
Lazarus, Iris dan semua orang berkumpul di Kastil Regulus. Ariana, Leonhart, Gardenia, Arion, Akari dan Akihiro berpamitan kepada Lazarus.
"Urs, aku akan mengirimkan surat kepadamu." Akihiro berkata.
"Aku akan menunggunya." Lazarus memeluk Akihiro dan Akari.
"Urs, bekalku." Ariana berkata.
Lazarus memberikan bekal kepada Ariana, dia sangat menyukai masakan Lazarus. Menurut Ariana tidak ada makanan seenak masakan Lazarus.
Leonhart, Gardenia, Arion, Ariana, Akari dan Akihiro berlari ke arah kereta yang sedang menunggu mereka. Mereka akan kembali ke Kekaisaran Moonlight, Kerajaan Yggdrasil, Kekaisaran Beastman dan Kekaisaran Moonlight Frost.
"Urs!" Arion melambaikan tangan.
"Urs, aku ingin menikah dengan seorang pria sepertimu." Akari melambaikan tangan.
Lazarus melambaikan tangan, kemudian dia menoleh ke arah Akira dan Reina yang melambaikan tangan di sampingnya. Bukankah Akira dan Reina harus kembali untuk mengurus tugas dan bisnis mereka di Kekaisaran Moonlight Frost dan Kerajaan Yamato.
"Mengapa kalian tidak kembali?" Lazarus bertanya.
"Aku sudah memberikan perintah kepada orang kepercayaanku untuk mengurus semua Bisnisku." Reina tersenyum.
"Shiro, bisa mengurus semuanya." Akira menjawab.
...****************...
Lazarus kembali ke ruang pertemuan Kastil Regulus. Theresia dan yang lainnya sedang duduk di kursinya masing-masing menunggu Lazarus menceritakan saat dia mengikuti Kompetisi Berburu Artemis.
Felicity, Theresia, Freya memberikan Ainar dan yang lainnya kepada pelayan. Sesaat kemudian Lazarus mengeluarkan banyak herbal, material logam dan material Beast yang dia dapatkan dari Hutan Artemis.
"Tunggu, apakah kamu sudah membaginya dengan Alastair dan yang lainnya?" Felicity bertanya.
"Aku sudah membaginya dengan adil. Meskipun bagian milikku lebih banyak dari mereka dan aku mengambil bagian paling banyak." Lazarus berkata.
Alyssa melihat Material dengan mata berbinar. Dia mengetahui herbal itu sangat langka bahkan di Kerajaan Yggdrasil yang merupakan produsen herbal terbesar di Planet Antares. Lazarus mengeluarkan beberapa peti harta dan memberikannya kepada Alyssa.
"Aku menemukan 10 herbal rank Void dan 3 Material Rank Void. Kalian harus mengurusnya." Lazarus berkata.
"Apa!"
"Aku sudah mengatakan bahwa aku hanya akan mencari herbal dan material di Hutan Artemis." Lazarus tersenyum.
"Kamu sangat beruntung."
"Diana, mari kita pergi ke bar milikmu dan bersenang-senang. Aku sudah lama tidak pergi ke bar milikmu dan bertemu banyak orang di bar." Lazarus berkata.
"Fufufu. Baiklah, kebetulan aku sudah lama tidak pergi ke Bar setelah melahirkan." Diana menjawab.
Iris dan semua orang membuka peti itu, kemudian menutupnya kembali.
"Alyssa, kamu pasti sudah mengetahui, apa yang harus kamu lakukan?" Iris bertanya.
"Aku mengerti." Alyssa mengangguk dan dengan lincah memisahkan herbal berdasarkan jenis, spesies, dan ranknya.
"Kelihatannya kita akan bekerja lembur." Deviela berkata seraya melihat tumpukan material di hadapannya.
...****************...
Lazarus duduk di meja Bar memakai pakaian kasual dan Diana duduk di sampingnya, Bar itu selalu ramai oleh pengunjung yang berasal dari dalam dan luar wilayah Regulus.
