
Kelompok Lazarus pergi ke rumah Vulcan, sebuah rumah sederhana berlantai 2 yang tidak terlalu besar. Lantai 1 adalah ruangan Black Smith dan tempat Vulcan menyimpan banyak Material Black Smith dan Artefak senjata.
Lantai 2 adalah kamar Vulcan dan ruang makan. Sebagai seorang ranah Mythical Vulcan sangat sederhana dan tidak serakah bahkan rumahnya hanya terbuat dari material biasa tidak semegah Kastil para Elder Dwarf yang lain.
"Saudara Vulcan, bisakah kamu memberikan informasi tentang Grung kepadaku?" Lazarus bertanya.
"Tunggu, aku akan mencari 2 buku warisan keluargaku. Aku lupa menyimpannya di sana banyak tertulis informasi tentang semua Beast di Planet Antares." Vulcan berkata seraya mengobrak-abrik ruangannya untuk mencari buku itu.
Lazarus menatap ke bawah lemari dan melihat ada 2 buah buku yang menjadi pengganti kaki lemari.
"Vulcan, apakah buku yang menjadi pijakan lemari adalah buku yang kamu cari?" Lazarus bertanya.
"Hahaha. Aku melupakan telah menyimpan buku itu di sana." Vulcan tertawa.
"...."
Vulcan mengambil 2 buku berjudul "Mountain And Sea Book" dan "Beast Of Antares." Lazarus dan Iris terkejut melihat kedua buku itu.
"Leluhurku dan Kakekku adalah Beast Master yang sangat kuat, tetapi tidak ada keturunannya mengikuti jejaknya. Kedua buku ini adalah warisan keluargaku. Aku tidak suka belajar dan buku Mountain And Sea Book adalah semua catatan Beast di seluruh dunia, sedangkan Beast Of Antares adalah tulisan semua Beast kuat dari zaman kedua sampai ke enam. 40 tahun lalu Kakekku meninggal dan meninggalkan hutang yang sangat besar untuk penelitian Beast, dia meminjam uang kepada Mantan Raja Thorin dan Gold Bank, Ayahku menjadi Black Smith di Gold Bank dan meninggalkan Kerajaan Terra untuk melunasi hutang. Sedangkan aku hanya mendapatkan warisan kedua buku ini dari Ayahku." Vulcan berkata.
"Apakah kamu tidak mengetahui nilai dari dua buku ini?" Lazarus bertanya.
"Mountain And Sea Book tidak berharga. Buku ini hanya mempunyai 5 halaman. Aku berusaha menjualnya, tetapi pelelangan hanya menawar 7 Koin emas." Vulcan menjawab.
"Berapa hutangmu ke Gold Bank?" Lazarus bertanya.
"200 miliar koin emas bersama bunga. Aku dan ayahku sudah membayarnya sebanyak 150 miliar koin emas. Jadi hutang keluargaku yang tersisa di Gold Bank adalah 50 Miliar Koin emas, sedangkan hutangku yang tersisa ke Mantan Raja Thorin adalah 20 miliar koin emas. Meskipun Mantan Raja Thorin mengatakan aku tidak perlu membayarnya, tetapi semua itu adalah tanggung jawabku dan Ayahku. Aku tetap akan membayar semua hutangku." Vulcan menjawab.
"Aku akan membeli kedua buku itu seharga 75 miliar koin emas." Lazarus berkata.
"Apakah kamu serius membeli kedua buku sampah seharga 75 miliar koin emas?" Vulcan bertanya.
"Aku serius." Lazarus menjawab.
"Saudara Urs, apabila kamu menginginkannya aku bisa memberikannya kepadamu." Vulcan berkata.
"Salah satu buku itu adalah hasil penelitian semua leluhur dan kakekmu. Buku Beast Of Antares pasti sangat berharga bagi Beast Master, kamu seharusnya menjualnya kepada seorang Beast Master langsung karena hanya Beast Master yang mengetahui nilai dari buku itu." Ega berkata.
"Vulcan, apabila kamu menolak tawaranku. Aku tidak akan membantumu lagi di masa depan." Lazarus mengulurkan tangannya.
"Baiklah." Vulcan membalas uluran tangan Lazarus.
"Bisakah aku membayarnya dengan herbal dan material?" Lazarus bertanya.
Vulcan mempunyai mata berbinar, dia mengetahui dari Elder Hill bahwa Lazarus yang menjual Uru Metal Rank Mythical kepadanya.
"Baiklah, aku akan menerima pembayaran menggunakan material dan herbal." Vulcan tersenyum memperlihatkan giginya yang putih berkilau.
