
*Kekaisaran Moonlight.
Sebastian sudah membangkitkan Job keduanya yang hanya bisa dilakukan 3 tahun sekali. Dia mendapatkan Job Darkness Necromancer Rank SS, dia dapat membangkitkan 72 Undeath kegelapan ras humanoid dan Beast.
Namun ada beberapa persyaratan untuk menjadikan Undeath itu budaknya. Pertama adalah bagian Undeath itu, kedua jiwa Undeath itu harus berada di Abyss, ketiga mayat Undeath itu harus dibunuh olehnya dan mempunyai dendam kepadanya. Undeath akan bangkit dengan satu ranah lebih rendah dari saat mereka masih hidup dan apabila ranah Undeath lebih tinggi dari sang Necromancer mereka akan berkhianat.
Terlihat 3 lingkaran sihir dengan Rune aneh berada di sana. Di masing-masing Rune terlihat tulang dan sisa tubuh ras humanoid dan Beast yang sudah Sebastian bunuh di masa lalu.
"Rise Darkness Undeath!" Sebastian menggunakan Skillnya.
Reiga, Reese, Evangeline, Rhodes dan Sarion melihat Sebastian dari samping. Mereka mengawasi Sebastian takut suatu hal yang buruk terjadi.
Element kegelapan berkumpul di 3 lingkaran sihir itu. Sesaat kemudian ras humanoid dan Beast yang terbuat dari kegelapan terbentuk di Rune sihir itu.
Sebastian tersenyum lebar. Dia mengetahui bahwa Skill Darkness Necromancer miliknya berhasil.
Seekor Beast gagak berkepala 2 berukuran 10 meter yang terbuat dari kegelapan bangkit dari salah satu Rune Sihir itu. Dia adalah Legendary Two-Headed Nightmare Dark Crow yang Sebastian bunuh di masa lalu. Dia orang Undeath yang mempunyai armor lengkap yang terbuat kegelapan tercipta di 2 Rune sihir Sebastian lainnya.
Nama: Two-Headed Nightmare Dark Crow.
Jenis: Undeath Beast.
Ras: Beast.
Ranah: Epik.
Nama: Vincent Burton.
Jenis: Death Knight.
Ras: Manusia.
Job: Spearman
Ranah: Epik.
Nama: Alger Darkness Dragon.
Jenis: Noble Death Knight.
Ras: Demon.
Job: Swordsman.
Ranah: Legendary.
Vincent yang sudah menjadi Darkness Undeath melihat sekitarnya, dia masih sedang berada di tempat yang sangat panas dan gelap gurita. Dia mengalami ribuan tusukan pedang di sana dan berharap untuk mati. Hanya penyesalan yang bisa membuatnya tetap mengingat tentang namanya.
"Sebastian!!" Vincent berteriak, dia mengingat Sebastian yang sudah menusuk jantungnya sebelum dia mati.
"Hahaha. Job dan Skill yang sangat hebat!! Berbeda dengan Undeath lain yang kehilangan jati diri dan ingatannya. Kalian masih mempunyai ingatan saat kalian masih hidup." Sebastian tertawa terbahak-bahak, dia mendapatkan Jackpot dalam Upacara Kebangkitan keduanya.
"Kyaaaat!!" Two-Headed Nightmare Dark Crow yang masih menyimpan dendam kepada Sebastian menyerang ke arah Sebastian.
"Berlutut!!"
Ketiga Undeath itu tidak bisa mengendalikan tubuhnya, kemudian berlutut ke arah Sebastian.
"Aku sekarang adalah Tuan kalian dan apabila kalian tidak menuruti perintahku! Aku akan mengirim kalian kembali ke Abyss." Sebastian berkata dengan dingin.
"Hahaha. Bajingan, apakah kamu melakukan hal ini kepada gurumu sendiri? Kamu sudah melakukan hal jahat kepada Kaisar Kekaisaran Darkness Dragon. Sebastian, tolong jangan kirim aku ke Abyss kembali! Kamu tidak pernah melihat tempat yang lebih buruk dari Abyss yang gelap dan penuh siksaan." Undeath Kaisar Alger berkata.
"Kakek Tua kamu telah mati! Aku yang membunuhmu saat itu dan apakah seorang guru tega untuk menjadikan muridnya sebagai hewan ternak? Kamu ingin menyerap garis darah Eternal Night Demon milikku untuk menjadi lebih kuat." Sebastian mengeluarkan aura haus darah.