"Apakah kamu mengetahui rumor Grand Duke Lazarus Regulus mendapatkan keuntungan yang sangat besar di Kompetisi Berburu Artemis?" Seseorang bertanya.
"Ya, aku mendengar dari seorang teman yang menonton di sana. Grand Duke Lazarus Regulus mendapatkan keuntungan yang sangat besar, bahkan orang-orang mengira bahwa dia menemukan keberuntungan besar di Hutan Artemis." Seseorang menjawab.
"Grand Duke Lazarus Regulus adalah seseorang yang sangat cerdas, dia bisa mengelabui semua orang yang berada di sana. Pangeran Kyros dan Nona Lucia yang berasal dari Planet Auriga bahkan mengakui Grand Duke bahwa dia adalah pemenang sebenarnya." Seseorang berkata.
"Rumor telah menyebar dan banyak orang yang pergi ke wilayah Regulus." Seseorang berkata.
Lazarus merangkul bahu tiga orang itu.
"Bisakah aku bergabung dengan kalian."
"Grand Duke!"
Tiga orang itu terkejut karena Lazarus tiba-tiba merangkul bahu mereka, ketiga orang itu tidak mengetahui bahwa orang yang duduk di depan mereka adalah Lazarus.
"Diana, bisakah kamu memberikan sebotol wine terbaik kepada mereka?" Lazarus bertanya.
"Baiklah." Diana menjawab.
Lazarus membawa kursinya dan duduk di samping 3 orang itu. Dia mengetahui bahwa 3 orang itu bukan berasal dari wilayah Regulus. Semua penduduk wilayah Regulus sudah mengetahui Lazarus berbeda dengan Bangsawan lainnya.
Lazarus berbeda dengan Bangsawan lainnya, dia tidak memakai pakaian atau armor mahal dan di jaga oleh beberapa pengawal. Lazarus hanya memakai pakaian kasual dan membaur dengan orang biasa, bahkan Alastair mempunyai sifat yang sama.
Lazarus menuangkan wine ke gelas 3 orang itu. Sedangkan tiga orang itu hanya terdiam saat melihat hal itu.
"Tuan, apakah aku bisa mengobrol dengan kalian?" Lazarus tersenyum.
Ketiga orang itu mulai tenang, mereka mengetahui bahwa Lazarus adalah seorang pria yang baik. Mereka mulai meminum wine pemberian Lazarus, mereka mengetahui bahwa wine itu adalah wine kualitas tinggi.
"Grand Duke Lazarus Regulus, apa yang kamu inginkan dari kami?"
"Tuan, bisakah kalian memanggilku Urs?" Lazarus bertanya.
"Tuan Urs."
Lazarus mengangguk. "Aku ingin mengetahui informasi tentang orang-orang yang selalu menyebarkan rumor tentang kejadian di Benua Barat Zephyra, Benua Timur Golden Sun, Benua Utara Boreas dan Benua Selatan Moonlight."
"Tuan Urs, apakah kamu mencari sebuah informasi?" Salah satu orang bertanya.
"Aku mencari seseorang yang ahli dalam mencari informasi." Lazarus menjawab.
"Tuan Urs, kami mengetahui sebuah kelompok kecil beranggotakan 7 orang. Mereka selalu menggali setiap informasi dari setiap pedagang dan orang-orang yang mereka temui."
"Apakah kalian mengetahui tempat orang-orang itu?" Lazarus bertanya.
"Golden Rat, mereka adalah kelompok beranggotakan 7 anak berusia 17 tahun yang tinggal di wilayah kumuh Kekaisaran Lion Heart. Salah satu anggotanya Rhys adalah seorang anak yang cerdas, dia bisa mengumpulkan informasi yang akurat."
"Apakah Rhys adalah seorang anak yang berbakat? Mengapa dia tidak pindah dari wilayah kumuh?" Lazarus bertanya.
