LAZARUS REGULUS

LAZARUS REGULUS
Chapter 394. Melawan Grung.



Matahari tertutupi oleh asap di Pergunungan Helios, terlihat wilayah yang sangat luas terbakar akibat pertarungan Ludger dan Grung.


Singa hitam dengan 6 sayap kelelawar berukuran seperti seekor sapi dewasa itu menatap tajam ke arah kadal raksasa yang menjulurkan lidah merah bercabang.


"Singa hitam, pergilah dan kamu tidak boleh menginjakkan kaki lagi ke wilayahku. Aku tidak akan mengampuni kamu, jika kamu berani menginjakkan kaki lagi ke wilayahku." Grung berkata.


"Hahaha. Pertarungan belum selesai." Ludger tertawa dan menciptakan sebuah bola petir berwarna biru dari mulutnya, kemudian dia menembakkannya ke arah Grung.


Grung hanya menerima bola petir Ludger menggunakan tubuhnya, dia mengetahui bahwa Ludger adalah salah satu lawan terkuat yang pernah dia lawan.


Ludger terengah-engah setelah menggunakan Skillnya. Tubuh Grung sangat kuat, meskipun dia tidak cepat dan gesit. Namun dia mempunyai tubuh sekuat tembok yang sangat kokoh.


"Aku harus segera mengakhiri pertarungan ini, " batin Grung.


Grung sebenarnya mengalami luka yang sama seperti Ludger, tetapi dia berusaha untuk bersifat kuat karena di hadapan musuh dia tidak boleh menunjukkan kelemahan sedikit pun.


Energi mana element api berkumpul di sekitar Grung, kemudian sebuah bola api tercipta di atas Grung. Bola api membara raksasa berwarna merah itu terus menyerap energi mana api di sekitarnya dan terus membesar hingga akhirnya berukuran sama dengan tubuh Grung.


Ludger hanya diam membeku di tempatnya karena luka bakar yang telah dia derita. Sebenarnya dia masih mengalami luka setelah pertempuran dengan Urs, jika dia berada di dalam kondisi prima mungkin dia mempunyai kesempatan 50% untuk mengalahkan Grung.


Grung menembakan bola api itu ke arah Ludger. Bola api itu menghancurkan segala hal yang di lewatinya.


Ludger menatap ke arah serangan kuat yang datang ke arahnya, kemudian dia tersenyum seperti merasakan perasaan lega di hatinya.


"Kalian terlambat." Ludger berkata.


"Twenty-One Ice Fortresses!"


Dinding Es berlapis raksasa menghadang serangan Grung. Serangan Grung berhasil menembus dan menghancurkan 19 dinding es raksasa itu.


Grung menyipitkan matanya, dia merasakan beberapa aura kuat setara Ludger menghalangi serangannya.


"Penyusup!" Grung berteriak.


Wilayah pertarungan sudah hancur lebur siluet kelompok ras humanoid terlihat dari balik asap.


"Urs, kelihatannya pertarungan ini akan berjalan panjang." Ainar berkata.


"Cucuku, aku rasa kadal ini adalah lawan yang lumayan kuat." Galan berkata.


"Kita hanya harus menahannya sampai semua orang kembali dari Dungeon Helios." Lazarus berkata seraya membawa Claymore Frostmoure dan menatap tajam ke arah Grung.


...****************...


"Apakah kalian adalah rekan manusia yang kabur?" Grung bertanya.


Sebastian dan Galan menggenggam erat Artefak Rank Mythical milik mereka dan berlari dengan cepat ke arah Grung.


"Roooarr!" Grung mengaum.


Sesaat kemudian kawanan Beast rank rendah dan sedang berlari dari belakang Grung. Kawanan Beast itu menyerang Galan dan Sebastian dengan sangat ganas.


"White Dragon Sword Art!"


"Eternal Night Sword Art."


Galan menerjang kawanan Demon Beast Red Bull menggunakan Great Sword Aurora. Dia menebas kawanan Beast itu menggunakan Aurora Great Sword, udara dingin tercipta di wilayah pertarungan Galan membekukan apapun di sekitarnya.


"Hahaha. Aku tidak pernah bersemangat seperti ini di dalam pertarungan!" Galan melompat ke udara dan menebas Red Bull Variant yang menjadi pemimpin kawanan Red Bull menjadi 2 bagian.


Sebastian bertarung melawan kawanan Beast seperti sedang menari. Scorpion Long Sword memanjang seperti sebuah cambuk tajam dan mencincang semua Beast yang datang ke arahnya.


