
Semua orang terkejut dengan peristiwa yang baru saja terjadi. Mereka mendengar Kaisar Seth berteriak kepada Permaisuri Lilith dan mengatakan Permaisuri Lilith yang membunuh Permaisuri Lilith ke 9.
"Apakah mereka sudah tenang?" Lazarus bertanya.
"Kucing Hitam, mereka sudah tenang." Alcander menjawab.
"Sebenarnya Permaisuri Lilith yang membunuh Permaisuri Lilith ke 9 dalam kondisi mengamuk. Asta dan Seth berada di sana dan dia menyampaikan kepada Asta untuk tidak memberitahu siapapun tentang Lilith yang membunuhnya." Lazarus berkata.
"Asta, apakah semua yang dikatakan Urs benar?" Kyros bertanya.
"Benar Yang Mulia mengatakan agar aku merahasiakannya. Namun Seth ingin membunuh Lilith. Aku bertarung dengan Seth, kemudian menyegel ingatan Seth dan ingatanku sendiri." Asta berkata.
"Bajingan, aku sudah mengatakan berkali-kali aku bukan orang yang membunuh Permaisuri Lilith!" Cyrille berteriak.
"Cyrille, tetapi memang kamu yang membunuh Pangeran Arga!" Asta berteriak.
"Bukan Kaisar Cyrille yang membunuh Pangeran Arga, tetapi Permaisuri Lilith ke 9 yang membunuhnya." Lazarus berkata.
Semua orang terkejut dan bangkit dari kursinya saat mendengar perkataan Lazarus. Mereka mengetahui ada misteri dalam tragedi ini.
"Urs, apa maksudmu ?!" Reese berteriak.
"Arga adalah ayah kandung dari Lilith, dia sungguh ayah yang sangat kejam dan menjadikan putrinya sendiri, menjadi sebuah bahan eksperimen untuk membuat Demon Emperor Lilith ke 7." Lazarus menjawab.
"Urs, apabila kamu terus menghina Permaisuri Lilith aku akan bertarung sampai mati denganmu." Asta berkata.
"Lilith, pasti tidak akan melakukan hal seperti itu aku mengenalnya saat masih kecil." Reese terbang ke arah Lazarus dengan aura haus darah.
Rias menatap Reese dengan tatapan kosong, dia seperti merasakan sebuah hubungan dengan Reese. Seolah-olah mereka sangat dekat.
"Hahaha. Aku hanya mengatakan kebenaran." Lazarus tertawa.
"Tarik kembali kata-katamu sebelum aku mematahkan semua tulangmu!" Reese berteriak seraya menunjuk ke arah Lazarus.
"Tutup mulutmu dan biarkan aku menjelaskan semuanya!" Lazarus berteriak.
Semua orang merasakan sesuatu yang janggal dari sifat Lazarus, mereka mengetahui bahwa Lazarus mempunyai sifat yang sangat berbeda.
"Madness!" Louise berteriak.
Madness adalah kondisi kegilaan dimana Demon sudah menggunakan banyak mana dan mentalnya. Semua Demon bisa berada di kondisi Madness saat bertarung atau menggunakan Skill terlarang.
"Urs!" Reese meninju perut Lazarus, tetapi Rias segera menahan tinju Reese dengan satu tangan.
"Mengapa kamu menyerangnya?" Rias menatap tajam ke arah Reese.
"Urs, sudah mengatakan sesuatu yang melewati batas." Reese menjawab.
"Madness." Laufey berjalan ke arah Lazarus.
"Apakah Urs dalam kondisi Madness?" Reese bertanya dengan bingung.
"Hahaha. Aku tidak bisa mengendalikan emosiku. Bukankah setiap Demon akan masuk kedalam kondisi ini?" Lazarus bertanya.
"Apakah kalian ada yang membawa obat Madness?" Laufey bertanya.
"Aku lupa membawanya." Agathias menjawab.
Semua Demon yang berada di ruang pertemuan melihat Artefak penyimpanannya untuk mencari obat Madness. Mereka tidak membawa obat Madness karena sekarang tidak berada di Medan perang.
"Ayah, aku membawanya." Agatha berkata.
Lazarus segera meminum obat Madness dan perlahan dia mulai tenang.
"Kamu sudah besar dan mengapa kamu tidak bisa menahan Madness?" Laufey bertanya.
"Aku setengah manusia dan sudah menggunakan banyak mana serta energi mentalku untuk menyembuhkan mereka berdua." Lazarus menjawab.
"Kucing gila." Sebastian berkata.
Reiga mengangguk. "Madness tipe kucing gila sangat berbahaya sama seperti banteng gila."
"Apa maksudmu tentang tipe kucing gila?" Helene bertanya.
