan seorang pria berambut merah, mata merah dan kulit kecoklatan yang mempunyai wajah seperti Lazarus. Pria itu tersenyum indah di sebuah taman bunga Peony seraya membawa Claymore berwarna emas dan Claymore berwarna hitam dengan gradasi biru. Meskipun di pipi ada bekas luka sayatan, tetapi pria itu terlihat sangat bahagia karena sudah menikmati hidup.


...Cesare Vesta...


"Freya, apakah kamu masih mempunyai lukisan lagi!" Agenor berteriak.


Freya mengeluarkan sebuah gulungan lukisan yang sangat besar yang dia temukan di kamar Lazarus. Lukisan itu adalah lukisan seorang wanita cantik paruh baya berambut putih salju sedang berada di taman bunga Ice Rose. Wanita itu adalah Ibu Suri Agatha Boreas, nenek dari Lazarus.


"Hahaha. Apakah kalian akan menjual lukisan itu? Aku akan membayarnya senilai 100 Juta Koin emas!" Agenor tertawa, dia tidak mengenal mereka semua. Namun dia terpesona dengan keindahan tiga lukisan itu.


Semua orang menatap ke arah Agenor.


"Hmmm. Agenor Kecil, apakah kamu tidak melihat siapa saja yang berada di lukisan ini?" Duke Andre bertanya.


"Paman, siapa mereka?".


"Kisah zaman keempat, nama wanita ras High Elf itu adalah Green King Alannia. Urs, pasti belum pernah melihat wajahnya jadi dia menggunakan Putri Alyssa sebagai refrensi. Lukisan kedua adalah kisah zaman ketiga Pahlawan Cesare Argonaut Vesta, dia menggunakan wajahnya sendiri untuk menggambarkan Cesare dengan perubahan warna mata, rambut, kulit, tubuh kekar juga bekas luka di pipi kanan yang sering di kisahkan di dalam buku dongeng. Sedangkan lukisan terakhir adalah Ibu Suri Agatha Boreas, kelihatannya Lazarus menyayangi neneknya jadi dia melukisnya. Namun lukisan ini seolah-olah hidup dan mempunyai jiwa." Duke Andre menjawab.


"Harga lukisan ini bisa menjadi sangat tinggi bila di lelang dan apabila para High Elf melihatnya aku tidak bisa membayangkan harga lukisan Green King Alannia dan Pahlawan Cesare. Mereka adalah orang-orang yang hidup sangat panjang, Lukisan Ibu Suri Agatha juga akan terjual mahal karena Bangsawan Benua Utara Boreas adalah celengan-celengan babi emas yang kaya." Kaisar Avalon berkata.


Semua orang mengangguk.