"Apakah kamu bisa mengatakan kepadaku siapa Kaisar Kekaisaran Darkness Dragon sekarang?" Alger bertanya.
"Julian yang menjadi Kaisar Kekaisaran Darkness Dragon saat ini." Demon Emperor Reese menjawab seraya mengelus seekor Legendary Beast Ancient Darkness Cerberus betina muda.
"Hahaha. Aku sudah mengira bajingan itu yang akan menjadi seorang Kaisar. Baiklah, mari kita lupakan masa lalu dan aku akan menjadi budakmu." Alger bertanya.
"Fufufu. Alger, apakah kamu menunggu kesempatan untuk memberontak? Aku sudah mengetahui bagaimana sifatmu dari kamu masih kecil. Namun apabila kamu mempunyai kekuatan untuk memberontak, maka kamu bisa memberontak." Reese terkekeh kecil.
Alger, Two-Headed Nightmare Dark Crow dan Vincent merasakan tubuh mereka gemetar saat melihat senyuman Reese. Mereka mengetahui wanita di hadapannya dapat membunuh mereka berkali-kali.
Rhodes memberikan sebuah Artefak gelang berwarna hitam dengan ukiran ular kepada Sebastian. Artefak Rank Mythical itu berguna untuk menyimpan Darkness Undeath.
"Disspear!"
Ketiga Undeath itu berubah menjadi kegelapan, kemudian memasuki gelang Sebastian. Apabila Undeath itu terus berada di sini, maka energi mana Sebastian akan terus terserap.
Sebastian terengah-engah, dia kehabisan mana saat memanggil ketiga Undeath itu. Namun kelelahannya terbayarkan dengan sesuatu yang puluhan kali lebih berharga.
"Sayang, berapa batas waktu penggunaan Undeath milikmu? Seorang Necromancer normal dapat memanggil dan mengendalikan Undeath rank tinggi selama 3 jam dan memiliki waktu Cooldown 7 jam." Evangeline bertanya.
"5 Jam dengan Cooldown waktu 3 jam aku bisa memanggil Undeath dengan batas 3 hari sehari. Apabila salah satu Undeath milikku mati, mereka akan kembali ke Abyss dan slot 72 Undeath milikku tidak terpengaruh." Sebastian tersenyum.
...****************...
Reese memainkan tangannya, dia seperti ingin mengatakan sesuatu kepada semua orang. Namun Reese tidak berani mengatakannya bahwa dia ingin mengunjungi wilayah Regulus untuk melihat Arion dan yang lainnya.
"Ibu, apakah kamu ingin pergi ke wilayah Regulus?" Rhodes bertanya.
Reese mengangguk. "Aku ingin mengunjungi wilayah Regulus untuk bertemu dengan Arion, Leonhart, Gardenia, Veronika dan Ariana."
"Helkaros, antar Ibuku, Sebastian dan Reiga ke wilayah Regulus. Aku akan membiarkanmu berlibur selama 3 bulan sampai mana ruang milikmu pulih!" Rhodes memanggil Demon King Helkaros yang merupakan orang kepercayaannya.
Helkaros muncul dari sebuah celah dimensi, kemudian berlutut kepada Demon Emperor Rhodes. Pria Demon dengan rambut ungu dan tanduk ungu itu terlihat sangat senang.
"Sesuai perintahmu, Tuan!" Helkaros menjawab.
Reese menatap putranya dengan mata berbinar, dia mengetahui bahwa Rhodes adalah putranya yang paling baik. Berbeda dengan Agathias yang overprotektif kepadanya dan Daryan yang hanya memikirkan tentang Beast.
"Tunggu! Aku harus membawa hadiah untuk Urs dan yang lainnya." Reese menggigit bibirnya.
Rhodes mengeluarkan Artefak penyimpanan, dia sudah menyiapkan semua hadiah untuk Urs dan yang lainnya.
"Ibu, aku sudah menyiapkan semuanya dan aku kira kamu harus membawa Dark Fang bersamamu. Bukankah Urs juga mempunyai 2 ekor Beast kontrak berjenis Cerberus?" Rhodes tersenyum.
Helkaros menciptakan sebuah celah dimensi yang menghubungkan dengan taman Kastil Regulus.