"Tipe kucing gila adalah tipe Madness yang perilakunya susah ditebak. Tipe Banteng gila adalah tipe yang mengamuk. Tipe tikus gila adalah tipe yang menjadi pemurung dan susah diganggu. Tipe elang gila adalah tipe yang suka menculik dan membunuh mangsanya dan terakhir adalah tipe paling umum atau tipe anjing gila yang suka bertarung." Rias menjawab.
"Mengapa Madness tipe kucing gila disamakan dengan Madness Tipe banteng gila?" Altair bertanya.
"Kita tidak bisa menebak apa yang akan Urs lakukan. Apabila Demon rank rendah kami masih berani, tetapi jika itu Urs pasti terjadi keributan. Dia bisa mengamuk, membunuh, pemurung, petarung atau tipe-tipe lainnya bisa dibilang setiap Madness semua Demon berbeda-beda. Namun tipe kucing gila adalah yang paling sulit untuk di tangani." Agathias menjawab.
"Aku mengenal seseorang yang mempunyai tipe kucing gila sama seperti Urs dan dia pergi sendirian ke rumah seorang gadis, kemudian melamarnya." Agathias melirik Sebastian.
...****************...
"Maafkan aku." Lazarus berkata.
"Urs, katakan kepadaku bahwa semua yang kamu katakan saat berada dalam Madness salah." Reese berkata.
"Lilith, apakah semua yang aku katakan salah?" Lazarus bertanya.
"Semua yang Urs katakan benar." Lilith berkata seraya mengeluarkan buku harian Permaisuri Lilith 9 dan memberikannya kepada Reese.
"Permaisuri Lilith 9 sebenarnya adalah nenek Lilith, bukan ibu angkat Lilith. Permaisuri Lilith mengetahui bahwa Pangeran Arga masih melakukan banyak eksperimen, dia kemudian membunuh Pangeran Arga dan menjadikan Kaisar Cyrille kambing hitam." Lazarus berkata.
Kaisar Cyrille menatap tajam ke arah Lilith, bukankah di sini dia adalah orang yang menjadi korban.
"Tuan Cyrille, sebenarnya kesalahan bukan hanya berada di tangan Permaisuri Lilith. Namun kesalahan ini juga adalah kesalahan dari Sage Merlin Aragon, Kaisar Ryan sang pendiri Kekaisaran Avalon dan keturunan-keturunannya." Lazarus berkata.
"Urs, apa maksudmu?" Roseanne bertanya.
Merlin yang mendengarnya menggigil ketakutan, dia tidak mengetahui siapa Lazarus. Namun setelah memperhatikan semuanya, dia mengetahui bahwa Lazarus mengetahui segalanya. Sebelum ke alam atas Merlin meneliti tentang kemungkinan eksperimen terhadap ras humanoid.
"Urs, apakah kamu menyalahkan Master Merlin?" Roseanne bertanya.
Lazarus mengeluarkan sebuah buku yang berisi hasil eksperimen Merlin. "Di Hutan Atlanta ada seekor Chimera bernama Sairorgh, Merlin menggabungkan DNA dari Beast-Beast yang sudah punah ke telur Beast Golden Lion. Dia juga mengatakan bahwa eksperimen itu akan berhasil kepada ras humanoid."
"Bajingan!" Aldric berteriak.
"Penciptaan adalah urusan alam sendiri, bahkan seorang Dewa tidak dapat mencampurinya. Apabila di Planet Auriga melakukan hal seperti ini dia pasti akan di penggal. Hanya mempunyai kemungkinan 0,0001% untuk eksperimen ini berhasil dan berapa banyak orang yang dikorbankan Arga untuk menciptakan Lilith?" Lazarus bertanya.
"Urs, aku membawa pria tua ini kepadamu." Roland melompat dari rantai 2 seraya membawa Merlin dan melemparkannya.
"Urs, tidak! Grand Duke Lazarus Regulus, Tuan Urs, Master! Aku salah dan maafkan aku!" Merlin membungkuk.
"Master Merlin!" Roseanne berlari ke arah Merlin dan memeluknya.
Merlin mengingat tentang seorang gadis kecil berambut merah muda yang dia selamatkan dan selalu mengikutinya kemanapun.
"Roseanne?"
Roseanne mengangguk.
"Apakah kamu meminum Eliksir Stay Young Rank Mythical?" Merlin bertanya.
"Meskipun aku belum bisa membuat Eliksir Stay Young Rank Void, tetapi aku berhasil membuat Eliksir Stay Young Rank Mythical." Roseanne tersenyum.
"Apakah dia Sage Merlin?" Alden bertanya.
Lazarus menarik janggut panjang Merlin, kemudian menatap tajam ke arahnya.
"Kakek tua, seharusnya kamu mengetahui bahwa setiap hal yang kamu lakukan terhubung dengan hukum sebab-akibat. Pengetahuan memanglah penting, tetapi kamu akan menyesali jika penemuanmu yang bertujuan untuk memajukan peradaban akan menghancurkan peradaban." Lazarus merebut buku yang dibaca Sebastian dan membakarnya.