"Tuan Urs, Rhys mempunyai seorang ibu yang sakit-sakitan. Dia meminjam uang kepada mantan Petualang bernama Lotte, dia adalah seorang rentenir. Lotte adalah seorang pria bajingan dan memberikan pinjaman dengan bunga yang besar kepada orang-orang yang tinggal di wilayah kumuh."
"Apakah pinjaman itu menggunakan surat perjanjian?" Lazarus bertanya.
"Tidak, Lotte memberi pinjaman tanpa surat perjanjian. Misalnya seseorang yang membutuhkan uang, Lotte akan meminjamkan uang dengan bunga 30% setiap bulan. Namun semua itu adalah jebakan Lotte, dia akan menaikkan bunga lebih besar sehingga orang-orang itu tidak bisa membayarnya dan menjadi kuda Lotte."
"Lotte adalah pria yang sangat licik. Saudara iparku pernah meminjam 20 Juta koin emas untuk membayar hutangnya kepada Gold Bank karena usahanya bangkrut. Saudaraku sudah menyicil hutang itu selama satu tahun dan sudah membayar hutang beserta bunganya kepada 92 Juta koin emas kepada Lotte. Namun bajingan itu mengatakan saudara iparku bahkan tidak membayar bunganya dan menaikan hutang saudara iparku menjadi 120 Juta koin emas. Saudara iparku sudah meminjam kepada Gold Bank 30 juta emas untuk melunasi hutang kepada Lotte, tetapi Lotte mengatakan bahwa semua yang dibayarkan kepadanya hanya bunganya. Lotte dan kelompoknya menghancurkan bisnis saudara iparku, dia bahkan mengambil rumahnya." Pria itu menggertakan giginya.
"Apa yang terjadi kepada saudara iparmu?" Lazarus bertanya.
"Saudara iparku bunuh diri, tetapi belum selesai dengan kematian saudara iparku. Lotte, tetap menagih hutang itu kepada Adikku." Pria itu menjawab.
"David, mengamuk dan memukuli Lotte. David dipenjara selama 5 tahun karena penganiayaan." Pria paruh baya berjanggut pirang berkata.
"Hahaha. Kakak Lotte adalah seorang Baron dan dia menjadi salah satu orang bekerja di Pengadilan Kekaisaran Lion Heart. Lotte mempunyai uang dan dukungan yang kuat, dia menyuap semua Jaksa dan hakim dengan uang yang banyak." Seorang pria berambut coklat dan mata biru tertawa.
"Menurutku adik iparmu terjebak dalam lingkaran Abyss, dia meminjam uang kepada Gold Bank dan meminjam uang kepada Lotte untuk membayarnya. Lotte adalah seorang pria jahat dan bisa memanfaatkan kesempatan karena kejatahan akan ada jika diberi kesempatan." Lazarus berkata.
"Aku lupa memperkenalkan nama kami. Namaku David seorang Petualang ranah Epik, pria berjanggut pirang di sana Marchel seorang petualang ranah Epik dan pria berambut jingga dan mata biru di sana adalah Flint seorang petualang ranah Expert." David memperkenalkan dirinya dan teman-temannya.
"Orang seperti Lotte sangat banyak. Namun dengan menghancurkan Lotte, kita sudah menyelamatkan banyak orang." Lazarus berkata.
"Diana, apakah kamu ingin pergi ke wilayah kumuh Ibukota Kekaisaran Lion Heart?" Lazarus bertanya.
"Aku akan ikut denganmu." Diana tersenyum.
"Rion, Elise, bagaimana dengan kalian?" Lazarus bertanya seraya melirik ke arah Rion dan Elise yang memperhatikannya seraya bersandar dari tembok.
"Sebagai pengawal, bukankah sudah tugas kami untuk mengawal mu?" Elise bertanya.
"David, Marchel dan Flint, apakah kalian pernah terbang?" Lazarus bertanya.