"Hahaha. Tuan Galan, serahkan kawanan Beast rank rendah kepadaku." Sebastian tertawa gila dengan armor hitam dan wajah yang tertutupi oleh darah.


"Anak-anak sekarang saatnya berpesta!" Sebastian mengulurkan tangannya dan di dalam Artefak gelangnya keluar 15 Undeath yang terbuat dari kegelapan.


"Hahaha. Kelihatannya generasi muda akan segera menggantikan generasi tua." Galan tertawa.


"White Dragon Slash!" Galan menebaskan vertikal pedangnya ke tanah dan menciptakan gelombang udara dingin yang sangat kuat.


"Shadow Clone." Sebastian membuat Clone dari kegelapan dan menyerang ke arah seekor Epik Beast Green Forest Wyvern yang merupakan pemimpin dari kawanan Beast.


...****************...


"Aku membutuhkan sedikit waktu untuk memulihkan kekuatanku," batin Grung.


Lazarus tiba-tiba muncul di depan mata Grung. Mereka muncul di depan Grung menggunakan Skill element ruang Celestial.


"Apakah mata milikmu sama kuat dengan tubuhmu?" Lazarus menebaskan Regalia Schyte ke arah mata Grung.


Dua ekor Beast kecil berbulu emas dan perak yang sangat cepat menyerang ke arah Lazarus.


Lazarus segera menghindari serangan kedua Beast itu, dia sangat terkejut di sekitar Grung terdapat 2 ekor Legendary Beast yang mempunyai Skill Assasins.


"Fire Phoenix Wing, Red Dragon Scale." Lazarus menciptakan dua sayap merah yang terbuat dari api di punggungnya, kemudian menciptakan sisik untuk melapisi tubuhnya.


Lazarus segera terbang menjauh untuk menjaga jarak dari Grung. tetapi kedua ekor Beast itu berubah menjadi sinar cahaya perak dan emas, kemudian menyerang ke arah Lazarus.


"Beast Insting, Golden Viper Eye!" Lazarus menggunakan Skill Beast Insting untuk mempertajam semua indranya dan Viper Eye untuk melihat gerakan kedua Beast itu.


"Burning Fire!" Lazarus menciptakan api yang panas membara di sekitarnya.


Kedua Beast itu segera menjaga jarak dari Lazarus, mereka mengetahui bahwa Lazarus bukanlah lawan yang lemah karena sudah menghindari serangan kejutan mereka.


"Manusia, kamu adalah lawan yang kuat karena hanya mengalami luka goresan karena serangan kejutan kami." Seekor Celestial Golden Thunder Mink bermata merah, berbulu emas dan pola perak berkata.


"Saudari, kita harus membunuhnya." Seekor Celestial Silver Wind Mink bermata merah, berbulu perak dan pola emas berkata.


"Iris, Lilian?" Lazarus bergumam tanpa sadar.


"Nama kami Silver dan Gold, pelayan setia Tuan Grung. Kamu harus melewati kami terlebih dahulu sebelum kamu melawan Tuan Grung." Silver berkata.


Cynthia membawa Artefak Long Sword Benua Timur pergi ke arah Lazarus. "Urs, biarkan aku yang mengurus kedua Beast ini."


"Baiklah, aku serahkan kepadamu." Lazarus menjawab, kemudian terbang ke arah Grung.


"Tunggu!" Silver dan Gold berteriak, kemudian mengejar Lazarus. Mereka merasakan Lazarus tidak memedulikan mereka berdua.


"Wind Dance Sword Art!"


Cynthia menggunakan Skillnya. Dia segera terbang untuk menghadang Silver dan Gold yang mengejar Lazarus.


"Aku adalah lawan kalian." Cynthia berkata.


...****************...


"Giant Ice Titan Snake!" Laufey menggunakan Skillnya ke arah Grung, seekor ular es raksasa melilit tubuh Grung.


Grung melebarkan matanya menatap ke arah pria ras Demon tampan berambut putih dan mata biru yang memegang Artefak War Axe di hadapannya.


"Snow Mountain War Ax Art!" Laufey mengayunkan Artefak kapak perang miliknya dan menciptakan bilah gelombang dingin raksasa yang sangat tajam. Bilah itu berhasil menembus sisik tebal dan keras Grung sehingga tubuh Grung berdarah.


"Demon!" Grung berteriak marah dan membuat tanah di sekitarnya retak.


Laufey segera terbang menggunakan 6 sayap kelelawarnya dan ingin segera mengakhiri pertarungan ini secepatnya. Grung mencambuk Laufey menggunakan ekor raksasanya, tetapi Laufey berhasil menghindar dan berusaha mengincar mata Grung.