"Aku mengerti." Merlin mengangguk.
"Permaisuri Lilith yang mengetahuinya segera menemui Pangeran Arga. Lilith mengetahui dia tidak pernah menyayangi Pangeran Arga sejak dia masih bayi karena sebagai seorang Permaisuri dia mempunyai tanggung jawab dan tidak boleh terlihat lemah. Kekaisaran Nightmare berada diantara Kekaisaran Black Hell dan Kerajaan Nebula, apabila musuhnya melihat Pangeran Arga adalah kelemahan Lilith mereka akan mengincarnya. Jika Kaisar Black Hell yang merupakan Kekaisaran terkuat ketiga mengetahui tentang hal tabu yang dilakukan Pangeran Arga apa yang akan terjadi?" Lazarus bertanya.
"Kaisar Black Hell akan menabuh genderang perang dan menyerang Kekaisaran Nightmare. Mereka akan menggunakan alasan menyerang tentang Pangeran Arga yang melakukan eksperimen itu." Julian berkata.
"Lilith memilih membunuh putranya sendiri dan terbunuh di tangan Lilith kecil untuk menyelamatkan semua pengikut dan rakyatnya." Reese berkata.
"Hahaha. Bajingan itu pasti akan melakukan hal itu karena dia ingin sekali menguasai Kekaisaran Nightmare yang subur dan luas." Rheus berkata.
"Apakah kalian masih ingin berperang?" Lazarus bertanya.
Lilith, Seth, Aland dan Andre ragu-ragu semua yang dikatakan Lazarus adalah kebenaran dan tidak bisa mereka sangkal. Bahkan Merlin berada di sini.
"Apabila kalian berperang, semua musuh akan gembira dan akan datang setelah kalian kelelahan. Seperti strategi Kekaisaran Nightmare yang menyerang Kerajaan Pendragon setelah mereka bertarung dengan gelombang Beast!" Lazarus berteriak.
"Kekaisaran Avalon bersedia bekerja sama." Andre berkata.
"Kerajaan Pendragon bersedia bekerja sama." Aland berkata.
"Kekaisaran Nightmare bersedia bekerja sama." Lilith berkata.
"Kekaisaran Black Desert bersedia bekerja sama." Seth berkata.
"Mari kita beristirahat selama 20 menit sebelum melanjutkan pembahasan." Kyros berkata.
Para pelayan segera pergi ke ruang pertemuan, kemudian menghidangkan banyak makanan, buah-buahan, minuman kepada semua orang.
"Miawww." Haru melompat ke bahu Lazarus.
Seth dan Asta ingin kembali ke tempat duduk mereka, tetapi Lazarus segera menghentikannya.
"Hahaha. Apakah kalian melupakan sesuatu? Kalian mempunyai hutang 300 Juta Koin emas kepadaku." Lazarus tertawa.
"Tunggu! Mengapa biayanya sangat mahal."
Agathias menghampiri mereka. "Urs sudah sangat dermawan, dia memeras aku seharga 10 Miliar Koin Emas dan Kastil Blue Moonlight. Kalian bahkan tidak membayar 10% pun dariku."
"Apa!" Seth berkata.
"Hahaha. Apakah 300 Juta Koin emas lebih berharga dari nyawa kalian?" Lazarus bertanya.
"Aku memberimu 310 juta Koin emas." Asta memberikan Artefak kantung penyimpanan kepada Lazarus.
"Dalam kantung penyimpanan ini terdapat 500 Juta Koin emas dan herbal langka untuk pemulihan anggap saja sebagai bonus karena aku sudah tidak memerlukannya." Seth tersenyum.
"Senang berbisnis dengan kalian dan darimana aku bisa mendapatkan obat Madness?" Lazarus terkekeh.
"Tunggu, apakah kamu masih dalam kondisi Madness?" Agathias bertanya.
Lazarus mengangguk. "Hanya sedikit dan dimana aku bisa membeli obat itu?"
"Darren dan Sean, mereka pasti menjualnya. Harganya adalah 1 Koin perak untuk yang biasa dan 5 Koin emas untuk rank elite." Agathias menjawab.
"Terima kasih." Lazarus terkekeh.
"Tunggu, apakah kita sudah dibohongi? Urs, hanya masuk ke dalam kondisi Madness setelah mengobati kita. Dia hanya memerlukan 2 botol obat Madness." Asta berkata.
"Hohoho. Apakah kalian tidak mengetahui satu kesalahan saja kalian berdua akan mati. Urs seperti berjalan di atas benang yang tipis saat mengobati kalian." Seorang Dark Beastman gagak bermata empat berkata, dia adalah Adras pemimpin Magic Tower cabang Benua Selatan.
"Apa! Bukankah berarti bayaran itu terlalu murah?" Asta bertanya.
"Apabila itu aku, mungkin aku akan meminta semua harta yang kalian miliki." Adras menjawab seraya berjalan ke arah Lazarus.