"Ya?"
...****************...
Lazarus dan Diana menunggangi punggung Regulus, sedangkan Rion dan yang lainnya menunggangi punggung 4 Snow Griffin.
"Marchel, bajingan bisakah kamu mengendarai Griffin dengan pelan?" David bertanya.
"Hahaha. Menunggangi Griffin sangat menyenangkan." Marchel berkata.
Kelompok Lazarus mendarat di gerbang Ibukota Kekaisaran Lion Heart. Mereka mengetahui wilayah kumuh berada di ujung wilayah timur Ibukota Kekaisaran Lion Heart.
"Grand Duke Lazarus Regulus!" Para penjaga Ibukota Kekaisaran Lion Heart berlutut.
"Aku hanya ingin berjalan-jalan di Ibukota Kekaisaran Lion Heart. Bisakah aku menitipkan Beast milikku?" Lazarus bertanya.
2 penjaga itu menatap ke arah Regulus dan 4 Snow Griffin.
"Aku sudah memberi mereka makan dan mereka tidak akan memakan kalian. Mereka sangat jinak dan kalian bisa menunggangi Snow Griffin itu." Lazarus berkata.
"Sesuai perintahmu."
...****************...
Lazarus memakai sebuah Helm agar tidak menarik perhatian dan Diana menutupi wajahnya dengan kain. Namun semua penduduk menatap ke arah Elise dan Rion karena mereka adalah pria tampan dan wanita cantik. Pasti orang-orang berpikir Rion dan Elise adalah Bangsawan dari Kerajaan tetangga.
Kelompok Lazarus sampai ke wilayah kumuh, mereka melihat gelandangan yang duduk di pinggir jalan. Rumah-rumah yang tidak terurus dan orang-orang berbadan kekar yang menyeramkan membawa pedang.
3 orang anak menabrak Lazarus, tetapi Lazarus segera menggenggam pergelangan tangan anak itu yang berusaha mengambil Artefak kantung penyimpanan Elise.
Lazarus memberikan 20 koin perak kepada anak pencopet itu, kemudian melepaskan pergelangan tangannya. Anak itu membungkuk, kemudian berlari menyusul 2 temannya.
"Mereka berbuat jahat karena terpaksa dan faktor lingkungan." Lazarus berkata.
"Berbeda dengan anak-anak yang tumbuh di wilayah Regulus, lingkungan di wilayah kumuh sangat keras." Elise berkata.
12 orang menghadang kelompok Lazarus, mereka membawa pedang, pisau dan Kapak. Orang-orang itu melihat Lazarus memberikan 20 koin perak kepada anak pencopet. Mereka juga melihat penampilan Rion dan Elise yang sangat mencolok seperti Bangsawan.
"Nona, apabila kamu ingin anggota tubuhmu utuh serahkan semua uangmu kepada kami." Seorang wanita cantik berambut biru dan mata merah berkata.
"Clara, mereka bersama kami." Marchel berkata.
"Kakek Marchel, sudah lama tidak bertemu. Namun wilayah ini adalah wilayah kekuasaanku dan kamu harus mengikuti peraturanku." Clara berkata.
"Siapa dia?" Lazarus berbisik.
"Clara, dia adalah salah satu dari 3 penguasa wilayah kumuh. Dia adalah anak yatim piatu dan Ayahnya adalah seorang Bangsawan jatuh." David menjawab.
"Aku tidak mengetahui ada sekuntum bunga yang sangat indah tumbuh di dalam lumpur." Lazarus tersenyum.
"Tuan Ksatria hitam, aku tidak mengetahui siapa dirimu. Namun kamu berani berbisik di hadapanku. Apakah kamu tidak takut lidahmu jatuh ke tanah?" Clara menjulurkan lidahnya.
Lazarus membuka helmnya, dia kemudian tersenyum ke arah Clara dan kelompoknya.
"Grand Duke Lazarus Regulus!" Clara dan kelompoknya berlutut saat melihat wajah Lazarus.