Iris mengeluarkan banyak Material dan Fire Fruit Rank Legendary dari Artefak penyimpanan Cincin Draupnir. Semua orang terkejut melihat semua itu herbal dan meterial itu mempunyai nilai lebih dari 75 miliar koin emas bahkan jika di lelang material dan herbal itu bisa terjual seharga 90 miliar koin emas.
"Saudara Urs, herbal ini mempunyai nilai lebih dari 90 miliar koin emas!" Vulcan berteriak.
Vulcan adalah seorang Dwarf, dia mengetahui harga dari banyak material dan herbal hanya dengan melihatnya.
"Laporkan kepada Tyron tentang apa yang terjadi. Aku tidak ingin Tyron dan semua Elder Dwarf menyangka kamu korupsi. Tebus kastil milik keluargamu, meskipun kastil itu sudah hancur saat perang. Akan tetapi, kamu bisa membuat lagi karena wilayah Kerajaan Terra yang baru sangat luas." Lazarus berkata.
"Terima kasih, sebagai gantinya aku akan membantumu pergi ke Pergunungan Helios. Aku sangat mengenal dan memahami medan Pergunungan Helios seperti halaman rumahku sendiri." Vulcan tersenyum.
"Baiklah, kamu bisa membantuku." Lazarus berkata.
...****************...
Lazarus menatap ke arah buku itu, kemudian meneteskan darahnya. Buku itu tiba-tiba bersinar cemerlang dan mulai terbang ke udara. Semua orang terkejut melihat semua itu, mereka tidak mengetahui bahwa buku itu adalah sebuah Artefak.
"Hahaha. Aku tidak usah pergi ke Benua Timur untuk mendapatkan Mountain And Sea Book Rank Mythical." Lazarus tertawa melihat buku itu.
"Mountain And Sea Book." Lazarus berkata.
Lazarus memasukkan buku itu ke dalam Cincin Draupnir dia sekarang mengetahui informasi semua Beast di Planet Antares. Dia menatap ke arah buku penelitian leluhur Vulcan dan ingin mencari catatan tentang Grung.
...****************...
"Apa alasan kalian di kejar oleh Grung dan kawanan besar Beast?" Lazarus bertanya.
"Mengapa kamu harus mengatakan kepada kalian alasan kami di kejar oleh Grung dan kawanan Beast?" Victor menjawab dengan suara arogan.
"Victor kamu arogan seperti biasanya. Kami telah menyelamatkan kamu dan kelompokmu. Seharusnya kalian berterima kasih karena kami menyelamatkanmu." Siegfried menjawab.
"Aku tidak meminta pertolongan dari kalian." Victor berkata.
"Berhenti, kalian membuat kepalaku pusing!" Cynthia berteriak.
"Kami pergi ke Pergunungan Helios untuk mencari Dungeon Helios. Kami menemukan sebuah peta tentang Dungeon Helios, tetapi kami bertemu dengan Grung dan kalian pasti mengetahui apa yang terjadi selanjutnya." Ega menjawab.
"Bisakah aku melihat peta yang kalian dapatkan?" Lazarus bertanya.
"Baiklah, kamu boleh melihatnya karena kami hanya dapat mengetahui letaknya dan sebagian tulisan mengenai Dungeon di tulis menggunakan sandi dan huruf kuno ras Dwarf." Liana memberikannya sebuah peta kepada Lazarus.
Vulcan tertarik kepada peta itu dan melihatnya bersama semua orang. Laufey mengetahui tentang huruf kuno ras Dwarf, tetapi dia tidak bisa mengartikan sandi diatasnya.
"Urs, apakah kamu mengerti tentang teka-teki itu?" Laufey bertanya.
"Kakek, aku membutuhkan waktu sedikit lama untuk memecahkan semuanya dan bila kamu membantuku kita bisa menyelesaikan teka-teki ini dengan cepat." Lazarus menjawab.
Iris mengeluarkan 2 buku catatan, kemudian memberikannya kepada Lazarus dan Laufey. Mereka berdua mulai mencoba untuk memecahkan teka-teki yang terukir di dalam peta itu.
1 malam berlalu Lazarus dan Laufey berhasil memecahkan teka-teki yang tertulis di dalam peta. Mereka terlihat sangat puas dengan kerja mereka, tetapi mereka menemukan banyak sekali informasi baru di dalam peta itu.
"Urs, Tuan Laufey, apakah kamu menemukan sesuatu?" Sebastian bertanya.
"Vulcan, apakah kamu mengenal tentang Earth Hero Balder?" Lazarus bertanya.
"Semua ras Dwarf pasti mengenalnya Earth Hero Balder adalah buyut dari Brown King yang menyatukan para ras Dwarf dan membangun Kerajaan Terra." Vulcan menjawab.