"Kakek berhati-hatilah!" Lazarus terbang seraya berteriak ke arah Laufey. Akan tetapi, sudah terlambat Grung menyemburkan api berwarna biru ke arah Laufey.


"Matilah!" Grung berteriak.


"Api yang sangat panas, tetapi aku pernah bertarung dengan seseorang yang mempunyai api yang lebih panas dari api milikmu." Laufey mengayunkan kapak perang ny, tetapi Grung berhasil menahan serangan Laufey dengan tubuh bagian atasnya.


Grung melompat dan berusaha untuk memakan Laufey, tetapi Laufey dapat menghindarinya. Dia terkejut mengetahui seekor kadal berukuran sebesar bukit dapat melompat setinggi itu.


Grung segera menembakkan api berwarna biru ke arah Laufey, kemudian Laufey segera menahannya menggunakan Skill element es miliknya.


"Kuat." batin Laufey.


Grung mendarat di tanah menciptakan gempa ringan seperti sebuah bangunan yang rubuh. Sedangkan Laufey segera menjaga jarak dari Grung. Mata mereka saling bertemu dan mengamati, mereka mengetahui bahwa satu saja kesalahan akan berakibat fatal.


Lazarus terbang ke sisi Laufey seraya membawa Regalia Schyte dan menatap ke arah Grung dengan tajam. Meskipun Grung sudah bertarung dengan Ludger, tetapi dia masih mempunyai kekuatan sekuat ini.


"Roaaar!" Grung mengaum.


Semua Beast rank rendah dan sedang segera mundur saat mendengar Auman Grung. Sedangkan dari kejauhan 3 ekor Beast King dan 11 ekor Mythical Beast mendekat karena mendengar panggilan Grung.


"Urs." Iris pergi ke arah Lazarus menaiki punggung Ludger yang sudah diobati begitupun dengan Sebastian, Galan, Cynthia dan Ega.


"Aku rasa pertarungan ini akan berjalan dengan panjang." Lazarus tersenyum.


"Berhati-hatilah Beast King Nine-Tailed Blue Moon Fox itu mempunyai kekuatan setara denganku." Ludger berkata.


...****************...


"Ludger, aku tidak mengira Beast kuat dan arogan sepertimu bekerja sama dengan ras humanoid. Kamu adalah aib bagi semua Beast rank tinggi." Beast King Bronze Dragon berkata.


"Blair, aku adalah pengikut Tuan Urs dan aku yakin kamu akan menarik kembali kata-katamu." Ludger menjawab.


"Iris, Ainar berhati-hatilah karena pertarungan ini akan menjadi semakin serius." Lazarus berkata seraya menggenggam erat Regalia Schyte.


Grung menembakan cairan berbau menyengat dari mulutnya.


"Minyak!" Lazarus dan Sebastian berteriak.


"Matilah!" Grung menyemburkan api dari mulutnya, kemudian api itu dengan sangat cepat menyebar.


"Ice Field!" Laufey menggunakan Skill sihir Skala luas untuk menahan api yang membakar yang di ciptakan oleh Grung. Wilayah sekitar menjadi wilayah es dan sebagian menjadi wilayah yang terbakar.


Kelompok Lazarus dan kelompok Graung segera saling menyerang, sedangkan Iris dan Ega berlindung di belakang Ludger.


"Tuan Ega, mengapa kamu tidak ikut dalam pertarungan?" Iris bertanya.


"Urs, memberiku tugas lain untuk menemukan dan menyelamatkan Moonlight Fenrir Sirius. Iris tunggulah di sini." Ega berkata seraya mengeluarkan seekor Seven Colour Dragon Chameleon yang bisa berkamuflase menyembunyikan tubuhnya, kemudian mereka menyelinap untuk mencari Sirius saat kelompok Lazarus dan kelompok Beast rank tinggi bertarung.


Iris memakai Seven Colour Dragon Cloak Rank Legendary, jubah ini adalah jubah yang membuatnya bisa selamat dari berbagai macam pertempuran. Meskipun efeknya hanya berlangsung selama 5 jam dan CD 2 jam.


"Urs, semoga kalian menang," batin Iris.


"Tunggu, mengapa aku tidak melihat White Fang, Celestial dan yang lainnya."


...****************...


*Hutan Emerald.


"Ignis, katakan kepada semua Beast bahwa Master sudah bertempur melawan Grung di Pergunungan Helios. Apabila Master dan yang lainnya kalah kita harus membantunya dan berperang habis-habisan!" White Fang berteriak.