"Aku dahulu tumbuh di wilayah kumuh dan sudah mengetahui peraturan wilayah kumuh." Lazarus berkata, kemudian menghajar semua pengikut Clara.
"Grand Duke, maafkan kami!" Semua pengikut Clara bersujud, meskipun sudah penuh dengan luka memar dan patah tulang. Semua orang di wilayah kumuh menutup rapat pintu dan jendela rumahnya. Mereka tidak ingin ikut campur dalam urusan wilayah kumuh.
100 orang pengikut Clara pergi ke arah Clara, tetapi saat mereka melihat Lazarus. Mereka langsung berlutut, mereka sangat mengenal Lazarus karena sudah melihat gambar dan hanya Lazarus yang mempunyai rambut hitam dan mata biru.
"Grand Duke, lepasan ketua dan kamu bisa membunuh kami semua! Tanpa ketua kami dan keluarga kami tidak akan bisa bertahan dari kelompok Letto dan kelompok Richard." Seorang pria kekar bermata satu berkata.
"Berdiri." Lazarus berkata.
Clara berdiri dan mata mereka saling bertemu.
Lazarus menyentuh dagu Clara dan menatap dalam mata Clara, sesaat kemudian dia mengetahui bahwa Clara berbuat jahat karena terpaksa. Melihat kesetiaan pengikut Clara, dia mengetahui bahwa Clara adalah pemimpin yang baik.
"Berapa usiamu?" Lazarus bertanya.
"19 Sir!"
"Kamu mempunyai tubuh yang berkembang dengan baik dan bisakah aku memotong dadamu?" Lazarus bertanya.
"Kamu boleh memotong dadaku Aku sedikit susah bergerak karena dadaku, meskipun dadaku tidak terlalu besar seperti wanita di sampingmu." Clara berkata.
Diana segera menutupi dadanya.
"Kamu sudah menembus ranah Epik. Pasti kamu sudah mengalami banyak pertarungan." Lazarus tersenyum.
"Kami adalah kelompok preman dan penjaga rumah bordil. Kami melakukan hal ini karena terpaksa, tanpa kami disini maka orang-orang di sini akan mati oleh Letto dan Enzo." Seseorang berkata.
"Mengapa kalian tidak pergi ke wilayah lain?" Lazarus bertanya.
"Kami adalah mantan narapidana dan mempunyai catatan kriminal. Kami merasa tidak akan diterima dengan baik di wilayah lain." Seseorang menjawab.
"Regulus akan menerima kalian karena kalian hanya mempunyai catatan kriminal ringan. Apabila kalian melakukan kriminal berat kalian pasti sudah di eksekusi." Lazarus tersenyum.
"Antar aku ke markas kalian." Lazarus berkata.
"Sesuai perintahmu." Clara berkata.
Kelompok Lazarus datang ke markas Clara terlihat markas Clara adalah bangunan tua bekas panti asuhan yang tidak terawat. Terlihat atap yang rapuh, lalat, tikus dan Slime yang sedang memakan sisa makanan.
"Tuan, kami hanya mempunyai air putih." Clara berkata.
"Aku baik-baik saja." Lazarus menjawab.
"Grand Duke Regulus, apa yang kamu butuhkan dari kami?" Seseorang bertanya.
"Bisakah kamu menjelaskan tentang kelompok Enzo dan Letto?" Lazarus bertanya.
"Terdapat 3 kelompok di wilayah kumuh. Pertama kelompok kami, yaitu kelompok Gray Wolf, kedua adalah kelompok Letto yaitu kelompok Black Cobra dan kelompok Enzo yaitu kelompok Fire Dog. Setiap kelompok mempunyai wilayah sendiri dan mempunyai jumlah anggota yang sama, tetapi kelompok Gray Wolf dan kelompok Black Cobra beraliansi. Mereka menyerang kami dan ingin menghancurkan kami." Seseorang berkata.