"Earth Hero Balder membuat 3 Dungeon yaitu Dungeon Thunder, Dungeon Fire dan Dungeon Earth di Pergunungan Helios. Tujuan Earth Hero Balder membuat ketiga Dungeon itu adalah mewariskan semua pengetahuan dan harta miliknya, Fire Hero Cesare dan Thunder Hero Ray." Lazarus berkata.
"Balder ingin seseorang menjadi penerus keinginannya, Cesare dan Ray. Dwarf botak pemberani, pemarah dan keras kepala itu adalah sahabat yang sangat setia kawan." Laufey tersenyum lembut.
"Tuan, kamu tidak boleh menghina Earth Hero Balder di hadapanku, Earth Hero Balder sudah menjadi kepercayaan kedua ras Dwarf!" Vulcan berseru.
Laufey menatap tajam ke arah Vulcan dan seketika setengah tubuhnya membeku. Vulcan segera membawa Artefak War Axe hitam dengan gradasi merah miliknya dan mengangkatnya ke udara.
Laufey menjentikkan jarinya ke kening Vulcan sehingga Vulcan terlempar dari lantai 2. Sesaat kemudian Vulcan kembali lagi ke tempat Lazarus dan menatap ke arah Laufey dengan tajam.
"Apakah kamu menantang ku untuk bertarung?" Vulcan bertanya dengan sebuah benjolan besar di keningnya.
"Gas." Laufey bangkit dari tempat duduknya.
"Vulcan, bahkan Earth Hero Balder tidak akan berani menantang Kakek buyut untuk berduel. Demi persaudaraan kita, aku mengingatkan kamu akan mati dengan tragis saat bertarung dengan Kakek buyut." Lazarus menyentuh dahinya.
Vulcan berkeringat dingin, dia merasakan sebuah sabit kematian tepat berjarak 1 Cm dari lehernya.
Liana dan Belinda menatap ke arah Laufey, mereka tertarik saat melihat Laufey yang lebih tampan dari Lazarus dan Sebastian. Namun saat mereka mendengar Lazarus memanggilnya Kakek buyut, mereka sangat terkejut karena pria muda di hadapan pasti sudah berusia belasan ribu tahun.
"Kakekku adalah Demon Emperor Laufey. Kakekku hidup di zaman yang sama dengan Fire Hero Cesare, Earth Hero Balder dan yang lainnya." Lazarus berkata.
"Demon Emperor Laufey Kaisar Kekaisaran Moonlight?" Ega segera bangkit dari tempat duduknya. Dia mengetahui ada 3 orang terkuat di Benua Selatan Demon Emperor Reese, Demon Emperor Laufey dan Demon Emperor Yaksha. Demon Emperor Laufey tidak pernah mencampuri urusan dunia luar, dia hanya fokus membangun Kekaisaran Moonlight.
Vulcan menelan ludahnya dengan tangan tangan dan tubuh gemetar. Keringat dingin mulai mengucur dari dahinya.
"Apakah kamu ingin berduel denganku?" Laufey bertanya dengan suara jernih dan tenang.
"Tuan, maafkan aku!" Vulcan meminta maaf.
Vulcan mengetahui bahwa dia dan Kerajaan Terra akan berada di dalam bahaya, jika dia membuat masalah dengan Demon Emperor Laufey.
Lazarus mengeluarkan Ludger dari Artefak Cincin Draupnir. Beast itu mempunyai yang setara dengan Grung.
"Tuan Urs, apakah kamu mempunyai perintah?" Ludger bertanya.
"Ludger?" Vulcan bertanya.
"Rambut merah sudah lama tidak bertemu." Ludger menjawab.
"Ludger, bisakah kamu mengatakan kepada Graung, aku ingin berbicara berdua dengannya?" Lazarus bertanya.
"Tuan, mengapa kita tidak bekerja sama untuk melawannya?" Ludger bertanya.
"Pertarungan adalah pilihan terakhir." Lazarus menjawab.
"Baiklah, aku akan berbicara dengan kadal busuk itu." Ludger mengangguk.
"Bawa Celestial, White Fang, Lime dan Ren bersamamu." Lazarus berkata.
"Sesuai perintahmu." Ludger pergi keluar dari rumah Vulcan dengan menjebol dinding.
"Rumahku."
"Vulcan, kamu sudah mempunyai banyak uang dan kamu bisa membeli rumah baru." Lazarus berkata.
"Tuan Urs, apakah aku belum mengatakan bahwa aku mempunyai hutang 30 miliar koin emas kepada Tyron karena aku kalah judi berkali-kali." Vulcan berkata.
Semua orang melebarkan mata mereka.
"Dwarf, aku akan membayar mu lebih banyak asal kamu bekerja denganku." Lazarus membisikkan rencananya ke telinga Vulcan.
"Apakah kamu gila?" Vulcan bertanya.