"Reiga, Sebastian, Evangeline kalian harus menjaga Ibu dalam perjalanan. Biarkan aku yang mengurus Kekaisaran Moonlight dan aku akan memberi penjelasan kepada Deborah, Adara, Agathias dan yang lainnya." Rhodes berkata.
"Terima kasih." Semua orang menjawab.
...****************...
"Keledai bodoh itu! Aku ingin sekali menyusulnya ke Hutan Cerulean!" Alyssa berteriak.
"Bu.." Ariana mengulurkan tangannya ke arah Alyssa.
"Ariana, apakah kamu lapar?" Alyssa bertanya.
"Uss!" Ariana berkata.
"Aku juga merindukannya, tetapi dia tidak memedulikan kita semua. Aku harap dia akan segera pulang, meskipun untuk ras Elf satu tahun adalah waktu yang sangat singkat." Alyssa memeluk Ariana.
"Iris, juga tidak berada di sini. Apabila Iris berada di sini, aku akan menyusul Urs ke Hutan Cerulean bersama Deviela." Freya berkata.
"Keamanan wilayah Regulus lebih penting dari apapun. Aku takut Agenor membawa pasukannya ke wilayah Regulus karena Charon dan Amarilis kawin lari." Alyssa berkata.
"Agenor belum menerima berita tentang Charon dan Amarilis, tetapi cepat atau lambat dia akan mengetahuinya. Nyaww." Cathrine berkata.
Deviela memperhatikan Leonhart yang menatapnya dengan hidung penuh dengan ingus. Dia kemudian membersihkan ingus di hidung Leonhart.
"Leonhart, aku harap Arion berperilaku baik sepertimu. Dia selalu terbang kemana-mana sejak dia bisa terbang." Deviela berkata, kemudian melirik ke arah Arion yang sedang memakan buah pisang di sampingnya.
Seorang wanita Beastman Snow Wolf menghampiri kelompok Deviela. Dia adalah Helga adik dari Bleddyn.
"Helga, apa yang terjadi?" Alyssa bertanya.
"Nyonya Reese, Nyonya Evangeline, Tuan Sebastian, Tuan Sarion dan Tuan Reiga ingin bertemu dengan Nyonya Deviela." Helga menjawab.
"Baiklah, aku akan segera pergi ke sana." Deviela dan semua orang bangkit dari kursinya dan ingin segera menemui Reese.
"Fufufu. Tidak perlu, aku sudah berada di sini." Reese terkekeh kecil di sampingnya terlihat Reiga, Sebastian dan Sarion.
"Nenek!" Deviela memeluk Reese.
"Salam Demon Emperor Reese." Cathrine dan yang lainnya membungkuk.
"Apa yang sedang kalian khawatirkan?" Reese bertanya seraya mengendong Arion.
Deviela menceritakan semuanya kepada Reese.
"Apakah Urs pergi ke Hutan Cerulean?" Sebastian bertanya.
"Urs lebih jahat dari ras Demon, dia meninggalkan bayinya untuk berlatih di tempat yang sangat berbahaya." Sarion berkata.
Reese menyentuh dagunya. "Tunggu! Sebastian, bukankah Deandra sudah 1 tahun berada di Hutan Cerulean?"
"Deandra, sudah 1 tahun di Hutan Cerulean dan belum memberi kabar? Tunggu! Apakah ada yang salah di Hutan Cerulean?"
"Aku mendengar Kekaisaran Darkness Dragon, Kekaisaran Black Desert, Kekaisaran Moonlight Frost, Kerajaan Nebula, Kekaisaran Black Orchid dan Black Market juga mengirimkan pasukannya ke Hutan Cerulean. Mereka mendapatkan berita dari seseorang tentang keberadaan Herbal Eternal Blue Lily Rank Void." Reiga berkata.
Reese menyentuh dagunya, kemudian duduk di sebuah kursi yang berada di samping Alyssa.
"Hutan Cerulean, adalah salah satu tempat paling berbahaya di Benua Barat Zephyra dan mengapa mereka semua pergi ke Hutan Cerulean tanpa mengetahui kebenaran berita itu." Reese berkata.
"Nenek, apa maksudmu?"
"Aku sudah hidup sangat lama dan aku mengetahui seseorang sengaja menyebarkan rumor itu." Reese menjawab.
"Apa tujuan Lazarus pergi ke Hutan Cerulean juga untuk mencari Herbal Eternal Blue Lily?" Reiga bertanya.