"Kelompok kami terkadang menjadi Marcenary, penjaga rumah perjudian, pencuri, pencopet dan penjaga rumah bordil. Kami hanya mengancam dan tidak membunuh korban kami. Kelompok Letto bergerak dalam peminjaman hutang dan penipuan, sedangkan kelompok Enzo bergerak dalam penjualan obat-obatan terlarang dan pembunuh bayaran." Clara berkata.
"Apa yang dilakukan Altair dan Bangsawan Ibukota Kekaisaran Lion Heart." Lazarus menyentuh dahinya.
"Cih. Kami tidak memercayai Bangsawan, mereka tidak memedulikan nasib kami dan hanya sibuk mengisi perutnya dengan uang haram..Enzo dan Letto berbeda dengan kami yang miskin, mereka berdua sangat kaya dan banyak orang berkuasa di belakang mereka." Clara menutup matanya.
"Aku mengerti. Apakah kalian bisa memberitahuku orang terkuat di kelompok Enzo dan Letto sudah menembus ranah apa?" Lazarus bertanya.
"Setiap kelompok mempunyai 1 orang ranah Epik, sedangkan Letto menyewa 4 ranah Expert dari luar kelihatannya dia siap menghancurkan kami karena kami melindungi orang-orang yang telah dia tipu. Kelompok kami adalah penghalang untuk kelompok Letto karena kelompok kami mempunyai tujuan untuk membantu rakyat jelata yang tinggal di wilayah kumuh." Clara menggertakan giginya.
"Flint, David, bisakah kalian mengantar Diana ke Kekaisaran Lion Heart untuk melaporkan hal ini?"
"Serahkan kepada kami."
4 orang anggota kelompok Clara bangkit, kemudian melarikan diri. Akan tetapi, Lazarus melemparkan pisau lempar dan tepat mengenai kepala mereka.
"Tikus, kelihatannya Letto dan Enzo sudah menyusupkan beberapa tikus untuk memata-matai kalian." Lazarus berkata dengan dingin.
Semua orang terkejut karena Lazarus membunuh seseorang tanpa berkedip. Clara berkeringat dingin karena dia sudah mengancam Lazarus.
"Tuan! Bagaimana dengan Istrimu! Pasti mereka akan diincar oleh kelompok Letto karena bukan hanya ada 4 mata-mata!" Clara berteriak.
"Diana seorang ranah Legendary, dia bisa menjaga dirinya sendiri dan aku malah kasihan kepada orang-orang yang mengincar Diana." Lazarus tersenyum.
...****************...
Terlihat 50 orang mayat yang gosong dan tertancap anak panah.
"Mereka mengotori gaunku dengan warna merah dan Tuan Flint bisakah kamu melaporkan kepada penjaga untuk membereskan semua ini?" Diana bertanya.
"Baiklah." Flint menjawab.
...****************...
"Rion dan Elise, kalian pergi bersama setengah kelompok Clara ke wilayah Enzo dan aku akan pergi bersama Clara dan setengah kelompoknya mencari Rhys. Ingatlah tangkap mereka, kamu tidak boleh membunuh mereka, kecuali mereka melawan." Lazarus berkata.
"Sesuai perintahmu." Rion tersenyum.
"Tenang saja Rion dan Elise sudah menembus ranah Mythical 1 tahun lalu, mereka akan baik-baik saja." Lazarus berkata.
...****************...
"Bajingan, apakah kamu memberi informasi kepada Clara?" Seorang pria kurus berambut coklat ikal dengan kumis dan janggut mencekik seorang anak laki-laki berambut pirang panjang dan mata hijau.
"Lotte, semoga Dewa memberikan kamu kematian yang menyakitkan." Anak laki-laki itu meludahi wajah Lotte.
"Bajingan!" Lotte memukuli Rhys dengan kejam.
"Rhys!" Seorang wanita kurus berambut pirang dan mata biru berteriak dari tempat tidur.
"Ibu, aku baik-baik saja." Rhys tersenyum saat Lotte menginjak-injak wajahnya.
"Hahaha. Lihatlah ibumu, tanpaku Ibumu sudah mati!" Lotte tertawa.
"Aku sudah membayar semua hutangku beserta bunganya, aku sudah membayar banyak sekali uang kepadamu." Rhys berkata.
"Hahaha. Rhys, kamu adalah budakku dan kamu adalah angsa bertelur emas milikku. Ingatlah rakyat jelata sepertimu hanyalah serangga dimata ku." Lotte berkata.
"Bajingan." Rhys mengeluarkan pisau dan melemparkannya ke arah Lotte, tetapi Lotte berhasil menghindar dan pisaunya menancap di langit rumah Rhys.
Sebuah luka goresan kecil terlihat di wajah Lotte, kemudian Lotte menyentuh dan melihat darah dari bekas luka itu, dia menjilat darahnya sendiri seraya tersenyum lebar.
"Hahaha. Rhys, kamu sudah tumbuh dewasa dan apakah kamu lupa aku adalah mantan Petualang dan seorang ranah Epik!" Lotte tertawa terbahak-bahak.
Tubuh Rhys gemetar, dia sudah berlatih melempar pisau untuk hari ini. Namun dia hanya bisa membuat luka goresan pada Lotte.
"Rhys!" Ibu Rhys jatuh dari tempat tidurnya.
"Ibu!" Rhys berteriak.
"Hahaha. Aku terharu melihat pemandangan kasih sayang anak dan Ibu ini." Lotte tertawa terbahak-bahak.
"Swoossh."
Lotte menendang perut Rhys dengan kuat sehingga Rhys terlempar.
"Tidak!" Ibu Rhys merangkak dan memeluk Kaki Lotte.
"Cih. Adrianna, kamu adalah sepupuku dan kamu adalah seorang gadis cantik. Kamu adalah seseorang lulusan terbaik di Magic Tower dan seorang Mage Rank Epik. Namun kamu menikah dengan pria miskin dan diusir dari keluarga, kemudian aliran mana milikmu dihancurkan. Pria itu ternyata hanya ingin status dan kekayaanmu, kemudian meninggalkanmu saat kamu hamil. Aku sangat kasihan kepada putri kedua seorang Viscount bisa bernasib malang sepertimu." Lotte berlutut dan menjambak rambut Adrianna.
"Lepaskan ibuku, aku akan melakukan semua hal yang kamu perintahkan, asalkan kamu tidak boleh menyakiti Ibuku!" Rhys berteriak
"Hohoho. Keponakanku Rhys yang malang, lihatlah ibumu ini. Dia sakit dan kecanduan narkoba karena melahirkan mu, kamu adalah sumber nasib buruk ibumu." Lotte tertawa seraya memegang dagu Adrianna.
"Aku bukan keponakanmu!" Rhys berteriak.
"Aku akan mengatakan sebuah rahasia kepadamu. Sebenarnya aku adalah kekasih Ibu tirimu dan Ayahmu tidak kabur, melainkan aku yang telah membunuh dan membuangnya di Hutan. Kamu tahu Nenek tirimu Iri kepada bakat Adrianna dan aku yang menyuruh anak buahku untuk memberi Adrianna narkoba. Kakekmu menyuruhku untuk melindungi dan menjaga Adrianna, tetapi aku hanya menjaga Adrianna dari pria yang mendekatinya. Uang yang aku pinjamkan kepadamu sebenarnya adalah sedikit uang dari kakekmu." Lotte tersenyum lebar.
"Semoga para Dewa memberikan balasan yang menyakitkan!" Adrianna berteriak.
"Lotte, kamu lebih hina dari Beast liar!" Rhys berteriak.
Lotte mengulurkan lidahnya dan menjilat bibirnya. "Aku adalah binatang buas yang menunggu Adrianna sedikit sembuh dan aku akan memakannya sampai tidak tersisa."