"Tidak, tujuan Urs pergi ke Hutan Cerulean adalah untuk berlatih dengan Alastair, Icarus dan Hector." Deviela menjawab.
"Hahaha." Sebastian tertawa terbahak-bahak, dia sudah menebak apa yang telah terjadi.
"Sebastian, apakah kamu mengetahui sesuatu?" Alyssa bertanya.
"Lazarus berada dalam bahaya. Dia tidak sengaja ke dalam rencana seseorang, orang itu mempunyai tujuan untuk membuat zaman kekacauan kedua. Aku yakin bukan hanya Kerajaan Benua Selatan mengirimkan orangnya ke sana. Orang yang berada di belakang ini sudah menyebarkan rumor ke setiap Kerajaan dan Kekuatan besar di Planet Antares." Sebastian menjawab.
Seekor harimau emas dengan sayap emas, seorang pria tampan berambut merah, dan seorang pria tampan berambut coklat menghampiri Alyssa dan yang lainnya. Mereka adalah Golden Fang, Rion dan Brant.
"Siapa kalian?" Sebastian bertanya, dia belum pernah melihat kedua pria tampan itu.
"Sebastian, aku adalah Rion dan dia adalah Brant! Apakah kamu melupakan kami berdua?"
"Apa!!" Semua orang terkejut karena Brant dan Rion sangat berbeda. Rion dan Brant yang mereka ingat adalah 2 pria yang sangat suram, tetapi kedua pria di hadapan mereka sangat tampan dan mempunyai aura cerah.
"Tuan Rion, apa yang terjadi?" Alyssa bertanya.
"Tuan Urs, memberikan surat ini kepada kita berdua." Brant memberikan sepucuk surat kepada Alyssa.
"Bajingan itu pasti sudah menduganya!" Alyssa berteriak.
Reese membaca surat yang diberikan oleh Lazarus, kemudian menggenggam surat itu dengan sangat erat.
"Sebastian, Reiga, kalian harus pergi ke Hutan Cerulean untuk mencari Urs!"
"Sesuai perintahmu, Nenek."
Deviela melihat surat yang ditulis oleh Lazarus, dia kemudian mengetahui bahwa surat itu bukanlah tulisan tangan Lazarus. Tulisan tangan Lazarus lebih rapih dari tulisan ini dan dia langsung menyadari bahwa tulisan ini adalah tulisan tangan Carissa.
"Di mana Carissa!" Deviela berteriak.
"Aku tidak melihat Carissa selama 1 Minggu ini, aku mengira dia kembali ke Kekaisaran Boreas untuk mengurus sesuatu." Alyssa menjawab.
"Carissa adalah orang yang telah menulis surat ini dan dia sudah mengetahui apa yang terjadi di Hutan Cerulean. Mungkin saat ini Carissa sudah pergi ke Hutan Cerulean."
Sebastian tersenyum halus. "Carissa tidak ingin kalian semua khawatir, jadi dia berusaha menyelesaikan urusan ini sendirian."
Semua orang berdiri membeku, mereka menyadari bahwa sesuatu yang buruk telah terjadi di kedalaman Hutan Cerulean.
"Baiklah, aku akan pergi ke Hutan Cerulean bersama Golden Fang, Sebastian dan Reiga. Sedangkan yang lainnya harus menjaga wilayah Regulus sampai Iris pulang." Deviela berkata.
"Aku juga ingin ikut!"
"Freya, apabila aku, Urs, Carissa dan yang lainnya belum pulang 1 tahun kemudian, kamu harus memimpin Aliansi The North dan pasukan Regulus untuk pergi ke Hutan Cerulean!" Deviela menjawab.
"Deviela, pergilah dan serahkan Arion dan wilayah Regulus kepadaku." Reese berkata.
"Nenek terima kasih!" Alyssa berterima kasih.
...***************...
Seekor Red Dragon sepanjang 33 meter sedang berbaring di dalam goa. Di dekatnya adalah 2 ras Beastman White Dragon dan Red Dragon. Sesaat kemudian terjadi banyak gerakan di dalam goa yang mempunyai banyak ruangan.
"Hahaha. Mereka semua akhirnya selesai melakukan Rebirth. Bagaimana Beast Muda bisa selesai dengan cepat saat melalui proses Rebirth?" batin Agni.