Lotte melemparkan Adrianna ke tempat tidur.
"Ian, berikan aku cambuk! Aku akan mengajari anjing yang tidak menuruti perintah Tuannya!" Lotte berteriak.
Lazarus yang merekam percakapan Lotte dari awal memberikan Lotte sebuah pisang.
"Bodoh, apakah kamu sudah mengatakan semuanya?" Lazarus bertanya.
Lotte menoleh ke arah Lazarus, dia kemudian melebarkan matanya.
"Grand Duke Lazarus Regulus!" Lotte berteriak.
"Tuan Urs, kami sudah mengurus semua orang yang berada diluar dengan bantuan Tuan Rion dan Nona Elise yang baru datang." Clara berkata.
"Clara?" Lotte berteriak.
Lazarus mencekik leher Lotte dan mengangkatnya ke udara, kemudian dia melemparnya dengan keras ke tanah. Tidak sampai di situ Lazarus memukuli Lotte dengan kejam, dan mematahkan tangan serta Lotte. Lazarus menyembuhkan Lotte dan memukulinya lagi. Peristiwa itu terjadi berulang kali.
"Bunuh aku!" Lotte berkata.
"Kamu tidak boleh mati dan harus mengakui semua dosamu di hadapan Kaisar Kekaisaran Lion Heart. Nona, bisakah aku mengetahui siapa Ayahmu?" Lazarus bertanya.
"Paman Lazarus, apakah kamu melupakanku? Apakah kamu ingat tentang seorang gadis kecil yang kamu ajak pergi menaiki seekor Beast Brown Bull?"
"Adrianna? Apakah kamu adalah Putri Harry, maksudku Viscount Harry Laurels?" Lazarus melebarkan matanya.
"Paman!" Adrianna menangis tersedu-sedu.
"David, berikan Potion kepada Adrianna dan Rhys. Aku akan melakukan sesuatu kepada bajingan ini." Lazarus berkata.
"Bunuh aku Tuan!"
"Apakah kamu mengetahui hal paling menyakitkan di dunia?" Lazarus bertanya.
"Tidak." Lotte menangis tersedu-sedu.
"Seorang wanita yang sedang melahirkan sangat sakit, kamu tahu tubuh pria tidak bisa bertahan dalam rasa sakit itu dan hanya tubuh wanita yang bisa menahan rasa sakit itu." Lazarus mengalirkan mana ke perut Lotte, kemudian Lotte berteriak kesakitan seraya mengeluarkan banyak darah dari hidungnya.
"Bajingan, bukankah kamu tadi tertawa? Mengapa kamu menangis? Rhys bahkan lebih kuat darimu dalam menahan rasa sakit!" Lazarus berkata dengan dingin.
"Paman!" Icarus masuk kedalam rumah Rhys, kemudian melihat sesuatu yang mengerikan.
"Ingatlah, apabila kamu berbohong di depan Altair. Aku akan memberikanmu hidup lebih buruk dari kematian."
"Aku mengerti."
"Aku akan pulang ke Regulus dan Iris akan mengurus semuanya." Lazarus berjalan ke arah Icarus.
"Paman, apakah kamu marah?" Icarus bertanya.
"Katakan kepada Ayahmu, dia harus membersihkan sendiri kotoran yang telah dia perbuat. Mengapa aku yang harus selalu membersihkan kotorannya." Lazarus menjawab.
"Baiklah."
Lazarus mengendong Adrianna. "Diana, Rhys dan Clara, ikutlah denganku kembali ke wilayah Regulus. Rion, Elise, kalian harus mengurus bawahan Clara."
"Baiklah."
"Icarus, katakan kepada Viscount Harry. Aku akan menghajarnya besok." Lazarus berkata.
"Sesuai perintahmu."
"Paman sangat marah." Icarus bergumam seraya mengendong Lotte yang tidak berdaya.